wah kalo maksudnya menjual anak gadisnya kayanya kelewatan tuh, saya rasa itu 
hanya simbolis saja dimana biasanya istri akan ikut suami (ini di banyak budaya 
gak hanya islam saja). Kalo malah di anggap seperti digadaikan kan itu 
dipikiran mas marthajan saja.  Malah saya gak berpikiran  mau membeli wanita 
dengan mahar tuh mas...

kejadian macam itu gak sering terjadi sih sepertinya, kalo memang dasarnya mau 
rakus, ya rakus aja gak pake embel2 agama..

salam damai

marthajan04 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  mahar 
itu memang maksudnya menjual anak gadisnya. jadi kalau 
 orangtua si perempuan menerima mahar dari pihak laki2, artinya 
 anaknya sudah digadaikan dan selamanya tidak berhak lagi turut 
 campur anak perempuannya diperlakukan apapun juga, kecuali tentunya 
 melanggar hukum negara. 
 Tapi kalau anak perempuan yang sudah dijual itu di jadikan seperti 
 pembantu, orangtuanya sudah tidak bisa protes lagi. lah wong udah 
 dijual.
 
 jadi kalau si dede bilang mengangkat derajat perempuan, hal itu 
 sangat menggelikan.
 
 makanya, lawanlah budaya menjual anak dengan tidak menerima mas 
 kawin dari pihak laki2. Ini berlaku untuk budaya apapun juga, tidak 
 hanya untuk agama islam.
 sudah bukan jamannya lagi anak perempuan dijual kepada pihak laki2.
 
 mj
 
 --- In [email protected], dede hermawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Kalau saya boleh ikut campur,,,tujuan Islam mewajibkan mahar pada 
 calon istri adalah sebenarnya mengangkat si perempuan 
 tersebut..dalam kontek historis, di mana seorang perempuan sebelum 
 Rasul nyaris tidak ada penghormatan sama kaum perempuan...Kini 
 setelah Rasul dan Islam datang, martabat kaum Hawa terangkat dengan 
 mewajibkan pada calon istri harus ada mahar...
 > Rasul sendiri tidak memberikan batasan dalam hal mahar bahkan 
 beliau sendiri kalau tidak mampu maka dengan cicin besi...
 > 
 > ISlam itu sebenarnya tidak memberatkan pada kaumnya, bahkan 
 memudahkan.. 
 > 
 > trims,
 > 
 > Dede
 > 
 > Immanuel Rey <[EMAIL PROTECTED]> 
 wrote:                                  
 > Makin muak kok hahahahaha...MUNTAH dong, baru benar! Lagi pula mau 
 mengajari orang tatakrama yang baik, mosok ngajak ketemu pakai 
 kondom rasa baru segala. Apa hubungannya? Akh, yang mengundang 
 FITNAH itu siapa? Entar dia bilang, "Nah kan benar. Kamu yang 
 biadab!"
 >    
 >   Hei bung, Ny Muskitawati itu harus kita lawan pakai nalar. Kasih 
 alasan atawa argumen yang masuk akal bahwa dia salah. Nanti juga dia 
 keok. Itu juga kalau kau bisa. Saya pikir Ny Mus itu cuma mau 
 mencari tahu bagaimana cara kita bernalar, sampai di mana 
 pengetahuan kita. Gitu saja kok repot, Hehehe.
 >    
 >   Salam, 
 >   IUR 
 > 
 > erick enggano <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >       Hahahaha.... saya sekarang makin muak dengan opini-opini 
 nyonya yang satu ini. Kerjanya mengundang FITNAH aja. Selaku orang 
 Indonesia saya merasa Nyonya Muskitawati perlu diajarkan tatakrama 
 yang baik...!!!
 > 
 > Nyonya Mus, ketemuan yuk??? Saya punya kondom rasa baru nih, 
 khusus untuk Muskitawati.
 > 
 > salam,
 > 
 > erick enggano
 > 
 > --- Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 > 
 > > > Batul <jereweh@> wrote:
 > > > Sana`a (ANTARA News) - Setelah beberapa tahun
 > > berpacaran dan menunggu
 > > > bersanding dengan istri tercinta, harapan itu
 > > kandas ketika pesta
 > > > pernikahan berlangsung. Sang mertua bersikeras
 > > meminta sejumlah uang  
 > > > yang tergolong besar kepada menantunya sebagai
 > > syarat dapat memboyong 
 > > > puterinya. Tanpa pikir panjang pengantin pria
 > > langsung mencerai 
 > > > pengantin wanita itu di hadapan para tamu. Pesta
 > > bahagia yang 
 > > > diharapkan terwujud berganti dengan kesedihan. (*)
 > > >
 > > 
 > > 
 > > Tragedy diatas ini khan bisa terjadi hanya sebagai
 > > akibat dari ajaran
 > > Islam itu sendiri. Apa yang dilakukan meretua itu
 > > sesuai dengan
 > > aturan dalam agama Islam itu sendiri. Namun dalam
 > > kacamata peradaban
 > > sekarang ini perbuatan ayah mertua itu adalah amoral
 > > dan unethical.
 > > 
 > > Banyak sekali tragedy dalam kehidupan umat Islam
 > > akibat ajaran2nya
 > > yang sebenarnya sangat biadab untuk ukuran kehidupan
 > > dizaman modern
 > > ini. Namun tragedy2 ini wajib ditutupi oleh setiap
 > > umat Islam karena
 > > dilarang men-jelek2an  agama sendiri dalam hal ini
 > > juga ada ajarannya
 > > dalam Al-Taqya.
 > > 
 > > Wanita dalam Islam memang dianggap barang yang bisa
 > > dijual beli.
 > > 
 > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
 > 
 > 
 > 
 >         
 > 
 > ---------------------------------
 > Pinpoint customers who are looking for what you sell.   
 >      
 >                        
 > 
 >        
 > ---------------------------------
 > Luggage? GPS? Comic books? 
 > Check out fitting  gifts for grads at Yahoo! Search.
 >
 
 
     
                       


Henry Prihanto Nugroho 
2/9 Edison Road 
Bedford Park, Adelaide, SA 5042 
www.ppiasa.com & www.ppiasa.com/forum/
(+61) 406533058 (mobile)
       
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 

Kirim email ke