" ....................................with the root causes of terrorism"


al Qaeda terang2-an mengatakan bahwa mereka berjihad itu adalah karena itu 
adalah suruhan Allah.  Muslimin tidak bisa hidup berdampingan dengan damai 
dengan orang kafir.  Surat2-nya kepada Arab Saudi, sarat dengan kutipan2 dari 
Kuran dan Hadis yang dipakai untuk justifikasi pemikiran mereka.

Dan juga menurut al Qaeda tidak ada Muslimin yang moderat.  Muslimin adalah 
Muslimin, jika menyebut dirinya moderat, maka itu adalah hanya untuk 
menyenangkan/menyamakan dengan norma2 Barat yang bukanlah norma2 Islam.

Sebaiknya orang2 di Barat haruslah mencamkan apa yang dikatakan oleh teroris 
itu sendiri dan juga menyama ratakan values Barat dengan Islam sebab itu sama 
sekali bertolak belakang.

al-Qaeda pun menyatakan hal itu, bahwa ham seperti deklarasi PBB itu bukanlah 
norma2 Islam.

Islam yang sejati harus selalu mempunyai dilubuk hatinya perasaan setia 
terhadap sesama Muslim, tetapi kebencian yang mendalam terhadap yang non Muslim.

Ayat yang sering disebut oleh Muslimin yang moderat atau yang bertakiya adalah 
ayat 2:256 - There is no compulsion in religion (ayat ini baru2 ini disebut 
juga oleh Riri).

Didalam suratnya kepada Arab Saudi sesudah orang2 di Arab Saudi mengeluarkan 
surat yg. menyebut ayat tsb. sebagai pembuktian bahwa di agama Islam tidak ada 
pemaksaan, maka al Qaeda mengatakan bahwa dikutipnya ayat tsb. sebagai bukti 
tidak ada pemaksaan, adalah salah.  Itu hanyalah "pemutar balikan kebenaran 
dengan (pernyataan) bohong - The distortion of truth with falsehood.

Untuk memusnahkan dengan tuntas orang2 yang dibelakang perbuatan teror, maka 
Barat harus dengan mata terbuka, mendengar dan mencamkan apa yang dikatakan 
oleh teroris itu sendiri yaitu bahwa perbuatan2 teroris itu semuanya hanyalah 
dalam rangka memenuhi perintah2 agama mereka, yaitu membuat supaya seluruh 
dunia tunduk/ditaklukan oleh Islam.  Dan itu bukanlah bualan/omongkosong dari 
teroris2 tsb..  Justifikasi atas itu semua diberikan lengkap dengan menyebut 
ayat2 kuran dan hadis.

Selama yang non Islam menolak untuk mengakui dengan jujur apa yang mendorong 
perbuatan2 teroris tsb., maka perbuatan teroris akan makin men-jadi2 saja di 
dunia ini.

Catatan:  mengenai apa yang disebutkan oleh teroris jihadis mengenai alasan2 
mereka melakukan perbuatan teroris tsb. (dimata mereka itu bukanlah perbuatan 
terorisme, hanyalah sekedar mengikuti perintah Allah seperti ayat 9:14 dan 9:5, 
bisa di lihat di ber-macam2 artikel.

Buku yang patut dibaca mengenai tulisan2 bin laden dan zawahiri adalah buku 
"The al Qaeda Reader" oleh Raymond Ibrahim.  Raymond Ibrahim telah 
menterjemahkan surat2 al Qaeda kepada Arab Saudi dan Amerika.

Ini adalah bukti dari al Qaeda sendiri bahwa apa yang diketahui oleh yang tidak 
menyetujuinya sebagai perbuatan teroris, oleh mereka itu bukanlah perbuatan 
teroris, melainkan se-mata2 menuruti perintah Allah.



"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
Artikel yang tertulis di website UNODC bukanlah kesepkatan seluruh 
 negara tentang definisi terorisme. Kalau kita perhatikan, yang tertulis 
 di situ hanyalah proposed definition yang sampai saat ini belum dapat 
 diterima oleh semua pihak, karena masing2 negara punya kepentingan yang 
 berbeda. Belum lagi beberapa LSM yang internasional yang aksi2 
 lapangannya kerap kali mengancam keselamatan jiwa aktivisnya maupun 
 masyarakat.
 
 Perdebatan mengenai definisi terorisme masih berlangsung sebagaimana 
 bisa kita temukan pada artikel yang ditulis oleh Thomas Weigend, 
 seorang professor of criminal law dari Univ. of Cologne yang 
 diterbitkan oleh Oxford Univ. Press thn 2006 berjudul The universal 
 terrorist: international community grappling with definition. Sebagai 
 kesimpulan artikel tersebut, Weigend memberi komentar sbb: 
 
 In employing the criminal law in the war against terrorism, we should 
 not lose sight of the fact that this war cannot be won on the field of 
 criminal justice but only through dealing, in a responsible manner and 
 on a global scale, with the root causes of terrorism.
 
 -------------------------------------
 Re: Bagi Mereka, Kita semua bisa menjadi teroris!
 Posted by: "Hafsah Salim" [EMAIL PROTECTED] muskitawati
 Date: Sun Sep 16, 2007 4:16 pm ((PDT))
 
 > Biko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 > Bila kita mengamati bagaimana AS dan Australia (termasuk pemerintah 
 > Indonesia) mengonstruksi wacana "terorisme" dan "teroris", terdapat 
 > suatu pola yang sebenarnya memungkinkan siapa pun dapat 
 > dikategorikan sebagai "teroris". 
 > 
 
 Tidak benar pendapat anda diatas, tidak semua orang bisa dikategorikan
 terorist karena "terorisme" merupakan tindak kriminal.
 
 http://www.unodc.org/unodc/terrorism_definitions.html
 
 Tindakan kriminal artinya tindakan yang melawan hukum, tindakan yang
 bertentangan dengan hukum yang berlaku.  Jadi kalo ada umat Islam yang
 beranggapan bahwa UU negara tak wajib dipatuhi karena hukum Allah saja
 yang wajib kita patuhi, maka anggapan ini sudah merupakan anggapan
 terorist.  Kalo anda tidak patuh kepada hukum Allah, anda tidak akan
 dituduh terorist, sebaliknya kalo anda melakukan tindak kriminal yang
 melanggar UU negara, maka anda termasuk terorist.
 
 > Tidak ada suatu definisi baku yang mereka sosialisasikan untuk 
 > menuduh seseorang atau sekelompok orang sebagai "teroris". Jadi, 
 > secara definisi istilah teroris itu adalah istilah yang liar. Kadar 
 > keliarannya semakin sempurnya ketika dibungkus dengan doktrin 
 > "pre-emptive strike". Dengan ini, kita bisa tahu rendahnya kadar 
 > moral dan intelektualitas dari mereka yang saat ini mengampanyekan 
 > "global war against terror".
 
 http://www.unodc.org/unodc/terrorism_definitions.html
 
 Definisinya sudah dibakukan oleh UN silahkan baca website diatas, dan
 definisi ini sama sekali bukan istilah yang liar.  Melawan terror
 adalah demi melindungi mereka yang tidak bersalah.
 
 Sangat berbeda dengan perbuatan terror, pelaku teror melakukan
 tindakan kejahatan terhadap mereka yang tidak bersalah, sebaliknya
 pemerintah yang memerangi teror justru memerangi mereka yang melakukan
 pelanggaran atau kesalahan.
 
 > Padahal, siapapun tahu, teroris yang sebenarnya adalah AS, 
 > Australia, dan semua pemerintahan yang mendukungnya. faktanya bisa 
 > kita lihat dari seberapa besar kerusakan-kerusakan dan kehancuran 
 > kemanusiaan yang mereka ciptakan hingga saat ini.  
 >
 
 AS dan Australia bukanlah teroris, karena kalo mereka adalah terorist,
 maka mereka akan ditentang oleh seluruh dunia.  Realitasnya ajaran2
 Islam dengan Jihad Islamnya inilah yang sesungguhnya terorist dan bisa
 kita bersama membuktikannya.  Baik mereka yang Islam maupun mereka
 yang bukan Islam sama2 mengalami teror2 jihad Islam ini dengan
 berbagai kedok2 terselubung maupun terang2an.
 
 Contoh yang sederhana, umat Islam Ahmadiah dibakari mesjidnya, dan
 dijarah harta benda milik umatnya.  Inilah yang kita namakan teror
 meskipun bertujuan mencari pahala agamanya.
 
 Gereja2 dan amoy2 yang bukan Islam, gereja dibakari, dan amoy2
 diperkosa massal, dan inilah merupakan terorisme yang diperangi
 diseluruh dunia.
 
 Global War Against Terorisme sudah menjadi UU Internasional yang baku
 dimana semua negara2 diseluruh dunia sudah bergabung menjadi satu
 dalam memahaminya.
 
 Kalo anda menuduh AS dan Australia adalah terorist, maka siapa yang
 jadi korbannya????  Jelas tidak ada, yang dikejar oleh AS dan
 Australia justru terorist jihad Islam saja bukan lainnya.  Hanya
 mereka yang bersalah saja yang dihukum bukan semuanya tanpa pandang
 bulu seperti halnya yang dilakukan oleh teroris Jihad Islam.
 
 Ny. Muslim binti Muskitawati.
 
 
     
                               

Kirim email ke