Ibu Muslim, Ini ada cerita dari Imam orang kita yang ngetop di USA, Imam Syamsi Ali. Kalau saya diberi kesempatan, alangkah baiknya kita di Houston bisa mempertemukan Ibu Muslim dengan Imam Syamsi di KJRI Houston. Pak Imam Syamsi berdomisi di NY City dan Ibu Muslim di LA. Event ini saya pikir bisa merupakan diskusi, dialog, musyawarah, dll. membicarakan ISLAM, karena anda berdua bukan main hebatnya itu otak.
salam, sensei deddy mansyur university of houston www.uh.edu/shotokan Bacalah cerita Imam Syamsi Ali: Adikku penyebab hidayah Beberapa pekan lalu, saya datang ke Islamic Center agak telat. Siang itu saya sibuk memenuhi undangan ceramah di beberapa tempat untuk memperingati tahun ke enam11 September yang jatuh pada hari Senin tgl 11 September 2007. Terasa kelelahan itu karena sehari sebelumnya perhelatan akbar tahunan parade Muslim juga berlangsung di kota dunia ini. Begitu melalui pintu masuk di resepsionis, nampak seorang gadis berambut pirang duduk sambil tersenyum. Barangkali tidak menyangka kalau Imam yang dia tunggu itu adalah saya. Maklum pakaian saya memang tidak berbeda dengan pakaian kalangan umum. Prinsip saya, pakaian itu bertujuan untuk menutup aurat. Maka style dan warna bukan sesuatu yang diatur oleh Islam, selama memenuhi tujuannya (menutup aurat). Setelah salam kepada resepsionis saya kemudian menengok ke gadis tersebut sambil mengucapkan "Good morning!". Dengan ramah dia jawab "good morning!". Sebelum saya berlalu resepsionis memberitahu "she is waiting for you!". Saya biasanya bercanda "really? A girl is waiting for me?". Resepsionis kemudian menjelaskan bahwa gadis tersebut ingin mendalami Islam lebih jauh. Saya kemudian minta izin ke ruangan saya untuk meletakkan buku-buku bawaan dan juga untuk wudhu dan shalat tahiyyatul masjid. Setelah semua itu saya lakukan, saya meminta resepsionis untuk mempersilahkan gadis itu untuk masuk ke ruang pertemuan Islamic center. "Hi, welcome! Pleasure to have in the Center!" sambut saya. "Oh, thank you for your kindness!" jawabnya. Sambil berbasa-basi saya menanyakan nama dan asalnya. Dengan ramah dia menjawab "Hi, I am Bridget. Bridget Quinn and I am from Dallas" katanya melengkapi nama dan asal daerahnya. Pikiran saya langsung mengingat Presiden Bush yang tetanggaan dengan Bridget ini. "So why you are here then!" tanyaku. Bridget terdiam sejenak, tertunduk dan kemudian mengangkat kepalanya sambil menjawab: "Actually I wanted to learn Islam. I really want to know it". Saya kembali tanya: "Why Islam is so attractive to you?" Sambil tersenyum dia menjawab: "I think I've found something that I have been missing it in my life". "What do you mean?" tanya saya. Dia sepertinya menarik napas panjang, dan kemudian menceritakan panjang lebar mengenai keluarganya. Menurutnya, keluarganya itu adalah Kristen fanatik, yang sangat membenci Islam. Bahkan tidak jarang, menurutnya, di rumahmnya dia mendapati ibunya khususnya mengutuk Islam dan Muslim. Bahkan adiknya satu-satunya yang lelaki yang baru tamat SMA itu setengah dipaksa untuk ikut militer agar bisa ke Irak berperang. Menurutnya lagi, dalam persepsi ibunya, berperang di Irak itu sama dengan berperang melawan Islam dan Muslim. Adiknya betul dikirim ke Irak. "But every thing changed since then. My brother sent me a lot of emails every day, talking about Islam and Muslims". Karena saya menyangka adiknya masuk Islam, saya tanya: "So your brother embraced Islam?". "No, no! He is only amazed by the teaching and its people", jawabnya. "So what he said?" tanyaku sebagai pancingan. "He told me that the more he read about the teaching, the more he is attracted into it. So he recommended me some websites to read and I did". Tambahnya lagi: "And yes, the more I read about Islam, the more I believe that this what is missing in my life". Saya mencoba menangkap pikiran dan perasaan Bridget, dan nampak bahwa sesungguhnya dia sudah yakin akan kebenaran Islam. Hanya saja, dia masih menyimpan rasa khawatir jika informasi yang dia dapatkan itu ternyata tidak benar. Dan kehadirannya tidak lain adalah untuk semata konfirmasi. "So, in your opinion, Islam is really some thing that you need in your life?", tanya saya. "Yes, I am sure about that", jawabnya tegas. "How do you think your mom will react if she knows that you learn Islam", saya mencoba kembali memancing. Ternyata tekadnya sudah bulat. "I don't care. I think I am quite matured to decide things in my life" tegasnya. Melihat kebulatan niatnya itu, saya langsung tanya: "So if I ask you to be a Muslim, are you ready?". Tanpa ragu-ragu dia jawab: "Yes. I think this will be the most important decision I have ever taken in my life". Saya meminta resepsionis untuk mencari dua saksi. Alhamdulillah, disaksikan oleh dua saksi siang itu menjelang shalat Zuhur Bridget resmi mengambil Islam sebagai jalan hidupnya. Allahu Akbar! ----- Original Message ----- From: "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Sunday, September 23, 2007 6:19 PM Subject: [mediacare] Re: Maaf Memaafkan Sesama Insan Manusiawi -- Prosa-puisi A. Kohar Ibrahim > Menjelang hari Raya Idulfitri nanti, marilah kita semua umat Islam > meminta maaf kepada orang2 Yahudi, kepada orang2 kafir, kepada orang2 > murtad, kepada orang2 yang selama ini kita anggap sebagai lebih rendah > daripada binatang karena mereka menolak menyembah Allah. > > Kita sebagai umat Islam pada hari Raya ini berkesempatan untuk > menyatakan bahwa kebebasan beragama akan ditegakkan umat Islam secara > benar bukan hanya kata2 saja. > > Setiap umat manusia berhak menyembah apa saja yang dipercayanya, dan > tidak ada paksaan untuk menyembah Allah, tidak ada paksaan untuk > menganggap bahwa tiada Tuhan selain Allah. > > Sebagai umat Islam kita harus meminta maaf kepada pemilik maupun para > penyembah patung2 yang selama ribuan tahun dirusak dan dihancurkan > oleh umat Islam, sebagai umat Islam kita bersedia memugar semua > patung2 dan memberi ganti rugi kepada mereka yang patung2nya telah > dirusak oleh umat Islam selama ini. > > Setiap umat Islam berhak untuk pindah agama dan tidak lagi harus > dianggap murtad dan dihukum pancung seperti selama ini kita lakukan. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > --- In [email protected], abdul kohar ibrahim <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: >> >> Maaf Memaafkan Selayaknya Insan Manusiawi >> >> Prosapuisi >> >> Oleh A.Kohar Ibrahim >> >> >> >> Suasana dalam alam kesucian mensuci cuci diri dari biadab keadaban > hidup kehidupan manusia sejagad dunia tanpa henti berjanji pun tiada > henti yang berbakti pun yang beraksi keji sekali pun dengan nyanyi > kaji mengaji di pagi siang sore pun malam hari bahkan dimulai dinihari >> Sementara yang setia berbakti menjaga jati diri sejati ; sementara > yang ingkar seraya berkoar pamer pamor sesumbar caci maki tipu daya > pengumbar nafsu birahi kuasa usaha tanpa puas apura-pura sekali pun > sehari dalam dahaga tiada tara bak raja diraja kekayaan dunia meski > hipokrit komat kamit doa seraya penganjur saling maaf minta ampun > segala dosa >> >> >> Maaf memafkan ah iya memang lah iya sudah selayaknya insan > manusiawi berhatinurani sejagad bumi tapi tanpa ilusi pada kaum tirani > macam zaman dulu macam zaman kini ini di sini di mana mana bola bumi ; > kepada mereka sia sia saja sekalipun teriring jutaan salaman sarat > asa apa pula minta minta belas kasihan >> jangan jangan sekali kali apa lagi jutaan kali merunduk tunduk > bagai budak belian di hadapan kaum yang dipertuan maunya dipertuhankan > kekuasaan kekuatan uang kekayaan hasil rampokan yang membudaya > sepanjang zaman arogansi kekuasaan >> >> Maaf memaafkan ah iya sudah ku terima sudah kunyatakan dalam > beragam cara lisan tersurat tersirat tersarat asa kejujur-tulusan > insan manusiawi berhatinurani memancar binar binar kebenaran hakiki >> begitu juga jangan jangan sekali sekali pun sekali bertindak-anjak > merangkak bak budak belian tanpa harga diri sama sekali apa pula jadi > ketularan kaum pikun alpa lupa kesejarahan bangsa teralgojo kaum nista > ternista meski berjubah putih putih suci tapi penyimpan dengki benci > keragam-macam-an manusia se alam dunia sekalian pikiran aliran seadanya >> >> Maaf memaafkan ah iya sudah selayaknya tapi selayaknya pula tanpa > lupa tragedi kejahatan kemanusiaan tak terperikan dahsyat kedahsyatan > jahatanya kaum berwajah manusia jiwanya setan siluman paling kejam > menikam merajam >> jangan jangan sekali pun sekali lupa kan penggeledahan pengejaran > penggelapan pemberangusan penembakan pemancungan buku buku serta > sekalian penerbitan lainnya teriring pembantaian jutaan manusia sekali > pun jutaan kali mereka lakukan kebiadaban berdarah tanpa berdarah > ujung ujungnya sia sia belaka kerna kebenaran sarat makna pepatah > patah satu tumbuh seribu hilang di sini muncul lagi dan lagi di sana > sini bersama kesegalaan gerak bergerak maju tak gentar secara pintar > lanjut gelinding bak roda gerobak sarana perjalanan hidup dan > kehidupan sepanjang zaman >> >> Maaf memaafkan ah iya lumrah tapi sarat marwah tanpa lupa kan > kebiadaban dalam menelusuri mengungkap-tegakkan kebenaran keadilan > hakiki selayaknya giat kiprah insan manusiawi >> Kami, aku pun teman teman seperjuangan pencinta pencipta tulisan > penerbitan buku maupun koran tak pernah punya hasrat itikad pula > kekuasaan melakukan pembakaran buku dan penerbitan apa pula > pembinasaan sesama manusia insan budaya di medan laga pentas maupun > media massa kecuali menari berlaga lagu musikalita dinamika polemika > selaku pelaku komedi pun drama pendamba kemerdekaan rakyat dan bangsa > indonesia >> >> Maaf memaafkan ah iya tapi sarat marwah tanpa lupa `kan kebiadaban > dalam mengangkat-tegakkan kebenaran keadilan hakiki mengungkap segala > sikap perbuatan biadap kekuasaan arogan pendamba zaman perbudakan dan > penjajahan di segala bidang kehidupan ; begitulah beda kehakikiannya > dengan mentalita kaum budak belian sekalipun berada seputar singgasana > tiranika sekian dasawarsa adanya >> Kami tak gentar jatuh bangun tegak tegar membela yang benar >> Karena yang benar adalah benar yang salah adalah salah ; pula yang > hitam adalah hitam sedang yang putih putih yang merah merah bak > sangsaka merah-putih yang layak dibela dikibar dalam perjuangan > kemerdekaan sampai akhir zaman >> >> (September 1965-2007) >> >> >> >> --------------------------------- >> Ne gardez plus qu'une seule adresse mail ! Copiez vos mails vers > Yahoo! Mail >> > > > > > Mailing list: > http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ > > Blog: > http://mediacare.blogspot.com > > http://www.mediacare.biz > > > > Yahoo! Groups Links > > > > >
