Waalaikum salam...
setuju... bukankah banyak jalan menuju ke surga...menuju ridho Allah..
walopun yg satu pake jihad harta tujuannya sama yg jihad fisik... yg satu
pake doa tangan di angkat tujuan sama yg doanya tdk mengangkat tangan...
satu tujuan Allah..
Allahu 'akbar..

On Jan 7, 2008 1:45 PM, Abdul Chalik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>
> Assalamu'alaykum Warahmah
>
> Mas/Mbak AWS (maaf gak tahu nama lengkapnya),
>
> Kalo di Indonesia ada 1000 orang saja yang cara berfikirnya seperti
> anda, Insya Alloh ukhuwah dan kebangkitan Islam di negeri ini bisa
> tercipta.
>
> Mau idul fitri atau idul adha berbeda tanggal.....nggak masalah yang
> penting saling menghargai (dan tahu dalil)
> Mau pake jilbab biasa atawa pake cadar....no problem yang penting saling
> berbesar hati
> Mau shubuh pake qunut atawa nggak.....nggak masalah yang penting
> shubuhnya nggak kesiangan....
> Pro musik atau kontra....nggak masalah yang penting jaga diri gak
> maksiat
> Mau nunut ke NU atau Muhammadiyah....no problem yang penting tidak
> korupsi.
>
> Ukhuwah bukanlah berarti harus seragam.
> Yang penting memahami kaidah secara shahih dan kemudian ber-tasamuh
> terhadap perbedaan yang terjadi.
>
> Wassalam.
> Pecinta Ukhuwah Sejati
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of AWS
> Sent: Monday, January 07, 2008 10:45 AM
> To: [email protected]
> Subject: [mediamusliminfo] Mengakhiri Perdepatan tentang MUSIK
>
>
> Assalamua'laikum Warahmatullah Wabarakatuh.
>
> Untuk mengakhiri masalah Musik yang Pertama kali saya mengirimkan
> tentang
> Khilaf Ulama dalam menghukumi Musik,ternyata membuat Banyak
> pendapat.Dibawah ini Beberapa hadist yang dijadikan Dalil oleh Para
> Ulama
> yang membolehkannya Musik dengan Syarat-syarat.
>
> Dari Buraidah,dia mengatakan Bahwa Rasulullah SAW pergi untuk menghadapi
> suatu peperangn (Diantara peperangan Rasulullah SAW).Setelah beliau
> pulang,datanglah seorang Jariyah berkulit hitam,lalu berkata,"Ya
> Rasulullah,saya telah bernazar,Kalau Engkau dipulangkan Allah dengan
> selamat,saya akan memukul RABANA dihadapan Engkau dan
> BERNYAYI".Rasulullah bersabda kepadanya,"jika kamu telah bernazar
> lakukanlah.Tetapi kalau tidak,Jangan" (HR.Ahmad dan Tirmidzi dan Hadist
> ini dishahihkan Oleh Tirmidzi)
>
> Dari Rubayyi'binti mu'awwiz bin 'Afra katanya" Rasulullah SAW datang
> masuk kerumah sya dipesta perkawinan saya.Rasulullah duduk diatas
> tikar,jarak antara Beliau dengan saya seperti jarak antara kamu dengan
> saya.Maka beberapa Jariyah kami segera memukul rebana sambil memuji-muji
> (secara bernyayi)untuk orang tua saya yang mati diperang Badar.Tiba-tiba
> seorang  dari Jariyah itu berkata " Dihadapan kita sekarang ada Nabi
> yang
> dapat mengetahui masa besok  hari (Hal-hal yang akan datang)"Rasulullah
> lalu bersabda " Tinggalkanlah omongan yang begitu dan teruskanlah apa
> yang kamu sebutkan (Nyanyian) Tadi" (HR.Bukhari,Tirmidzi,Ibnu Majah dan
> lainnya)
>
> Dari Hadis-hadis diatas secara Esotorik hadist sangat Ekplisit
> dibolehkannya tentu masih banyak Hadist-hadist selain yang diatas
> membolehkannya Nyanyian.Memang Hadist Bukhari diatas Mengatakan atau
> membolehkan seseorang yang bernazar tuk bernyanyi tapi jika tidak berzar
> Rasul mengatakan Jangan.Jangan Yang dikatakan Rasul tidak bisa diartikan
> suatu Pengharaman atas Musik karna Rasul membolehkan melakukan,Jika
> Musik
> secara Mutlak Haram tentu Rasul tidak melarang orang yang bernazar
> tersebut,karna bernazar dengan sesuatu yang haram Diharamkan pula.
>
> Dan Sementara Hadist yang mengatakan haramnya Musik masih bersifat
> Umum,Haramnya musik bukan karna Zatnya tetapi Haramnya karna Sebab-sebab
> lain yang membawa Musik tersebut menjadi Haram.
>
> Masih banyak pendapat-pendapat Ulama yang membolehkan musik dengan
> Syarat-syarat tertentu untuk lebih jelas mungkin bisa dibaca Kita-kitab
> Para Ulama yang memaparkan dan mengejalantahkan Hukum Musik tersebut
> Diantanya:
>
> Nailil Authar " Asy Syaukani"
> Al Umdah  "Ibnu An Nawawi"
> Al Muhazzab   "Abu Ishaq Asy Syirazi"
> Al Mazahibul Arba'a "Abdurrahman Al Jaziri"
> Al Ihya Ulumuddin  " Al Ghazali"
> Al Fatawa  "Syaikh Mahmud Syaltut"
> Al Halalu wal Haramu Fil Islam "Yusuf Al Qaradhawi"
> Dan lain-lain.
>
> Kesimpulan:
>
> Ikhtilaf Para Ulama bukan suatu Hal Destruktif ini adalah Khasanah Islam
> itu sendiri tidak perlu kita terjebak Benar dan Salah dalam Setiap
> Permasalahan yang berbeda yang tentunya hanya dalam Masalah Furukiyya
> dan
> Kayfiyat Karna Sacara Ushul semua sama.
>
> Jika memang terjadi Perbedaan tentu kita sebagai Umat yang awam dan
> hanya
> mampu menukil-nukil saja tidak punya hak untuk menghukumi,Mengambil satu
> pendapat bukan berarti Menyalahkan pendapat yang lain yang berbeda
> ataupun berlawanan,jika hal itu terjadi tentu Fanatik yang terjadi,Karna
> Fanatik adalah: mereka berparadigma bahwa kelompoknya saja yang paling
> benar dan diluar kelompoknya salah,jadi kebenaran hanya datang dari
> kelompoknya saja dalam arti lain Pemikiran ini tanpa disadari adalah
> Mengkerangkeng Kebenaran hanya pada Satu kelompok,dan tidak mau menerima
> pendapat diluar kelompoknya.Ini yang sangat Fundamental yang terjadi.
>
> Jadi boleh mengikuti satu pendapat tanpa menyalahkan pendapat yang
> lain,selama pendapat itupun berdiri diatas Dalil-dalil yang jelas dan
> Valid.Sudah saatnya kita Umat islam tuk melupakan perbedaan-perbedaan
> yang tidak membawa kepada Persatuan umat,saling menghargai itu jauh
> lebih
> Ahsan dalam masalah yang memang tidak disepakati.
>
> Kita selalu sibuk dan Ribut hanya dalam masalah-masalah yang telah
> terjadi sejak zaman Ulama Salaf telah berbeda pendapat sementara
> Moncong-moncong Senjata Kaum Kuffar telah berada didepan Rumah kita
> bahkan Didepan Muka kita yang siap tuk menghancurkan Umat Islam.
>
> Bukan tidak mungkin Kaum Kuffar tuk mengambil kesempat dalam masalah
> perbedaan ini agar umat islam selalu bertikai Mereka (Baca:Kaum Kuffar)
> sengaja menyuburkan dan memperuncing kondisi ini agar Kita Lupa dengan
> perjuangan Yang Hakiki,Tapi ini hanya Hipotesa saja agar kita bisa
> melakukan Preventif menemukan titik perbedaan dengan Kolusif tanpa haru
> bertikai dan merasa Paling benar.Dan jangan merasa Berkompeten
> menghukumi
> layaknya Ulama!!!
>
> Sekali lagi Jangan terjebak dalam pola Pikir merasa Paling benar,Mari
> kita gunakan tenaga ,pikiran dan Hujjah-hujjah kita dalam Mengcounter
> Virus-virus Skuler,Pluralisme,Liberalisme dan Faham-faham Gharib lainnya
> yang secara nyata nyeleneh..
>
> Wallahua'lam
> Wasalamua'laikum Warahmatullah Wabrakatuh.
>
>
>
>
> This email and any files transmitted with it are confidential and intended
> solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed.
> If you have received this email in error please notify the system manager.
> This message contains confidential information and is intended only for the
> individual named. If you are not the named addressee you should not
> disseminate, distribute or copy this e-mail.
>
> >
>


-- 
Dee Na

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke