Assalamualaikum,

Saya sendiri golput pada pemilu 2004 kemarin karena bingung dengan banyaknya
partai dan tidak ada partai yang menurut saya sesuai dengan aspirasi saya.
Tapi saya juga tidak mengajak orang lain golput. Coba bayangkan aja kalau
semua umat Islam golput, terus PDS jadi partai mayoritas, apa nggak tambah
soro awake dhewe. Dengan fatwa MUI sekarang, saya jadi takut juga kalau
golput, tapi masih bingung dengan pilihannya, karena sekarang partainya
lebih banyak lagi. Bagaimanapun juga mereka punya imu untuk mengeluarkan
fatwa itu, sedangkan saya lulusan teknik  diswasta juga, tiap harinya kerja
juga sama besi.

Wassalam,


Pada 31 Januari 2009 09:29, budi utomo <[email protected]> menulis:

> Assalamualaikum, sekarang kita lihat aja masalah fatwa haram rokok, yang
> udah jelas2 haram, kenapa kok haram (hehehe, mahluk apa selain rokok yang
> berani2 an menulis di dirinya sendiri bahwa dia berbahaya, dapat
> mengakibatkan kanker, impoten, bla, bla, tapi masih di beli dan di hisap)
> itu yang dah jelas2 banget membahayakan tubuh aja MUI ga kompak memfatwakan
> haramnya, bukan su-uzhon cuma melihat kenyataan. wong kyai nya sendiri
> bilang rokok ga berbahaya, hehehehe. padahal seluruh dokter di dunia ini mem
> fatwakan rokok itu berbahaya bagi kesehatan.
>
> Nah apalagi democrazy, yang anggota MUI nya sendiri ada yang dari partai A,
> B, C, dll. Wong rokok yang ga punya partai aja ga bisa bikin kompak. Apalagi
> masalah kepentingan partai yang berapa belas atau puluh aja jumlahnya. Lihat
> saja contohnya bagaimana salah satu pejabat tinggi (ga usah sebut nama, kode
> etik) kita sekarang, ketika masih menjadi aktifis partai tertentu, kayaknya
> idealis banget mengusung islam (tokoh yang sangat bisa dibanggakan sekali
> saat itu), tetapi seiring waktu berlalu malah jadi melempem, akhirnya malah
> bikin il fil orang banyak (saya termasuk) ga ada lagi sosok yang membela
> akidah islam dengan tegas. Alasannya takut memecah belah persatuan, upacara
> syirik jawa di pantai jogja pun dia ikut2an, nglarung laut. Nah gimana dia
> bisa membela islam dengan sepenuh hati kalau akhirnya menyerah oleh racun
> democrazy. Itu aja sosok S3 lulusan perguruan timur tengah di bidang akidah,
> apalagi yang kayak saya, cuma lulusan universitas teknik swasta di
> indonesia. Dah ga tau deh sekarang korup n syirik nya saya sekarang kayak
> apa? ? ? hehehehehe.
>
>
> BUDI UTOMO
>
>
> --- Pada *Jum, 30/1/09, Hendra <[email protected]>* menulis:
>
> Dari: Hendra <[email protected]>
> Topik: [mediamusliminfo] Re: satu lagi.......... tentang fatwa haram golput
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 30 Januari, 2009, 6:55 PM
>
> Yup
> Setuju Pak, segala sesuatu memang harus dimulai dari mendidik diri sendiri,
> keluarga dan seterusnya
>
> Terkotak kotaknya ummat Islam dalam berbagai Parpol memang sudah terjadi
> sepanjang sejarah RI.
> Alm. Pak Harto masih satu satunya tokoh negeri ini yang "mampu
> mempersatukan Parpol Islam ke dalam satu partai saja"
> itu ternyata juga tak mampu membuat parpol Islam tersebut menjadi
> mainstream, tentunya karena banyak faktor
>
> mekanisme demokrasi dengan suara terbanyak tentunya lewat pemilu.
> dan untuk mencapai suara terbanyak dari ummat Islam yang memilih Parpol
> Islam
> tentunya dibutuhkan kontribusi dari semua kaum muslimin yang mempunyai hak
> pilih untuk ambil bagian dalam proses pemilu tsb.
>
> saya bukan bagian dari parpol manapun.
> Tapi jujur saja yang saya lakukan hanyalah berusaha untuk tidak su-uzhon
> kepada para politikus Islam
> siapa tahu diantara mereka memang masih murni memperjuangkan Syariah
> melalui wahana demokrasi
> yang semata mata menjadikan demokrasi dan kekuasaan sebagai alat untuk
> menegakkan syariah bukan tujuan.
>
> semoga
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* budi utomo <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Friday, January 30, 2009 4:09 PM
> *Subject:* Bls: [mediamusliminfo] Re: satu lagi.......... tentang fatwa
> haram golput
>
>   assalamualaikum, aneh memang.....kenyataannya?.....kenapa ga gabung aja
> jadi satu, misalnya semua partai islam gabung jadi PPP atau PKS atau PBB
> atau apapun itu namanya, kenapa malah saling menjegal yang satu dengan yang
> lainnya....terlalu jauh dari mengislamkan partai tetapi lebih cocok
> mempartaikan islam, islam di jual, di obral, melewati hal-hal yang dilarang
> sendiri di dalam islam. Dan setahu saya masih 80% lebih rakyat indonesia itu
> muslim, kalau memang mau bersatu kenapa repot-repot bikin partai,
> menghabiskan uang rakyat untuk politik. kenapa ga rembukan aja. Demokrasi
> kan dilihat dari suara terbanyak, lah kan sudah suara terbanyak di Indonesia
> ini suara orang islam. Aneh ya, kayaknya lebih kepada egoisme pribadi dan
> golongan. Ingin tampil dan haus kekuasaan,.Terlalu jauh lah kalau dengan
> demokrasi bisa mengislamkan Indonesia. Didiklah diri sendiri dan keluarga,
> mulailah dari keluarga, lingkungan, baru negara, mungkin suatu hari nanti
> bisa terwujud negara islam yang haq. wassalam.
>
>
> BUDI UTOMO
>
>
> --- Pada *Jum, 30/1/09, Hendra <[email protected]>* menulis:
>
> Dari: Hendra <[email protected]>
> Topik: [mediamusliminfo] Re: satu lagi.......... tentang fatwa haram golput
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 30 Januari, 2009, 2:20 PM
>
>  Assalamualaikum
>
> maaf ikutan nimbrung neeh
>
> memililih untuk tidak ikut memilih dalam pemilu juga merupakan pilihan
>
> namun, saya memandang pemilu sebagai peluang bagi kaum muslimin untuk
> meng-Islamkan Indonesia
> kenapa kita harus menyia nyiakan peluang yang sudah ada ? tidak turut
> serta dalam pemilu buat saya pribadi sama dengan bersengaja membiarkan musuh
> musuh Islam berkuasa
>
> bila ada yang pernah di kecewakan oleh salah satu oknum partai yang
> notabene juga saudara saudara kita sendiri sesama muslim, apatah lagi bila
> yang kemudian maju dan duduk di parlemen dan pemerintahan adalah mereka yang
> non muslim ? mereka bukan saja akan mengecewakan kita tapi bahkan akan
> memusuhi kita (langsung ataupun terselubung), apa yang akan diharapkan dari
> situasi seperti itu.
>
> pertanyaan besarnya adalah : apakah kita (ummat Islam) sudah siap untuk
> dipimpin oleh presiden atau diwakili anggota parlemen yang non muslim ?
> mungkin anda menganggap saya terlalu mendramatisir permasalahan ini. tapi
> ditilik dari sudut pertanyaan itu, saya pribadi dapat memahami fatwa
> haramnya golput para ulama MUI tersebut.
>
> ini bukan masalah seberapa besar angka yang memilih untuk tidak memilih
> alias golput, tapi ini masalah kepedulian dalam memberdayakan peluang yang
> ada dan mencegah lebih berkuasanya musuh musuh nyata ummat Islam di republik
> ini.
>
> wassalamu alaikum
>
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* budi utomo <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Friday, January 30, 2009 9:53 AM
> *Subject:* Bls: [mediamusliminfo] Re: satu lagi mas teguh.....
>
>   Assalamualaikum, aneh memang kalau golput sampai diharamkan, saya salah
> satunya orang yang golput karena demokrasi sendiri adalah produk buatan
> yahudi........sedangkan ulama2 arab saudi sendiri mengharamkan demokrasi,
> ustadz2 dari indonesia juga banyak yang mengharamkan demokrasi....seharusnya
> bagaimana? apakah haram atau halal....
>
> BUDI UTOMO
>
>
> --- Pada *Rab, 28/1/09, [email protected] <
> [email protected]>* menulis:
>
> Dari: [email protected] <[email protected]>
> Topik: [mediamusliminfo] Re: satu lagi mas teguh.....
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 28 Januari, 2009, 9:59 AM
>
> >Ass Wr Wb....
>
> pertama, titik persoalan yang ada dalam benak saya tentang haramnya golput
> yang di fatwakan MUI bertentangan dengan aturan main yang ada.. karena UU
> PEMILU ada klausul yang membolehkan golput....jadi aturan main sudah
> jelas, kenapa agama terlibat disini?
>
> kedua, apa sudah di cek dan ricek jumlah daftar pemilih secara pasti,
> karena bisa jadi mereka tidak memilih karena mungkin tidak terdaftar, ini
> juga sumber pertanyaan...dan berapa % sih orang yang akan golput dilihat
> dari beberapa kali pilkada (jika itu sebagai ukuran)?
>
> ketiga, ini khan tugas pemerintah terutama dalam mensosialisasikan pemilu
> ke masyarakat, kalo mau masyarakat tidak golput ya jangan NIPU dan
> MEMPERDAYA RAKYAT dengan JANJI-JANJI.....
>
> dan terakhir kenapa tidak dicari sumber
>  persoalan mengapa mereka golput?
> berarti ada kekecewaan terhadap diri mereka, dan para
>  elite dan
>  penguasa
> harusnya intropeksi....
>
> memang sudah saya prediksi bahwa pendapat saya ini akan berhadapan dengan
> para aktifis partai tertentu, dan dari dulu saya agak menentang ketika
> agama selalu di jadikan sebuah komoditas atau alat kepentingan politik
> tertentu...ya ini hanya sebuah pendapat saya mungkin banyak salahnya dan
> saya akan banyak belajar lagi mengenai Kepemimpinan dan Politik dalam
> Islam dan cara-cara berpolitik Rasullullah SAW..
>
> Salam buat semua..
> hanief arief
> > Mas Hanief,
> >
> > Yang namanya MUI nggak kompak mah kelihatannya dari dulu juga ada, tapi
> > itu kan personal, bukan atas nama MUI nya.
> >
> > Saya sih melihatnya dari sisi positif saja, toh fatwa golput dll. itu
> > kan dikeluarkan oleh sekian puluh ulama yang hadir mewakili sekian
> > organisasi dan sekian pesantren
>  yang ada. Pro dan kontra setahu saya
> > juga pasti ada.
> >
> > Saya
>  berfikir,
>  terlepas dari masalah golput perlu difatwakan atau
> > tidak... Mubadzir banget ya pemilu yang telah memakan biaya triliunan
> > rupiah dan masih akan terus memakan triliunan rupiah yang lain, justru
> > disikapi dengan golput...
> >
> > Kemudian mengenai pemilihan pemimpin entah dengan model demokrasi atau
> > dengan musyawarah , ini diskursus yang sangat menarik... Kira-kira, saat
> > saat kayak sekarang ini mungkin gak ya di Negara macam Indonesia yang
> > sebagian masyarakatnya agak keblinger (ada yang liberal, muslim KTP, ada
> > yang anti Islam, dlsb) kita bisa milih pemimpin secara musyawarah...
> >
> > Wassalam,
> > Chalik
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]
> > [mailto:[email protected]] On Behalf Of
> >
>  [email protected]
> > Sent: Tuesday, January 27, 2009 2:02 PM
> > To:
>
>  [email protected]
> > Subject: [mediamusliminfo] satu lagi mas teguh.....
> >
> >
> >
> > MUI aja engga kompak, lihat komentarnya nih mas teguh...
> > Ketua MUI sendiri, Amidhan, menyatakan keberatan dengan hal itu.
> "Jangan
> > semua dibawa ke agama. Nabi bersabda, kamu itu lebih tahu soal
> > duniawiyah.
> > Soal agama itu dari Allah dan rasulnya, tetek bengek soal dunia,
> > politik,
> > diteliti dulu, dan nggak harus difatwakan. Nanti MUI memfatwakan
> angin,"
> > papar Ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Jumat (12/12/2008).
> >
> > maaf mas teguh, ada refrensi lain engga negara Islam mana yang bilang
> > golput haram? boleh khan kita diskusi...
> >
> > Wassalam
> > hanief arief
> >
> >
> > maap pak hanif,,
> >>
> >> cara pandang antum dengan MUI dalam
>  masalah golput berbeda,,
> >> maka gak ribut2,, kalau tidak setuju
>  cukup
>  dengan menghormatinya,,
> >> gak perlu bikin kajian bahwa FATWA MUI itu nyeleneh, dsb,,
> >> ALLOHU ALAM,,
> >>
> >>
> >> Salam Metal,
> >> Tegoeh Al Banna
> >>
> >> --- Pada Sel, 27/1/09, [email protected]
> >> <[email protected]> menulis:
> >> Dari: [email protected] <[email protected]>
> >> Topik: [mediamusliminfo] FATWA dan Kepentingan PARTAI POLITIK
> >> Kepada: [email protected]
> >> Tanggal: Selasa, 27 Januari, 2009, 7:18 AM
> >>
> >> Ass Wr Wb....
> >>
> >> mudahnya ulama mebuat Fatwa...muncul fatwa ulama yang mengharamkan
> > GOLPUT
> >> menurut saya jelas sangat berlebihan, dan terkesan tergesa-gesa serta
> > ada
> >> nuansa emosional tanpa melakukan kajian yang
>  mendalam, ini sangat
> > jelas
> >> intervensi politik
>  dalam
>  agama..sedih memang jika kita
> >> mendengarkannya..menurut saya memang syah-syah saja logika yang
> > diambil
> >> oleh para ulama karena desakan masyarakat, akan tetapi masyarakat yang
> >> mana? ini jelas bahwa politik memang sangat doniman di negeri ini...
> >> ini yang membuat saya prihatinn dengan kondisi saat ini, memang umat
> > kita
> >> sedang krisis, dimana lagi umat akan bertanya? jika agama sepertinya
> >> dijadikan alat untuk meloloskan sebuah kepentingan PARTAI POLITIK?
> >>
> >> Alloh mengetahui mana yang Haq dan Bathil....
> >>
> >> Wassalam
> >> hanief arief
> >>
> >>
> >>
> > ________________________________________________________________________
> > ___
> >> Nama baru untuk Anda!
> >> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain
>  baru @ymail dan
> >> @rocketmail.
> >> Cepat
>  sebelum
>  diambil orang lain!
> >> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
> >> >
> >>
> >
> >
> >
> >
> > This email and any files transmitted with it are confidential and intended
> > solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed.
> > If you have received this email in error please notify the system manager.
> > This message contains confidential information and is intended only for
> > the individual named. If you are not the named addressee you should not
> > disseminate, distribute or copy this e-mail.
> >
> > >
> >
>
>
>
>       ------------------------------
>   Apa dia selingkuh?  
> <http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AvBZVi6lFVNDeCdqvOFQRQzJRAx.;_ylv=3?qid=20080415021033AAesuEj>
>  Temukan jawabannya di Yahoo! Answers
>
>
>
>
>
>
> ------------------------------
> Menambah banyak teman sangatlah mudah dan 
> cepat.<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/invite/>
> Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang
>
>
> ------------------------------
>  Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik.
> <http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/invite/>
> Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke