cape deeee???? On 1/9/08, muhammad fahrudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Silakan diliat disini.... > > http://al-ikhwan.net/?s=Musik > > *Valian Valen <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > ass wr wb > ahlan wa sahlan ... ? > Para sahabatku yang dimuliakan ALLAH SWT, memang banyak Jalan > menuju ke tempat yang Jannah. Namun tetap yang Maha Memberi Keputusan > hanyalah ALLAH SWT sahabatku. Apakah ada pertanyaan yang tanpa mempunyai > jawabannya ... ?. Bila kita bertanya " bagaimanakah caranya agar kelak kita > sampai ke Surga ... ?. Kalau kita merujuk pada surah At-Taubah ayat 20-21, > "orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah > dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi > Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan ( 20 ) - Tuhan > mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, > keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal ( 21 > ). > > Itulah salah satu Janji ALLAH yang Maha Benar sahabatku. Abu > Dzar ( sahabat yang paling banyak bertanya ) pernah bertanya kepada Rasul > SAW. Katanya : Maukah engkau memberitahukan kepadaku amalan yang akan > membawaku masuk surga ?. Rasul SAW menjawab : Hendaknya engkau beribadah > kepada Allah tanpa menyekutukan dengan sesuatu apapun. Lalu Abu Dzar > bertanya lagi : "Hal itu tentu ada tindak lanjutnya ?" Rasul SAW menjawab : > "Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat." Abu Dzar bertanya lagi : "Kalau > tidak punya harta untuk dizakati ?". Beliau Shallallahu'alaihi Wasalam > menjawab : "Lakukanlah amar ma'ruf nahi mungkar." Abu Dzar berkata : "Tetapi > untuk itupun terlalu lemah ?" Rasul SAW bersabda : "Masih ingin berbuat baik > juga ? Tahan dirimu untuk berbuat jahat terhadap manusia." ( dikeluarkan > oleh Hannad dalam Az-Zuhd dan Hadits ini juga dikeluarkan oleh Ibnu Hibban > serta dikuatkan oleh al Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Musa ) Wallahualam > bissawab. > > Sungguh sebuah majelis yang sangat diberkahi Allah, manakala di > dalamnya > terdapat orang-orang yang senantiasa mengingatkan satu dengan yang lainnya > kepada tempat kembalinya "akhirat"yang kekal. Begitulah memang sepatutnya > sesama saudara semuslim untuk selalu bersama-sama saling mendorong dan > mengingatkan untuk senantiasa berbuat bagi kehidupan setelah kematiannya. > Metode itu pula yang sering dipakai oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi > Wasalam dalam memberikan bimbingan kepada umatnya terutama para shahabatnya > tentang Dien yang agung ini. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasalam sendiri > telah memerintahkan kepada umatnya untuk > senantiasa bertanya kepada orang > yang tahu apabila memang ia tidak mengetahui. > > Dan ada satu Hadist Riwayat Muslim : > "Barangsiapa menempuh suatu *Jalan* untuk menuntut ilmu, niscaya Allah > memudahkan baginya dengan (ilmu) itu *Jalan menuju surga*" HR. Muslim. > Maka semangat dan ikhlaskanlah hati kita sahabatku dalam menempuh suatu > jalan untuk menuntut ilmu. > > Teman sejati adalah teman yang berani menasehati & menegur > kesalahan kita, bukan membenarkan segala perkataan & perbuatan kita. Teman > sejati adalah teman seaqidah …senantiasa mendekatkan kita kepada Allah, > bukan malah menjauhkan kita dari Allah. Jazakallah kepada > sahabat-sahabatku ……… Moga persahabatan kita tetap terjalin dalam bingkai > keimanan & ketaqwaan kepada-Nya. Aamiin. > > > *Dee Na <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Waalaikum salam... > setuju... bukankah banyak jalan menuju ke surga...menuju ridho Allah.. > walopun yg satu pake jihad harta tujuannya sama yg jihad fisik... yg satu > pake doa tangan di angkat tujuan sama yg doanya tdk mengangkat tangan... > satu tujuan Allah.. > Allahu 'akbar.. > > > On Jan 7, 2008 1:45 PM, Abdul Chalik <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Assalamu'alaykum Warahmah > > > > Mas/Mbak AWS (maaf gak tahu nama lengkapnya), > > > > Kalo di Indonesia ada 1000 orang saja yang cara berfikirnya seperti > > anda, Insya Alloh ukhuwah dan kebangkitan Islam di negeri ini bisa > > tercipta. > > > > Mau idul fitri atau idul adha berbeda tanggal.....nggak masalah yang > > penting saling menghargai (dan tahu dalil) > > Mau pake jilbab biasa atawa pake cadar....no problem yang penting saling > > > > berbesar hati > > Mau shubuh pake qunut atawa nggak.....nggak masalah yang penting > > shubuhnya nggak kesiangan.... > > Pro musik atau kontra....nggak masalah yang penting jaga diri gak > > maksiat > > Mau nunut ke NU atau Muhammadiyah....no problem yang penting tidak > > korupsi. > > > > Ukhuwah bukanlah berarti harus seragam. > > Yang penting memahami kaidah secara shahih dan kemudian ber-tasamuh > > terhadap perbedaan yang terjadi. > > > > Wassalam. > > Pecinta Ukhuwah Sejati > > > > -----Original Message----- > > From: [email protected] > > [mailto:[email protected] ] On Behalf Of AWS > > Sent: Monday, January 07, 2008 10:45 AM > > To: [email protected] > > Subject: [mediamusliminfo] Mengakhiri Perdepatan tentang MUSIK > > > > > > Assalamua'laikum Warahmatullah Wabarakatuh. > > > > Untuk mengakhiri masalah Musik yang Pertama kali saya mengirimkan > > tentang > > Khilaf Ulama dalam menghukumi Musik,ternyata membuat Banyak > > pendapat.Dibawah ini Beberapa hadist yang dijadikan Dalil oleh Para > > Ulama > > yang membolehkannya Musik dengan Syarat-syarat. > > > > Dari Buraidah,dia mengatakan Bahwa Rasulullah SAW pergi untuk menghadapi > > suatu peperangn (Diantara peperangan Rasulullah SAW).Setelah beliau > > pulang,datanglah seorang Jariyah berkulit hitam,lalu berkata,"Ya > > Rasulullah,saya telah bernazar,Kalau Engkau dipulangkan Allah dengan > > selamat,saya akan memukul RABANA dihadapan Engkau dan > > BERNYAYI".Rasulullah bersabda kepadanya,"jika kamu telah bernazar > > lakukanlah.Tetapi kalau tidak,Jangan" (HR.Ahmad dan Tirmidzi dan Hadist > > ini dishahihkan Oleh Tirmidzi) > > > > Dari Rubayyi'binti mu'awwiz bin 'Afra katanya" Rasulullah SAW datang > > masuk kerumah sya dipesta perkawinan saya.Rasulullah duduk diatas > > tikar,jarak antara Beliau dengan saya seperti jarak antara kamu dengan > > saya.Maka beberapa Jariyah kami segera memukul rebana sambil memuji-muji > > (secara bernyayi)untuk orang tua saya yang mati diperang Badar.Tiba-tiba > > seorang dari Jariyah itu berkata " Dihadapan kita sekarang ada Nabi > > yang > > dapat mengetahui masa besok hari (Hal-hal yang akan datang)"Rasulullah > > lalu bersabda " Tinggalkanlah omongan yang begitu dan teruskanlah apa > > yang kamu sebutkan (Nyanyian) Tadi" (HR.Bukhari,Tirmidzi,Ibnu Majah dan > > lainnya) > > > > Dari Hadis-hadis diatas secara Esotorik hadist sangat Ekplisit > > dibolehkannya tentu masih banyak Hadist-hadist selain yang diatas > > membolehkannya Nyanyian.Memang Hadist Bukhari diatas Mengatakan atau > > membolehkan seseorang yang bernazar tuk bernyanyi tapi jika tidak berzar > > Rasul mengatakan Jangan.Jangan Yang dikatakan Rasul tidak bisa diartikan > > > > suatu Pengharaman atas Musik karna Rasul membolehkan melakukan,Jika > > Musik > > secara Mutlak Haram tentu Rasul tidak melarang orang yang bernazar > > tersebut,karna bernazar dengan sesuatu yang haram Diharamkan pula. > > > > Dan Sementara Hadist yang mengatakan haramnya Musik masih bersifat > > Umum,Haramnya musik bukan karna Zatnya tetapi Haramnya karna Sebab-sebab > > lain yang membawa Musik tersebut menjadi Haram. > > > > Masih banyak pendapat-pendapat Ulama yang membolehkan musik dengan > > Syarat-syarat tertentu untuk lebih jelas mungkin bisa dibaca Kita-kitab > > Para Ulama yang memaparkan dan mengejalantahkan Hukum Musik tersebut > > Diantanya: > > > > Nailil Authar " Asy Syaukani" > > Al Umdah "Ibnu An Nawawi" > > Al Muhazzab "Abu Ishaq Asy Syirazi" > > Al Mazahibul Arba'a "Abdurrahman Al Jaziri" > > Al Ihya Ulumuddin " Al Ghazali" > > Al Fatawa "Syaikh Mahmud Syaltut" > > Al Halalu wal Haramu Fil Islam "Yusuf Al Qaradhawi" > > Dan lain-lain. > > > > Kesimpulan: > > > > Ikhtilaf Para Ulama bukan suatu Hal Destruktif ini adalah Khasanah Islam > > itu sendiri tidak perlu kita terjebak Benar dan Salah dalam Setiap > > Permasalahan yang berbeda yang tentunya hanya dalam Masalah Furukiyya > > dan > > Kayfiyat Karna Sacara Ushul semua sama. > > > > Jika memang terjadi Perbedaan tentu kita sebagai Umat yang awam dan > > hanya > > mampu menukil-nukil saja tidak punya hak untuk menghukumi,Mengambil satu > > pendapat bukan berarti Menyalahkan pendapat yang lain yang berbeda > > ataupun berlawanan,jika hal itu terjadi tentu Fanatik yang terjadi,Karna > > Fanatik adalah: mereka berparadigma bahwa kelompoknya saja yang paling > > benar dan diluar kelompoknya salah,jadi kebenaran hanya datang dari > > kelompoknya saja dalam arti lain Pemikiran ini tanpa disadari adalah > > Mengkerangkeng Kebenaran hanya pada Satu kelompok,dan tidak mau menerima > > pendapat diluar kelompoknya.Ini yang sangat Fundamental yang terjadi. > > > > Jadi boleh mengikuti satu pendapat tanpa menyalahkan pendapat yang > > lain,selama pendapat itupun berdiri diatas Dalil-dalil yang jelas dan > > Valid.Sudah saatnya kita Umat islam tuk melupakan perbedaan-perbedaan > > yang tidak membawa kepada Persatuan umat,saling menghargai itu jauh > > lebih > > Ahsan dalam masalah yang memang tidak disepakati. > > > > Kita selalu sibuk dan Ribut hanya dalam masalah-masalah yang telah > > terjadi sejak zaman Ulama Salaf telah berbeda pendapat sementara > > Moncong-moncong Senjata Kaum Kuffar telah berada didepan Rumah kita > > bahkan Didepan Muka kita yang siap tuk menghancurkan Umat Islam. > > > > Bukan tidak mungkin Kaum Kuffar tuk mengambil kesempat dalam masalah > > perbedaan ini agar umat islam selalu bertikai Mereka (Baca:Kaum Kuffar) > > sengaja menyuburkan dan memperuncing kondisi ini agar Kita Lupa dengan > > perjuangan Yang Hakiki,Tapi ini hanya Hipotesa saja agar kita bisa > > melakukan Preventif menemukan titik perbedaan dengan Kolusif tanpa haru > > bertikai dan merasa Paling benar.Dan jangan merasa Berkompeten > > menghukumi > > layaknya Ulama!!! > > > > Sekali lagi Jangan terjebak dalam pola Pikir merasa Paling benar,Mari > > kita gunakan tenaga ,pikiran dan Hujjah-hujjah kita dalam Mengcounter > > Virus-virus Skuler,Pluralisme,Liberalisme dan Faham-faham Gharib lainnya > > yang secara nyata nyeleneh.. > > > > Wallahua'lam > > Wasalamua'laikum Warahmatullah Wabrakatuh. > > > > > > > > > > > > This email and any files transmitted with it are confidential and > > intended solely for the use of the individual or entity to whom they are > > addressed. If you have received this email in error please notify the system > > manager. This message contains confidential information and is intended only > > for the individual named. If you are not the named addressee you should not > > disseminate, distribute or copy this e-mail. > > > > > > > > > > > > > > -- > Dee Na > ------------------------------ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! > Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/> > > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com > > >
-- lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
