Dalam Islam (dan saya dengar di dalam agama lain juga), Israel memang mempunyai 
posisi khusus, yakni sebagai bangsa yang perlu, sangat dan harus diwaspadai 
dalam skala level TERTINGGI, secara sosial, politik, budaya, hubungan 
internastional, diplomasi, apalagi security...

Terlepas dari faktor agama kemudian menjadi slogan politik dsb, pada 
kenyataannya memang yang di "wanti wanti" oleh agama itu benar...mau apa 
lagi?...Sudah lelah saya menganalisa israel untuk sekedar ber 
"khusnudzon"...gak ada gunanya...

Unik


em de <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Assalamu`alaikum 
Wr. Wb.
Saya anti Israel...tetapi saya anti BUKAN karena saya seorang muslim,
karena saya anti semua bentuk penjajahan dan kekerasan...apapun itu 
bentuknya...artinya bukan hanya israel yang melakukan hal tsb...juga 
amerika,juga mereka yang menyiksa para TKW kita..mereka yang menagku sebagai 
negara muslim.....disitu kebangsaan saya meradang...kalau dikaitkan dengan 
muslim,saya mau tanya mereka negara arab yang jelas berbentuk negara islam 
justru adalah "sobat" perdagangan" dan kekayaan bersama dengan israel..bukankah 
itu seharusnya juga adalah musuh musuh kita???
saya tidak mau terjebak dalam islam politik...karena pejuang2 kemerdekaan 
palestina adalah terdiri dari pluralistik agama bahkan banyak dari mereka dari 
party komunis palestine......fakta membuktikan penjajahan israel atas 
palestiona adalah atas kedaulatan dan tanah bangsa palestina bukan atas dasar 
agama..
karenanya kalau mendasarkan atas dasar agama,saya tidak percaya slogan slogan  
politik seperti itu...
salam
emde

axmals <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                          Assalamu`alaikum Wr. Wb.
  
 imagePemuatan advertorial tentang pariwisata Israel pada rubrik
 perjalanan (Klasifikasi Iklan) harian KOMPAS dinilai sarat kepentingan
 mendukung negara zionis itu.
 
 "Halaman 44 yang paling tidak saya catat pada tiga edisi KOMPAS (6
 September 07, 13 Sept 07 tentang Eilat, dan satu lagi tentang Kibbutz)
 bersama ini saya mengajukan protes keras atas pemuatan advertorial
 tersebut," ujar pengamat hukum Universitas Indonesia (UI)  Heru
 Susetyo. Menurutnya, kebebasan berpendapat boleh, tapi, hak mayoritas
 umat Islam jangan diabaikan. "Saya menghargai hak setiap orang atas
 kebebasan berekspresi (freedom of expression) melalui media massa,
 sayapun menghargai hak setiap orang untuk berpergian ke manapun ia
 suka (freedom of movement), namun saya harap KOMPAS juga menghargai
 sikap politik, politik luar negeri, dan hak bangsa dan negara
 Indonesia untuk tidak mengakui eksistensi negara Israel," paparnya.
 
 Sejak berdirinya negara Israel sejak tahun 1948, tegasnya, Indonesia
 tidak pernah mengakui eksistensi negara Israel secara yuridis, formal,
 maupun politis, pun kini pada pemerintahan Presiden SBY.
 
 "Dasar utama penolakan ini adalah berdirinya negara Israel terjadi
 melalui penjajahan dan kekerasan yang menyejarah dan melegenda dengan
 mengorbankan hak bangsa Palestina untuk hidup bebas dari penjajahan
 dan kekerasan."
 
 Sikap anti  penjajahan bangsa dan Negara Indonesia terefleksi secara
 jelas dalam alinea pertama Pembukaan UUD 45, juga dalam politik luar
 negeri Bebas Aktif Negara Indonesia. Salah satu implementasi sikap
 tersebut adalah dengan tidak membuka hubungan diplomatik dengan
 Israel, negara yang berdiri di atas darah dan air mata bangsa
 Palestina (dan juga Lebanon).
 
 Pemuatan advertorial pariwisata Israel pada tiga edisi KOMPAS adalah
 suatu `pengakuan diam-diam' terhadap Israel. Secara diplomatik dan
 praktek konsuler, inipun mengherankan, karena bagaimana bisa
 masyarakat Indonesia mengunjungi Israel ketika Israel tidak memiliki
 perwakilan di Indonesia? Bagaimana calon turis Indonesia mendapatkan
 visa Israel? Apakah mereka harus ke negara ketiga dahulu yang memiliki
 Perwakilan Israel? Maka secara tidak langsung advertorial tersebut
 mengajarkan turis Indonesia untuk menjadi "penyelundup visa."
 
 "Saya berharap, KOMPAS lebih sensitif  dan lebih tanggap terhadap isu
 ini. Janganlah membuat cedera hati sebagian rakyat Indonesia yang anti
 kekerasan dan penjajahan di Asia Barat dan di semua penjuru bumi.
 Apalagi KOMPAS adalah media publik yang selama ini cukup terpercaya
 dan dikenal cukup hati-hati dalam pemberitaan," tandas Heru. �
 (rz/dina/m3�092007)
 
 image
 camel
 
 
     
            
        

---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.   
     
                               

       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.

Kirim email ke