Assalamualaikum WR WB buat mas Wulung Prakoso...
saya cuma bisa ngasi inti permasalahan dari masalah islam kita sekrang ini..
islam kita sekrang di indonesia sudah dijengkal dan dipandang sebelah
mata oleh orang selain islam..
apa salahnya kalo ada orang islam yang membela agama nya sendiri, kalo
melihat pemukulan yang
dilakukan di monas itu belum seberpa mas.. majalah playboy yang merusak
anak2 gimana???
meja judi yang semakin semerbak itu gimana??,tempat diskotik yang
memungkinkan  Prostitusi, Zina gimana??? perFilm-an yang merusak budaya,
cara
berpakaian yang minim itu gimana?? TIMBULNYA AJARAN DAN NABI2 BARU itu
gimana????
islam awalnya mulia dan damai memang.. tapi kalo sekarang kita liat
sepertinya kita kembali ke jaman jahiliah..
FPI bertindak karena pemerintah tidak bertidak tegas..!! karena kalo diulur
ulur lagi masalah perusakan moral dan agama ini mau di kemanakan ISLAM..
maaf mas.. saya sedih ada orang islam sendiri yang menghina perjuangan buat
kebaikan agamanya..
maaf kalo ada yang mrah sama saya..
Wassalam

On 6/5/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ass.Wr.Wb, Islam itu damai,mendamaikan,didamaikan,kedamaian,
> sedamai2nya,pokoke damai semua. Ga ada itu pukul2an hujat menghujat serang
> menyerang preman premanan. Kl tidak damai ya bkn islam, islam itu agama bkn
> kendaraan, agama itu yg menghubungkan individu manusia dgn Sang Penciptanya
> tdk ada paksaan jadi tanggung jawabnya sendiri kepadaNya. Diluar itu bkn
> agama tp budaya atw kelakuan, jadi agama bkn kendaraan untuk kepentingan
> lain. Wass.
>
> Sent from my BlackBerry(R) wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network
>
> ------------------------------
> *From*: Wulung Prakoso <[EMAIL PROTECTED]>
> *Date*: Wed, 4 Jun 2008 22:57:07 -0700 (PDT)
> *To*: <[email protected]>
> *Subject*: [mediamusliminfo] Re: Kenapa FPI Anarikis?
>
>  Saya kok....gak sreg lihat orang-orang FPI menendang ibu-ibu, anak-anak
> sambil bertakbir ALLAHU AKBAR!!!!....padahal kalau ibu atau anak mereka
> ditendang orang pasti marah ya??..Padahal tujuan FPI itu sendiri kalau
> menurut saya mulia loh, seperti menegakkan syariat Islam di Bumi Pertiwi
> ini..dsb..dsb....tapi sayang, anggota mereka gak lebih dari sekumpulan
> orang-orang yang mempunyai IQ kurang dari 100.....
>
>
> *DeNnIeS DeNnIeS <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
>  PENGGREBEKAN DAN PENGHANCURAN TEMPAT MAKSIAT!!!
>
> Oleh: Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili
>
>
>
>
> *Pertanyaan*:
> Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili ditanya: Apakah kami diperbolehkan
> merubah kemungkaran dengan kekuatan tangan, seperti menghancurkan
> lokasi-lokasi pelacuran dan mabuk-mabukan, sebagaimana yang dilakukan oleh
> sebagian kaum muslimin di Indonesia?
>
> *Jawaban*:
> Ini tidak boleh! Bahkan ini termasuk kemungkaran tersendiri. Merubah
> kemungkaran dengan kekuatan tangan merupakan hak Waliyul Amr (umara).
> Tindakan melampaui batas yang dilakukan oleh sebagian orang terhadap
> tempat-tempat maksiat, (yakni) dengan menghancurkan dan membakarnya, atau
> juga tindakan melampaui batas seseorang dengan melakukan pemukulan, maka ini
> merupakan kemungkaran tersendiri, dan tidak boleh dilakukan.
>
> Para ulama telah menyebutkan masalah mengingkari dengan kekuatan tangan,
> merupakan hak penguasa. Yaitu orang-orang yang disabdakan Rasulullah 
> *shallallahu
> 'alaihi wa sallam*.
>
> *"Barangsiapa melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubahnya dengan
> tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika ia tidak mampu,
> maka dengan hatinya."*
>
> Makna kemampuan yang disebutkan dalam hadits ini, bukan seperti yang
> dibayangkan oleh kebanyakan orang, yaitu kemampuan fisik untuk memukul atau
> membunuh. Kalau demikian yang dimaksudkan, maka kita semua dapat memukul.
> Namun, apakah benar yang dimaksud seperti ini?
>
> Kemampuan yang dimaksudkan adalah kemampuan syar'iyah. Yang berhak
> melakukannya ialah orang yang memiliki kemampuan syar'iyah. Yaitu,
> pengingkaran terhadap mereka tidak akan menimbulkan kemungkaran lain. Dengan
> demikian, perbuatan melampaui batas yang dilakukan oleh sebagian orang, baik
> dengan memukul atau menghancurkan tempat-tempat maksiat yang dilakukan
> seperti pada sekarang ini merupakan pelanggaran.
>
> Orang yang melihat kemungkaran atau melihat pelaku kemungkaran, hendaknya
> melaporkannya kepada polisi, sebagai pihak yang bertanggungjawab, atau para
> ulama atau para da'i, untuk selanjutnya diserahkan kepada yang memiliki
> wewenang. Kemudian akan diselidiki, sehingga dapat diatasi dengan cara yang
> tepat.
>
> [Soal-jawab Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili di Masjid Kampus
> Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 27 Jumadil Akhir 1427H]
>
> ***
>
> * Sumber: Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun X/1427H/2006M.
> Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km.
> 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016 - website:
> www.bukhari.or.id
> * Dipublikasikan kembali oleh www.muslim.or.id
>
> Sumber: www.muslim.or.id
>
>
>
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke