Yang mau dibodohin.. yaaa pikirin terus itu informasi, atau boleh juga
dipakai untuk *legitimasi **bahwa segala kerusuhan, pelaku bom bunuh diri,
dll* *bukan* *karena keblingernya pemahaman agama/politisasi agama*, bahkan
Nurdin M Top juga jangan-jangan agen Mosad... hahahahhaa  hhhhhhhkhkhkhkkk..
Wallahu'alam bisawab (??)


On 9/9/07, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Dear Roslina,
>
> Soal intel asing yang jumlahnya ribuan di Indonesia sudah pasti terlalu
> dibesar-besarkan. Kalau toh ada jumlahnya paling ratusan. Mossad juga pasti
> ada, tapi mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan
> Israel, jumlahnya tentu bisa dihitung dengan jari. Di zaman internet dan era
> telekomunikasi yang sudah maju saat ini, tiap negara tak perlu menyebar
> intel berwujud manusia di beberapa negara sebanyak zaman dulu kala.
>
> Setahuku, di masing-masing kedubes selalu ada intelnya. Biasanya mereka
> menduduki jabatan Sekretaris (wakil dubes). Untuk Kedubes Indonesia di LN,
> mereka tak atas nama staf BIN lagi, tapi atas nama staf Deplu. Kalau tak
> salah, Dubes RI di Timor Leste adalah mantan pejabat BIN.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* Roslina Podico <[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [email protected]
>  *Sent:* Sunday, September 09, 2007 6:35 PM
> *Subject:* Re: [mediacare] Intel Arab - Re: Ada Mossad di Indonesia?
>
>
>
> Mungkinkah saya manusia paling naif dan bodoh yg mempertanyakan: Apa
> kira-kira kepentingan Mosad di Indonesia? Adakah kemungkinan bahwa Mosad
> sangat menakuti Indonesia? Setelah membaca ulang uraian teogeoge ttg
> jumlah 60.000 personil intel asing di Indonesia dan bukan 60.000 intel
> Israel, sedikit melegakan.
> Coba bayangkan kalau 60.000 personil tersebut semua dari Mosad???
>
> Langkah berikut, berapa banyak kantor kedutaan/perwakilan bangsa-bangsa
> lain yg ada di Indonesia? Apakah para ambasador itu menjalankan dua
> fungsi (representaif) dalam arti mewakili bangsa untuk dikenal negara
> penerima sekaligus mengenal negara penerima, alias mengamati keadaan
> negara penemrima ambasador, bin intel atau jadi nara suber bagi negara
> pengutus?
>
> Siapakah 60.000 personil yg dimaksud? Berapa persen dari 60.000 tsb.
> diperkirakan sebagai intel mosad? Mohon petromax!!!
>
> Salam
> Roslina
>
> Sunny wrote:
> >
> > Arab itu tidak perlu punya agen, karena telah mendarah daging tiap tahun
> > kurang lebih 200.000 orang pergi ke sana, pasti banyak cerita "rahasia"
> > dibawa oleh mereka. Dan bukan itu saja turut pula mereka menyumbang ke
> > kas
> > devisa Arab Saudia. Jadi kalah itu si Mosad.
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "urban opini" <[EMAIL PROTECTED] <urban_opini%40yahoo.com>
> > <mailto:urban_opini%40yahoo.com>>
> > To: <[email protected] <mediacare%40yahoogroups.com> <mailto:
> mediacare% <mediacare%25>40yahoogroups.com>>
> > Sent: Friday, September 07, 2007 2:03 PM
> > Subject: [mediacare] Intel Arab - Re: Ada Mossad di Indonesia?
> >
> > > Jangan lupa jaringan intel Arab di Indonesia
> > >
> > >
> > > catatan:
> > > termasuk Indonebia?
> > >
> > >
> > >
> > > teogeoge <[EMAIL PROTECTED] <teogeoge%40yahoo.co.id> <mailto:
> teogeoge% <teogeoge%25>40yahoo.co.id>> wrote:
> > >
> > > Ada benarnya Agen Mosad masuk ke Indonesia, Jendral Ryamizard
> > > mengatakan ada 60.000 personil intel asing yang berkeliaran di NKRI.
> > >
> > > Mosad sangat berkepentingan di NKRI, buka mata buka
> > > telinga.............dunia tidak seindah negeri dongeng.....
> > >
> > > Salam '45
> > > Teogeoge
> > >
> > > Note :
> > > Komandan yang baik menghasilkan anakbuah yang baik,
> > > komandan yang gombal menghasilkan anak buah yang gombal mukiyo !
> > >
> > >
> > > Desepsi
> > > http://www.gatra.com/2006-08-18/artikel.php?id=97132
> > <http://www.gatra.com/2006-08-18/artikel.php?id=97132>
> > >
> > > Saya bertemu Jenderal Ryamizard Ryacudu. Saya memanggilnya Abang. Saya
> > > tanya soal pernyataannya tentang 60.000-an agen asing yang beroperasi
> > > di Indonesia itu apa bisa dipertanggungjawabkan. Abang menjawab bahwa
> > > apa yang dikatakannya itu benar-benar valid. Saya yakin, karena dia
> > > mantan KSAD.
> > >
> > > Sebelumnya, Letnan Jenderal (purnawirawan) Z.A. Maulani (almarhum)
> > > memberitahu saya supaya hati-hati terhadap operasi intelijen yang
> > > menggunakan strategi desepsi. Saya ini awam soal intelijen. Saya
> > > tanya, apa maksud desepsi itu. Pak Zen, panggilan akrab Z.A. Maulani,
> > > menjelaskan secara praktis.
> > >
> > > Seorang agen ditanamkan ke tubuh organisasi target, misalnya M21,
> > > panggilan MMI di kalangan intelijen. Si agen harus mampu menjadi orang
> > > kepercayaan dari orang yang ditarget, misalnya Ustad Abu. Tujuan
> > > "kepercayaan" itu sangat penting, misalnya untuk membunuh target atau
> > > mengadu domba dengan pihak lain, dan sebagainya. Nah, penyusupan
> > > seperti itu sehingga agen dianggap "mujahid" inilah yang disebut
> > desepsi.
> > >
> > > Kasus Abdul Haris
> > > Kasus Abdul Haris tahun 2002 terungkap setelah penangkapan Umar Faruq,
> > > 5 Juni 2002, di Bogor. Padahal, sejak 1995, Haris mengaku sudah
> > > "dipercaya" oleh Irfan S. Awwas, yang kini menjadi Ketua Lajnah
> > > Tanfidziyah MMI. Apakah Irfan tidak tahu bahwa Haris adalah agen BIN?
> > > Saya yakin Irfan tidak tahu. Ini hebatnya Haris.
> > >
> > > Saya pun mengenal Haris sebagai tukang pijat refleksi, karena saya
> > > pernah dipijatnya dan saya beri upah Rp 10.000. Walhasil, tidak ada
> > > info tentang dia yang menunjukkan bahwa Haris adalah planted agent di
> > > tubuh MMI. Semuanya baru terkuak setelah kejadian.
> > >
> > > Kasus Rahmatan
> > > Sekitar Juli 2005, saya ditelepon Asep Rahmatan Kusuma, yang mengaku
> > > sebagai mantan agen CIA di bawah mentor Mr. Erick dari Kedutaan
> > > Amerika Serikat di Jakarta. Katanya, itu amanah dari Pak Irfan, supaya
> > > saya menampung pertobatan Asep. Lalu saya minta Asep ke rumah untuk
> > > merekam testimoninya. Dia menangis, bertobat, dan bersumpah tidak akan
> > > mengulangi lagi dosanya.
> > >
> > > Namun isi testimoninya sangat mencurigakan. Momentumnya bertepatan
> > > ketika Kepala BIN Syamsir Siregar menyatakan bahwa pihaknya akan
> > > menyusup dan mengadu domba para aktivis kelompok Islam radikal.
> > > Kemudian, menurut dia, modus operasi para teroris telah berubah dari
> > > pengeboman menjadi penculikan pejabat publik.
> > >
> > > Asep mengaku telah minta "restu" kepada Ustad Abu terkait pengaktifan
> > > MMI di Tangerang. Namun "restu" itu tampaknya akan dialihkan untuk
> > > "merestui" rencana serangan little nine one-one (versi mini 911) yang
> > > akan dioperasikan oleh JI Umar Patek dengan pesawat remote control.
> > > Namun misi ini gagal total.
> > >
> > > Kasus Kaparang
> > > Sekitar September 2001, seorang yang mengaku mualaf (orang yang baru
> > > masuk Islam dan perlu disantuni) datang ke markas MMI. Ia mengaku
> > > bernama Lalu Muhammad Hasan alias Ihsan. Nama aslinya Andronikus
> > > Kaparang. Ia mengklaim sebagai Komandan Laskar Kristus wilayah
> > > Indonesia Timur. Ia mengaku disuruh CIA untuk mencari data hubungan
> > > MMI dengan Osama bin Laden, mengetahui aliran dana yang masuk-keluar
> > > MMI, dan melihat sejauh mana keterlibatan MMI dalam konflik Ambon.
> > >
> > > Pada 21 September 2001, kantor Wihdah, tempat menyimpan banyak data
> > > MMI, dibobol maling. Empat komputer lenyap. Irfan pun melaporkan
> > > kejadian itu ke polisi. Namun sampai detik ini tidak berhasil
> > > mengungkap siapa malingnya.
> > >
> > > Pada 8 Juli 2006, ada acara Arimatea yang menggelar "testimoni mantan
> > > Komandan Laskar Kristus" di Solo. Ustad Abu diundang sebagai keynote
> > > speaker. Beberapa laskar MMI datang untuk menonton testimoni itu.
> > > Ee... ternyata Kaparang! Hampir saja terjadi insiden kalau tidak
> > > dicegah Ustad Abu. Ustad Abu minta supaya diselesaikan di markas MMI.
> > >
> > > Esoknya Kaparang diantar ke markas MMI oleh pengurus Arimatea untuk
> > > klarifikasi. Kaparang mengaku agen CIA. Dia minta maaf karena sudah
> > > memfitnah MMI. Misalnya, waktu aktif di kelaskaran, dia sengaja
> > > menzinai beberapa wanita untuk mencoreng nama MMI. Tapi semuanya
> > > gagal. Permintaan maaf itu bisa dipahami. Namun hukum harus ditegakkan
> > > karena soal pencurian itu.
> > >
> > > Mengapa MMI?
> > > Sejak kasus Faruq, saya menyadari bahwa M21 sudah jadi TO (target
> > > operasi) oleh CIA dan kompradornya. Bom Pamulang yang menarget Abu
> > > Jibril makin menguatkan keyakinan saya. Namun, kenapa M21 kebobolan
> > terus?
> > >
> > > Kami tidak merasa kecolongan. Semua program MMI transparan. M21 adalah
> > > organisasi tansiq amali (aliansi strategis) untuk tathbiqus-syari'ah
> > > (penegakan syariat Islam). Sehingga mau tidak mau harus banyak
> > > berinteraksi dengan para aktivis pejuang syariat. Nah, longgarnya
> > > proses interaksi itulah yang sering dimanfaatkan oleh intel untuk
> > > menjalankan misinya.
> > >
> > > Termasuk desepsi, operasi intelijen yang tersulit sekaligus berisiko
> > > tinggi. Kasus syahidnya Syekh Ahmad Yasin dan Rantisi di Palestina dan
> > > Komandan Mujahidin Chechnya Ibnu Khattab adalah korban desepsi
> > > agen-agen CIA dan Mossad. Apakah di Indonesia ada target orang atau
> > > organisasi melalui operasi desepsi? Fakta telah menjawab: ya!
> > >
> > > Fauzan Al-Anshari
> > > Ketua Departemen Data dan Informasi MMI
> > > [Kolom, Gatra Edisi 39 Beredar Kamis, 10 Agustus 2006]
> > >
> > >
> > > Mailing list:
> > > http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
> > <http://groups.yahoo.com/group/mediacare/>
> > >
> > > Blog:
> > > http://mediacare.blogspot.com <http://mediacare.blogspot.com>
> > >
> > > http://www.mediacare.biz <http://www.mediacare.biz>
> > >
> > >
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --
> > > No virus found in this incoming message.
> > > Checked by AVG Free Edition.
> > > Version: 7.5.485 / Virus Database: 269.13.8/993 - Release Date:
> > 9/6/2007
> > > 3:18 PM
> > >
> > >
> >
> >
>
> ------------------------------
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.485 / Virus Database: 269.13.9/994 - Release Date: 07/09/2007
> 16:40
>
> 
>

Kirim email ke