--- In [email protected], "yaswar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kaka Papuan Diary,
> Ini kenyataannya: susah sekali bicara soal Papua Merdeka. NKRI itu 
> harga mati. 


Betul, NKRI sedang dalam proses kematiannya.  Dasar Pancasila dari 
NKRI sudah menjadi Syariah Islam.  Bungkus luarnya masih Pancasila 
tapi isinya sudah Syariah Islam.

Bangsa Papua yang kehilangan Pancasila, terpaksa menjual dengan harga 
mati untuk memisahkan diri dari negara Syariah yang tidak pernah 
terpikir untuk tawar2an lagi.



> Artinya, untuk orang Papua apalagi terutamanya, kata 
> mati ini terbiasa jadi harfiah: hilang nyawa. Sudah jadi kenyataan 
> bagi kita arti harfia ini, dan setepat-tepatnya ini yang KITA MAU 
> UBAH: NYAWA DAN MARTABAT ORANG PAPUA SELAMA INI DIANGGAP SAMA 
> DENGAN NYAWA DAN HARGA SEMURAH MURAHNYA BINATANG. 
> 


Juga benar, hanya Syariah Islam yang menganggap orang Papua lebih 
rendah daripada binatang sehingga orang Papua tidak mungkin ada 
pilihan lain dari Merdeka memisahkan diri dari negara Syariah yang 
memperlakukan mereka seperti lebih rendah dari binatang.

Ny. Muslim binti Muskitawati




Kirim email ke