Salam, Sebagai seorang yang berkecimpung dalam bidang politik dan masalah sosial, haruslah kita melihat suatu kasus dari berbagai sudut pandang. Jika kita melihat banyak kasus yang terjadi didunia ini, layaklah kita melihat yang namanya Sekutu.
Ingatlah dimana propaganda sekutu sebelum menjatuhkan negara-negara komunis seperti Uni Soviet. Mereka membuat berita maupun film-film yang menggambarkan kekejaman Uni Soviet. Ingatlah dimana propaganda sekutu sebelum bekerjasama menghancurkan Jerman dengan Nazi-nya. Mereka membuat berita maupun film-film yang menggambarkan kekejaman Hitler dan kelompok Nazi-nya Dan sekarang kita akan terbiasa melihat propaganda sekutu untuk merebut ladang-ladang minyak negara-negara Islam dengan menghembuskan isu terorisme. Saat ini kita akan sangat terbiasa melihat film-film buatan anggota sekutu dimana para penjahatnya berwajah arab. Hal itu semua demi kekayaan dan kekuasaan negara-negara sekutu. Soviet Komunis, Hitler dan kelompok Nazinya beragama kristen, dan isu terorisme dikaitkan dengan Islam. Next time, Cina akan terkena. Ingat, negara anggota sekutu tidak akan pernah menang, jika mereka tidak bersekutu dan tidak mendapat dukungan negara lain di dunia. Amerika serikat lari tunggang langgang dari vietnam, itulah salah satu buktinya. So, akankah kita termakan propaganda mereka ? Sebagai warga negara Indonesia yang baik, marilah kita abaikan isu-isu murahan seperti itu. Marilah kita bersatu demi kejayaan Negara Indonesia. Ingatlah, hanya terorislah yang mengetahui kapan aksi terorisme akan terjadi. On 9/18/07, amartien <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > " ....................................with the root causes of terrorism" > > > al Qaeda terang2-an mengatakan bahwa mereka berjihad itu adalah karena itu > adalah suruhan Allah. Muslimin tidak bisa hidup berdampingan dengan damai > dengan orang kafir. Surat2-nya kepada Arab Saudi, sarat dengan kutipan2 > dari Kuran dan Hadis yang dipakai untuk justifikasi pemikiran mereka. > > Dan juga menurut al Qaeda tidak ada Muslimin yang moderat. Muslimin > adalah Muslimin, jika menyebut dirinya moderat, maka itu adalah hanya untuk > menyenangkan/menyamakan dengan norma2 Barat yang bukanlah norma2 Islam. > > Sebaiknya orang2 di Barat haruslah mencamkan apa yang dikatakan oleh > teroris itu sendiri dan juga menyama ratakan values Barat dengan Islam sebab > itu sama sekali bertolak belakang. > > al-Qaeda pun menyatakan hal itu, bahwa ham seperti deklarasi PBB itu > bukanlah norma2 Islam. > > Islam yang sejati harus selalu mempunyai dilubuk hatinya perasaan setia > terhadap sesama Muslim, tetapi kebencian yang mendalam terhadap yang non > Muslim. > > Ayat yang sering disebut oleh Muslimin yang moderat atau yang bertakiya > adalah ayat 2:256 - There is no compulsion in religion (ayat ini baru2 ini > disebut juga oleh Riri). > > Didalam suratnya kepada Arab Saudi sesudah orang2 di Arab Saudi > mengeluarkan surat yg. menyebut ayat tsb. sebagai pembuktian bahwa di agama > Islam tidak ada pemaksaan, maka al Qaeda mengatakan bahwa dikutipnya ayat > tsb. sebagai bukti tidak ada pemaksaan, adalah salah. Itu hanyalah "pemutar > balikan kebenaran dengan (pernyataan) bohong - The distortion of truth with > falsehood. > > Untuk memusnahkan dengan tuntas orang2 yang dibelakang perbuatan teror, > maka Barat harus dengan mata terbuka, mendengar dan mencamkan apa yang > dikatakan oleh teroris itu sendiri yaitu bahwa perbuatan2 teroris itu > semuanya hanyalah dalam rangka memenuhi perintah2 agama mereka, yaitu > membuat supaya seluruh dunia tunduk/ditaklukan oleh Islam. Dan itu bukanlah > bualan/omongkosong dari teroris2 tsb.. Justifikasi atas itu semua diberikan > lengkap dengan menyebut ayat2 kuran dan hadis. > > Selama yang non Islam menolak untuk mengakui dengan jujur apa yang > mendorong perbuatan2 teroris tsb., maka perbuatan teroris akan makin > men-jadi2 saja di dunia ini. > > Catatan: mengenai apa yang disebutkan oleh teroris jihadis mengenai > alasan2 mereka melakukan perbuatan teroris tsb. (dimata mereka itu bukanlah > perbuatan terorisme, hanyalah sekedar mengikuti perintah Allah seperti ayat > 9:14 dan 9:5, bisa di lihat di ber-macam2 artikel. > > Buku yang patut dibaca mengenai tulisan2 bin laden dan zawahiri adalah > buku "The al Qaeda Reader" oleh Raymond Ibrahim. Raymond Ibrahim telah > menterjemahkan surat2 al Qaeda kepada Arab Saudi dan Amerika. > > Ini adalah bukti dari al Qaeda sendiri bahwa apa yang diketahui oleh yang > tidak menyetujuinya sebagai perbuatan teroris, oleh mereka itu bukanlah > perbuatan teroris, melainkan se-mata2 menuruti perintah Allah. > > > > > *"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Artikel yang tertulis di website UNODC bukanlah kesepkatan seluruh > negara tentang definisi terorisme. Kalau kita perhatikan, yang tertulis > di situ hanyalah proposed definition yang sampai saat ini belum dapat > diterima oleh semua pihak, karena masing2 negara punya kepentingan yang > berbeda. Belum lagi beberapa LSM yang internasional yang aksi2 > lapangannya kerap kali mengancam keselamatan jiwa aktivisnya maupun > masyarakat. > > Perdebatan mengenai definisi terorisme masih berlangsung sebagaimana > bisa kita temukan pada artikel yang ditulis oleh Thomas Weigend, > seorang professor of criminal law dari Univ. of Cologne yang > diterbitkan oleh Oxford Univ. Press thn 2006 berjudul The universal > terrorist: international community grappling with definition. Sebagai > kesimpulan artikel tersebut, Weigend memberi komentar sbb: > > In employing the criminal law in the war against terrorism, we should > not lose sight of the fact that this war cannot be won on the field of > criminal justice but only through dealing, in a responsible manner and > on a global scale, with the root causes of terrorism. > > ------------------------------------- > Re: Bagi Mereka, Kita semua bisa menjadi teroris! > Posted by: "Hafsah Salim" [EMAIL PROTECTED] > <muskitawati%40yahoo.com>muskitawati > Date: Sun Sep 16, 2007 4:16 pm ((PDT)) > > > Biko <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bila kita mengamati bagaimana AS dan Australia (termasuk pemerintah > > Indonesia) mengonstruksi wacana "terorisme" dan "teroris", terdapat > > suatu pola yang sebenarnya memungkinkan siapa pun dapat > > dikategorikan sebagai "teroris". > > > > Tidak benar pendapat anda diatas, tidak semua orang bisa dikategorikan > terorist karena "terorisme" merupakan tindak kriminal. > > http://www.unodc.org/unodc/terrorism_definitions.html > > Tindakan kriminal artinya tindakan yang melawan hukum, tindakan yang > bertentangan dengan hukum yang berlaku. Jadi kalo ada umat Islam yang > beranggapan bahwa UU negara tak wajib dipatuhi karena hukum Allah saja > yang wajib kita patuhi, maka anggapan ini sudah merupakan anggapan > terorist. Kalo anda tidak patuh kepada hukum Allah, anda tidak akan > dituduh terorist, sebaliknya kalo anda melakukan tindak kriminal yang > melanggar UU negara, maka anda termasuk terorist. > > > Tidak ada suatu definisi baku yang mereka sosialisasikan untuk > > menuduh seseorang atau sekelompok orang sebagai "teroris". Jadi, > > secara definisi istilah teroris itu adalah istilah yang liar. Kadar > > keliarannya semakin sempurnya ketika dibungkus dengan doktrin > > "pre-emptive strike". Dengan ini, kita bisa tahu rendahnya kadar > > moral dan intelektualitas dari mereka yang saat ini mengampanyekan > > "global war against terror". > > http://www.unodc.org/unodc/terrorism_definitions.html > > Definisinya sudah dibakukan oleh UN silahkan baca website diatas, dan > definisi ini sama sekali bukan istilah yang liar. Melawan terror > adalah demi melindungi mereka yang tidak bersalah. > > Sangat berbeda dengan perbuatan terror, pelaku teror melakukan > tindakan kejahatan terhadap mereka yang tidak bersalah, sebaliknya > pemerintah yang memerangi teror justru memerangi mereka yang melakukan > pelanggaran atau kesalahan. > > > Padahal, siapapun tahu, teroris yang sebenarnya adalah AS, > > Australia, dan semua pemerintahan yang mendukungnya. faktanya bisa > > kita lihat dari seberapa besar kerusakan-kerusakan dan kehancuran > > kemanusiaan yang mereka ciptakan hingga saat ini. > > > > AS dan Australia bukanlah teroris, karena kalo mereka adalah terorist, > maka mereka akan ditentang oleh seluruh dunia. Realitasnya ajaran2 > Islam dengan Jihad Islamnya inilah yang sesungguhnya terorist dan bisa > kita bersama membuktikannya. Baik mereka yang Islam maupun mereka > yang bukan Islam sama2 mengalami teror2 jihad Islam ini dengan > berbagai kedok2 terselubung maupun terang2an. > > Contoh yang sederhana, umat Islam Ahmadiah dibakari mesjidnya, dan > dijarah harta benda milik umatnya. Inilah yang kita namakan teror > meskipun bertujuan mencari pahala agamanya. > > Gereja2 dan amoy2 yang bukan Islam, gereja dibakari, dan amoy2 > diperkosa massal, dan inilah merupakan terorisme yang diperangi > diseluruh dunia. > > Global War Against Terorisme sudah menjadi UU Internasional yang baku > dimana semua negara2 diseluruh dunia sudah bergabung menjadi satu > dalam memahaminya. > > Kalo anda menuduh AS dan Australia adalah terorist, maka siapa yang > jadi korbannya???? Jelas tidak ada, yang dikejar oleh AS dan > Australia justru terorist jihad Islam saja bukan lainnya. Hanya > mereka yang bersalah saja yang dihukum bukan semuanya tanpa pandang > bulu seperti halnya yang dilakukan oleh teroris Jihad Islam. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > >
