Sayangnya, opini anda ini belum bisa dibuktikan saudara-saudara kita di Aceh. kalau tak salah dimilis ini kita membaca bahwa masyarakat Aceh TIDAK merasa lebih nyaman dengan bentuk/arah/jenis pemerintahan yg mereka sudah lalui selama setahun.
Mungkin kita masih harus lebih bersabar dan terus berharap dengan positive thingking. Kiranya Aceh jadi tauladan yg baik bagi seluruh Nusantara!!!! Budi - Production Control wrote: > > Ketika dunia politik diisi oleh orang-orang oportunis yang tidak > pernah percaya tuhan, agama dan kehidupan hari akhir, maka jadilah > kehidupan umat manusia amburadul Sebab merekalah yang mengambil > kebijakan politik sehingga melahirkan secara zhohir beragam azab dan > bencana di atas. > > Sayangnya, orang-orang shalih yang percaya kepada Allah dan paham > kitab suci, umumnya malah lari menghindar dari dunia politik. > Alih-alih menyelamatkan umat, mereka malah mencari tempat berlindung > sendiri-sendiri di balik liang kecil sambil memendam kepala di dalam > tanah. Memejamkan mata dan berpikir seolah semua ini terjadi begitu > saja dan merupakan takdir Allah. > > Sayangnya orang-orang yang bersih dan suci ini nyaris tidak mau > mengotori tangannya dengan kerja dan usaha terlebih dahulu, sehingga > mereka lebih memilih untuk bersembunyi di dalam pesantren dan lembaga > pendidikan. Membangun tembok benteng untuk sekedar melindungi diri > mereka sendiri. Adapun nasib umat Islam secara keseluruhan yang > menjadi korban kebobrokan kebijakan politik srigala culas, seolah > tidak pernah menjadi agenda pembicaraan. > > Lucunya, di tengah kehancuran yang nyata seperti ini, di mana semua > sepakat bahwa penyebabnya memang politk kotor para penguasa bejat, > masih saja ada yang berpaham untuk menjauhkan diri dari upaya > memperbaikinya. Bahkan mereka malah mengeluarkan fatwa yang > mengharamkan umat Islam berupaya mengantisipasi kebejatan kebijakan > politik. Fatwa-fatwa itu seolah mengatakan bahwa beramar makruf dan > nahi munkar tepat di titik permasalahannya adalah hal yang haram. > > Fatwa haramnya berpolitik dan mendirikan partai pendobrak kejahilan > seakan mengandung pesan bahwa kalau mau beramar makruf dan nahi > mungkar, jangan pada inti masalahnya, cukup pada masalah cabang dan > ranting-rantingnya saja. Jangan tebang akar pohon permasalahannya, > cukup setiap hari menyapu membersihkan sampahnya saja. > > Padahal bila umat Islam bersatu dengan dimulai dari para ulama dan > tokohnya, mereka duduk bersama dan menyamakan langkah, insya Allah > dunia politik itu bisa dikuasai dengan baik oleh orang-orang yang > shalih. Sehingga semua kebijakan politik yang lahir tidak lain adalah > bentuk nyata dari semangat bahwa Islam adalah rahmatan lil 'alamin. > > Wassallaam, > Budi-pc > > ----- Original Message ----- > *From:* Al-Mahmud Abbas <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] <mailto:[email protected]> > *Sent:* Wednesday, August 01, 2007 10:59 AM > *Subject:* Re: [mediacare] Zainal Maarif Contoh Amoral Yang > Memalukan !!! > > > Amin..amin.. ketidak produktivan pejabat negara adalah : > SIBUK MENGAMANKAN POSISI JABATANNYA DENGAN TINDAKAN2 YANG TIDAK > ADA KORELASINYA DENGAN TUGAS POKOKNYA. > Kenapa ?? karena ketika mau jadi pejabat sistemnya begitu dan > sistem yang sedang dan masih terus berjalan adalah sistem yang > iklimnya seperti itu. > Kapan mau/bisa berubah ??? kita hanya bisa bertanya kepada rumput > yang bergoyang. WALLAHU'ALAM BISAWAB, kalau Tuhan masih menyayangi > bangsa yang _super munafik_ ini barangkali masih diberiNya > kesempatan untuk taubat nasional. > > Wassalam. > On 8/1/07, *Hafsah Salim* <[EMAIL PROTECTED] > <mailto:[EMAIL PROTECTED]>> wrote: > > Zainal Maarif Contoh Amoral Yang Memalukan !!! > > Wakil Partai Bintang Reformasi ini betul2 amoral unethical dan tak > punya malu sama sekali. Manusia ini hanyalah satu contoh dari > semua > wakil partai2 agama Islam yang memenuhi jabatan2 kenegaraan yang > katanya mewakili umatnya. > > Mulanya dia secara sembunyi2 melakukan skandal sex, karena > partai yang > diwakilinya merasa malu, dia lalu ditarik dari jabatan > posisinya oleh > partai yang diwakilinya. Permohonan penarikan mundur ini harus > terlebih dahulu disetujui oleh presiden SBY, dan SBY memang tidak > merasa perlu untuk terlibat urusan internal partai PBR ini dan dia > hanya bisa menyetujui usul PBR untuk penarikan wakilnya ini. > > Lucunya, Zainal Maarif ini justru marah dan dendam kepada SBY > bukan > kepada PBR yang menarik dirinya, dia mengharapkan SBY menolak > usul PBR > yaitu partainya sendiri yang ingin menarik wakilnya itu. Untuk > melampiaskan dendamnya, Zainal Maarif ini menyebar fitnah > keberbagai > media tentang pernikahan SBY sebelum masuk AkMil. Benar2 > stupid, dia > mengharapkan dengan yang dikatakannya terbongkarnya rahasia > SBY, DPR > bisa mengusulkan MPR untuk melakukan proses impeachment atau > pemecatan > presiden secara tidak terhormat. > > Ketua DPR Agung Laksono yang menerima document yang katanya > sangat > rahasia ini dari Zainal Maarif jadi naik pitam dan menolak > usul Zainal > Maarif yang me-maksa2 dirinya untuk menyodorkan bukti2 ini ke MPR > untuk diteruskan menjadi proses impeachment atau pemecatan > presiden > secara tidak hormat. Benar2 memalukan sikap Zainal Maarif yang > idiot > ini, CD orang nikah diserahkan kepadanya, padahal yang menikah > itupun > tidak jelas orangnya, dan yang menyatakan pernikahan itu juga > tidak > jelas hubungannya dengan orang yang menikah dalam CD itu. > > Menurut ketua DPR, urusan pribadi orang menikah kenapa harus > dijadikan > bahan pemecatan???? Tanggal pernikahannya tidak dicantumkan, surat > nikahnya juga tak ada copy-nya, dimana menikahnya juga tidak > dijelaskan. Lalu apanya yang dianggap melanggar etika ??? SBY > menikah cuma dengan satu isteri tidak melakukan Poligamy, juga > tidak > terlibat skandal perzinahan seperti halnya Zainal Maarif yang > berzinah > dengan businesswoman yang mengharapkan bisa memenangkan tender2 > melalui jabatan Zainal Maarif. > > Yang paling parah, Zainal Maarif sudah dinasihatkan oleh banyak > penasihat hukumnya bahwa tindakannya itu amoral dan sama > sekali tidak > memungkinkan dia untuk menang bisa melemparkan tuduhan bohong ini, > malah akan jadi bumerang dia bisa dipenjarakan atas tuduhan > fitnah dan > dia dipaksa ganti rugi dimana semua harta bendanya bisa disita > hingga > jatuh miskin. Tetapi karena pengertian dan pemahamannya tentang > hukum, tentang moral, dan tentang etika sangar rendahnya, dia > tetap > menjebloskan dirinya kedalam perangkapnya sendiri. Dia meneruskan > fitnahnya katimbang meminta maaf. Dia tidak tahu dimana kesalahan > dirinya, tetapi dia merasa tahu dan yakin akan kesalahan SBY yang > dituntutnya. Padahal, andaikata SBY melakukan kesalahan, maka yang > menuntut harusnya DPR/MPR bukan Zainal Maarif, dan sekarang > pihak DPR > saja sudah menolak untuk melanjutkan memperbincangkan fitnah > ini, lalu > apa yang masih bisa diharapkan oleh Zainal Maarif ini ??? > > Zainal Maarif hanyalah satu dari puluhan contoh wakil2 dari > partai2 > Islam yang bergelimangan memenuhi jabatan wakil2 rakyat maupun > jabatan > pejabat2 pemerintahan yang sama sekali tidak produktive bahkan > kontra-produktive. Seperti sudah saya jelaskan dalam tulisan2 > sebelumnya, semua partai2 agama Islam seharusnya dilarang > untuk ikut > kontest merebut jabatan karena pengetahuannya sebatas hanya agama > Islam yang tidak mengenal etika politik maupun ilmu kenegaraan. > Syariah Islam bukanlah ilmu politik dan tidak mengenal system > kenegaraan yang kita kenal sekarang ini. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > >
