Maaf ya Bu Henny, untuk sedikit ralat ini:
"Ode to Joy" atau kadang -dalam nyanyian gereja- lebih populer sebagai
"Song of Joy" adalah bagian akhir dari Simponi No.9 nya Beethoven, jadi
bukan karya Mozart.

Kebetulan saya pernah bincang2 menyangkut Ode to Joy ini, ketika mencoba
menjelaskan pada penganut ateisme pengalaman getaran ilahi yang
dirasakan kaum teis, berikut ini:
"Saya menemukan tayangan narasi alm. Leonard Bernstein mengomentari "Ode
to Joy"nya Beethoven di sini
<http://www.youtube.com/watch?v=nZJ1Tgf4JL8&mode=related&search=>  .
Silakan dicermati dengan seksama kata2 Bernstein yang mencoba
menerangkan bahasa spiritual Beethoven, mungkin sulit dicerna oleh
mereka yang tidak mencoba masuk ke 'gelombang' yang sama dulu (maksud
saya mencoba mengerti 'getaran' yg sering dirasakan kaum theist seperti
dilukiskan Bernstein)."

Sementara tentang Israel dan kawasan Timur Tengah. Menurut saya kita
harus belajar lebih arif menyikapinya. Ada banyak hal yang memang layak
dan perlu kita kecam dari Israel. Masalahnya di Indonesia persoalan jadi
tambah rumit karena kebanyakan rakyatnya membingkai konflik Timur Tengah
dengan sentimen agama.
Sentimen agama itu berbahaya, karena apa yang di Timteng berbentuk
kucing, sentimen agama orang Indonesia memaknainya  jadi macan; di sana
ular di sini jadi gajah.

Rakyat Palestina sangat layak mendapat simpati kita, namun seharusnya
simpati  itu diungkapkan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, dan
bukan karena dorongan sentimen agama.
Saya sendiri pernah ke Israel/Palestina, belasan tahun lalu; kenyataan
yang saya saksikan di sana memang sangat berbeda dengan persepsi orang
Indonesia pada umumnya.

Salam,
Ida Khouw

--- In [email protected], "Henny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

tahun 1993 kalau tidak salah, dalam suatu Concert damai membawakan karya
Mozart "Ode to Joy" di New York, Mayor Giuliani menolak gagasan UN untuk
menghadirkan Arafat. Undangan sdh dicek dan tak ada nama Arafat akan
tetapi entah bagaimana Arafat bisa hadir di konsert tsb. Mayor Giuliani
bilang org tsb harus keluar dari gedung ini sebelum saya
berpidato......dia berhasil.
>
> Sebentar lagi akan ramai penghujatan kepada candidat president US,
apalagi bila yang maju Giuliani. Mereka nggak sadar bahwa suara mereka
tidak didengar dan sebaiknya ngurusin negeranya sendiri dari pada ikut
nimbrung negara org lain...kita tunggu saja.
> HH

->

Kirim email ke