> > 10 Besar Perusahaan Idaman 2006: "Kebesaran" > Mereka > > Memang Menyilaukan > > > > > > Rabu, 13 September 2006 10:37 WIB - wartaekonomi. > com > > > > Sepuluh besar perusahaan idaman versi Warta > Ekonomi > > mencerminkan reputasi besar dan kemampuan > memberikan > > penghasilan yang besar. Inilah wajah > > perusahaan-perusaha an yang menyilaukan mata para > > pekerja itu. > > > > Sejak lima tahun lalu, sembilan nama perusahaan di > > halaman-halaman berikut ini boleh jadi sudah > sering > > Anda temukan dalam liputan "Perusahaan Idaman" > > sebagai tempat bekerja pilihan karyawan versi > Warta > > Ekonomi. Sesuai peringkatnya, kesembilan > perusahaan > > ini mendampingi PT Astra International Tbk. > (sebagai > > peringkat pertama) dalam peringkat 10 Besar > > Perusahaan Idaman tahun 2006. Dari tahun ke tahun, > > mereka selalu berhasil menarik minat para > responden > > survei Perusahaan Idaman yang tahun ini berjumlah > > 1.000 orang. > > > > Ada banyak alasan yang diberikan responden saat > > memilih Astra sebagai perusahaan yang paling > > diidamkan untuk tempat bekerja tahun ini > (peringkat > > pertama). Akan tetapi, cuma ada tiga alasan utama. > > Pertama, Astra adalah perusahaan besar (27,56% > > responden yang memilih Astra mengatakan hal ini). > > Mereka menyebut banyaknya kantor cabang, luasnya > > jangkauan pemasaran produk, dan besarnya pangsa > > pasar untuk menunjukkan "kebesaran" Astra. Kedua, > > ada jenjang karier yang jelas di Astra (17,43%). > > Ketiga, Astra memberikan penghasilan yang lebih > > besar kepada karyawannya dibanding perusahaan > > sejenis lainnya (15,91%). > > > > Alasan utama itu pula yang menjadi benang merah > yang > > menyatukan Astra dengan sembilan perusahaan > lainnya > > yang masuk dalam 10 Besar Perusahaan Idaman 2006. > > Yaitu, bahwa mereka dipilih oleh sebagian besar > > responden karena alasan utama yang sama, yaitu > > karena mereka adalah perusahaan besar, seperti > > karena banyaknya bidang usaha yang dimiliki, > > jaringan distribusi yang luas, omzetnya yang > besar, > > dan lain-lain. > > > > Mungkin saja Anda tidak sependapat dengan para > > responden. Akan tetapi, dalam tulisan profil > berikut > > ini akan ditunjukkan keistimewaan yang dimiliki > > kesembilan perusahaan idaman itu (yang masuk dalam > > peringkat 10 Besar Perusahaan Idaman 2006 setelah > > Astra) dan bagaimana persepsi responden terhadap > > mereka. Sebab, bagaimanapun, perusahaan yang > menjadi > > idaman tentulah telah melampaui proses panjang > untuk > > meraih prestasinya itu.GENUK CHRISTIASTUTI > > > > Peringkat 2: PT Unilever Indonesia Tbk. > > > > Tahu yang Karyawan Mau > > Perusahaan consumer goods asal Belanda ini membuat > > banyak program supaya karyawan betah dan meningkat > > kinerjanya. > > > > Tak perlu cerita panjang lebar untuk soal > kejelasan > > jenjang karier karyawan di PT Unilever Indonesia > > Tbk. Awal karier seluruh direksi lokalnya saat ini > > sudah menjelaskan dengan sendirinya. "Mereka semua > > adalah hasil program Management Trainee (MT) > kami," > > ujar Josef Bataona, human resources director PT > > Unilever Indonesia Tbk. Bahkan, sambung Josef, 70% > > pimpinan Unilever dengan level di bawah direktur > > juga merupakan hasil program MT. > > > > Artinya, mereka dahulunya adalah fresh graduate > yang > > direkrut Unilever melalui program MT. Setelah itu, > > mereka mulai menapaki berbagai jenjang karier > hingga > > akhirnya berhasil duduk sebagai direktur. > > > > Dikaitkan dengan hasil survei Warta Ekonomi > tentang > > Perusahaan Idaman sebagai tempat bekerja tahun > 2006, > > alasan kejelasan jenjang karier di Unilever > (6,09%) > > juga menjadi salah satu alasan utama mengapa > > sebagian besar responden memilih Unilever sebagai > > perusahaan idaman 2006 di peringkat kedua setelah > > Astra. Selain itu, responden juga memberikan > alasan > > utama karena Unilever merupakan perusahaan besar > > (13,85%), memberikan gaji yang lebih besar > dibanding > > perusahaan sejenis (13,02%), dan sangat > > memperhatikan kesejahteraan karyawannya (11,36%). > > > > Menurut Josef, Unilever memang sangat > memperhatikan > > kesejahteraan karyawannya. "Kami sadar karyawan > > memiliki banyak kebutuhan," tutur Josef. Menurut > > dia, Unilever memiliki berbagai program balanced > > life yang bisa membuat karyawan betah bekerja dan > > meningkat kinerjanya. > > > > Bagi karyawan pemula, masalah gaji dan fasilitas > > kerap menjadi prioritas kebutuhan. Untuk itu, > > Unilever berupaya menjaga fairness perolehan gaji > > mereka. Unilever juga memberikan berbagai bentuk > > penghargaan. Misalnya, untuk karyawan pemenang > > program Enterprise Award. Dalam program ini, > > karyawan diajak berkompetisi memberikan ide-ide > > kreatifnya untuk meningkatkan kinerja perusa¬haan. > > Penghargaan untuk pemenang program ini bisa berupa > > pengumuman pemenang di setiap komputer di > Unilever, > > mendapatkan bonus satu kali gaji, liburan ke luar > > negeri, kenaikan karier, maupun bentuk penghargaan > > lainnya. > > > > Berbagai fasilitas untuk karyawan juga disediakan, > > seperti fitness center, nursery, dan tempat > > pertemuan santai. Unilever pun rutin > > menyelenggarakan acara Pekan Olah Raga dan Family > > Day. "Dunia Fantasi pernah kami booking selama > > setengah hari hanya untuk karyawan Unilever," ujar > > Josef. > > > > Dengan berbagai program itu, tak heran jika > karyawan > > Unilever tergolong betah bekerja di perusahaan > yang > > mampu membukukan laba bersih Rp877,9 miliar pada > > semester I 2006 lalu ini (naik 9% dibanding laba > > bersih semester I 2005 yang sebesar Rp805,3 > miliar). > > Rata-rata turnover di Unilever hanya 1% per tahun. > > "Bahkan, untuk karyawan level bawah boleh dibilang > > nyaris tidak ada yang keluar," tandas Josef. > FADJAR > > ADRIANTO > > > > ------------ --- > > Status : PMA > > Sektor usaha : Consumer goods > > Jumlah karyawan: 3.000 (Indonesia) > > Peringkat 2005 : 3 > > ------------ --- > > > > Peringkat 3: PT Bank Central Asia Tbk. > > > > Pamornya Kembali Bangkit > > BCA melompat naik tujuh tingkat sebagai perusahaan > > idaman tempat bekerja. > > > > Pada 8 Juli 1998, sewaktu BCA masih milik Keluarga > > Salim, pernah terjadi protes dari puluhan karyawan > > BCA di Magelang dan tujuh kantor cabang pembantu > BCA > > di eks Karesidenan Kedu. Mereka menuntut persamaan > > gaji dan menghendaki penentuan jabatan karyawan > BCA > > didasarkan pada pendidikan, kemampuan, pengalaman, > > dan masa kerja. Bukan berdasarkan pertimbangan > lain > > yang tidak semestinya. > > > > Mengapa protes itu bisa terjadi? Ada penjelasan > yang > > mengatakan bahwa saat itu BCA masih terkesan > > menggunakan manajemen keluarga, walaupun merupakan > > bank swasta terbesar di Indonesia. Cerita > > selanjutnya adalah pamor BCA sebagai perusahaan > > bergengsi makin merosot seiring terjadinya krisis > > ekonomi 1997. Puncaknya, pada Mei 1998 BCA > mengalami > > rush penarikan dana oleh para nasabahnya. BCA > > akhirnya harus masuk ke "klinik" BPPN untuk > > direkapitalisasi. > > > > Namun, cerita suram BCA kemudian berubah. Program > > rekapitalisasi BCA berjalan sukses-walaupun > Keluarga > > Salim kemudian tinggal memiliki 1,77% saham di > BCA. > > Dari sisi aset, BCA adalah bank nasional terbesar > > kedua setelah Bank Mandiri. Total nilai aset BCA > > sebesar Rp150,74 triliun per Desember 2005. > > > > Kinerja BCA juga terus membaik. Semester I 2006 > BCA > > berhasil meraih laba bersih Rp2,04 triliun atau > > tertinggi dari seluruh bank di Indonesia. BCA > mampu > > mengalahkan laba bersih BRI yang sebesar Rp2,008 > > triliun. Padahal, tahun lalu laba bersih BRI > adalah > > yang tertinggi yakni sebesar Rp3,808 triliun, dan > > BCA berada di posisi kedua dengan Rp3,597 triliun. > > > > > Tak hanya itu. Di mata 1.000 karyawan yang menjadi > > responden survei Warta Ekonomi, BCA berhasil duduk > > di peringkat ke-3 sebagai perusahaan idaman tempat > > bekerja, setelah Astra dan Unilever. Ini melompat > > tujuh tingkat dari posisi ke-10 pada 2005. Dari > > total 5,6% responden yang memilih BCA, 34,85% di > > antaranya menyebutkan adanya jenjang karier yang > > jelas di BCA merupakan alasan mereka memilih BCA. > > Selain itu, 32,12% menyebut karena tingginya > tingkat > > kesejahteraan jika bekerja di BCA. > > > > Lena Setiawati, corporate secretary BCA, > menjelaskan > > BCA memiliki program leadership management yang > > memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk > > meningkatkan kemampuan dan mengembangkan karier > > profesionalnya, sehingga akan berdampak juga pada > > peningkatan kinerja mereka. Walau tak bersedia > > menyebutkan secara gamblang standar gaji untuk > > karyawan fresh graduate, manajer, dan direksi di > > BCA, Lena menegaskan BCA menggunakan benchmarking > > dari salary survey untuk menyesuaikan standar gaji > > karyawan. "Kami juga menerapkan reward dan > > punishment berdasarkan pencapaian kinerja > karyawan," > > ungkap Lena. HOUTMAND P. SARAGIH > > > > ------------ -- > > Status : PMDN > > Sektor usaha : Bank > > Jumlah karyawan: 21.033 (2004) > > Peringkat 2005 : 10 > > ------------ -- > > > > Peringkat 4: PT Pertamina > > > > Sekali Masuk Tak Ingin Keluar > > Tak pernah terlempar dari 10 besar. Pertamina > > menjanjikan kemapanan hidup. > > > > Lima tahun lalu, Heri (35 tahun) meninggalkan > > perusahaan sekuritas untuk bekerja di Pertamina. > > Ayah dua anak itu tak pernah menyesali > keputusannya. > > Ia justru merasa sangat beruntung. Bagaimana > tidak, > > baru masuk saja gajinya lima kali lipat dari yang > ia > > terima di perusahaan sebelumnya. Kini, dengan > posisi > > supervisor, ia telah memiliki rumah dan mobil. > > "Walaupun hanya Xenia," canda karyawan Pertamina > > Surabaya itu. > > > > Lain lagi dengan Heni (27 tahun). Mantan karyawati > > di bank pelat merah itu merasa nyaman dengan > > pekerjaannya sekarang sebagai staf akuntansi di > > Pertamina. Meski baru setahun, ia mengaku tak akan > > mau berpaling ke "lain hati" lagi. Dengan gaji di > > atas Rp5 juta, biaya pengobatan gratis, plus > > fasilitas-fasilitas lain, wanita yang masih lajang > > itu merasa semua impiannya tentang perusahaan > ideal > > telah terpenuhi. > > > > Hasil survei Warta Ekonomi ikut mendukung > pernyataan > > Heri dan Heni. Sebanyak 22,16% responden memang > > memilih Pertamina karena alasan gaji. Namun, > alasan > > terbesar justru karena perusahaan negara ini > > dianggap mapan (33,74%). Sementara itu, faktor > > fasilitas hanya menempati urutan ke-3 (15,57%). > > > > Sebenarnya perusahaan yang telah berganti logo ini > > turun peringkatnya dari posisi ke-2 tahun lalu ke > > posisi ke-4. Namun, dari lima tahun survei Warta > > Ekonomi, Pertamina merupakan satu dari tiga > > perusahaan yang tak pernah keluar dari 10 besar. > Ini > > menunjukkan besarnya kepercayaan responden kepada > > perusahaan yang sekarang dikomandoi Arie H. > Soemarno > > ini. > > > > Melihat ke belakang, tahun 1957 merupakan tonggak > > kelahiran Pertamina. Awalnya Pertamina hanya > > memiliki wewenang sebatas mengawasi eksplorasi > > minyak oleh PMA. Kemudian wewenangnya meningkat, > > yakni mengatur proses distribusi minyak ke seluruh > > Indonesia. Kini bisnis minyak Pertamina telah > > menggurita dari hulu hingga ke hilir. > > > > Di industri hulu, usahanya meliputi eksplorasi dan > > produksi minyak, gas, dan panas bumi. Eksplorasi > > minyak Pertamina terpusat di tujuh daerah, yaitu > > Nanggroe Aceh Darussalam - Sumatera Utara, Jambi, > > Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, > Kalimantan > > Timur, dan Papua. Sementara eksplorasi panas bumi > > berada di tiga area, yaitu Sibayak di Sumatera > > Utara, Kamojang di Jawa Barat, dan Lahendong di > > Sulawesi Utara. Usaha hilir Pertamina meliputi > > pengolahan, pemasaran, perniagaan, pengapalan, dan > > distribusi minyak. > > > > Pertamina juga memiliki sejumlah anak perusahaan > > yang bergerak di berbagai bidang usaha. Beberapa > di > > antaranya, PT Elnusa (minyak dan gas bumi), PT > Patra > > Jasa (perhotelan dan properti), PT Pelita Air > > Service (jasa transportasi udara), dan PT Tugu > > Pratama Indonesia (asuransi). PRAYOGO P. HARTO > > > > ------------ ---- > > Status : BUMN > > Sektor usaha : Pertambangan minyak > > Jumlah karyawan : 26 ribu > > Peringkat 2005 : 2 > > ------------ ---- > > > > Peringkat 5: PT Bank Mandiri Tbk. > > > > Yang Penting Bergengsi > > Bisa bekerja di bank sebesar Bank Mandiri > merupakan > > kebanggaan tersendiri. Apalagi karyawan diberi > > peluang dan insentif mengembangkan diri di sana. > > > > Banyak orang bercita-cita untuk bekerja di > > perusahaan BUMN. Persoalannya sederhana, mereka > > percaya apabila bekerja di BUMN hidup mereka akan > > lebih terjamin. Soal kesejahteraan, juga jelas > tidak > > perlu diragukan lagi. Selain itu, ada kebanggaan > > tersendiri (prestige) bisa bekerja di BUMN. > > > > Salah satu BUMN yang menjadi idaman sebagai tempat > > bekerja adalah Bank Mandiri. Hasil survei Warta > > Ekonomi terhadap 1.000 karyawan se-Jabotabek > > menunjukkan 3,2% responden memilih Bank Mandiri > > sebagai perusahaan idaman atau duduk di peringkat > > ke-5. Ini naik tiga tingkat dari peringkat ke-8 > > tahun lalu. > > > > Sebanyak 31,63% dari responden yang memilih Bank > > Mandiri itu beralasan Bank Mandiri adalah > perusahaan > > besar. Tentu saja ini tak bisa disangkal. Bank > > Mandiri adalah pemilik aset terbesar di industri > > perbankan nasional, yakni Rp263,38 triliun. > Meskipun > > bank pelat merah ini masih berkutat dengan > persoalan > > kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) > yang > > masih cukup tinggi, sebesar 24,9% pada semester I > > 2006. > > > > Bank Mandiri juga dianggap bisa memberikan > > kesejahteraan bagi para karyawannya. Ada 27,11% > dari > > responden yang memilih Bank Mandiri menyatakan > > alasan tersebut. > > > > I Nengah Rentaya, senior vice-president human > > capital group Bank Mandiri, menjelaskan tingkat > > kesejahteraan karyawan Bank Mandiri sudah sesuai > > dengan standar industri. "Perusahaan memberikan > > kompensasi dan benefit yang baik kepada karyawan, > > mulai dari level fresh graduate hingga level > > manajerial, sesuai dengan pasar," ujarnya. > > > > Akan tetapi, jika ingin dibayar lebih, harus ada > > prestasi. Bank Mandiri berprinsip > > pay-for-performance atau kasarnya dibayar sesuai > > prestasi. Sistem kompensasi dan benefit dapat > > disesuaikan bagi karyawan yang berkinerja di atas > > rata-rata dan berpotensi tinggi. Hal tersebut > > dilakukan guna menjaga iklim kompetisi karyawan > > serta mendorong motivasi kerja, loyalitas, dan > > komitmen karyawan. > > > > Selain itu, 25,95% dari responden yang memilih > Bank > > Mandiri melihat ada jenjang karier yang jelas jika > > bekerja di Bank Mandiri. Hal tersebut diamini oleh > > Rentaya. Melalui sistem talent management dan > > leadership development, Bank Mandiri memberi > peluang > > bagi setiap karyawannya untuk mengembangkan diri. > > "Sistem ini terfokus pada pengembangan > kompetensi," > > tutur Rentaya. Harapannya, tentu saja terjadi > > peningkatan produktivitas. HOUTMAND P. SARAGIH > > > > ----------- > > Status : BUMN > > Sektor usaha : Bank > > Jumlah karyawan: 21.192 > > Peringkat 2005 : 8 > > ----------- > > > > Peringkat 6: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. > > (Telkom) > > > > Gajinya Menggiurkan > > Gaji besar, perusahaan besar, dan jenjang karier > > jelas adalah tiga alasan utama BUMN telekomunikasi > > ini menjadi incaran para karyawan. > > > > Gaji direksi Telkom mencapai Rp108 juta per bulan! > > Angka ini jelas menggiurkan. Tak salah anggapan > > banyak orang bahwa gaji di BUMN telekomunikasi ini > > pasti besar. Hal itu pula yang membuat perusahaan > > yang berdiri sejak 1882 ini menjadi idaman para > > karyawan sebagai tempat bekerja. > > > > Sejak tahun 2001 Telkom selalu masuk dalam daftar > > peringkat atas perusahaan idaman karyawan dalam > > riset Warta Ekonomi. Demikian juga tahun ini. > Hasil > > riset Warta Ekonomi pada 2006 menunjukkan 3% dari > > 1.000 responden mengidamkan bekerja di Telkom. > Dari > > angka tersebut, 48,44% menyebutkan alasan karena > > penghasilan di Telkom tinggi, 24,54% karena Telkom > > merupakan perusahaan besar, dan 13,84% karena > > jenjang karier di perusahaan pelat merah ini > jelas. > > > > Nanang Harjendra, asisten manajer analis bisnis PT > > Telkom Tbk., menuturkan penghasilan yang ia terima > > memang lebih besar dibandingkan di perusahaan lain > > yang sejenis. "Tidak terlalu tinggi, tetapi memang > > lebih tinggi sedikit," ujar pria yang telah > > berkarier selama 10 tahun di Telkom itu. Dari sisi > > kesejahteraan pun, menurut dia, Telkom lebih > unggul. > > "Sesakit dan separah apa pun kondisi kesehatan > kita, > > tetap ditanggung seluruhnya oleh perusahaan. > Berbeda > > dengan di tempat lain yang ada limitnya." > > > > Mengenai jenjang karier, pria berusia 34 tahun itu > > mengungkapkan bahwa di Telkom juga sangat > > menjanjikan. Ia mencontohkan salah satu rekan > > seangkatannya yang dalam 10 tahun telah berhasil > > menjadi vice-president. > > > > Secara performa, perusahaan yang sahamnya > terdaftar > > di New York Stock Exchange, London Stock Exchange, > > dan Tokyo Stock Exchange ini memang menghasilkan > > keuntungan yang besar. Pada semester I 2006, > Telkom > > berhasil membukukan laba bersih Rp5,8 triliun atau > > naik 53% dibanding laba bersih pada periode yang > > sama tahun 2005. Telkom pun mematok target tinggi > > pada tahun 2010, yaitu memperoleh kapitalisasi > pasar > > senilai US$30 miliar. > > > > Tahun ini Telkom juga telah meraih beberapa > prestasi > > bergengsi, baik di tingkat nasional maupun global. > > Salah satunya adalah keberhasilan Telkom duduk di > > peringkat ke-12 dalam deretan perusahaan teknologi > > informasi (TI) terbaik di dunia versi majalah > > BusinessWeek. Pemeringkatan itu berdasarkan > kinerja > > perusahaan-perusaha an TI di dunia sesuai laporan > > keuangannya. Telkom berhasil mengungguli > perusahaan > > TI ternama di dunia seperti Google, Accenture, dan > > juga Dell. EVI RATNASARI > > > > ------------ --- > > Status : BUMN > > Sektor usaha : Telekomunikasi > > Jumlah karyawan : 32 ribu > > Peringkat 2005 : 4 > > ------------ --- > > > > Peringkat 7: PT Chevron Pacific Indonesia > > > > Diuntungkan Kenaikan Harga Minyak > > Chevron masih setia menempel Pertamina. Gaji dan > > citra perusahaan besar jadi andalannya. > > > > Dibanding tahun lalu, memang posisi perusahaan > yang > > dulu bernama PT Caltex Pacific Indonesia ini turun > > dua peringkat. Namun, Chevron menjadi satu-satunya > > perusahaan minyak yang tetap setia bersaing dengan > > Pertamina. > > > > Tak ada perubahan alasan responden memilih > > perusahaan minyak asal San Ramon, California, > > Amerika Serikat, ini. Sebanyak 33,12% responden > > masih memilihnya karena iming-iming gaji yang > > menggiurkan. Selain itu, citra sebagai perusahaan > > besar (32,47%) dan karier (11,69%) tetap menjadi > > alasan responden terpikat pada perusahaan yang > baru > > saja mengakuisisi Unocal ini. > > > > Alasan responden tak keliru. Menurut sumber Warta > > Ekonomi, gaji di Chevron tergolong yang tertinggi > > dibandingkan perusahaan sejenis. Bagi mereka yang > > baru lulus kuliah tanpa pengalaman, Chevron > > menawarkan gaji Rp7-11 juta. Karyawan juga dimanja > > dengan fasilitas tempat tinggal dan mobil. > > Keuntungan lain, bonus berdasarkan kinerja > karyawan > > dan keuntungan perusahaan, gratis biaya > pengobatan, > > dan uang pensiun. Hanya saja, karyawan harus siap > > tinggal di daerah terpencil yang jauh dari > > gemerlapnya kota. > > > > Di samping itu, mergernya dengan Texaco (2001) dan > > kiprahnya mengakuisisi Unocal (2005) menjadikan > > Chevron salah satu perusahaan minyak terbesar di > > dunia. Pada 2005 saja produksi minyak Chevron > > mencapai 2,5 juta barel per hari. > > > > Di Indonesia, Chevron awalnya bernama PT Caltex > > Pacific Indonesia. Akhir 2005, perusahaan minyak > > tersebut resmi berganti nama menjadi PT Chevron > > Pacific Indonesia. Perusahaan yang telah 80 tahun > > beroperasi di Indonesia ini sempat memproduksi 1 > > juta barel minyak per hari. Kini, dari operasinya > di > > Provinsi Riau melalui empat wilayah inti: Rumbai, > > Minas, Duri, dan Dumai, produksi minyak Chevron > 450 > > ribu barel per hari. > > > > Kenaikan harga minyak juga ikut mendongkrak citra > > Chevron sebagai perusahaan idaman. Saat ini harga > > minyak stabil di kisaran US$60-70 per barel. > Namun, > > harga diperkirakan akan menembus US$100 per barel > > dalam 2-3 tahun ke depan. Sementara biaya produksi > > minyak mentah hanya US$8 per barel. Bisa > dibayangkan > > keuntungan Chevron Indonesia yang memproduksi > minyak > > mentah sebanyak 450 ribu barel per hari. Artinya, > > besar kemungkinan gaji maupun bonus karyawan > > meningkat signifikan. > > > > Sementara itu, bagi karyawan yang mendambakan > karier > > go international, bekerja di Chevron juga sangat > > menjanjikan. Perusahaan yang berdiri pada 1879 ini > > memiliki perwakilan di 180 negara di empat benua: > > Afrika, Asia, Amerika, dan Eropa. PRAYOGO P. HARTO > > > > > ------------ ------ > > Status : PMA > > Sektor usaha : Pertambangan minyak > > Jumlah karyawan : 53 ribu (seluruh dunia) > > Peringkat 2005 : 5 > > ------------ ------ > > > > Peringkat 8: PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) > > > > Perusahaan Untung, Karyawan pun Untung > > Seiring perolehan keuntungan dan pertumbuhan > > Telkomsel, karyawannya juga memperoleh apresiasi. > > Penghasilan mereka lebih tinggi dibanding > perusahaan > > lain. > > > > Awalnya Nirwan Lesmana tak banyak tahu mengenai > > Telkomsel ketika mulai bekerja di perusahaan ini > > pada 1997. Maklum, saat itu industri > telekomunikasi > > memang belum booming. Telkomsel sendiri baru mulai > > beroperasi pada 1995. Kini, pria berusia 36 tahun > > itu tak menyangka jika Telkomsel bisa besar dan > > menjadi operator selular nomor satu di Indonesia. > > > > Seiring dengan berkembangnya Telkomsel, karier > > alumnus Universitas Padjadjaran itu juga melaju. > > Dari hanya sebagai staf biasa, dalam waktu > sembilan > > tahun Nirwan berhasil mencapai posisi general > > manager marketing. Ia juga emoh pindah ke "lain > > hati", meskipun ada beberapa perusahaan sejenis > yang > > menawarkan posisi lebih tinggi kepadanya. > > > > Mengapa pria asli Bandung itu betah di Telkomsel? > > Pertama, menurut dia, Telkomsel masih akan tumbuh, > > sehingga tantangan dan jenjang karier di > perusahaan > > ini masih menjanjikan. Kedua, ada apresiasi > terhadap > > karyawan seiring perolehan keuntungan dan > > pertumbuhan perusahaan. Di Telkomsel selalu ada > > evaluasi per kuartal. Jika perusahaan mengalami > > pertumbuhan, maka karyawan akan mendapatkan bonus > > sesuai prestasi dan unit bisnisnya. "Istilahnya, > > perusahaan untung, karyawan pun untung," ujarnya. > > > > Alasan itu jugalah yang menobatkan Telkomsel > menjadi > > salah satu dari 10 perusahaan idaman karyawan > tahun > > 2006. Berdasarkan riset Warta Ekonomi terhadap > 1.000 > > orang karyawan, Telkomsel meraih 2,3% suara > > responden. Dari angka tersebut, 40,17% responden > > beralasan karena penghasilan di Telkomsel tinggi, > > 26,49% karena Telkomsel adalah perusahaan besar, > dan > > 11,11% menyebut jenjang karier di Telkomsel > > menjanjikan. > > > > Menurut Erik Meijer, vice-president marketing dan > > CRM Telkomsel, ada beberapa daya tarik Telkomsel > > sebagai tempat bekerja. Pertama, perusahaan ini > > banyak meraih prestasi. Tahun ini saja Telkomsel > > berhasil mengantongi tujuh penghargaan. "Itu semua > > membuat Telkomsel banyak dikenal orang," ujarnya. > > > > Kedua, kinerja perusahaan ini cukup fantastis. > > Jumlah pelanggannya terus meningkat. Semester I > > 2006, jumlah pelanggannya naik 6,5 juta dari > posisi > > akhir 2005 yang 24 juta. Pendapatannya selama > > semester I 2006 juga meningkat 47% dibanding > periode > > yang sama tahun lalu, dari Rp6,408 triliun naik > > menjadi Rp9,442 trili¬un. > > > > "Setiap sukses yang diraih dibagi juga dengan > > karyawan sebagai bentuk apresiasi perusahaan," > papar > > Erik. Maka, penghasilan karyawan Telkomsel bisa > > lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata di > > industrinya. "Bahkan, juga lebih tinggi jika > > dibandingkan dengan di industri lain," cetus Erik. > > EVI RATNASARI > > > > ------------ -- > > Status : PMDN > > Sektor usaha : Telekomunikasi > > Jumlah karyawan: 3.391 > > Peringkat 2005 : 9 > > ------------ -- > > > > Peringkat 9: Citibank Indonesia > > > > Anut Prinsip Meritocracy > > Kebesaran Citibank membuat banyak karyawan > > menginginkan bekerja di sana. Penghargaan dan > > pelatihan karyawan pun rutin diberikan. > > > > Sebagai salah satu bank terbesar di dunia, tak > salah > > jika Citibank, NA termasuk perusahaan yang > diidamkan > > sebagai tempat bekerja oleh sebagian besar pekerja > > di seluruh dunia, juga di Indonesia. Hasil survei > > Warta Ekonomi mengungkapkan Citibank berada di > > peringkat ke-9 sebagai perusahaan idaman tempat > > bekerja. > > > > Alasan sebagian besar responden memilih Citibank > > adalah karena Citibank merupakan perusahaan besar > > (24,7%). Sisanya, responden beralasan Citibank > > memberikan pendapatan lebih besar kepada > karyawannya > > (21,24%), menaikkan gengsi dan perusahaannya > > bonafide (17,7%). > > > > Citibank, yang berdiri sejak tahun 1812, memang > > termasuk bank terbesar di dunia. Bank yang > berbasis > > di AS ini beroperasi di lebih dari 50 negara di > > dunia. Lebih dari setengah dari 1.400 kantornya > > berada di AS. > > > > Ishak Kurniawan, direktur HRD Citibank, NA, dapat > > menerima alasan Citibank adalah perusahaan besar > > sehingga pantas menjadi perusahaan idaman. Namun, > ia > > tidak sependapat dengan alasan yang menyebutkan > > penghasilan di Citibank lebih besar. "Sebab, kami > > memberikan gaji sesuai dengan pasar industri > > perbankan nasional. Jadi, juga tidak tinggi-tinggi > > amat," ujarnya. > > > > Menurut Ishak, Citibank menganut prinsip dasar > > meritocracy, yaitu penghargaan hanya diberikan > bagi > > mereka yang berprestasi. Penghargaan itu tidak > > melulu berupa uang, tetapi lebih berupa pengakuan. > > Misalnya, pengumuman lewat e-mail dan pemberian > > vocer makan di restoran. "Hal-hal kecil, tetapi > yang > > membuat orang merasa dihargai," ujar Ishak. > > > > Pada sisi lain, Ishak mengungkapkan Citibank juga > > selalu mengadakan pelatihan bagi semua > karyawannya. > > Pelatihan tersebut berupa fasilitas training > dengan > > mendatangkan rekan senior Citibank dari luar > negeri > > atau mengirim karyawan ke luar negeri untuk on the > > job training. "Jadi, karyawan setiap hari > tertantang > > untuk belajar hal-hal baru," katanya. Selain itu, > > ada juga program beasiswa sekolah S2 atau S3 di > > Universitas Prasetya Mulya Business School. > > > > Dengan pelatihan itu, ujar Ishak, manajemen > Citibank > > tak gentar apabila ada karyawannya yang > mengundurkan > > diri. Sebab, Citibank sudah mempersiapkan > > kader-kader yang siap mengisi posisi-posisi kosong > > sehingga operasional bank tetap berjalan normal. > > "Manajemen kami sudah terbiasa dengan pengunduran > > diri yang terjadi di hampir semua level," > ungkapnya. > > IMAN HENDARTO > > > > ------------ --------- - > > Status : PMA > > Sektor usaha : Bank > > Jumlah karyawan : 270.000 (global) dan 5.000 > > (Indonesia) > > Peringkat 2005 : 14 > > ------------ --------- - > > > > Peringkat 10: PT IBM Indonesia > > > > Tak Hanya Berupa Gaji > > Di IBM, karyawan banyak memperoleh fasilitas > > pengembangan diri. Itu penting untuk memelihara > > komitmen mereka. > > > > Dengan memiliki lebih dari 330.000 pegawai di > lebih > > dari 170 negara, International Business Machines > > Corporation (IBM) mengu¬kuhkan diri sebagai salah > > satu perusahaan teknologi informasi terbesar di > > dunia. Resmi berdiri pada 15 Juni 1911, IBM > memiliki > > pendapatan US$96 miliar (2004). Perusahaan yang > > berkantor pusat di Armonk, New York, AS, ini > > memproduksi dan menjual perangkat keras komputer, > > perangkat lunak, dan jasa. > > > > Oleh karena kebesarannya itu pula IBM masuk dalam > 10 > > besar perusahaan yang paling diidamkan karyawan > > sebagai tempat bekerja dalam survei Warta Ekonomi > > terhadap 1.000 responden. Sebanyak 16,39% > responden > > yang memilih IBM beralasan memilih IBM karena nama > > besarnya. Selain itu, 12% responden yang memilih > > IBM menganggap berkarier di IBM sangat menjanjikan > > bagi masa depan mereka, terutama kesempatan untuk > > bekerja di luar negeri. Namun, alasan terbanyak > > adalah karena penghasilan di IBM lebih besar > > (27,59%). > > > > Akan tetapi, Audrey Wardana, country manager human > > resources PT IBM Indonesia, menuturkan faktor > > penghasilan bukanlah hal yang ditonjolkan IBM > dalam > > memelihara komitmen karyawan. "Menurut data survei > > pihak ketiga, gaji yang kami berikan sangat > > kompetitif dibanding perusahaan sejenis lainnya," > > ungkapnya. > > > > Dalam memelihara komitmen karyawannya, IBM lebih > > memilih memfasilitasi mereka agar berkembang. Di > > antaranya melalui pemberian program Professional > > Development yang merupakan fasilitas intranet yang > > dapat dipakai setiap waktu oleh seluruh karyawan, > > seperti e-Learning Program, Global Campus, Updated > > Professional/ Technical Training, dan Management > > Development. > > > > IBM juga memberikan program Working at Home yang > > memfasilitasi setiap karyawan apabila ingin > bekerja > > dari rumahnya dengan penyediaan perangkat dan > > infrastruktur teknologi informasi pendukungnya. > Ada > > juga pemberian program Compressed Working Day > untuk > > karyawan yang ingin jam kerjanya lebih sedikit, > > misalnya 20 jam per minggu, karena sedang > mengikuti > > pendidikan S2/S3 atau sedang mengalami masalah > > keluarga. "IBM menyadari bahwa karyawan harus > > memiliki work life balance," papar Audrey. > > > > Bagi IBM, penghargaan (reward) untuk karyawan yang > > berprestasi juga tidak selalu harus berupa uang. > > "Terkadang mereka juga butuh pengakuan," ujar > > Audrey. Di antaranya, IBM selalu mengumumkan > > karyawan yang berprestasi, seperti berhasil dalam > > sebuah proyek, melalui pengeras suara yang > terdengar > > ke seluruh kantor. IMAN HENDARTO > > > > ------------ --- > > Status : PMA > > Sektor usaha : Teknologi informasi > > Jumlah karyawan : 330.000 (dunia) > > Peringkat 2005 : 15 > > ------------ --- > > > > > >
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com Tue Sep 26, 2006 2:45 pm Show Message Info ---------------------------------------------------------------------- ---------- #3364 of 3385 Msg List <Prev | Next> View Source Use Fixed Width Font Unwrap Lines ---------------------------------------------------------------------- ---------- Doni Andri Cahyono <[EMAIL PROTECTED]> d0n1ac Offline Send Email Invite to Yahoo! 360° Forward < Prev Message | Next Message > Expand Messages Author Sort by Date Fwd: FW: 10 Besar Perusahaan Idaman 2006 FYI, Dapat dari seorang teman... regards, Doni ... Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com... Doni Andri Cahyono d0n1ac Sep 26, 2006 2:50 pm < Prev Topic | Next Topic > Message # Search: Advanced Start Topic YAHOO! SPONSOR RESULTS Vonage - Cheap Calls to Indonesia - Start saving today on intl calls with plans starting at $14.99/mo. www.vonage.com Phone Card: Call to Indonesia - Save up to 85%. Call anywhere in the world for one cent. Very low rates, good-quality phonecard, and instant PIN delivery. Buy online now and get PIN right away on your screen. www.gooddealphonecard.com 100% Online Education Degrees - Get ahead in life with a 100% online Education degree. Advance your career at your own pace. Request free information. Get started today. www.degrees-online.us ---------------------------------------------------------------------- ---------- Copyright © 2006 Yahoo! Inc. All rights reserved. Privacy Policy - Terms of Service - Copyright Policy - Guidelines - Help ================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY <================ Posting : [email protected] Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/ www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id ************************************************************************************ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mitek/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/mitek/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
