Kalau ada yang meng-generalisir sikap Alqaeda sebagai sikap Muslim (bahkan Islam), IMHO, sikap tersebut mencerminkan kepicikan dan kekerdilan pemahaman
orang tersebut. Sikap tersebut sama saja mengatakan misalnya agama x bejat karena pemeluknya (dan pemilik ktp dengan isian agama=x) merampok, membunuh atau melakukan tindak kejahatan lain.. Ada yang mau membenarkan pola pemikiran semacam ini? :-) CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On 9/18/07, amartien <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > " ....................................with the root causes of terrorism" > > > al Qaeda terang2-an mengatakan bahwa mereka berjihad itu adalah karena itu > adalah suruhan Allah. Muslimin tidak bisa hidup berdampingan dengan damai > dengan orang kafir. Surat2-nya kepada Arab Saudi, sarat dengan kutipan2 > dari Kuran dan Hadis yang dipakai untuk justifikasi pemikiran mereka. > > Dan juga menurut al Qaeda tidak ada Muslimin yang moderat. Muslimin > adalah Muslimin, jika menyebut dirinya moderat, maka itu adalah hanya untuk > menyenangkan/menyamakan dengan norma2 Barat yang bukanlah norma2 Islam. > > Sebaiknya orang2 di Barat haruslah mencamkan apa yang dikatakan oleh > teroris itu sendiri dan juga menyama ratakan values Barat dengan Islam sebab > itu sama sekali bertolak belakang. > > al-Qaeda pun menyatakan hal itu, bahwa ham seperti deklarasi PBB itu > bukanlah norma2 Islam. > > Islam yang sejati harus selalu mempunyai dilubuk hatinya perasaan setia > terhadap sesama Muslim, tetapi kebencian yang mendalam terhadap yang non > Muslim. > > Ayat yang sering disebut oleh Muslimin yang moderat atau yang bertakiya > adalah ayat 2:256 - There is no compulsion in religion (ayat ini baru2 ini > disebut juga oleh Riri). > > Didalam suratnya kepada Arab Saudi sesudah orang2 di Arab Saudi > mengeluarkan surat yg. menyebut ayat tsb. sebagai pembuktian bahwa di agama > Islam tidak ada pemaksaan, maka al Qaeda mengatakan bahwa dikutipnya ayat > tsb. sebagai bukti tidak ada pemaksaan, adalah salah. Itu hanyalah "pemutar > balikan kebenaran dengan (pernyataan) bohong - The distortion of truth with > falsehood. > > Untuk memusnahkan dengan tuntas orang2 yang dibelakang perbuatan teror, > maka Barat harus dengan mata terbuka, mendengar dan mencamkan apa yang > dikatakan oleh teroris itu sendiri yaitu bahwa perbuatan2 teroris itu > semuanya hanyalah dalam rangka memenuhi perintah2 agama mereka, yaitu > membuat supaya seluruh dunia tunduk/ditaklukan oleh Islam. Dan itu bukanlah > bualan/omongkosong dari teroris2 tsb.. Justifikasi atas itu semua diberikan > lengkap dengan menyebut ayat2 kuran dan hadis. > > Selama yang non Islam menolak untuk mengakui dengan jujur apa yang > mendorong perbuatan2 teroris tsb., maka perbuatan teroris akan makin > men-jadi2 saja di dunia ini. > > Catatan: mengenai apa yang disebutkan oleh teroris jihadis mengenai > alasan2 mereka melakukan perbuatan teroris tsb. (dimata mereka itu bukanlah > perbuatan terorisme, hanyalah sekedar mengikuti perintah Allah seperti ayat > 9:14 dan 9:5, bisa di lihat di ber-macam2 artikel. > > Buku yang patut dibaca mengenai tulisan2 bin laden dan zawahiri adalah > buku "The al Qaeda Reader" oleh Raymond Ibrahim. Raymond Ibrahim telah > menterjemahkan surat2 al Qaeda kepada Arab Saudi dan Amerika. > > Ini adalah bukti dari al Qaeda sendiri bahwa apa yang diketahui oleh yang > tidak menyetujuinya sebagai perbuatan teroris, oleh mereka itu bukanlah > perbuatan teroris, melainkan se-mata2 menuruti perintah Allah. > > > > > *"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Artikel yang tertulis di website UNODC bukanlah kesepkatan seluruh > negara tentang definisi terorisme. Kalau kita perhatikan, yang tertulis > di situ hanyalah proposed definition yang sampai saat ini belum dapat > diterima oleh semua pihak, karena masing2 negara punya kepentingan yang > berbeda. Belum lagi beberapa LSM yang internasional yang aksi2 > lapangannya kerap kali mengancam keselamatan jiwa aktivisnya maupun > masyarakat. > > Perdebatan mengenai definisi terorisme masih berlangsung sebagaimana > bisa kita temukan pada artikel yang ditulis oleh Thomas Weigend, > seorang professor of criminal law dari Univ. of Cologne yang > diterbitkan oleh Oxford Univ. Press thn 2006 berjudul The universal > terrorist: international community grappling with definition. Sebagai > kesimpulan artikel tersebut, Weigend memberi komentar sbb: > > In employing the criminal law in the war against terrorism, we should > not lose sight of the fact that this war cannot be won on the field of > criminal justice but only through dealing, in a responsible manner and > on a global scale, with the root causes of terrorism. > > ------------------------------------- > Re: Bagi Mereka, Kita semua bisa menjadi teroris! > Posted by: "Hafsah Salim" [EMAIL PROTECTED] > <muskitawati%40yahoo.com>muskitawati > Date: Sun Sep 16, 2007 4:16 pm ((PDT)) > > > Biko <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bila kita mengamati bagaimana AS dan Australia (termasuk pemerintah > > Indonesia) mengonstruksi wacana "terorisme" dan "teroris", terdapat > > suatu pola yang sebenarnya memungkinkan siapa pun dapat > > dikategorikan sebagai "teroris". > > > > Tidak benar pendapat anda diatas, tidak semua orang bisa dikategorikan > terorist karena "terorisme" merupakan tindak kriminal. > > http://www.unodc.org/unodc/terrorism_definitions.html > > Tindakan kriminal artinya tindakan yang melawan hukum, tindakan yang > bertentangan dengan hukum yang berlaku. Jadi kalo ada umat Islam yang > beranggapan bahwa UU negara tak wajib dipatuhi karena hukum Allah saja > yang wajib kita patuhi, maka anggapan ini sudah merupakan anggapan > terorist. Kalo anda tidak patuh kepada hukum Allah, anda tidak akan > dituduh terorist, sebaliknya kalo anda melakukan tindak kriminal yang > melanggar UU negara, maka anda termasuk terorist. > > > Tidak ada suatu definisi baku yang mereka sosialisasikan untuk > > menuduh seseorang atau sekelompok orang sebagai "teroris". Jadi, > > secara definisi istilah teroris itu adalah istilah yang liar. Kadar > > keliarannya semakin sempurnya ketika dibungkus dengan doktrin > > "pre-emptive strike". Dengan ini, kita bisa tahu rendahnya kadar > > moral dan intelektualitas dari mereka yang saat ini mengampanyekan > > "global war against terror". > > http://www.unodc.org/unodc/terrorism_definitions.html > > Definisinya sudah dibakukan oleh UN silahkan baca website diatas, dan > definisi ini sama sekali bukan istilah yang liar. Melawan terror > adalah demi melindungi mereka yang tidak bersalah. > > Sangat berbeda dengan perbuatan terror, pelaku teror melakukan > tindakan kejahatan terhadap mereka yang tidak bersalah, sebaliknya > pemerintah yang memerangi teror justru memerangi mereka yang melakukan > pelanggaran atau kesalahan. > > > Padahal, siapapun tahu, teroris yang sebenarnya adalah AS, > > Australia, dan semua pemerintahan yang mendukungnya. faktanya bisa > > kita lihat dari seberapa besar kerusakan-kerusakan dan kehancuran > > kemanusiaan yang mereka ciptakan hingga saat ini. > > > > AS dan Australia bukanlah teroris, karena kalo mereka adalah terorist, > maka mereka akan ditentang oleh seluruh dunia. Realitasnya ajaran2 > Islam dengan Jihad Islamnya inilah yang sesungguhnya terorist dan bisa > kita bersama membuktikannya. Baik mereka yang Islam maupun mereka > yang bukan Islam sama2 mengalami teror2 jihad Islam ini dengan > berbagai kedok2 terselubung maupun terang2an. > > Contoh yang sederhana, umat Islam Ahmadiah dibakari mesjidnya, dan > dijarah harta benda milik umatnya. Inilah yang kita namakan teror > meskipun bertujuan mencari pahala agamanya. > > Gereja2 dan amoy2 yang bukan Islam, gereja dibakari, dan amoy2 > diperkosa massal, dan inilah merupakan terorisme yang diperangi > diseluruh dunia. > > Global War Against Terorisme sudah menjadi UU Internasional yang baku > dimana semua negara2 diseluruh dunia sudah bergabung menjadi satu > dalam memahaminya. > > Kalo anda menuduh AS dan Australia adalah terorist, maka siapa yang > jadi korbannya???? Jelas tidak ada, yang dikejar oleh AS dan > Australia justru terorist jihad Islam saja bukan lainnya. Hanya > mereka yang bersalah saja yang dihukum bukan semuanya tanpa pandang > bulu seperti halnya yang dilakukan oleh teroris Jihad Islam. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > >
