lha wong pemerintahnya tidak becus nangani masalah, kok orang lain yang 
disalahin??

hanafi

----- Original Message ----
From: iwansucijatmiko <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, August 30, 2007 11:33:48 AM
Subject: [mediacare] Ada Mossad di Indonesia?...









  


    
            Kira-kira bener nggak ya isi dari artikel ini?...

Ada yang tau siapa Senopati wirang?...or jgn2 doi anggota juga di 

milis ini...



------------ --------- --------- --------- -------

Mimpi Buruk Indonesia Raya

Artikel ini sangat serius dan mohon untuk diresapi baik-baik oleh 

seluruh Senopati-Senopati muda rekan Blog I-I dan siapapun yang 

masih punya nurani untuk rakyat Indonesia . Sebenarnya agak ngeri 

untuk mengungkapkan sepak terjang pihak-pihak yang ingin 

menghancurkan Indonesia Raya. Hal ini bukan disebabkan oleh resiko 

yang akan ditanggung Blog I-I, tetapi lebih pada resiko pecahnya 

peristiwa goro-goro yang sesungguhnya. Hal itu bisa terjadi sebagai 

akibat tidak langsung dari upaya Blog I-I didukung oleh sejumlah 

Senopati muda membeberkan proses kehancuran Indonesia Raya yang 

disebabkan lemahnya dukungan pemerintah kepada kegiatan Intelijen. 

Kemandulan unit Kontra Intelijen, minimnya alokasi dana yang tepat 

serta semakin buruknya kapabilitas analis intelijen telah 

menyebabkan pihak-pihak yang ingin memberi "kerusakan serius" pada 

Indonesia Raya bisa leluasa bergerak.



Satu tim bayonet sudah datang di bumi pertiwi beberapa waktu silam, 

tepatnya tanggal 3 Maret 2007 dari Singapura. Tahukah anda apa 

bayonet itu? dalam bahasa Ibrani bayonet adalah Kidon. Tim ini jauh 

lebih saya takuti daripada tim apapun di Indonesia. Bila Senopati 

Wirang diciduk dan diamankan oleh aparat pemerintah RI, Senopati 

masih punya bargaining yang besar, itupun kalau tidak terjadi 

kecerobohan aksi tembak-menembak seperti pada kasus Poso. 



Tetapi bila harus berbicara tentang Kidon, itu sama saja dengan 

bunuh diri...iya benar bunuh diri. Kidon yang merupakan unit di 

dalam Mossad dan bekerja secara efisien untuk membunuh, sabotase, 

dan kerusakan serius lainnya sudah mendarat di bumi tercinta 

Nusantara. Tim yang baru datang tersebut melengkapi unit khusus 

Mossad yang sudah beroperasi di Republik Indonesia sekitar 7 bulan 

sebelum peristiwa 9/11. Seperti pernah saya ungkapkan pada tulisan 

tentang Intelijen Asing bahwa agen Mossad sangat minimalis dalam 

melakukan aksinya, yaitu 2-3 orang. Maka dalam kasus pengiriman 

Kidon kali ini terpantau ada sekitar 12 orang yang ada saat masuk 

Indonesia terpecah menjadi tiga kelompok, Jakarta, Surabaya, dan 

Denpasar, masing-masing beranggotakan 4 orang. 



Spesialisasi keahlian Kidon adalah menggunakan senjata, menyamar dan 

operasi yang dalam bahasa Ibrani disebut Paylut Hablanit Oyenet 

(PHO) atau operasi sabotase tingkat tinggi. Ketika sejumlah kasus 

kecelakaan di laut dan udara terjadi, Blog I-I sudah menerima isu-

isu unsur sabotase, namun saya menolaknya karena informasi yang 

masuk miskin hard fact. Lebih mirip teori konspirasi dan pencarian 

kambing hitam yang kurang meyakinkan. Bahkan ada pihak yang 

menyatakan bahwa kasus tenggelamnya Kapal Senopati Nusantara bukan 

hal yang tanpa pesan bagi Blog I-I, sebuah pesan pembunuhan bagi 

Senopati-Senopati "Liar" Indonesia yang mengganggu kepentingan 

Israel. Kemudian dilanjutkan dengan kasus kapal levina yang meskipun 

merupakan bahasa latin kebetulan juga merupakan kode Levi-Ina (kode 

bagi sleeping agent Mossad untuk bangun). Apakah saya akhirnya jadi 

percaya atau tetap tidak percaya dengan teori konspirasi? ataukah 

biarkan saja catatan-catatan kebetulan itu berlalu dan dianggap 

sebagai kecelakaan biasa.



Bagaimana pula dengan Adam Air dan Garuda Indonesia? saya tidak tahu 

harus bagaimana menyampaikannya. ..Saya sangat berharap ada 

transparansi dari hasil penyelidikan lapangan tentang apa penyebab 

utama terjadinya kecelakaan yang mengerikan tersebut. Sekecil apapun 

kecurigaan yang ada harus di teliti secara serius untuk melihat 

adanya kemungkinan sabotase. Andai saja aparat keamanan dan 

intelijen Indonesia bisa memiliki tempat kumpul bersama dan mendapat 

akses luas atas seluruh barang bukti, maka mekanisme keamanan 

nasional akan semakin solid. Beberapa rekan Blog I-I bahkan pernah 

memancing agar Blog I-I membahas kasus meledaknya Adam Air di udara. 

Blog I-I tetap tidak akan membahas sesuatu tanpa adanya bukti-bukti, 

walau dugaan sangat kuat tapi sulit untuk dikemukakan tanpa dukungan 

fakta. Sesungguhnyalah keberadaan Kidon yang membuat Blog I-I harus 

mengeluarkan nilai ancaman yang tinggi kepada Indonesia Raya.



Senopati-Senopati Liar yang dimaksud dalam tulisan Blog I-I adalah 

mereka yang selalu mengganggu kepentingan Israel. Adalah bukan 

kebetulan bila ketua PP Muhammadiyah Dien Syamsudin juga berada di 

dalam Pesawat Garuda yang naas terbakar. Ada indikasi bahwa tim 

Kidon yang dikirim bukan hanya ahli dalam soal pembunuhan dan 

sabotase kecelakaan, tetapi juga dalam permainan opini publik, dalam 

sebuah rangkaian cerita propaganda hitam yang secara jitu akan 

membidik Indonesia Raya menjadi pesakitan kembali. Saya tidak 

menakut-nakuti Senopati-Senopati pembela Indonesia Raya, karena saya 

juga akan menjadi target terdepan dengan membocorkan kedatangan 

mereka pada 3 Maret yang lalu itu. Mohon tingkat pengamanan 

transportasi menjadi perhatian, baik darat, laut maupun udara.



Juga bukan kebetulan bila hubungan RI-Australia yang buruk sangat 

diharapkan oleh Mossad agar Indonesia sibuk dengan urusan negara 

tetangga. Bukan hanya Australia, tetapi juga dengan Singapura dan 

Malaysia yang selalu di adu domba dengan tema kepentingan nasional. 

Malaysia yang sangat ingin menjadi pemimpin dunia Malays beserta 

kelompok etniknya sangat mudah didorong untuk bersikap arogan 

terhadap Indonesia. Sementara Singapura juga demikian, dengan 

kepentingan- kepentingan yang didorong oleh sejumlah operator Mossad 

menjadi seolah-olah "potensi musuh berbahaya" bagi Indonesia.



Juga bukan kebetulan apabila telah terjadi proses kristalisasi yang 

berupaya memecah belah persatuan TNI melalui gerakan cabut mandat 

kepada SBY baru-baru ini. Kekecewaan yang besar dari sekelompok elit 

militer terhadap SBY bukanlah hal yang ringan, kelompok ini sudah 

bersatu dengan kelompok militer yang terpojok oleh kasus-kasus HAM, 

mereka juga punya senjata dan kemampuan mobilisasi massa yang baik. 

Belum lagi adanya indikasi paramiliter swasta yang sedang berproses 

menjadi profesional dengan dukungan dari jaring jual-beli 

senjatanya. Apabila semua berproses, dan kemudian SBY juga berproses 

didorong untuk memuaskan kelompok HAM dengan "prestasi" penyelesaian 

masalah maka...saya tidak tahu harus memberikan gambaran seperti apa 

di tahun 2007-2008-2009 ini. Serangan dari berbagai arah yang 

mengupayakan proses penghilangan legitimasi SBY terus berproses 

bagaikan air yang mengalir mencari celah-celah. Mulai dari dasar 

hukum (UUD 45 dll), kristalisasi ketidakpuasan rakyat, bahkan sampai 

isu-isu pribadi SBY dan aspek magis politik juga menjadi alternatif 

serangan. 



Coba kita melongok ke luar. Sebuah informasi yang cukup solid (A2) 

misalnya menyebutkan bahwa SBY telah sangat mengecewakan Mossad 

(Israel) karena kedekatannya dengan kelompok Ikhwanul Muslimin dan 

Iran. bahkan ketika SBY didaulat sebagai pemimpin dunia Islam oleh 

DR. Yusuf Qardhawi, hal itu sudah cukup untuk meningkatkan ancaman 

kepada Indonesia. Hal itu diperparah dengan konsistensi politik luar 

negeri Indonesia yang mengecam masalah penggalian di sekitar Mesjid 

Al Asqha. Mungkin si plontos ydde yang bolak-balik ke Seno Raya bisa 

berpura-pura kooperatif, tapi sungguh mereka tidak akan henti-

hentinya mengupayakan kerusakan yang serius bagi Indonesia Raya. Si 

plontos ydde juga akan menyangkal kehadiran Kidon di Indonesia, atau 

malahan akan segera terbang ke Singapura begitu tahu Blog I-I 

membongkar kedatangan Kidon, untuk menghindari pertanyaan. Mengapa 

Blog I-I tidak melaporkan kepada pihak yang berwenang agar digelar 

sebuah operasi besar untuk mengungkap jaring Mossad di Indonesia? 

mohon maaf, Blog I-I kurang percaya kepada aparat karena Blog I-I 

tidak merasakan adanya ketulusan dari dalam organisasi keamanan 

maupun intelijen. Blog I-I malahan sudah dituduh macam-macam, dan 

maka dari itu hanya ini yang bisa Blog I-I lakukan agar ada 

kewaspadaan nasional. Bukankah Indonesia juga menganut prinsip 

hankamrata atau pertahanan keamanan rakyat semesta, biarlah 

kewaspadaan itu meluas melalui media ini dan terus disebarluaskan 

agar rakyat semesta waspada bila ada upaya penyusupan oleh agen-agen 

asing. Saya masih percaya intelijen PBNU dan Muhammadiyah juga terus 

bekerja, belum lagi elemen intelijen Mujahidin yang sudah mulai 

paham peta terorisme internasional. Saya juga berharap bahwa 

moderasi Islam di Indonesia bisa dipahami oleh kelompok non Muslim 

sebagai langkah menuju kesepahaman tentang Indonesia Raya. Sehingga 

tidak akan terjadi kesalahpahaman pada tingkatan manapun ketika kita 

membahas ancaman asing. Saya yakin bahwa apapun keyakinan kita, 

hanya mereka yang tidak punya hati nurani yang rela mengorbankan 

Indonesia Raya.



Saya tahu resiko terbesar mengungkapkan Kidon adalah tidak ada 

ampun. Tetapi dengan keyakinan bahwa kekuatan berita Blog I-I akan 

meningkatkan kewaspadaan aparat keamanan dan intelijen, maka gerak 

Kidon tidak akan leluasa di Indonesia. Meskipun Kidon kemudian 

direstrukturisasi menjadi Komemiute, tetapi istilah itu masih aktif.



Mohon maaf, saya tidak berani mengungkap lebih detail tentang Tim 

Kidon yang baru masuk. Saya juga tidak berani mengungkap sel yang 

sudah ada di Indonesia, meski sudah ada masukan tentang orang 

Indonesia keturunan Arab yang telah dibina di luar negeri. 

Keterbatasan hard fact dan demi keselamatan rekan-rekan Blog I-I 

yang terus memantau kegiatan mereka menjadi alasan yang saya kira 

bisa dibenarkan.





    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->








      
____________________________________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 

Kirim email ke