Hahahaha.... saya sekarang makin muak dengan opini-opini nyonya  yang satu ini. 
Kerjanya mengundang FITNAH aja. Selaku orang Indonesia saya merasa Nyonya 
Muskitawati perlu diajarkan tatakrama yang baik...!!!

Nyonya Mus, ketemuan yuk??? Saya punya kondom rasa baru nih, khusus untuk 
Muskitawati.

salam,

erick enggano


--- Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> > Batul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Sana`a (ANTARA News) - Setelah beberapa tahun
> berpacaran dan menunggu
> > bersanding dengan istri tercinta, harapan itu
> kandas ketika pesta
> > pernikahan berlangsung. Sang mertua bersikeras
> meminta sejumlah uang 
> > yang tergolong besar kepada menantunya sebagai
> syarat dapat memboyong 
> > puterinya. Tanpa pikir panjang pengantin pria
> langsung mencerai 
> > pengantin wanita itu di hadapan para tamu. Pesta
> bahagia yang 
> > diharapkan terwujud berganti dengan kesedihan. (*)
> >
> 
> 
> Tragedy diatas ini khan bisa terjadi hanya sebagai
> akibat dari ajaran
> Islam itu sendiri.  Apa yang dilakukan meretua itu
> sesuai dengan
> aturan dalam agama Islam itu sendiri.  Namun dalam
> kacamata peradaban
> sekarang ini perbuatan ayah mertua itu adalah amoral
> dan unethical.
> 
> Banyak sekali tragedy dalam kehidupan umat Islam
> akibat ajaran2nya
> yang sebenarnya sangat biadab untuk ukuran kehidupan
> dizaman modern
> ini.  Namun tragedy2 ini wajib ditutupi oleh setiap
> umat Islam karena
> dilarang men-jelek2an agama sendiri dalam hal ini
> juga ada ajarannya
> dalam Al-Taqya.
> 
> Wanita dalam Islam memang dianggap barang yang bisa
> dijual beli.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.

Kirim email ke