Setuju Mas Haniwar, tulisan Mbak NLK sangat menarik buat kedua calon. Mestinya Kompas lebih banyak menulis seperti ini, apalagi kalau yg nulis tim Kompas....
Ketika saya membaca tulisan yg pertama saya berkesan Mbak NLK berpihak pada P Adang , tapi tulisan kedua ternyata tidak bicara yg jelek soal P Fauzi .. Kesimpulannya , memang nggak heran kalau semua partai milih P Fauzi sbg cagubnya . Nggak yakin saya kalau jadi gubernur P Fauzi harus nyetor sekian ratus triliun pada partai2 spt yg ditulis banyak orang , duh sereeemm ... Salam , martin - jkt ----- Original Message ---- From: Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, August 2, 2007 7:45:08 AM Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] pilkada dki lagi Kehausan saya akan info kekuatan dan kelemahan cagub DKI dipenuhi oleh Ninik L Karim cs di Kompas. Menarik memang . Dan jangan salahkan saya kalau kecenderungan saya kepada Foke menguat. Bayangkan lulus cum laude S 3 di Jerman dgn desertasi Prinsip dan Panduan dasar untuk pengembangan Ruang Metropolitan dan ruang megapolitan jakarta. Lalu , motif sosialnya adalah motif prestatif , begitu juga wakilnya. Saya pernah diajari, bhw orang yang punya motif utama berprestasi, lebih bisa diandalkan dari yang motif sosial utamanya prestatif atau pun power, Lihat bagian kekuatan Fauzi . sangat meyakinkan.. Kecocokan antara cagub dan wagub, jelas sekali perbandingan bhw Bowo dan wakilnya punya potensi lebih besar utk cocok utk saling mendukung dibading pesaingnya. sebaliknya kelemahan , tapi tidak dalam hal utama, memang masih ada misalnya sinis thd yg mengritik, suata hal yang pernah sy lihat ketika dia ditanya ttg banjir di Jakarta, maka kamlima reaksi pertamayanya adalah :, sinis amat pertanyaan kamu..., baru kemudian menjawab materinya. Kelemahan yang tentu harus ditutupinya, walau .. sebenarnya dampaknya nggak terlalu banyak selama dia tahu masalah sebenarnya dan mampu memikirkan cara mengatasi dan mengimplemensatiska nnay. Memang oranm pintar suka menyepelekan orang lain smile Walau di tulusan di Kompas ditulis juga betapa dia memobilisr teman sekolah dan kerjanya untuk mendukung dia. Perlu saya tegaskan.. saya nggak termasuk yang itu , karena memang saya saat ini nggak dekat dengan dia, nggak berhubungan apapun dengan dia, dan dia pasti sudah lupa dnegan saya. Tetapi sebagai teman sekelas.ynag tau sedikit tentang dia, . kan sah saja saya memberi kesaksian bhw dia pintar ( juara kelas di kanisius) dia bisa mimpin ( di perhimpuan pelajar maupun Kijarsena ) . Harapan saya.. jangan karena benci pertai .pendukungnya. .lalu tidak mau melihat potensi dalam diri Foke.. Potensi dalam dirinya jelas... , pengalamannya yang 12 thn di sekolah katolik , keluarga yang muslim dan ketua DPW NU DKI, inysa allah membawanya pada kesadaran moral yang baik dan kemampuannya bertoleransi Pengalaman puluhan tahun di DKI, membuat dia siap kerja krn tahu maslah, dan nggak janji muluk seperti sekolah sampai SMA gratis, melenyapkan banjir, yang pasti suah dipenuhi dalam 5 tahun kedepan, oleh siapapun . Kepintaran intelektualnya tidak perlu diragukan Membuat saya bilang di dekat masa akhir kampanye ini.. Bandingkan kemampuan para calon.. lalu .pilih yang terbaik diantara pilihan yang ada , bukan yang sempurna..lalu. . Coblos kumisnya !! Pilihan gfolput tidak membawa anda kemana mana..., bisa bisa yang menurut anda kurang baik yang terpilih... Semoga kampanye saya.. memang disertai argumen memadai..smile. . dan bukan cuma karena "pernah kenal " Salam Haniwar Haniwar http://haniwar. blogspot.com/
