Saya pernah ngefans : Jamal mirdad, Rhoma Irama, Ebit G Ade, Iwan Fals, 
Hetty Kusendang, Bimbo, John Lenon, Phil Collins, Rod stewart, Etc
Semua jenis lagu Pop, rock, jazz, dangdut, samba, hard rock, campur sari, 
asal yang enak di dengar saya suka
Situasi riang, biasa, dan sedih tentu akan menentukan lagu yang akan 
didengar
Hidup ini akan gersang tanpa musik

Kemudian saya meninggalkan kesukaan tersebut dan beralih hanya mendengar 
lagu-lagu Islami
Seperti lagu-lagu dari Bimbo, Hadad Alwi, Alif, Raihan, Debu, dsb.
Jauh lebih nyaman, lebih tentram, lebih syahdu, lebih tenang
Bagaimana mungkin, bagaimana bisa, hidup tanpa musik ?!?!

Tapi, Alhamdulillah
Ternyata saya bisa hidup tanpa nyayian dan music
Saya bisa meninggalkan Iwan Fals, Phil Collins, Hadad Alwi, Raihan dsb
Saya sekarang ngefans : Shuraim, Sudais, Ghamdi, Misyari Rasyid
Gak ada tuh hidup ini gersang, kering tanpa musik, atau bagai sayur tanpa 
garam
Bahkan saya melihat, merasakan, lagu dan musik ini benar-benar melalaikan
Dan ... sekarang saya bisa jauh lebih tenang dan tentram

Bagaimanapun, dijaman ini, sulit menghindari apalagi meninggalkan lagu dan 
musik
Saya memaklumi karena saya pernah merasakannya
Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberikan rahmat, berkah dan taufiknya 
kepada kita semua

Abu Fadhil
Barokallahuiikum

Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang 
bertaqwa (Al Baqarah : 2)



Demi masa. Sesungguhnya manusia berada di dalam kerugian kecuali orang-orang 
yang beriman dan beramal shalih dan orang-orang yang saling berwasiat dengan 
al haq dan saling berwasiat di dalam kesabaran." (Al-'Ashr: 1-3)



"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah 
kepada-Ku".     (Adz-Dzaariyaat : 56)



Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah 
perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan 
mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, 
maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar  (Al Ahzab 70-71)



"... Demi kekuasaan Engkau (ya Allah) aku akan menyesatkan mereka semuanya 
Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka (Sad : 82-83)



"Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari 
api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." (At-Tahrim : 6)



"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan 
sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka 
mengetahui"(QS 29 Al Ankabut 64 )



Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin 
dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk 
memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak 
dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka 
mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat 
Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. 
Mereka itulah orang-orang yang lalai. [Al Araf 179]



"Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan itu dan 
janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain karena jalan-jalan itu 
mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan Allah 
agar kalian bertaqwa." (Al An'aam: 153)














----- Original Message ----- 
From: "yoedha pamungkas" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, December 29, 2007 3:31 PM
Subject: [mediamusliminfo] Re: Hukum Musik


>
> hehe hidup tanpa musik bagai sayur tanpa garam
>
> On 12/28/07, sholeh ahmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Bismillah,
>> Ikhwan, akhwat fillah sesungguhnya mendengarkan musik
>> adalah perbuatan
>> sia-sia. Tidak berfaedah, bahkan menimbulkan mudharat
>> ( waktu terbuang
>> begitu saja ).
>> 1.  Apa tidak lebih baik jika utk mendengarkan
>> ceramah/ taklim di kajian?
>>      Alangkah manisnya jika watu luang kita di
>> pergunakan utk membaca/
>> mempelajari Al-Qur'an yg begitu sempurna.
>>      Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam
>> kerugian ( Al- 'Ashr
>> : 2 ).
>>
>> 2.  Apa tidak lebih baik, waktu sehat dan waktu luang
>> kita sisihkan utk
>> belajar Ad- Dien ini?
>>      Betapa sejuk jika waktu kita semasa di dunia, di
>> isi dg hal2 positif,
>> ibadah dan bermaslahat baik bagi diri sendiri ataupun
>> orang lain?
>>      Ada dua nikmat, banyak orang tertipu pada
>> keduanya, yaitu (nikmat)
>> sehat dan waktu luang.  [HR. Al - Bukhari]
>>
>> Syarah Syaikh Bin Baz : " hukum nyanyian atau lagu "
>> http://www.almanhaj.or.id/content/1429/slash/0
>>
>> Syarah Syaikh Al-Utsaimin : " hukum mendengarkan musik
>> "
>> http://www.almanhaj.or.id/content/1668/slash/0
>>
>> Semoga bermanfaat,
>> Wallahu a'lam bishowab.
>> Abu Aisyah bin Ahmad
>>
>>
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: "Eko Sapto Wiyono" <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: <[email protected]>
>> Sent: Thursday, December 27, 2007 12:52 PM
>> Subject: [mediamusliminfo] Re: Hukum Musik
>>
>>
>> >
>> > Thank's atas infonya....
>> > :-)
>> > ----- Original Message -----
>> > From: "AWS" <[EMAIL PROTECTED]>
>> > To: <[email protected]>
>> > Cc: <[email protected]>
>> > Sent: 26 December 2007 16:32 PM
>> > Subject: [mediamusliminfo] Re: Hukum Musik
>> >
>> >
>> >>
>> >> Wa'alaikumsalam Warahamtullah wabarakatuh.
>> >>
>> >> Ulama Salaf itu banyak,dari artikel tersebut ada
>> Dalil memang tidak
>> >> melarang secara Ekplisit,dan memang tidak Rahasia
>> Umum lagi,Bahwa
>> >> sebahagian Ulama Salaf tidak melarang dan
>> sebahagian Mengharamkan.Jika
>> >> Antum merujuk dari Website yg antum tuliskan yang
>> kesemua website Milik
>> >> Salafy,tentu antum tidak akan menemukan Dalil yg
>> Membolehkan karna memang
>> >> Saudara kita dari "Salafy" itu secara Mutlak
>> mengharamkan Musik termasuk
>> >> Ibnu Qayyum.
>> >>
>> >> Akhirnya Semua mempunya Dalil yg kuat tuk
>> menghukumi Musik,sekali lagi
>> >> Jika antum Merujuk ke Website www.ikhwan.net dan
>> www.syariahonline.com
>> >> atau www.eramuslim.com www.dakwatuna.com dlll antum
>> akan menemukan bahwa
>> >> musik tidak Mutlak haram jika memenuhi
>> Syarat-syarat.
>> >>
>> >> Ikhtilaf Al Ulama dalam masalah Musik telah terjadi
>> Sejak masa Ulama
>> >> Salaf,tidak perlu terjebak dalam Perbedaan pendapat
>> para Ulama
>> >> tersebut,Silahkan antum mengambil pendapat yang
>> menurut antum lebih Kuat
>> >> tanpa menyalahkan pendapat yg
>> bertentangan.Wallahua'lam.
>> >>
>> >>>
>> >>> Assalamu'alaikum,
>> >>> Buat saudara AWS,
>> >>>
>> >>> Saya ingin menanyakan tentang kalimat yang ada
>> pada tulisan saudara
>> >>> yaitu
>> >>> :
>> >>>
>> >>> " Sedangkan ulama salaf dari kalangan
>> >>> sahabat dan tabi`in menghalalkan alat musik karena
>> mereka melihat memang
>> >>> tidak ada dalil baik dari Al-Qur`an maupun hadits
>> yang jelas
>> >>> mengharamkannya. Sehingga dikembalikan pada hukum
>> asalnya yaitu mubah."
>> >>>
>> >>> Selama ini saya mencari-cari artikel tentang hukum
>> musik dan nyanyian
>> >>> baik
>> >>> dari internet maupun buku. Kok, tidak ada yang
>> membolehkan/ menghalalkan
>> >>> dengan kategori2 tertentu. Maaf, mungkin karena
>> kebodohan saya sehingga
>> >>> saya
>> >>> tidak mengerti bagaimana sebetulnya hukum musik
>> dan nyanyian itu,
>> >>> mungkin
>> >>> saudara bisa menunjukkan kepada saya darimana
>> referensi soal penghalalan
>> >>> musik dan nyanyian tersebut untuk saya pelajari.
>> >>> Oh ya, website yang saya buka antara lain
>> www.salafy.or.id dan
>> >>> www.darussalaf.org
>> >>> sedangkan buku yang saya baca yaitu Meyelamatkan
>> Hati dari Tipu Daya
>> >>> Setan
>> >>> juz 1 karangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.
>> >>> Terima kasih,
>> >>> Wassalam,
>> >>>
>> >>> ----- Original Message -----
>> >>> From: "AWS" <[EMAIL PROTECTED]>
>> >>> To: <[email protected]>
>> >>> Cc: "aL" <[EMAIL PROTECTED]>
>> >>> Sent: 21 December 2007 09:15 AM
>> >>> Subject: [mediamusliminfo] Hukum Musik
>> >>>
>> >>>
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>> Hukum Bermusik Dan Bernyanyi
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>> Suatu masalah yang menimpa mayoritas umat manusia
>> termasuk umat Islam
>> >>>> adalah masalah nyanyian dan musik. Terlepas dari
>> hukum nyanyian dan
>> >>>> musik
>> >>>> tersebut, mayoritas umat manusia dan juga umat
>> Islam menyukai sesuatu
>> >>>> yang indah dan merdu didengar. Secara fitrah
>> manusia menyenangi suara
>> >>>> gemercik air yang turun ke bawah, kicau burung
>> dan suara
>> >>>> binatang-binatang di alam bebas, senandung suara
>> yang merdu dan suara
>> >>>> alam lainnya. Nyanyian dan musik merupakan bagian
>> dari seni yang
>> >>>> menimbulkan keindahan, terutama bagi pendengaran.
>> Allah SWT.
>> >>>> menghalalkan
>> >>>> bagi manusia untuk menikmati keindahan alam,
>> mendengar suara-suara yang
>> >>>> merdu dan indah, karena memang itu semua itu
>> diciptakan untuk manusia.
>> >>>> Disisi lain Allah SWT. telah mengharamkan sesuatu
>> dan semuanya telah
>> >>>> disebutkan dalam Al-Qur`an maupun hadits
>> Rasulullah saw. Allah SWT.
>> >>>> menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang
>> buruk. Halal dan haram
>> >>>> telah
>> >>>> jelas. Rasulullah saw. bersabda:
>> >>>>
>> >>>> `Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram
>> itu jelas. Diantara
>> >>>> keduanya ada yang syubhat, manusia tidak banyak
>> mengetahui. Siapa yang
>> >>>> menjaga dari syubhat, maka selamatlah agama dan
>> kehormatannya. Dan
>> >>>> siapa
>> >>>> yang jatuh pada syubhat, maka jatuh pada yang
>> haram` (HR Bukhari dan
>> >>>> Muslim).
>> >>>>
>> >>>> Sehingga jelaslah semua urusan bagi umat Islam.
>> Allah SWT. tidak
>> >>>> membiarkan umat manusia hidup dalam kebingungan,
>> semuanya telah diatur
>> >>>> dalam Syariah Islam yang sangat jelas sebagaimana
>> jelasnya matahari di
>> >>>> siang hari. Oleh karena itu semua manusia harus
>> komitmen pada Syari`ah
>> >>>> Islam yang merupakan pedoman hidup mereka.
>> >>>>
>> >>>> Bagaimana Islam berbicara tentang nyanyian dan
>> musik ? Istilah yang
>> >>>> biasa
>> >>>> dipakai dalam madzhab Hanafi pada masalah
>> nyanyian dan musik sudah
>> >>>> masuk
>> >>>> dalam ruang lingkup maa ta`ummu bihi balwa
>> (sesuatu yang menimpa orang
>> >>>> banyak). Sehingga pembahasan tentang dua masalah
>> ini harus tuntas. Dan
>> >>>> dalam memutuskan hukum pada dua masalah tersebut,
>> apakah halal atau
>> >>>> haram, harus benar-benar berlandaskan dalil yang
>> shahih (benar) dan
>> >>>> sharih (jelas). Dan tajarud, yakni hanya tunduk
>> dan mengikuti sumber
>> >>>> landasan Islam saja yaitu Al- Qur`an, Sunnah yang
>> shahih dan Ijma`.
>> >>>> Tidak
>> >>>> terpengaruh oleh watak atau kecenderungan
>> perorangan dan adat-istiadat
>> >>>> atau budaya suatu masyarakat.
>> >>>>
>> >>>> Sebelum membahas pendapat para ulama tentang dua
>> masalah tersebut dan
>> >>>> pembahasan dalilnya. Kita perlu mendudukkan dua
>> masalah tersebut.
>> >>>> Nyanyian dan musik dalam Fiqh Islam termasuk pada
>> kategori muamalah
>> >>>> atau
>> >>>> urusan dunia dan bukan ibadah. Sehingga terikat
>> dengan kaidah:
>> >>>>
>> >>>> Hukum dasar pada sesuatu (muamalah) adalah halal
>> (mubah).
>> >>>>
>> >>>> Hal ini sesuai firman Allah SWT. :
>> >>>>
>> >>>> `Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada
>> di bumi untuk kamu` (QS
>> >>>> Al-Baqarah 29).
>> >>>>
>> >>>> Sehingga untuk memutuskan hukum haram pada
>> masalah muamalah termasuk
>> >>>> nyanyian dan musik harus didukung oleh landasan
>> dalil yang shahih dan
>> >>>> sharih. Rasulullah saw. bersabda:
>> >>>>
>> >>>> `Sesungguhnya Allah `Aza wa Jalla telah
>> menetapkan kewajiban, janganlah
>> >>>> engkau lalaikan, menetapkan hudud, jangan engkau
>> langgar, mengharamkan
>> >>>> sesuatu jangan engkau lakukan. Dan diam atas
>> sesuatu, sebagai rahmat
>> >>>> untukmu dan tidak karena lupa, maka jangan engkau
>> cari-cari (hukumnya)
>> >>>> `
>> >>>> (HR Ad-Daruqutni).
>> >>>>
>> >>>> `Halal adalah sesuatu yang Allah halalkan dalam
>> kitab-Nya. Dan haram
>> >>>> adalah sesuatu yang Allah haramkan dalam
>> kitab-Nya. Sedangkan yang
>> >>>> Allah
>> >>>> diamkan maka itu adalah sesuatu yang dima`afkan`
>> (HR at-Tirmidzi, Ibnu
>> >>>> Majah dan al-Hakim )
>> >>>>
>> >>>> Pada hukum nyanyian dan musik ada yang disepakati
>> dan ada yang
>> >>>> diperselisihkan. Ulama sepakat mengharamkan
>> nyanyian yang berisi
>> >>>> syair-syair kotor, jorok dan cabul. Sebagaimana
>> perkataan lain, secara
>> >>>> umum yang kotor dan jorok diharamkan dalam Islam.
>> Ulama juga sepakat
>> >>>> membolehkan nyanyian yang baik, menggugah
>> semangat kerja dan tidak
>> >>>> kotor,
>> >>>> jorok dan mengundang syahwat, tidak dinyanyikan
>> oleh wanita asing dan
>> >>>> tanpa alat musik. Adapaun selain itu para ulama
>> berbeda pendapat, sbb:
>> >>>>
>> >>>> Jumhur ulama menghalalkan mendengar nyanyian,
>> tetapi berubah menjadi
>> >>>> haram dalam kondisi berikut:
>> >>>>
>> >>>> Jika disertai kemungkaran, seperti sambil minum
>> khomr, berjudi dll.
>> >>>>
>> >>>> Jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah seperti
>> menyebabkan timbul cinta
>> >>>> birahi pada wanita atau sebaliknya.
>> >>>> Jika menyebabkan lalai dan meninggalkan
>> kewajiban, seperti meninggalkan
>> >>>> shalat atau menunda-nundanya dll.
>> >>>> Madzhab Maliki, asy-Syafi`i dan sebagian Hambali
>> berpendapat bahwa
>> >>>> mendengar nyanyian adalah makruh. Jika
>> mendengarnya dari wanita asing
>> >>>> maka semakin makruh. Menurut Maliki bahwa
>> mendengar nyanyian merusak
>> >>>> muru`ah. Adapun menurut asy-Syafi`i karena
>> mengandung lahwu. Dan Ahmad
>> >>>> mengomentari dengan ungkapannya:` Saya tidak
>> menyukai nyanyian karena
>> >>>> melahirkan kemunafikan dalam hati`.
>> >>>>
>> >>>> Adapun ulama yang menghalalkan nyanyian,
>> diantaranya: Abdullah bin
>> >>>> Ja`far, Abdullah bin Zubair, Al-Mughirah bin
>> Syu`bah, Usamah bin Zaid,
>> >>>> Umran bin Hushain, Muawiyah bin Abi Sufyan, Atha
>> bin Abi Ribah, Abu
>> >>>> Bakar
>> >>>> Al-Khallal, Abu Bakar Abdul Aziz, Al-Gazali dll.
>> Sehingga secara umum
>> >>>> dapat disimpulkan bahwa para ulama menghalalkan
>> bagi umat Islam
>> >>>> mendengarkan nyanyian yang baik-baik jika
>> terbebas dari segala macam
>> >>>> yang
>> >>>> diharamkan sebagaimana disebutkan diatas.
>> >>>>
>> >>>> Sedangkan hukum yang terkait dengan menggunakan
>> alat musik dan
>> >>>> mendengarkannya, para ulama juga berbeda
>> pendapat. Jumhur ulama
>> >>>> mengharamkan alat musik. Sesuai dengan beberapa
>> hadits diantaranya,
>> >>>> sbb:
>> >>>>
>> >>>> `Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang
>> menghalalkan zina,
>> >>>> sutera,
>> >>>> khamr dan alat-alat yang melalaikan`. (HR
>> Bukhari)
>> >>>> `Dari Nafi bahwa Ibnu Umar mendengar suara
>> seruling gembala, maka ia
>> >>>> menutupi telingannya dengan dua jarinya dan
>> mengalihkan kendaraannya
>> >>>> dari
>> >>>> jalan tersebut. Ia berkata:`Wahai Nafi` apakah
>> engkau dengar?`. Saya
>> >>>> menjawab:`Ya`. Kemudian melanjutkan berjalanannya
>> sampai saya berkata
>> >>>> :`Tidak`. Kemudian Ibnu Umar mengangkat
>> tangannya, dan mengalihkan
>> >>>> kendaraannya ke jalan lain dan berkata: Saya
>> melihat Rasulullah saw.
>> >>>> mendengar seruling gembala kemudian melakukan
>> seperti ini` (HR Ahmad,
>> >>>> Abu
>> >>>> Dawud dan Ibnu Majah).
>> >>>> `Dari Umar bin Hushain, bahwa Rasulullah saw.
>> berkata tentang umat
>> >>>> ini:`
>> >>>> Gerhana, gempa dan fitnah. Berkata seseorang dari
>> kaum muslimin:`Wahai
>> >>>> Rasulullah kapan itu terjadi?` Rasul menjawab:`
>> Jika biduanita, musik
>> >>>> dan
>> >>>> minuman keras dominan` (HR At-Tirmidzi).
>> >>>> Para ulama membicarakan dan memperselisihkan
>> hadits-hadits tentang
>> >>>> haramnya nyanyian dan musik. Hadits pertama
>> diriwayatkan oleh Imam
>> >>>> Bukhari dalam Shahihnya, dari Abi Malik Al
>> Asy`ari ra. Hadits ini
>> >>>> walaupun terdapat dalam hadits shahih Bukhori,
>> tetapi para ulama
>> >>>> memperselisihkannya. Banyak diantara mereka yang
>> mengatakan bahwa
>> >>>> hadits
>> >>>> ini adalah mualaq (sanadnya terputus),
>> diantaranya dikatakan oleh Ibnu
>> >>>> Hazm. Disamping itu diantara para ulama
>> menyatakan bahwa matan dan
>> >>>> sanad
>> >>>> hadits ini tidak selamat dari kegoncangan
>> (idhtirab). Katakanlah, bahwa
>> >>>> hadits ini shohih, karena terdapat dalam hadits
>> shohih Bukhori, tetapi
>> >>>> nash dalam hadits ini masih bersifat umum, tidak
>> menunjuk alat-alat
>> >>>> tertentu dengan namanya. Batasan yang ada adalah
>> bila ia melalaikan.
>> >>>>
>> >>>> Hadits kedua dikatakan oleh Abu Dawud sebagai
>> hadits mungkar. Kalaupun
>> >>>> hadits ini shohih, maka Rasulullah saw. tidak
>> jelas mengharamkannya.
>> >>>> Bahkan Rasulullah saw mendengarkannya sebagaimana
>> juga yang dilakukan
>> >>>> oleh Ibnu Umar. Sedangkan hadits ketiga adalah
>> hadits ghorib. Dan
>> >>>> hadits-hadits lain yang terkait dengan hukum
>> musik, jika diteliti
>> >>>> ternyata tidak ada yang shohih.
>> >>>>
>> >>>> Adapun ulama yang menghalalkan musik sebagaimana
>> diantaranya
>> >>>> diungkapkan
>> >>>> oleh Imam Asy-Syaukani dalam kitabnya, Nailul
>> Authar adalah sbb: Ulama
>> >>>> Madinah dan lainnya, seperti ulama Dzahiri dan
>> jama`ah ahlu Sufi
>> >>>> memberikan kemudahan pada nyanyian walaupun
>> dengan gitar dan biola`.
>> >>>> Juga
>> >>>> diriwayatkan oleh Abu Manshur Al-Bagdadi
>> As-Syafi`i dalam kitabnya
>> >>>> bahwa
>> >>>> Abdullah bin Ja`far menganggap bahwa nyanyi tidak
>> apa-apa, bahkan
>> >>>> membolehkan budak-budak wanita untuk menyanyi dan
>> beliau sendiri
>> >>>> mendengarkan alunan suaranya. Dan hal itu terjadi
>> di masa khilafah
>> >>>> Amirul
>> >>>> Mukminin Ali ra. Begitu juga Abu Manshur
>> meriwayatkan hal serupa pada
>> >>>> Qodhi Syuraikh, Said bin Al Musayyib, Atho bin
>> abi Ribah, Az-Zuhri dan
>> >>>> Asy-Sya`bi.
>> >>>>
>> >>>> Imam Al-Haramain dalam kitabnya, An-Nihayah dan
>> Ibnu Abi Ad-Dunya yang
>> >>>> menukil dari Al-Itsbaat Al-Muarikhiin; bahwa
>> Abdullah bin Zubair
>> >>>> memiliki
>> >>>> budak-budak wanita dan gitar. Dan Ibnu Umar
>> pernah kerumahnya ternyata
>> >>>> disampingnya ada gitar , Ibnu Umar berkata:` Apa
>> ini wahai sahabat
>> >>>> Rasulullah saw. kemudian Ibnu Zubair mengambilkan
>> untuknya, Ibnu Umar
>> >>>> merenungi kemudian berkata:` Ini mizan Syami(
>> alat musik) dari Syam?`.
>> >>>> Berkata Ibnu Zubair:` Dengan ini akal seseorang
>> bisa seimbang`. Dan
>> >>>> diriwayatkan dari Ar-Rowayani dari Al-Qofaal
>> bahwa madzhab Malik bin
>> >>>> Anas
>> >>>> membolehkan nyanyian dengan alat musik.
>> >>>>
>> >>>> Demikianlah pendapat ulama tentang mendengarkan
>> alat musik. Dan jika
>> >>>> diteliti dengan cermat, maka ulama muta`akhirin
>> yang mengharamkan alat
>> >>>> musik karena mereka mengambil sikap
>> waro`(hati-hati). Mereka melihat
>> >>>> kerusakan yang timbul dimasanya. Sedangkan ulama
>> salaf dari kalangan
>> >>>> sahabat dan tabi`in menghalalkan alat musik
>> karena mereka melihat
>> >>>> memang
>> >>>> tidak ada dalil baik dari Al-Qur`an maupun hadits
>> yang jelas
>> >>>> mengharamkannya. Sehingga dikembalikan pada hukum
>> asalnya yaitu mubah.
>> >>>>
>> >>>> Oleh karena itu bagi umat Islam yang mendengarkan
>> nyanyian dan musik
>> >>>> harus memperhatikan faktor-faktor berikut:
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>> 1. Lirik Lagu yang Dilantunkan.
>> >>>>
>> >>>> Hukum yang berkaitan dengan lirik ini adalah
>> seperti hukum yang
>> >>>> diberikan
>> >>>> pada setiap ucapan dan ungkapan lainnya. Artinya,
>> bila muatannya baik
>> >>>> menurut syara`, maka hukumnya dibolehkan. Dan
>> bila muatanya buruk
>> >>>> menurut
>> >>>> syara`, maka dilarang.
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>> 2. Alat Musik yang Digunakan.
>> >>>>
>> >>>> Sebagaimana telah diungkapkan di muka bahwa,
>> hukum dasar yang berlaku
>> >>>> dalam Islam adalah bahwa segala sesuatu pada
>> dasarnya dibolehkan
>> >>>> kecuali
>> >>>> ada larangan yang jelas. Dengan ketentuan ini,
>> maka alat-alat musik
>> >>>> yang
>> >>>> digunakan untuk mengiringi lirik nyanyian yang
>> baik pada dasarnya
>> >>>> dibolehkan. Sedangkan alat musik yang disepakati
>> bolehnya oleh jumhur
>> >>>> ulama adalah ad-dhuf (alat musik yang dipukul).
>> Adapun alat musik yang
>> >>>> diharamkan untuk mendengarkannya, para ulama
>> berbeda pendapat satu sama
>> >>>> lain. Satu hal yang disepakati ialah semua alat
>> itu diharamkan jika
>> >>>> melalaikan.
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>> 3. Cara Penampilan.
>> >>>>
>> >>>> Harus dijaga cara penampilannya tetap terjaga
>> dari hal-hal yang
>> >>>> dilarang
>> >>>> syara` seperti pengeksposan cinta birahi, seks,
>> pornografi dan
>> >>>> ikhtilath.
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>> 4. Akibat yang Ditimbulkan.
>> >>>>
>> >>>> Walaupun sesuatu itu mubah, namun bila diduga
>> kuat mengakibatkan
>> >>>> hal-hal
>> >>>> yang diharamkan seperti melalaikan shalat,
>> munculnya ulah penonton yang
>> >>>> tidak Islami sebagi respon langsung dan
>> sejenisnya, maka sesuatu
>> >>>> tersebut
>> >>>> menjadi terlarang pula. Sesuai dengan kaidah
>> Saddu Adz dzaroi` (menutup
>> >>>> pintu kemaksiatan) .
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>> 5. Aspek Tasyabuh atau Keserupaan Dengan Orang
>> Kafir.
>> >>>>
>> >>>> Perangkat khusus, cara penyajian dan model khusus
>> yang telah menjadi
>> >>>> ciri
>> >>>> kelompok pemusik tertentu yang jelas-jelas
>> menyimpang dari garis Islam,
>> >>>> harus dihindari agar tidak terperangkap dalam
>> tasyabbuh dengan suatu
>> >>>> kaum
>> >>>> yang tidak dibenarkan. Rasulullah saw. bersabda:
>> >>>>
>> >>>> `Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia
>> termasuk mereka` (HR Ahmad
>> >>>> dan
>> >>>> Abu Dawud)
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>> 6. Orang yang menyanyikan.
>> >>>>
>> >>>> Haram bagi kaum muslimin yang sengaja
>> mendengarkan nyanyian dari wanita
>> >>>> yang bukan muhrimnya. Sebagaimana firman Allah
>> SWT.:
>> >>>>
>> >>>> `Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah
>> seperti wanita yang
>> >>>> lain,
>> >>>> jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk
>> dalam berbicara sehingga
>> >>>> berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam
>> hatinya, dan ucapkanlah
>> >>>> perkataan yang baik`(QS Al-Ahzaab 32)
>> >>>>
>> >>>> Demikian kesimpulan tentang hukum nyanyian dan
>> musik dalam Islam semoga
>> >>>> bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi panduan
>> dalam kehidupan
>> >>>> mereka.
>> >>>> Amiin.
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>> >
>> >>>>
>> >>>
>> >>>
>> >>> >
>> >>>
>> >>
>> >>
>> >> --
>> >> "Hidup dan Mati untuk Hidup"
>> >>
>> >>
>> >> >
>> >>
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>>
>>
>>
>> ____________________________________________________________________________________
>> Be a better friend, newshound, and
>> know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
>> http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
>>
>>
>> >
>>
>
>
> -- 
> lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka
>
> >
>
>
> -- 
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.17.11/1201 - Release Date: 
> 12/28/2007 11:51 AM
> 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke