Assalamualaikum, sekarang kita lihat aja masalah fatwa haram rokok, yang udah 
jelas2 haram, kenapa kok haram (hehehe, mahluk apa selain rokok yang berani2 an 
menulis di dirinya sendiri bahwa dia berbahaya, dapat mengakibatkan kanker, 
impoten, bla, bla, tapi masih di beli dan di hisap) itu yang dah jelas2 banget 
membahayakan tubuh aja MUI ga kompak memfatwakan haramnya, bukan su-uzhon cuma 
melihat kenyataan. wong kyai nya sendiri bilang rokok ga berbahaya, hehehehe. 
padahal seluruh dokter di dunia ini mem fatwakan rokok itu berbahaya bagi 
kesehatan.

Nah apalagi democrazy, yang anggota MUI nya sendiri ada yang dari partai A, B, 
C, dll. Wong rokok yang ga punya partai aja ga bisa bikin kompak. Apalagi 
masalah kepentingan partai yang berapa belas atau puluh aja jumlahnya. Lihat 
saja contohnya bagaimana salah satu pejabat tinggi (ga usah sebut nama, kode 
etik) kita sekarang, ketika masih menjadi aktifis partai tertentu, kayaknya 
idealis banget mengusung islam (tokoh yang sangat bisa dibanggakan sekali saat 
itu), tetapi seiring waktu berlalu malah jadi melempem, akhirnya malah bikin il 
fil orang banyak (saya termasuk) ga ada lagi sosok yang membela akidah islam 
dengan tegas. Alasannya takut memecah belah persatuan, upacara syirik jawa di 
pantai jogja pun dia ikut2an, nglarung laut. Nah gimana dia bisa membela islam 
dengan sepenuh hati kalau akhirnya menyerah oleh racun democrazy. Itu aja sosok 
S3 lulusan perguruan timur tengah di bidang akidah, apalagi yang kayak saya, 
cuma lulusan universitas teknik
 swasta di indonesia. Dah ga tau deh sekarang korup n syirik nya saya sekarang 
kayak apa? ? ? hehehehehe.


BUDI UTOMO


--- Pada Jum, 30/1/09, Hendra <[email protected]> menulis:
Dari: Hendra <[email protected]>
Topik: [mediamusliminfo] Re: satu lagi.......... tentang fatwa haram golput
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 30 Januari, 2009, 6:55 PM



 
Yup
Setuju Pak, segala sesuatu memang harus dimulai 
dari mendidik diri sendiri, keluarga dan seterusnya
 
Terkotak kotaknya ummat Islam dalam berbagai 
Parpol memang sudah terjadi sepanjang sejarah RI.
Alm. Pak Harto masih satu satunya tokoh negeri ini 
yang "mampu mempersatukan Parpol Islam ke dalam satu partai saja" 
itu ternyata juga tak mampu membuat parpol Islam 
tersebut menjadi mainstream, tentunya karena banyak faktor
 
mekanisme demokrasi dengan suara terbanyak 
tentunya lewat pemilu. 
dan untuk mencapai suara terbanyak dari ummat 
Islam yang memilih Parpol Islam 
tentunya dibutuhkan kontribusi dari semua kaum 
muslimin yang mempunyai hak pilih untuk ambil bagian dalam proses pemilu 
tsb.
 
saya bukan bagian dari parpol manapun. 

Tapi jujur saja yang saya lakukan hanyalah 
berusaha untuk tidak su-uzhon kepada para politikus Islam
siapa tahu diantara mereka memang masih murni 
memperjuangkan Syariah melalui wahana demokrasi
yang semata mata menjadikan demokrasi dan 
kekuasaan sebagai alat untuk menegakkan syariah bukan tujuan.
 
semoga
 

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  budi 
  utomo 
  To: [email protected] 
  
  Sent: Friday, January 30, 2009 4:09 
  PM
  Subject: Bls: [mediamusliminfo] Re: satu 
  lagi.......... tentang fatwa haram golput
  

  
    
    
      assalamualaikum, aneh memang.....kenyataannya?.....kenapa 
        ga gabung aja jadi satu, misalnya semua partai islam gabung jadi PPP 
        atau PKS atau PBB atau apapun itu namanya, kenapa malah saling menjegal 
        yang satu dengan yang lainnya....terlalu jauh dari mengislamkan partai 
        tetapi lebih cocok mempartaikan islam, islam di jual, di obral, 
melewati 
        hal-hal yang dilarang sendiri di dalam islam. Dan setahu saya masih 80% 
        lebih rakyat indonesia itu muslim, kalau memang mau bersatu kenapa 
        repot-repot bikin partai, menghabiskan uang rakyat untuk politik. 
kenapa 
        ga rembukan aja. Demokrasi kan dilihat dari suara terbanyak, lah kan 
        sudah suara terbanyak di Indonesia ini suara orang islam. Aneh ya, 
        kayaknya lebih kepada egoisme pribadi dan golongan. Ingin tampil dan 
        haus kekuasaan,.Terlalu jauh lah kalau dengan demokrasi bisa 
        mengislamkan Indonesia. Didiklah diri sendiri dan keluarga, mulailah 
        dari keluarga, lingkungan, baru negara, mungkin suatu hari nanti bisa 
        terwujud negara islam yang haq. wassalam.


BUDI UTOMO


--- 
        Pada Jum, 30/1/09, Hendra <[email protected]> 
        menulis:

        Dari: 
          Hendra <[email protected]>
Topik: [mediamusliminfo] Re: satu 
          lagi.......... tentang fatwa haram golput
Kepada: 
          [email protected]
Tanggal: Jumat, 30 Januari, 2009, 
          2:20 PM


          
          

          Assalamualaikum
           
          maaf ikutan nimbrung neeh
           
          memililih untuk tidak ikut memilih dalam 
          pemilu juga merupakan pilihan
           
          namun, saya memandang pemilu sebagai 
          peluang bagi kaum muslimin untuk 
          meng-Islamkan Indonesia
          kenapa kita harus menyia nyiakan peluang 
          yang sudah ada ? tidak turut serta 
          dalam pemilu buat saya pribadi sama dengan bersengaja membiarkan 
musuh 
          musuh Islam berkuasa
           
          bila ada yang pernah di kecewakan oleh 
          salah satu oknum partai yang notabene juga saudara saudara kita 
          sendiri sesama muslim, apatah lagi 
          bila yang kemudian maju dan duduk di parlemen dan pemerintahan adalah 
          mereka yang non muslim ? mereka bukan saja akan mengecewakan kita 
tapi 
          bahkan akan memusuhi kita (langsung ataupun terselubung), apa yang 
          akan diharapkan dari situasi seperti itu. 
           
          pertanyaan besarnya adalah : apakah kita 
          (ummat Islam) sudah siap untuk dipimpin oleh presiden atau diwakili 
          anggota parlemen yang non muslim ?  mungkin anda menganggap saya 
          terlalu mendramatisir permasalahan ini. tapi ditilik dari sudut 
          pertanyaan itu, saya pribadi dapat memahami fatwa haramnya golput 
para 
          ulama MUI tersebut. 
           
          ini bukan masalah seberapa besar angka 
          yang memilih untuk tidak memilih alias golput, tapi ini masalah 
          kepedulian dalam memberdayakan peluang yang ada dan mencegah lebih 
          berkuasanya musuh musuh nyata ummat Islam di republik ini. 
          
           
          wassalamu alaikum
           
           
          
            ----- 
            Original Message ----- 
            From: 
            budi utomo 
            To: 
            [email protected] 
            Sent: 
            Friday, January 30, 2009 9:53 AM
            Subject: 
            Bls: [mediamusliminfo] Re: satu lagi mas teguh.....
            

            
              
              
                Assalamualaikum, aneh memang kalau golput 
                  sampai diharamkan, saya salah satunya orang yang golput 
karena 
                  demokrasi sendiri adalah produk buatan 
yahudi........sedangkan 
                  ulama2 arab saudi sendiri mengharamkan demokrasi, ustadz2 
dari 
                  indonesia juga banyak yang mengharamkan 
                  demokrasi....seharusnya bagaimana? apakah haram atau 
                  halal....

BUDI UTOMO


--- 
                  Pada Rab, 28/1/09, [email protected] 
                  <[email protected]> menulis:

                  Dari: 
                    [email protected] 
                    <[email protected]>
Topik: 
                    [mediamusliminfo] Re: satu lagi mas teguh.....
Kepada: 
                    [email protected]
Tanggal: Rabu, 28 
                    Januari, 2009, 9:59 AM

>Ass Wr Wb....

pertama, titik persoalan yang ada dalam benak saya tentang haramnya golput
yang di fatwakan MUI bertentangan dengan aturan main yang ada.. karena UU
PEMILU ada klausul yang membolehkan golput....jadi aturan main sudah
jelas, kenapa agama terlibat disini?

kedua, apa sudah di cek dan ricek jumlah daftar pemilih secara pasti,
karena bisa jadi mereka tidak memilih karena mungkin tidak terdaftar, ini
juga sumber pertanyaan...dan berapa % sih orang yang akan golput dilihat
dari beberapa kali pilkada (jika itu sebagai ukuran)?

ketiga, ini khan tugas pemerintah terutama dalam mensosialisasikan pemilu
ke masyarakat, kalo mau masyarakat tidak golput ya jangan NIPU dan
MEMPERDAYA RAKYAT dengan JANJI-JANJI.....

dan terakhir kenapa tidak dicari sumber
 persoalan mengapa mereka golput?
berarti ada kekecewaan terhadap diri mereka, dan para elite dan
 penguasa
harusnya intropeksi....

memang sudah saya prediksi bahwa pendapat saya ini akan berhadapan dengan
para aktifis partai tertentu, dan dari dulu saya agak menentang ketika
agama selalu di jadikan sebuah komoditas atau alat kepentingan politik
tertentu...ya ini hanya sebuah pendapat saya mungkin banyak salahnya dan
saya akan banyak belajar lagi mengenai Kepemimpinan dan Politik dalam
Islam dan cara-cara berpolitik Rasullullah SAW..

Salam buat semua..
hanief arief
> Mas Hanief,
>
> Yang namanya MUI nggak kompak mah kelihatannya dari dulu juga ada, tapi
> itu kan personal, bukan atas nama MUI nya.
>
> Saya sih melihatnya dari sisi positif saja, toh fatwa golput dll. itu
> kan dikeluarkan oleh sekian puluh ulama yang hadir mewakili sekian
> organisasi dan sekian pesantren
 yang ada. Pro dan kontra setahu saya
> juga pasti ada.
>
> Saya berfikir,
 terlepas dari masalah golput perlu difatwakan atau
> tidak... Mubadzir banget ya pemilu yang telah memakan biaya triliunan
> rupiah dan masih akan terus memakan triliunan rupiah yang lain, justru
> disikapi dengan golput...
>
> Kemudian mengenai pemilihan pemimpin entah dengan model demokrasi atau
> dengan musyawarah , ini diskursus yang sangat menarik... Kira-kira, saat
> saat kayak sekarang ini mungkin gak ya di Negara macam Indonesia yang
> sebagian masyarakatnya agak keblinger (ada yang liberal, muslim KTP, ada
> yang anti Islam, dlsb) kita bisa milih pemimpin secara musyawarah...
>
> Wassalam,
> Chalik
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]] On Behalf Of
>
 [email protected]
> Sent: Tuesday, January 27, 2009 2:02 PM
> To:
 [email protected]
> Subject: [mediamusliminfo] satu lagi mas teguh.....
>
>
>
> MUI aja engga kompak, lihat komentarnya nih mas teguh...
> Ketua MUI sendiri, Amidhan, menyatakan keberatan dengan hal itu.
"Jangan
> semua dibawa ke agama. Nabi bersabda, kamu itu lebih tahu soal
> duniawiyah.
> Soal agama itu dari Allah dan rasulnya, tetek bengek soal dunia,
> politik,
> diteliti dulu, dan nggak harus difatwakan. Nanti MUI memfatwakan
angin,"
> papar Ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Jumat (12/12/2008).
>
> maaf mas teguh, ada refrensi lain engga negara Islam mana yang bilang
> golput haram? boleh khan kita diskusi...
>
> Wassalam
> hanief arief
>
>
> maap pak hanif,,
>>
>> cara pandang antum dengan MUI dalam
 masalah golput berbeda,,
>> maka gak ribut2,, kalau tidak setuju cukup
 dengan menghormatinya,,
>> gak perlu bikin kajian bahwa FATWA MUI itu nyeleneh, dsb,,
>> ALLOHU ALAM,,
>>
>>
>> Salam Metal,
>> Tegoeh Al Banna
>>
>> --- Pada Sel, 27/1/09, [email protected]
>> <[email protected]> menulis:
>> Dari: [email protected] <[email protected]>
>> Topik: [mediamusliminfo] FATWA dan Kepentingan PARTAI POLITIK
>> Kepada: [email protected]
>> Tanggal: Selasa, 27 Januari, 2009, 7:18 AM
>>
>> Ass Wr Wb....
>>
>> mudahnya ulama mebuat Fatwa...muncul fatwa ulama yang mengharamkan
> GOLPUT
>> menurut saya jelas sangat berlebihan, dan terkesan tergesa-gesa serta
> ada
>> nuansa emosional tanpa melakukan kajian yang
 mendalam, ini sangat
> jelas
>> intervensi politik dalam
 agama..sedih memang jika kita
>> mendengarkannya..menurut saya memang syah-syah saja logika yang
> diambil
>> oleh para ulama karena desakan masyarakat, akan tetapi masyarakat yang
>> mana? ini jelas bahwa politik memang sangat doniman di negeri ini...
>> ini yang membuat saya prihatinn dengan kondisi saat ini, memang umat
> kita
>> sedang krisis, dimana lagi umat akan bertanya? jika agama sepertinya
>> dijadikan alat untuk meloloskan sebuah kepentingan PARTAI POLITIK?
>>
>> Alloh mengetahui mana yang Haq dan Bathil....
>>
>> Wassalam
>> hanief arief
>>
>>
>>
> ________________________________________________________________________
> ___
>> Nama baru untuk Anda!
>> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain
 baru @ymail dan
>> @rocketmail.
>> Cepat sebelum
 diambil orang lain!
>> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>> >
>>
>
>
>
>
> This email and any files transmitted with it are confidential and intended
> solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed.
> If you have received this email in error please notify the system manager.
> This message contains confidential information and is intended only for
> the individual named. If you are not the named addressee you should not
> disseminate, distribute or copy this e-mail.
>
> >
>



        Apa dia selingkuh?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers






              

  
  Menambah 
  banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, 
  Gmail ke Yahoo! Messenger 
  sekarang







      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke