Jangan salah dulu, ungkapan dibawah ini ada benarnya. Dan jangan tersinggung bila saya memakai istilah China disini bukan Tionghoa.
Perlu diolah bahwa kebanyakan anti China itu kan hanya sebagian kecil yang KKO atau Kurang-Kurang Otak. Sebenarnya bila dilihat dari "sejarah" tidak ada alasan bagi org Indonesia untuk mengganyang, merampoki atau membantai orang keturunan China. Wong zaman keindahan itu telah dimulai sejak "I Tsing". Tapi sekali lagi karena kita masih KKO, gampang sekali dipengaruhi oleh para pemimpin kita yang jelas-jelas memiliki unsur politik. Yg jelas SUHARTO. Contoh yg jelas stadion Persija di Menteng konon katanya dibangun saat Tan Bun Tiang menjadi bendara Persija, dan apa artinya setelah ORBA bagaimana dengan Sepakbola kita? Lihat saja Ivanna Lie, susahnya menjadi WNI. Zaman Sukarno, para keturunan ini banyak berperan dan lagi-lagi karena SIRIK maka di Zaman Suharto dibuat sedemikian sulit, agar tidak menjadi duri dalam daging, mereak ini dibuat terbuai dengan "dupanya uang". Dan inilah Era KORUPSI dimulai. Sang keturunan ini punya istilah cacing didalam tanah bisa hidup masa saya tidak, tak kalah otaknya jalan ini tdk bisa yah jalan lain. Mulailah timbul istilah KUHP = Kasih Uang Habis Perkara. DAN JELAS INI BUKAN CIA. Sekarang tinggal bagaimana kita melihatnya. Jadi sekarang bila ada istilah Suharto itu keturunan China nggak jelas juga akan tetapi yang jelas keturunan IBLIS. Sekolah mulai kerasukan juga berbagai cara dibuat untuk menghambat si Keturunan ini padahal jumlahnya tak seberapa. UMPTN segala macam, ini belum persaratan lain SKBRI, K-i wah ladang KORUPSI pun mewabah. Yang menjadi masalah disini Palestina khususnya adalah orang yang memanfaatkan dan berdalih "ISLAM" yang memang jelas susah menerima Pluralisme. Mungkin anda masih ingat lagu "My Way"...nah ini dia "My Way" or "No Way"....sedangkan dilain pihak kita menganut "My Way" or "High Way". Salam. HH ----- Original Message ----- From: idakhouw To: [email protected] Sent: Monday, October 01, 2007 5:30 AM Subject: [mediacare] Re: Agama + Dengki Tan, Tanteu, Tanteuh Mus, Coba dosis anti Arab / anti Islamnya kurangi dulu, dosis ketinggian bikin sampeyan mabuk meracau anti Cina segala *_* I. --- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > "idakhouw" <idakhouw@> wrote: > > Sementara tentang Israel dan kawasan Timur Tengah. Menurut saya kita > > harus belajar lebih arif menyikapinya. Ada banyak hal yang memang > > layak dan perlu kita kecam dari Israel. > > > Mengecam Israel bukanlah tindakan yang Arif, apanya yang mau dikecam? > Israel adalah bangsa pribumi ditanahnya sendiri, dan bangsa ini > diteror oleh bangsa lain dari luar yang beragama Islam. > > Orang Arab Palestina bukanlah orang Palestina karena mereka sama > dengan Orang Cina Indonesia yang bukan bangsa pribumi Indonesia. > > Tapi Cina Indonesia mau berassimilasi, berbahasa, dan berbudaya sama > yang dianut bangsa Pribumi Indonesia. Berbeda sekali dengan Arab > Palestina, mereka memaksakan bangsa pribuminya untuk berbahasa Arab > dan beragama Islam dan mereka sama sekali bukan bangsa Palestina yang > beragama dewa2 Philistin. Orang2 Arab Palestina justru datang ke > Palestina menjagal semua yang percaya dewa Philistine. > > Orang Palestina dan Yahudi adalah berasal dari bangsa yang sama hanya > berbeda kepercayaannya. Mereka yang menyembah dewa2 Philistine > disebut sebagai orang Palestine, sementara yang menyembah Yahweh > dinamakan orang Yahudi. Baik bahasa, budaya, dan asal usul orang > Palestina dan Yahudi mempunyai sejarah yang sama dan tempat tinggal > yang sama lokasinya. > > Kalo kenyataan bahwa bangsa pribumi di Indonesia saja banyak antipati > terhadap keberadaan orang2 Cina Indonesia, seharusnya bangsa Indonesia > justru mengutuk orang2 Arab Palestina yang justru menjajah wilayah > tanah air bangsa Yahudi-Palestina ini selama ribuan tahun. Orang2 > Arab Palestina ini berjuang untuk memusnahkan dan mengusir bangsa > pribumi Yahudi keluar dari bumi ini, jauh bedanya dengan orang2 Cina > Indonesia yang justru perlu mendapatkan belas kasihan akibat perlakuan > bangsa pribuminya di Indonesia. > > Dari kenyataan2 ini, dari sudut mana anda memandang bahwa kita harus > bersimpati kepada orang2 Arab Palestina disatu pihak tetapi membenci > orang2 Cina Indonesia dilain pihak ??? > > Ny. Muslim binti Muskitawati. >
