Silakan diliat disini....
http://al-ikhwan.net/?s=Musik
Valian Valen <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ass wr wb
ahlan wa sahlan ... ?
Para sahabatku yang dimuliakan ALLAH SWT, memang banyak Jalan menuju ke
tempat yang Jannah. Namun tetap yang Maha Memberi Keputusan hanyalah ALLAH SWT
sahabatku. Apakah ada pertanyaan yang tanpa mempunyai jawabannya ... ?. Bila
kita bertanya " bagaimanakah caranya agar kelak kita sampai ke Surga ... ?.
Kalau kita merujuk pada surah At-Taubah ayat 20-21, "orang-orang yang beriman
dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri
mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang
yang mendapat kemenangan ( 20 ) - Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan
memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh
didalamnya kesenangan yang kekal ( 21 ).
Itulah salah satu Janji ALLAH yang Maha Benar sahabatku. Abu Dzar (
sahabat yang paling banyak bertanya ) pernah bertanya kepada Rasul SAW. Katanya
: Maukah engkau memberitahukan kepadaku amalan yang akan membawaku masuk surga
?. Rasul SAW menjawab : Hendaknya engkau beribadah kepada Allah tanpa
menyekutukan dengan sesuatu apapun. Lalu Abu Dzar bertanya lagi : ÂHal itu
tentu ada tindak lanjutnya ? Rasul SAW menjawab : ÂDirikanlah shalat dan
tunaikanlah zakat. Abu Dzar bertanya lagi : ÂKalau tidak punya harta untuk
dizakati ?Â. Beliau ShallallahuÂalaihi Wasalam menjawab : ÂLakukanlah amar
maÂruf nahi mungkar. Abu Dzar berkata : ÂTetapi untuk itupun terlalu lemah
? Rasul SAW bersabda : ÂMasih ingin berbuat baik juga ? Tahan dirimu untuk
berbuat jahat terhadap manusia. ( dikeluarkan oleh Hannad dalam Az-Zuhd dan
Hadits ini juga dikeluarkan oleh Ibnu Hibban serta dikuatkan oleh al Bukhari
dan Muslim dari hadits Abu Musa ) Wallahualam bissawab.
Sungguh sebuah majelis yang sangat diberkahi Allah, manakala di
dalamnya
terdapat orang-orang yang senantiasa mengingatkan satu dengan yang lainnya
kepada tempat kembalinya "akhirat"yang kekal. Begitulah memang sepatutnya
sesama saudara semuslim untuk selalu bersama-sama saling mendorong dan
mengingatkan untuk senantiasa berbuat bagi kehidupan setelah kematiannya.
Metode itu pula yang sering dipakai oleh Rasulullah ShallallahuÂalaihi
Wasalam dalam memberikan bimbingan kepada umatnya terutama para shahabatnya
tentang Dien yang agung ini. Rasulullah ShallallahuÂalaihi Wasalam sendiri
telah memerintahkan kepada umatnya untuk senantiasa bertanya kepada orang
yang tahu apabila memang ia tidak mengetahui.
Dan ada satu Hadist Riwayat Muslim :
"Barangsiapa menempuh suatu Jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah
memudahkan baginya dengan (ilmu) itu Jalan menuju surga" HR. Muslim. Maka
semangat dan ikhlaskanlah hati kita sahabatku dalam menempuh suatu jalan untuk
menuntut ilmu.
Teman sejati adalah teman yang berani menasehati & menegur kesalahan
kita, bukan membenarkan segala perkataan & perbuatan kita. Teman sejati adalah
teman seaqidah â¦senantiasa mendekatkan kita kepada Allah, bukan malah
menjauhkan kita dari Allah. Jazakallah kepada sahabat-sahabatku â¦â¦â¦
Moga persahabatan kita tetap terjalin dalam bingkai keimanan & ketaqwaan
kepada-Nya. Aamiin.
Dee Na <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Waalaikum salam...
setuju... bukankah banyak jalan menuju ke surga...menuju ridho Allah..
walopun yg satu pake jihad harta tujuannya sama yg jihad fisik... yg satu pake
doa tangan di angkat tujuan sama yg doanya tdk mengangkat tangan... satu tujuan
Allah..
Allahu 'akbar..
On Jan 7, 2008 1:45 PM, Abdul Chalik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaykum Warahmah
Mas/Mbak AWS (maaf gak tahu nama lengkapnya),
Kalo di Indonesia ada 1000 orang saja yang cara berfikirnya seperti
anda, Insya Alloh ukhuwah dan kebangkitan Islam di negeri ini bisa
tercipta.
Mau idul fitri atau idul adha berbeda tanggal.....nggak masalah yang
penting saling menghargai (dan tahu dalil)
Mau pake jilbab biasa atawa pake cadar....no problem yang penting saling
berbesar hati
Mau shubuh pake qunut atawa nggak.....nggak masalah yang penting
shubuhnya nggak kesiangan....
Pro musik atau kontra....nggak masalah yang penting jaga diri gak
maksiat
Mau nunut ke NU atau Muhammadiyah....no problem yang penting tidak
korupsi.
Ukhuwah bukanlah berarti harus seragam.
Yang penting memahami kaidah secara shahih dan kemudian ber-tasamuh
terhadap perbedaan yang terjadi.
Wassalam.
Pecinta Ukhuwah Sejati
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected] ] On Behalf Of AWS
Sent: Monday, January 07, 2008 10:45 AM
To: [email protected]
Subject: [mediamusliminfo] Mengakhiri Perdepatan tentang MUSIK
Assalamua'laikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Untuk mengakhiri masalah Musik yang Pertama kali saya mengirimkan
tentang
Khilaf Ulama dalam menghukumi Musik,ternyata membuat Banyak
pendapat.Dibawah ini Beberapa hadist yang dijadikan Dalil oleh Para
Ulama
yang membolehkannya Musik dengan Syarat-syarat.
Dari Buraidah,dia mengatakan Bahwa Rasulullah SAW pergi untuk menghadapi
suatu peperangn (Diantara peperangan Rasulullah SAW).Setelah beliau
pulang,datanglah seorang Jariyah berkulit hitam,lalu berkata,"Ya
Rasulullah,saya telah bernazar,Kalau Engkau dipulangkan Allah dengan
selamat,saya akan memukul RABANA dihadapan Engkau dan
BERNYAYI".Rasulullah bersabda kepadanya,"jika kamu telah bernazar
lakukanlah.Tetapi kalau tidak,Jangan" (HR.Ahmad dan Tirmidzi dan Hadist
ini dishahihkan Oleh Tirmidzi)
Dari Rubayyi'binti mu'awwiz bin 'Afra katanya" Rasulullah SAW datang
masuk kerumah sya dipesta perkawinan saya.Rasulullah duduk diatas
tikar,jarak antara Beliau dengan saya seperti jarak antara kamu dengan
saya.Maka beberapa Jariyah kami segera memukul rebana sambil memuji-muji
(secara bernyayi)untuk orang tua saya yang mati diperang Badar.Tiba-tiba
seorang dari Jariyah itu berkata " Dihadapan kita sekarang ada Nabi
yang
dapat mengetahui masa besok hari (Hal-hal yang akan datang)"Rasulullah
lalu bersabda " Tinggalkanlah omongan yang begitu dan teruskanlah apa
yang kamu sebutkan (Nyanyian) Tadi" (HR.Bukhari,Tirmidzi,Ibnu Majah dan
lainnya)
Dari Hadis-hadis diatas secara Esotorik hadist sangat Ekplisit
dibolehkannya tentu masih banyak Hadist-hadist selain yang diatas
membolehkannya Nyanyian.Memang Hadist Bukhari diatas Mengatakan atau
membolehkan seseorang yang bernazar tuk bernyanyi tapi jika tidak berzar
Rasul mengatakan Jangan.Jangan Yang dikatakan Rasul tidak bisa diartikan
suatu Pengharaman atas Musik karna Rasul membolehkan melakukan,Jika
Musik
secara Mutlak Haram tentu Rasul tidak melarang orang yang bernazar
tersebut,karna bernazar dengan sesuatu yang haram Diharamkan pula.
Dan Sementara Hadist yang mengatakan haramnya Musik masih bersifat
Umum,Haramnya musik bukan karna Zatnya tetapi Haramnya karna Sebab-sebab
lain yang membawa Musik tersebut menjadi Haram.
Masih banyak pendapat-pendapat Ulama yang membolehkan musik dengan
Syarat-syarat tertentu untuk lebih jelas mungkin bisa dibaca Kita-kitab
Para Ulama yang memaparkan dan mengejalantahkan Hukum Musik tersebut
Diantanya:
Nailil Authar " Asy Syaukani"
Al Umdah "Ibnu An Nawawi"
Al Muhazzab "Abu Ishaq Asy Syirazi"
Al Mazahibul Arba'a "Abdurrahman Al Jaziri"
Al Ihya Ulumuddin " Al Ghazali"
Al Fatawa "Syaikh Mahmud Syaltut"
Al Halalu wal Haramu Fil Islam "Yusuf Al Qaradhawi"
Dan lain-lain.
Kesimpulan:
Ikhtilaf Para Ulama bukan suatu Hal Destruktif ini adalah Khasanah Islam
itu sendiri tidak perlu kita terjebak Benar dan Salah dalam Setiap
Permasalahan yang berbeda yang tentunya hanya dalam Masalah Furukiyya
dan
Kayfiyat Karna Sacara Ushul semua sama.
Jika memang terjadi Perbedaan tentu kita sebagai Umat yang awam dan
hanya
mampu menukil-nukil saja tidak punya hak untuk menghukumi,Mengambil satu
pendapat bukan berarti Menyalahkan pendapat yang lain yang berbeda
ataupun berlawanan,jika hal itu terjadi tentu Fanatik yang terjadi,Karna
Fanatik adalah: mereka berparadigma bahwa kelompoknya saja yang paling
benar dan diluar kelompoknya salah,jadi kebenaran hanya datang dari
kelompoknya saja dalam arti lain Pemikiran ini tanpa disadari adalah
Mengkerangkeng Kebenaran hanya pada Satu kelompok,dan tidak mau menerima
pendapat diluar kelompoknya.Ini yang sangat Fundamental yang terjadi.
Jadi boleh mengikuti satu pendapat tanpa menyalahkan pendapat yang
lain,selama pendapat itupun berdiri diatas Dalil-dalil yang jelas dan
Valid.Sudah saatnya kita Umat islam tuk melupakan perbedaan-perbedaan
yang tidak membawa kepada Persatuan umat,saling menghargai itu jauh
lebih
Ahsan dalam masalah yang memang tidak disepakati.
Kita selalu sibuk dan Ribut hanya dalam masalah-masalah yang telah
terjadi sejak zaman Ulama Salaf telah berbeda pendapat sementara
Moncong-moncong Senjata Kaum Kuffar telah berada didepan Rumah kita
bahkan Didepan Muka kita yang siap tuk menghancurkan Umat Islam.
Bukan tidak mungkin Kaum Kuffar tuk mengambil kesempat dalam masalah
perbedaan ini agar umat islam selalu bertikai Mereka (Baca:Kaum Kuffar)
sengaja menyuburkan dan memperuncing kondisi ini agar Kita Lupa dengan
perjuangan Yang Hakiki,Tapi ini hanya Hipotesa saja agar kita bisa
melakukan Preventif menemukan titik perbedaan dengan Kolusif tanpa haru
bertikai dan merasa Paling benar.Dan jangan merasa Berkompeten
menghukumi
layaknya Ulama!!!
Sekali lagi Jangan terjebak dalam pola Pikir merasa Paling benar,Mari
kita gunakan tenaga ,pikiran dan Hujjah-hujjah kita dalam Mengcounter
Virus-virus Skuler,Pluralisme,Liberalisme dan Faham-faham Gharib lainnya
yang secara nyata nyeleneh..
Wallahua'lam
Wasalamua'laikum Warahmatullah Wabrakatuh.
This email and any files transmitted with it are confidential and intended
solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If
you have received this email in error please notify the system manager. This
message contains confidential information and is intended only for the
individual named. If you are not the named addressee you should not
disseminate, distribute or copy this e-mail.
--
Dee Na
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel,
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian
satu-per-satu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---