Assalamualaikum

Mari merapat ke saudara saudara kita yang berkomitment untuk maju ke parlemen 
dan Pemerintahan agar bisa lebih objektif memilih dan menilai. 

ill feel itu biasa lah, karena memang sudah rumusnya bahwa yang berpeluang 
paling besar mengecewakan kita adalah orang yang kita percayai. masak iya kita 
kecewa dengan orang yang gak kita percayai sama sekali, gak ada sangkut paut 
dengan kita toh?. lagi pula setiap muslim terbebani kewajiban untuk saling 
mengingatkan dan saling meluruskan. 

Manusia sempurna terahir dunia sudah wafat 14 abat yang lalu. yang ada sekarang 
ini tidak ada satupun yang sempurna, semuanya manusia biasa yang jadi tempatnya 
salah dan dosa.  karena nggak ada yang sempurna mau tidak mau kita hanya bisa 
nyari yang nilai-nya diatas rata rata lah. saya pastikan orang tersebut bukan 
saya.

wassalam



  ----- Original Message ----- 
  From: Budi Wicaksono 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, January 31, 2009 10:06 AM
  Subject: Re: Bls: [mediamusliminfo] Re: satu lagi.......... tentang fatwa 
haram golput


  Assalamualaikum,

  Saya sendiri golput pada pemilu 2004 kemarin karena bingung dengan banyaknya 
partai dan tidak ada partai yang menurut saya sesuai dengan aspirasi saya. Tapi 
saya juga tidak mengajak orang lain golput. Coba bayangkan aja kalau semua umat 
Islam golput, terus PDS jadi partai mayoritas, apa nggak tambah soro awake 
dhewe. Dengan fatwa MUI sekarang, saya jadi takut juga kalau golput, tapi masih 
bingung dengan pilihannya, karena sekarang partainya lebih banyak lagi. 
Bagaimanapun juga mereka punya imu untuk mengeluarkan fatwa itu, sedangkan saya 
lulusan teknik  diswasta juga, tiap harinya kerja juga sama besi.

  Wassalam,



  Pada 31 Januari 2009 09:29, budi utomo <[email protected]> menulis:

          Assalamualaikum, sekarang kita lihat aja masalah fatwa haram rokok, 
yang udah jelas2 haram, kenapa kok haram (hehehe, mahluk apa selain rokok yang 
berani2 an menulis di dirinya sendiri bahwa dia berbahaya, dapat mengakibatkan 
kanker, impoten, bla, bla, tapi masih di beli dan di hisap) itu yang dah jelas2 
banget membahayakan tubuh aja MUI ga kompak memfatwakan haramnya, bukan 
su-uzhon cuma melihat kenyataan. wong kyai nya sendiri bilang rokok ga 
berbahaya, hehehehe. padahal seluruh dokter di dunia ini mem fatwakan rokok itu 
berbahaya bagi kesehatan.

          Nah apalagi democrazy, yang anggota MUI nya sendiri ada yang dari 
partai A, B, C, dll. Wong rokok yang ga punya partai aja ga bisa bikin kompak. 
Apalagi masalah kepentingan partai yang berapa belas atau puluh aja jumlahnya. 
Lihat saja contohnya bagaimana salah satu pejabat tinggi (ga usah sebut nama, 
kode etik) kita sekarang, ketika masih menjadi aktifis partai tertentu, 
kayaknya idealis banget mengusung islam (tokoh yang sangat bisa dibanggakan 
sekali saat itu), tetapi seiring waktu berlalu malah jadi melempem, akhirnya 
malah bikin il fil orang banyak (saya termasuk) ga ada lagi sosok yang membela 
akidah islam dengan tegas. Alasannya takut memecah belah persatuan, upacara 
syirik jawa di pantai jogja pun dia ikut2an, nglarung laut. Nah gimana dia bisa 
membela islam dengan sepenuh hati kalau akhirnya menyerah oleh racun democrazy. 
Itu aja sosok S3 lulusan perguruan timur tengah di bidang akidah, apalagi yang 
kayak saya, cuma lulusan universitas teknik swasta di indonesia. Dah ga tau deh 
sekarang korup n syirik nya saya sekarang kayak apa? ? ? hehehehehe.


          BUDI UTOMO


          --- Pada Jum, 30/1/09, Hendra <[email protected]> menulis:

            Dari: Hendra <[email protected]>
            Topik: [mediamusliminfo] Re: satu lagi.......... tentang fatwa 
haram golput
            Kepada: [email protected]
            Tanggal: Jumat, 30 Januari, 2009, 6:55 PM


            Yup
            Setuju Pak, segala sesuatu memang harus dimulai dari mendidik diri 
sendiri, keluarga dan seterusnya

            Terkotak kotaknya ummat Islam dalam berbagai Parpol memang sudah 
terjadi sepanjang sejarah RI.
            Alm. Pak Harto masih satu satunya tokoh negeri ini yang "mampu 
mempersatukan Parpol Islam ke dalam satu partai saja" 
            itu ternyata juga tak mampu membuat parpol Islam tersebut menjadi 
mainstream, tentunya karena banyak faktor

            mekanisme demokrasi dengan suara terbanyak tentunya lewat pemilu. 
            dan untuk mencapai suara terbanyak dari ummat Islam yang memilih 
Parpol Islam 
            tentunya dibutuhkan kontribusi dari semua kaum muslimin yang 
mempunyai hak pilih untuk ambil bagian dalam proses pemilu tsb.

            saya bukan bagian dari parpol manapun. 
            Tapi jujur saja yang saya lakukan hanyalah berusaha untuk tidak 
su-uzhon kepada para politikus Islam
            siapa tahu diantara mereka memang masih murni memperjuangkan 
Syariah melalui wahana demokrasi
            yang semata mata menjadikan demokrasi dan kekuasaan sebagai alat 
untuk menegakkan syariah bukan tujuan.

            semoga

              ----- Original Message ----- 
              From: budi utomo 
              To: [email protected] 
              Sent: Friday, January 30, 2009 4:09 PM
              Subject: Bls: [mediamusliminfo] Re: satu lagi.......... tentang 
fatwa haram golput


                    assalamualaikum, aneh memang.....kenyataannya?.....kenapa 
ga gabung aja jadi satu, misalnya semua partai islam gabung jadi PPP atau PKS 
atau PBB atau apapun itu namanya, kenapa malah saling menjegal yang satu dengan 
yang lainnya....terlalu jauh dari mengislamkan partai tetapi lebih cocok 
mempartaikan islam, islam di jual, di obral, melewati hal-hal yang dilarang 
sendiri di dalam islam. Dan setahu saya masih 80% lebih rakyat indonesia itu 
muslim, kalau memang mau bersatu kenapa repot-repot bikin partai, menghabiskan 
uang rakyat untuk politik. kenapa ga rembukan aja. Demokrasi kan dilihat dari 
suara terbanyak, lah kan sudah suara terbanyak di Indonesia ini suara orang 
islam. Aneh ya, kayaknya lebih kepada egoisme pribadi dan golongan. Ingin 
tampil dan haus kekuasaan,.Terlalu jauh lah kalau dengan demokrasi bisa 
mengislamkan Indonesia. Didiklah diri sendiri dan keluarga, mulailah dari 
keluarga, lingkungan, baru negara, mungkin suatu hari nanti bisa terwujud 
negara islam yang haq. wassalam.


                    BUDI UTOMO


                    --- Pada Jum, 30/1/09, Hendra <[email protected]> menulis:

                      Dari: Hendra <[email protected]>
                      Topik: [mediamusliminfo] Re: satu lagi.......... tentang 
fatwa haram golput
                      Kepada: [email protected]
                      Tanggal: Jumat, 30 Januari, 2009, 2:20 PM


                      Assalamualaikum

                      maaf ikutan nimbrung neeh

                      memililih untuk tidak ikut memilih dalam pemilu juga 
merupakan pilihan

                      namun, saya memandang pemilu sebagai peluang bagi kaum 
muslimin untuk meng-Islamkan Indonesia
                      kenapa kita harus menyia nyiakan peluang yang sudah ada ? 
tidak turut serta dalam pemilu buat saya pribadi sama dengan bersengaja 
membiarkan musuh musuh Islam berkuasa

                      bila ada yang pernah di kecewakan oleh salah satu oknum 
partai yang notabene juga saudara saudara kita sendiri sesama muslim, apatah 
lagi bila yang kemudian maju dan duduk di parlemen dan pemerintahan adalah 
mereka yang non muslim ? mereka bukan saja akan mengecewakan kita tapi bahkan 
akan memusuhi kita (langsung ataupun terselubung), apa yang akan diharapkan 
dari situasi seperti itu. 

                      pertanyaan besarnya adalah : apakah kita (ummat Islam) 
sudah siap untuk dipimpin oleh presiden atau diwakili anggota parlemen yang non 
muslim ?  mungkin anda menganggap saya terlalu mendramatisir permasalahan ini. 
tapi ditilik dari sudut pertanyaan itu, saya pribadi dapat memahami fatwa 
haramnya golput para ulama MUI tersebut. 

                      ini bukan masalah seberapa besar angka yang memilih untuk 
tidak memilih alias golput, tapi ini masalah kepedulian dalam memberdayakan 
peluang yang ada dan mencegah lebih berkuasanya musuh musuh nyata ummat Islam 
di republik ini. 

                      wassalamu alaikum


                        ----- Original Message ----- 
                        From: budi utomo 
                        To: [email protected] 
                        Sent: Friday, January 30, 2009 9:53 AM
                        Subject: Bls: [mediamusliminfo] Re: satu lagi mas 
teguh.....


                              Assalamualaikum, aneh memang kalau golput sampai 
diharamkan, saya salah satunya orang yang golput karena demokrasi sendiri 
adalah produk buatan yahudi........sedangkan ulama2 arab saudi sendiri 
mengharamkan demokrasi, ustadz2 dari indonesia juga banyak yang mengharamkan 
demokrasi....seharusnya bagaimana? apakah haram atau halal....

                              BUDI UTOMO


                              --- Pada Rab, 28/1/09, [email protected] 
<[email protected]> menulis:

                                Dari: [email protected] 
<[email protected]>
                                Topik: [mediamusliminfo] Re: satu lagi mas 
teguh.....
                                Kepada: [email protected]
                                Tanggal: Rabu, 28 Januari, 2009, 9:59 AM


>Ass Wr Wb....pertama, titik persoalan yang ada dalam benak saya tentang 
>haramnya golputyang di fatwakan MUI bertentangan dengan aturan main yang ada.. 
>karena UU
PEMILU ada klausul yang membolehkan golput....jadi aturan main sudahjelas, 
kenapa agama terlibat disini?kedua, apa sudah di cek dan ricek jumlah daftar 
pemilih secara pasti,karena bisa jadi mereka tidak memilih karena mungkin tidak 
terdaftar, ini
juga sumber pertanyaan...dan berapa % sih orang yang akan golput dilihatdari 
beberapa kali pilkada (jika itu sebagai ukuran)?ketiga, ini khan tugas 
pemerintah terutama dalam mensosialisasikan pemiluke masyarakat, kalo mau 
masyarakat tidak golput ya jangan NIPU dan
MEMPERDAYA RAKYAT dengan JANJI-JANJI.....dan terakhir kenapa tidak dicari 
sumber persoalan mengapa mereka golput?berarti ada kekecewaan terhadap diri 
mereka, dan para
 elite dan penguasaharusnya intropeksi....memang sudah saya prediksi bahwa 
pendapat saya ini akan berhadapan denganpara aktifis partai tertentu, dan dari 
dulu saya agak menentang ketikaagama selalu di jadikan sebuah komoditas atau 
alat kepentingan politik
tertentu...ya ini hanya sebuah pendapat saya mungkin banyak salahnya dansaya 
akan banyak belajar lagi mengenai Kepemimpinan dan Politik dalamIslam dan 
cara-cara berpolitik Rasullullah SAW..Salam buat semua..
hanief arief> Mas Hanief,>> Yang namanya MUI nggak kompak mah kelihatannya dari 
dulu juga ada, tapi> itu kan personal, bukan atas nama MUI nya.>> Saya sih 
melihatnya dari sisi positif saja, toh fatwa golput dll. itu
> kan dikeluarkan oleh sekian puluh ulama yang hadir mewakili sekian> 
> organisasi dan sekian pesantren yang ada. Pro dan kontra setahu saya> juga 
> pasti ada.>> Saya
 berfikir, terlepas dari masalah golput perlu difatwakan atau> tidak... 
Mubadzir banget ya pemilu yang telah memakan biaya triliunan> rupiah dan masih 
akan terus memakan triliunan rupiah yang lain, justru
> disikapi dengan golput...>> Kemudian mengenai pemilihan pemimpin entah dengan 
> model demokrasi atau> dengan musyawarah , ini diskursus yang sangat 
> menarik... Kira-kira, saat> saat kayak sekarang ini mungkin gak ya di Negara 
> macam Indonesia yang
> sebagian masyarakatnya agak keblinger (ada yang liberal, muslim KTP, ada> 
> yang anti Islam, dlsb) kita bisa milih pemimpin secara musyawarah...>> 
> Wassalam,> Chalik>> -----Original Message-----
> From: [email protected]> 
> [mailto:[email protected]] On Behalf Of
> [email protected]> Sent: Tuesday, January 27, 2009 2:02 PM> To:
 [email protected]> Subject: [mediamusliminfo] satu lagi mas 
teguh.....>>>> MUI aja engga kompak, lihat komentarnya nih mas teguh...
> Ketua MUI sendiri, Amidhan, menyatakan keberatan dengan hal itu."Jangan> 
> semua dibawa ke agama. Nabi bersabda, kamu itu lebih tahu soal> duniawiyah.> 
> Soal agama itu dari Allah dan rasulnya, tetek bengek soal dunia,
> politik,> diteliti dulu, dan nggak harus difatwakan. Nanti MUI 
> memfatwakanangin,"> papar Ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Jumat 
> (12/12/2008).>> maaf mas teguh, ada refrensi lain engga negara Islam mana 
> yang bilang
> golput haram? boleh khan kita diskusi...>> Wassalam> hanief arief>>> maap pak 
> hanif,,>>>> cara pandang antum dengan MUI dalam masalah golput berbeda,,
>> maka gak ribut2,, kalau tidak setuju
 cukup dengan menghormatinya,,>> gak perlu bikin kajian bahwa FATWA MUI itu 
nyeleneh, dsb,,>> ALLOHU ALAM,,>>>>>> Salam Metal,>> Tegoeh Al Banna>>
>> --- Pada Sel, 27/1/09, [email protected]>> 
>> <[email protected]> menulis:
>> Dari: [email protected] <[email protected]>>> Topik: 
>> [mediamusliminfo] FATWA dan Kepentingan PARTAI POLITIK
>> Kepada: [email protected]>> Tanggal: Selasa, 27 Januari, 
>> 2009, 7:18 AM>>>> Ass Wr Wb....>>
>> mudahnya ulama mebuat Fatwa...muncul fatwa ulama yang mengharamkan> GOLPUT>> 
>> menurut saya jelas sangat berlebihan, dan terkesan tergesa-gesa serta> ada>> 
>> nuansa emosional tanpa melakukan kajian yang
 mendalam, ini sangat> jelas>> intervensi politik
 dalam agama..sedih memang jika kita>> mendengarkannya..menurut saya memang 
syah-syah saja logika yang> diambil>> oleh para ulama karena desakan 
masyarakat, akan tetapi masyarakat yang>> mana? ini jelas bahwa politik memang 
sangat doniman di negeri ini...
>> ini yang membuat saya prihatinn dengan kondisi saat ini, memang umat> kita>> 
>> sedang krisis, dimana lagi umat akan bertanya? jika agama sepertinya>> 
>> dijadikan alat untuk meloloskan sebuah kepentingan PARTAI POLITIK?
>>>> Alloh mengetahui mana yang Haq dan Bathil....>>>> Wassalam>> hanief 
>>>> arief>>>>>>> 
>>>> ________________________________________________________________________
> ___>> Nama baru untuk Anda!>> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di 
> domain baru @ymail dan>> @rocketmail.>> Cepat
 sebelum diambil orang lain!>> 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>> >>>>>>
>> This email and any files transmitted with it are confidential and intended> 
>> solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed.> 
>> If you have received this email in error please notify the system manager.
> This message contains confidential information and is intended only for> the 
> individual named. If you are not the named addressee you should not> 
> disseminate, distribute or copy this e-mail.>
> >>      ------------------------------------------------  Apa dia selingkuh?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers 



                             
                   


------------------------------------------------------------------
              Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
              Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang

         


----------------------------------------------------------------------------
    Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. 
    Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang





  


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke