the problem is, kenapa mereka ga mau belajar bahasa lokal/Nordic?
itu sama saja tamu minta dapet perlakuan khusus VIP.
mestinya yg namanya pendatang, belajarlah utk mingle dengan lingkungan
barunya.

negara2 scandinavian adalah negara2 dengan peringkat GPI/global peace
index 5 besar di dunia.
kalau sampai krn imigran2 ini mengacau, maka tingkat keamanan dan
kenyamanan hidup disana bisa terganggu.

tapi saya yakin, pemerintah sana juga nggak goblok.
suatu hari pasti mereka 'dikembalikan' ke negara asalnya.




--- In [email protected], "scribbler scribbler"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kita harus melihat latar belakang kenapa keberadaan para imigran
dari Timur
> Tengah di Eropa seperti itu. Para imigran itu kebanyakan adalah keluarga
> korban konflik di Timur Tengah. Mereka mengungsi untuk menyelamatkan
nyawa
> mereka. Tanpa keahlian dan pendidikan yang memadai mereka datang ke
Eropa
> dan harus bersaing dengan orang tuan rumah yang berpendidikan dan
memiliki
> keahlian. Akibatnya mereka termarjinalisasi, hidup di ghetoo dalam
> kemiskinan. Dari situlah muncul masalah-masalah sosial seperti
kejahatan.
> Apalagi pasca September 11 dan serangan terror lainnya imigran dari Arab
> semakin termarjinalisasi karena racial prejudice yang semakin besar.
Mereka
> sulit mendapat pekerjaan dan didiskriminasi dalam berbagai bidang.
> Masalah dari negara-negara Eropa, terutama negara Skandinavia,
adalah mereka
> terlalu membuka diri terhadap pencari suaka dari negara Arab yang
tertimpa
> konflik.
> Gambaran imigran Arab di Eropa dan Amerika mungkin berbeda. Kebanyakan
> imigran Arab di Amerika adalah kelas menengah dan mereka
terintegrasi dengan
> baik, walaupun ada masalah racial profiling dll setelah Sept 11.
> Itu karena latar belakang imigrasi mereka juga berbeda.
> 
>

Kirim email ke