> > 10 Besar Perusahaan Idaman 2006: "Kebesaran"
> Mereka
> > Memang Menyilaukan
> >
> >
> > Rabu, 13 September 2006 10:37 WIB - wartaekonomi.
> com
> >
> > Sepuluh besar perusahaan idaman versi Warta
> Ekonomi
> > mencerminkan reputasi besar dan kemampuan
> memberikan
> > penghasilan yang besar. Inilah wajah
> > perusahaan-perusaha an yang menyilaukan mata para
> > pekerja itu.
> >
> > Sejak lima tahun lalu, sembilan nama perusahaan di
> > halaman-halaman berikut ini boleh jadi sudah
> sering
> > Anda temukan dalam liputan "Perusahaan Idaman"
> > sebagai tempat bekerja pilihan karyawan versi
> Warta
> > Ekonomi. Sesuai peringkatnya, kesembilan
> perusahaan
> > ini mendampingi PT Astra International Tbk.
> (sebagai
> > peringkat pertama) dalam peringkat 10 Besar
> > Perusahaan Idaman tahun 2006. Dari tahun ke tahun,
> > mereka selalu berhasil menarik minat para
> responden
> > survei Perusahaan Idaman yang tahun ini berjumlah
> > 1.000 orang.
> >
> > Ada banyak alasan yang diberikan responden saat
> > memilih Astra sebagai perusahaan yang paling
> > diidamkan untuk tempat bekerja tahun ini
> (peringkat
> > pertama). Akan tetapi, cuma ada tiga alasan utama.
> > Pertama, Astra adalah perusahaan besar (27,56%
> > responden yang memilih Astra mengatakan hal ini).
> > Mereka menyebut banyaknya kantor cabang, luasnya
> > jangkauan pemasaran produk, dan besarnya pangsa
> > pasar untuk menunjukkan "kebesaran" Astra. Kedua,
> > ada jenjang karier yang jelas di Astra (17,43%).
> > Ketiga, Astra memberikan penghasilan yang lebih
> > besar kepada karyawannya dibanding perusahaan
> > sejenis lainnya (15,91%).
> >
> > Alasan utama itu pula yang menjadi benang merah
> yang
> > menyatukan Astra dengan sembilan perusahaan
> lainnya
> > yang masuk dalam 10 Besar Perusahaan Idaman 2006.
> > Yaitu, bahwa mereka dipilih oleh sebagian besar
> > responden karena alasan utama yang sama, yaitu
> > karena mereka adalah perusahaan besar, seperti
> > karena banyaknya bidang usaha yang dimiliki,
> > jaringan distribusi yang luas, omzetnya yang
> besar,
> > dan lain-lain.
> >
> > Mungkin saja Anda tidak sependapat dengan para
> > responden. Akan tetapi, dalam tulisan profil
> berikut
> > ini akan ditunjukkan keistimewaan yang dimiliki
> > kesembilan perusahaan idaman itu (yang masuk dalam
> > peringkat 10 Besar Perusahaan Idaman 2006 setelah
> > Astra) dan bagaimana persepsi responden terhadap
> > mereka. Sebab, bagaimanapun, perusahaan yang
> menjadi
> > idaman tentulah telah melampaui proses panjang
> untuk
> > meraih prestasinya itu.GENUK CHRISTIASTUTI
> >
> > Peringkat 2: PT Unilever Indonesia Tbk.
> >
> > Tahu yang Karyawan Mau
> > Perusahaan consumer goods asal Belanda ini membuat
> > banyak program supaya karyawan betah dan meningkat
> > kinerjanya.
> >
> > Tak perlu cerita panjang lebar untuk soal
> kejelasan
> > jenjang karier karyawan di PT Unilever Indonesia
> > Tbk. Awal karier seluruh direksi lokalnya saat ini
> > sudah menjelaskan dengan sendirinya. "Mereka semua
> > adalah hasil program Management Trainee (MT)
> kami,"
> > ujar Josef Bataona, human resources director PT
> > Unilever Indonesia Tbk. Bahkan, sambung Josef, 70%
> > pimpinan Unilever dengan level di bawah direktur
> > juga merupakan hasil program MT.
> >
> > Artinya, mereka dahulunya adalah fresh graduate
> yang
> > direkrut Unilever melalui program MT. Setelah itu,
> > mereka mulai menapaki berbagai jenjang karier
> hingga
> > akhirnya berhasil duduk sebagai direktur.
> >
> > Dikaitkan dengan hasil survei Warta Ekonomi
> tentang
> > Perusahaan Idaman sebagai tempat bekerja tahun
> 2006,
> > alasan kejelasan jenjang karier di Unilever
> (6,09%)
> > juga menjadi salah satu alasan utama mengapa
> > sebagian besar responden memilih Unilever sebagai
> > perusahaan idaman 2006 di peringkat kedua setelah
> > Astra. Selain itu, responden juga memberikan
> alasan
> > utama karena Unilever merupakan perusahaan besar
> > (13,85%), memberikan gaji yang lebih besar
> dibanding
> > perusahaan sejenis (13,02%), dan sangat
> > memperhatikan kesejahteraan karyawannya (11,36%).
> >
> > Menurut Josef, Unilever memang sangat
> memperhatikan
> > kesejahteraan karyawannya. "Kami sadar karyawan
> > memiliki banyak kebutuhan," tutur Josef. Menurut
> > dia, Unilever memiliki berbagai program balanced
> > life yang bisa membuat karyawan betah bekerja dan
> > meningkat kinerjanya.
> >
> > Bagi karyawan pemula, masalah gaji dan fasilitas
> > kerap menjadi prioritas kebutuhan. Untuk itu,
> > Unilever berupaya menjaga fairness perolehan gaji
> > mereka. Unilever juga memberikan berbagai bentuk
> > penghargaan. Misalnya, untuk karyawan pemenang
> > program Enterprise Award. Dalam program ini,
> > karyawan diajak berkompetisi memberikan ide-ide
> > kreatifnya untuk meningkatkan kinerja perusa¬haan.
> > Penghargaan untuk pemenang program ini bisa berupa
> > pengumuman pemenang di setiap komputer di
> Unilever,
> > mendapatkan bonus satu kali gaji, liburan ke luar
> > negeri, kenaikan karier, maupun bentuk penghargaan
> > lainnya.
> >
> > Berbagai fasilitas untuk karyawan juga disediakan,
> > seperti fitness center, nursery, dan tempat
> > pertemuan santai. Unilever pun rutin
> > menyelenggarakan acara Pekan Olah Raga dan Family
> > Day. "Dunia Fantasi pernah kami booking selama
> > setengah hari hanya untuk karyawan Unilever," ujar
> > Josef.
> >
> > Dengan berbagai program itu, tak heran jika
> karyawan
> > Unilever tergolong betah bekerja di perusahaan
> yang
> > mampu membukukan laba bersih Rp877,9 miliar pada
> > semester I 2006 lalu ini (naik 9% dibanding laba
> > bersih semester I 2005 yang sebesar Rp805,3
> miliar).
> > Rata-rata turnover di Unilever hanya 1% per tahun.
> > "Bahkan, untuk karyawan level bawah boleh dibilang
> > nyaris tidak ada yang keluar," tandas Josef.
> FADJAR
> > ADRIANTO
> >
> > ------------ ---
> > Status : PMA
> > Sektor usaha : Consumer goods
> > Jumlah karyawan: 3.000 (Indonesia)
> > Peringkat 2005 : 3
> > ------------ ---
> >
> > Peringkat 3: PT Bank Central Asia Tbk.
> >
> > Pamornya Kembali Bangkit
> > BCA melompat naik tujuh tingkat sebagai perusahaan
> > idaman tempat bekerja.
> >
> > Pada 8 Juli 1998, sewaktu BCA masih milik Keluarga
> > Salim, pernah terjadi protes dari puluhan karyawan
> > BCA di Magelang dan tujuh kantor cabang pembantu
> BCA
> > di eks Karesidenan Kedu. Mereka menuntut persamaan
> > gaji dan menghendaki penentuan jabatan karyawan
> BCA
> > didasarkan pada pendidikan, kemampuan, pengalaman,
> > dan masa kerja. Bukan berdasarkan pertimbangan
> lain
> > yang tidak semestinya.
> >
> > Mengapa protes itu bisa terjadi? Ada penjelasan
> yang
> > mengatakan bahwa saat itu BCA masih terkesan
> > menggunakan manajemen keluarga, walaupun merupakan
> > bank swasta terbesar di Indonesia. Cerita
> > selanjutnya adalah pamor BCA sebagai perusahaan
> > bergengsi makin merosot seiring terjadinya krisis
> > ekonomi 1997. Puncaknya, pada Mei 1998 BCA
> mengalami
> > rush penarikan dana oleh para nasabahnya. BCA
> > akhirnya harus masuk ke "klinik" BPPN untuk
> > direkapitalisasi.
> >
> > Namun, cerita suram BCA kemudian berubah. Program
> > rekapitalisasi BCA berjalan sukses-walaupun
> Keluarga
> > Salim kemudian tinggal memiliki 1,77% saham di
> BCA.
> > Dari sisi aset, BCA adalah bank nasional terbesar
> > kedua setelah Bank Mandiri. Total nilai aset BCA
> > sebesar Rp150,74 triliun per Desember 2005.
> >
> > Kinerja BCA juga terus membaik. Semester I 2006
> BCA
> > berhasil meraih laba bersih Rp2,04 triliun atau
> > tertinggi dari seluruh bank di Indonesia. BCA
> mampu
> > mengalahkan laba bersih BRI yang sebesar Rp2,008
> > triliun. Padahal, tahun lalu laba bersih BRI
> adalah
> > yang tertinggi yakni sebesar Rp3,808 triliun, dan
> > BCA berada di posisi kedua dengan Rp3,597 triliun.
>
> >
> > Tak hanya itu. Di mata 1.000 karyawan yang menjadi
> > responden survei Warta Ekonomi, BCA berhasil duduk
> > di peringkat ke-3 sebagai perusahaan idaman tempat
> > bekerja, setelah Astra dan Unilever. Ini melompat
> > tujuh tingkat dari posisi ke-10 pada 2005. Dari
> > total 5,6% responden yang memilih BCA, 34,85% di
> > antaranya menyebutkan adanya jenjang karier yang
> > jelas di BCA merupakan alasan mereka memilih BCA.
> > Selain itu, 32,12% menyebut karena tingginya
> tingkat
> > kesejahteraan jika bekerja di BCA.
> >
> > Lena Setiawati, corporate secretary BCA,
> menjelaskan
> > BCA memiliki program leadership management yang
> > memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk
> > meningkatkan kemampuan dan mengembangkan karier
> > profesionalnya, sehingga akan berdampak juga pada
> > peningkatan kinerja mereka. Walau tak bersedia
> > menyebutkan secara gamblang standar gaji untuk
> > karyawan fresh graduate, manajer, dan direksi di
> > BCA, Lena menegaskan BCA menggunakan benchmarking
> > dari salary survey untuk menyesuaikan standar gaji
> > karyawan. "Kami juga menerapkan reward dan
> > punishment berdasarkan pencapaian kinerja
> karyawan,"
> > ungkap Lena. HOUTMAND P. SARAGIH
> >
> > ------------ --
> > Status : PMDN
> > Sektor usaha : Bank
> > Jumlah karyawan: 21.033 (2004)
> > Peringkat 2005 : 10
> > ------------ --
> >
> > Peringkat 4: PT Pertamina
> >
> > Sekali Masuk Tak Ingin Keluar
> > Tak pernah terlempar dari 10 besar. Pertamina
> > menjanjikan kemapanan hidup.
> >
> > Lima tahun lalu, Heri (35 tahun) meninggalkan
> > perusahaan sekuritas untuk bekerja di Pertamina.
> > Ayah dua anak itu tak pernah menyesali
> keputusannya.
> > Ia justru merasa sangat beruntung. Bagaimana
> tidak,
> > baru masuk saja gajinya lima kali lipat dari yang
> ia
> > terima di perusahaan sebelumnya. Kini, dengan
> posisi
> > supervisor, ia telah memiliki rumah dan mobil.
> > "Walaupun hanya Xenia," canda karyawan Pertamina
> > Surabaya itu.
> >
> > Lain lagi dengan Heni (27 tahun). Mantan karyawati
> > di bank pelat merah itu merasa nyaman dengan
> > pekerjaannya sekarang sebagai staf akuntansi di
> > Pertamina. Meski baru setahun, ia mengaku tak akan
> > mau berpaling ke "lain hati" lagi. Dengan gaji di
> > atas Rp5 juta, biaya pengobatan gratis, plus
> > fasilitas-fasilitas lain, wanita yang masih lajang
> > itu merasa semua impiannya tentang perusahaan
> ideal
> > telah terpenuhi.
> >
> > Hasil survei Warta Ekonomi ikut mendukung
> pernyataan
> > Heri dan Heni. Sebanyak 22,16% responden memang
> > memilih Pertamina karena alasan gaji. Namun,
> alasan
> > terbesar justru karena perusahaan negara ini
> > dianggap mapan (33,74%). Sementara itu, faktor
> > fasilitas hanya menempati urutan ke-3 (15,57%).
> >
> > Sebenarnya perusahaan yang telah berganti logo ini
> > turun peringkatnya dari posisi ke-2 tahun lalu ke
> > posisi ke-4. Namun, dari lima tahun survei Warta
> > Ekonomi, Pertamina merupakan satu dari tiga
> > perusahaan yang tak pernah keluar dari 10 besar.
> Ini
> > menunjukkan besarnya kepercayaan responden kepada
> > perusahaan yang sekarang dikomandoi Arie H.
> Soemarno
> > ini.
> >
> > Melihat ke belakang, tahun 1957 merupakan tonggak
> > kelahiran Pertamina. Awalnya Pertamina hanya
> > memiliki wewenang sebatas mengawasi eksplorasi
> > minyak oleh PMA. Kemudian wewenangnya meningkat,
> > yakni mengatur proses distribusi minyak ke seluruh
> > Indonesia. Kini bisnis minyak Pertamina telah
> > menggurita dari hulu hingga ke hilir.
> >
> > Di industri hulu, usahanya meliputi eksplorasi dan
> > produksi minyak, gas, dan panas bumi. Eksplorasi
> > minyak Pertamina terpusat di tujuh daerah, yaitu
> > Nanggroe Aceh Darussalam - Sumatera Utara, Jambi,
> > Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur,
> Kalimantan
> > Timur, dan Papua. Sementara eksplorasi panas bumi
> > berada di tiga area, yaitu Sibayak di Sumatera
> > Utara, Kamojang di Jawa Barat, dan Lahendong di
> > Sulawesi Utara. Usaha hilir Pertamina meliputi
> > pengolahan, pemasaran, perniagaan, pengapalan, dan
> > distribusi minyak.
> >
> > Pertamina juga memiliki sejumlah anak perusahaan
> > yang bergerak di berbagai bidang usaha. Beberapa
> di
> > antaranya, PT Elnusa (minyak dan gas bumi), PT
> Patra
> > Jasa (perhotelan dan properti), PT Pelita Air
> > Service (jasa transportasi udara), dan PT Tugu
> > Pratama Indonesia (asuransi). PRAYOGO P. HARTO
> >
> > ------------ ----
> > Status : BUMN
> > Sektor usaha : Pertambangan minyak
> > Jumlah karyawan : 26 ribu
> > Peringkat 2005 : 2
> > ------------ ----
> >
> > Peringkat 5: PT Bank Mandiri Tbk.
> >
> > Yang Penting Bergengsi
> > Bisa bekerja di bank sebesar Bank Mandiri
> merupakan
> > kebanggaan tersendiri. Apalagi karyawan diberi
> > peluang dan insentif mengembangkan diri di sana.
> >
> > Banyak orang bercita-cita untuk bekerja di
> > perusahaan BUMN. Persoalannya sederhana, mereka
> > percaya apabila bekerja di BUMN hidup mereka akan
> > lebih terjamin. Soal kesejahteraan, juga jelas
> tidak
> > perlu diragukan lagi. Selain itu, ada kebanggaan
> > tersendiri (prestige) bisa bekerja di BUMN.
> >
> > Salah satu BUMN yang menjadi idaman sebagai tempat
> > bekerja adalah Bank Mandiri. Hasil survei Warta
> > Ekonomi terhadap 1.000 karyawan se-Jabotabek
> > menunjukkan 3,2% responden memilih Bank Mandiri
> > sebagai perusahaan idaman atau duduk di peringkat
> > ke-5. Ini naik tiga tingkat dari peringkat ke-8
> > tahun lalu.
> >
> > Sebanyak 31,63% dari responden yang memilih Bank
> > Mandiri itu beralasan Bank Mandiri adalah
> perusahaan
> > besar. Tentu saja ini tak bisa disangkal. Bank
> > Mandiri adalah pemilik aset terbesar di industri
> > perbankan nasional, yakni Rp263,38 triliun.
> Meskipun
> > bank pelat merah ini masih berkutat dengan
> persoalan
> > kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL)
> yang
> > masih cukup tinggi, sebesar 24,9% pada semester I
> > 2006.
> >
> > Bank Mandiri juga dianggap bisa memberikan
> > kesejahteraan bagi para karyawannya. Ada 27,11%
> dari
> > responden yang memilih Bank Mandiri menyatakan
> > alasan tersebut.
> >
> > I Nengah Rentaya, senior vice-president human
> > capital group Bank Mandiri, menjelaskan tingkat
> > kesejahteraan karyawan Bank Mandiri sudah sesuai
> > dengan standar industri. "Perusahaan memberikan
> > kompensasi dan benefit yang baik kepada karyawan,
> > mulai dari level fresh graduate hingga level
> > manajerial, sesuai dengan pasar," ujarnya.
> >
> > Akan tetapi, jika ingin dibayar lebih, harus ada
> > prestasi. Bank Mandiri berprinsip
> > pay-for-performance atau kasarnya dibayar sesuai
> > prestasi. Sistem kompensasi dan benefit dapat
> > disesuaikan bagi karyawan yang berkinerja di atas
> > rata-rata dan berpotensi tinggi. Hal tersebut
> > dilakukan guna menjaga iklim kompetisi karyawan
> > serta mendorong motivasi kerja, loyalitas, dan
> > komitmen karyawan.
> >
> > Selain itu, 25,95% dari responden yang memilih
> Bank
> > Mandiri melihat ada jenjang karier yang jelas jika
> > bekerja di Bank Mandiri. Hal tersebut diamini oleh
> > Rentaya. Melalui sistem talent management dan
> > leadership development, Bank Mandiri memberi
> peluang
> > bagi setiap karyawannya untuk mengembangkan diri.
> > "Sistem ini terfokus pada pengembangan
> kompetensi,"
> > tutur Rentaya. Harapannya, tentu saja terjadi
> > peningkatan produktivitas. HOUTMAND P. SARAGIH
> >
> > -----------
> > Status : BUMN
> > Sektor usaha : Bank
> > Jumlah karyawan: 21.192
> > Peringkat 2005 : 8
> > -----------
> >
> > Peringkat 6: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
> > (Telkom)
> >
> > Gajinya Menggiurkan
> > Gaji besar, perusahaan besar, dan jenjang karier
> > jelas adalah tiga alasan utama BUMN telekomunikasi
> > ini menjadi incaran para karyawan.
> >
> > Gaji direksi Telkom mencapai Rp108 juta per bulan!
> > Angka ini jelas menggiurkan. Tak salah anggapan
> > banyak orang bahwa gaji di BUMN telekomunikasi ini
> > pasti besar. Hal itu pula yang membuat perusahaan
> > yang berdiri sejak 1882 ini menjadi idaman para
> > karyawan sebagai tempat bekerja.
> >
> > Sejak tahun 2001 Telkom selalu masuk dalam daftar
> > peringkat atas perusahaan idaman karyawan dalam
> > riset Warta Ekonomi. Demikian juga tahun ini.
> Hasil
> > riset Warta Ekonomi pada 2006 menunjukkan 3% dari
> > 1.000 responden mengidamkan bekerja di Telkom.
> Dari
> > angka tersebut, 48,44% menyebutkan alasan karena
> > penghasilan di Telkom tinggi, 24,54% karena Telkom
> > merupakan perusahaan besar, dan 13,84% karena
> > jenjang karier di perusahaan pelat merah ini
> jelas.
> >
> > Nanang Harjendra, asisten manajer analis bisnis PT
> > Telkom Tbk., menuturkan penghasilan yang ia terima
> > memang lebih besar dibandingkan di perusahaan lain
> > yang sejenis. "Tidak terlalu tinggi, tetapi memang
> > lebih tinggi sedikit," ujar pria yang telah
> > berkarier selama 10 tahun di Telkom itu. Dari sisi
> > kesejahteraan pun, menurut dia, Telkom lebih
> unggul.
> > "Sesakit dan separah apa pun kondisi kesehatan
> kita,
> > tetap ditanggung seluruhnya oleh perusahaan.
> Berbeda
> > dengan di tempat lain yang ada limitnya."
> >
> > Mengenai jenjang karier, pria berusia 34 tahun itu
> > mengungkapkan bahwa di Telkom juga sangat
> > menjanjikan. Ia mencontohkan salah satu rekan
> > seangkatannya yang dalam 10 tahun telah berhasil
> > menjadi vice-president.
> >
> > Secara performa, perusahaan yang sahamnya
> terdaftar
> > di New York Stock Exchange, London Stock Exchange,
> > dan Tokyo Stock Exchange ini memang menghasilkan
> > keuntungan yang besar. Pada semester I 2006,
> Telkom
> > berhasil membukukan laba bersih Rp5,8 triliun atau
> > naik 53% dibanding laba bersih pada periode yang
> > sama tahun 2005. Telkom pun mematok target tinggi
> > pada tahun 2010, yaitu memperoleh kapitalisasi
> pasar
> > senilai US$30 miliar.
> >
> > Tahun ini Telkom juga telah meraih beberapa
> prestasi
> > bergengsi, baik di tingkat nasional maupun global.
> > Salah satunya adalah keberhasilan Telkom duduk di
> > peringkat ke-12 dalam deretan perusahaan teknologi
> > informasi (TI) terbaik di dunia versi majalah
> > BusinessWeek. Pemeringkatan itu berdasarkan
> kinerja
> > perusahaan-perusaha an TI di dunia sesuai laporan
> > keuangannya. Telkom berhasil mengungguli
> perusahaan
> > TI ternama di dunia seperti Google, Accenture, dan
> > juga Dell. EVI RATNASARI
> >
> > ------------ ---
> > Status : BUMN
> > Sektor usaha : Telekomunikasi
> > Jumlah karyawan : 32 ribu
> > Peringkat 2005 : 4
> > ------------ ---
> >
> > Peringkat 7: PT Chevron Pacific Indonesia
> >
> > Diuntungkan Kenaikan Harga Minyak
> > Chevron masih setia menempel Pertamina. Gaji dan
> > citra perusahaan besar jadi andalannya.
> >
> > Dibanding tahun lalu, memang posisi perusahaan
> yang
> > dulu bernama PT Caltex Pacific Indonesia ini turun
> > dua peringkat. Namun, Chevron menjadi satu-satunya
> > perusahaan minyak yang tetap setia bersaing dengan
> > Pertamina.
> >
> > Tak ada perubahan alasan responden memilih
> > perusahaan minyak asal San Ramon, California,
> > Amerika Serikat, ini. Sebanyak 33,12% responden
> > masih memilihnya karena iming-iming gaji yang
> > menggiurkan. Selain itu, citra sebagai perusahaan
> > besar (32,47%) dan karier (11,69%) tetap menjadi
> > alasan responden terpikat pada perusahaan yang
> baru
> > saja mengakuisisi Unocal ini.
> >
> > Alasan responden tak keliru. Menurut sumber Warta
> > Ekonomi, gaji di Chevron tergolong yang tertinggi
> > dibandingkan perusahaan sejenis. Bagi mereka yang
> > baru lulus kuliah tanpa pengalaman, Chevron
> > menawarkan gaji Rp7-11 juta. Karyawan juga dimanja
> > dengan fasilitas tempat tinggal dan mobil.
> > Keuntungan lain, bonus berdasarkan kinerja
> karyawan
> > dan keuntungan perusahaan, gratis biaya
> pengobatan,
> > dan uang pensiun. Hanya saja, karyawan harus siap
> > tinggal di daerah terpencil yang jauh dari
> > gemerlapnya kota.
> >
> > Di samping itu, mergernya dengan Texaco (2001) dan
> > kiprahnya mengakuisisi Unocal (2005) menjadikan
> > Chevron salah satu perusahaan minyak terbesar di
> > dunia. Pada 2005 saja produksi minyak Chevron
> > mencapai 2,5 juta barel per hari.
> >
> > Di Indonesia, Chevron awalnya bernama PT Caltex
> > Pacific Indonesia. Akhir 2005, perusahaan minyak
> > tersebut resmi berganti nama menjadi PT Chevron
> > Pacific Indonesia. Perusahaan yang telah 80 tahun
> > beroperasi di Indonesia ini sempat memproduksi 1
> > juta barel minyak per hari. Kini, dari operasinya
> di
> > Provinsi Riau melalui empat wilayah inti: Rumbai,
> > Minas, Duri, dan Dumai, produksi minyak Chevron
> 450
> > ribu barel per hari.
> >
> > Kenaikan harga minyak juga ikut mendongkrak citra
> > Chevron sebagai perusahaan idaman. Saat ini harga
> > minyak stabil di kisaran US$60-70 per barel.
> Namun,
> > harga diperkirakan akan menembus US$100 per barel
> > dalam 2-3 tahun ke depan. Sementara biaya produksi
> > minyak mentah hanya US$8 per barel. Bisa
> dibayangkan
> > keuntungan Chevron Indonesia yang memproduksi
> minyak
> > mentah sebanyak 450 ribu barel per hari. Artinya,
> > besar kemungkinan gaji maupun bonus karyawan
> > meningkat signifikan.
> >
> > Sementara itu, bagi karyawan yang mendambakan
> karier
> > go international, bekerja di Chevron juga sangat
> > menjanjikan. Perusahaan yang berdiri pada 1879 ini
> > memiliki perwakilan di 180 negara di empat benua:
> > Afrika, Asia, Amerika, dan Eropa. PRAYOGO P. HARTO
>
> >
> > ------------ ------
> > Status : PMA
> > Sektor usaha : Pertambangan minyak
> > Jumlah karyawan : 53 ribu (seluruh dunia)
> > Peringkat 2005 : 5
> > ------------ ------
> >
> > Peringkat 8: PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
> >
> > Perusahaan Untung, Karyawan pun Untung
> > Seiring perolehan keuntungan dan pertumbuhan
> > Telkomsel, karyawannya juga memperoleh apresiasi.
> > Penghasilan mereka lebih tinggi dibanding
> perusahaan
> > lain.
> >
> > Awalnya Nirwan Lesmana tak banyak tahu mengenai
> > Telkomsel ketika mulai bekerja di perusahaan ini
> > pada 1997. Maklum, saat itu industri
> telekomunikasi
> > memang belum booming. Telkomsel sendiri baru mulai
> > beroperasi pada 1995. Kini, pria berusia 36 tahun
> > itu tak menyangka jika Telkomsel bisa besar dan
> > menjadi operator selular nomor satu di Indonesia.
> >
> > Seiring dengan berkembangnya Telkomsel, karier
> > alumnus Universitas Padjadjaran itu juga melaju.
> > Dari hanya sebagai staf biasa, dalam waktu
> sembilan
> > tahun Nirwan berhasil mencapai posisi general
> > manager marketing. Ia juga emoh pindah ke "lain
> > hati", meskipun ada beberapa perusahaan sejenis
> yang
> > menawarkan posisi lebih tinggi kepadanya.
> >
> > Mengapa pria asli Bandung itu betah di Telkomsel?
> > Pertama, menurut dia, Telkomsel masih akan tumbuh,
> > sehingga tantangan dan jenjang karier di
> perusahaan
> > ini masih menjanjikan. Kedua, ada apresiasi
> terhadap
> > karyawan seiring perolehan keuntungan dan
> > pertumbuhan perusahaan. Di Telkomsel selalu ada
> > evaluasi per kuartal. Jika perusahaan mengalami
> > pertumbuhan, maka karyawan akan mendapatkan bonus
> > sesuai prestasi dan unit bisnisnya. "Istilahnya,
> > perusahaan untung, karyawan pun untung," ujarnya.
> >
> > Alasan itu jugalah yang menobatkan Telkomsel
> menjadi
> > salah satu dari 10 perusahaan idaman karyawan
> tahun
> > 2006. Berdasarkan riset Warta Ekonomi terhadap
> 1.000
> > orang karyawan, Telkomsel meraih 2,3% suara
> > responden. Dari angka tersebut, 40,17% responden
> > beralasan karena penghasilan di Telkomsel tinggi,
> > 26,49% karena Telkomsel adalah perusahaan besar,
> dan
> > 11,11% menyebut jenjang karier di Telkomsel
> > menjanjikan.
> >
> > Menurut Erik Meijer, vice-president marketing dan
> > CRM Telkomsel, ada beberapa daya tarik Telkomsel
> > sebagai tempat bekerja. Pertama, perusahaan ini
> > banyak meraih prestasi. Tahun ini saja Telkomsel
> > berhasil mengantongi tujuh penghargaan. "Itu semua
> > membuat Telkomsel banyak dikenal orang," ujarnya.
> >
> > Kedua, kinerja perusahaan ini cukup fantastis.
> > Jumlah pelanggannya terus meningkat. Semester I
> > 2006, jumlah pelanggannya naik 6,5 juta dari
> posisi
> > akhir 2005 yang 24 juta. Pendapatannya selama
> > semester I 2006 juga meningkat 47% dibanding
> periode
> > yang sama tahun lalu, dari Rp6,408 triliun naik
> > menjadi Rp9,442 trili¬un.
> >
> > "Setiap sukses yang diraih dibagi juga dengan
> > karyawan sebagai bentuk apresiasi perusahaan,"
> papar
> > Erik. Maka, penghasilan karyawan Telkomsel bisa
> > lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata di
> > industrinya. "Bahkan, juga lebih tinggi jika
> > dibandingkan dengan di industri lain," cetus Erik.
> > EVI RATNASARI
> >
> > ------------ --
> > Status : PMDN
> > Sektor usaha : Telekomunikasi
> > Jumlah karyawan: 3.391
> > Peringkat 2005 : 9
> > ------------ --
> >
> > Peringkat 9: Citibank Indonesia
> >
> > Anut Prinsip Meritocracy
> > Kebesaran Citibank membuat banyak karyawan
> > menginginkan bekerja di sana. Penghargaan dan
> > pelatihan karyawan pun rutin diberikan.
> >
> > Sebagai salah satu bank terbesar di dunia, tak
> salah
> > jika Citibank, NA termasuk perusahaan yang
> diidamkan
> > sebagai tempat bekerja oleh sebagian besar pekerja
> > di seluruh dunia, juga di Indonesia. Hasil survei
> > Warta Ekonomi mengungkapkan Citibank berada di
> > peringkat ke-9 sebagai perusahaan idaman tempat
> > bekerja.
> >
> > Alasan sebagian besar responden memilih Citibank
> > adalah karena Citibank merupakan perusahaan besar
> > (24,7%). Sisanya, responden beralasan Citibank
> > memberikan pendapatan lebih besar kepada
> karyawannya
> > (21,24%), menaikkan gengsi dan perusahaannya
> > bonafide (17,7%).
> >
> > Citibank, yang berdiri sejak tahun 1812, memang
> > termasuk bank terbesar di dunia. Bank yang
> berbasis
> > di AS ini beroperasi di lebih dari 50 negara di
> > dunia. Lebih dari setengah dari 1.400 kantornya
> > berada di AS.
> >
> > Ishak Kurniawan, direktur HRD Citibank, NA, dapat
> > menerima alasan Citibank adalah perusahaan besar
> > sehingga pantas menjadi perusahaan idaman. Namun,
> ia
> > tidak sependapat dengan alasan yang menyebutkan
> > penghasilan di Citibank lebih besar. "Sebab, kami
> > memberikan gaji sesuai dengan pasar industri
> > perbankan nasional. Jadi, juga tidak tinggi-tinggi
> > amat," ujarnya.
> >
> > Menurut Ishak, Citibank menganut prinsip dasar
> > meritocracy, yaitu penghargaan hanya diberikan
> bagi
> > mereka yang berprestasi. Penghargaan itu tidak
> > melulu berupa uang, tetapi lebih berupa pengakuan.
> > Misalnya, pengumuman lewat e-mail dan pemberian
> > vocer makan di restoran. "Hal-hal kecil, tetapi
> yang
> > membuat orang merasa dihargai," ujar Ishak.
> >
> > Pada sisi lain, Ishak mengungkapkan Citibank juga
> > selalu mengadakan pelatihan bagi semua
> karyawannya.
> > Pelatihan tersebut berupa fasilitas training
> dengan
> > mendatangkan rekan senior Citibank dari luar
> negeri
> > atau mengirim karyawan ke luar negeri untuk on the
> > job training. "Jadi, karyawan setiap hari
> tertantang
> > untuk belajar hal-hal baru," katanya. Selain itu,
> > ada juga program beasiswa sekolah S2 atau S3 di
> > Universitas Prasetya Mulya Business School.
> >
> > Dengan pelatihan itu, ujar Ishak, manajemen
> Citibank
> > tak gentar apabila ada karyawannya yang
> mengundurkan
> > diri. Sebab, Citibank sudah mempersiapkan
> > kader-kader yang siap mengisi posisi-posisi kosong
> > sehingga operasional bank tetap berjalan normal.
> > "Manajemen kami sudah terbiasa dengan pengunduran
> > diri yang terjadi di hampir semua level,"
> ungkapnya.
> > IMAN HENDARTO
> >
> > ------------ --------- -
> > Status : PMA
> > Sektor usaha : Bank
> > Jumlah karyawan : 270.000 (global) dan 5.000
> > (Indonesia)
> > Peringkat 2005 : 14
> > ------------ --------- -
> >
> > Peringkat 10: PT IBM Indonesia
> >
> > Tak Hanya Berupa Gaji
> > Di IBM, karyawan banyak memperoleh fasilitas
> > pengembangan diri. Itu penting untuk memelihara
> > komitmen mereka.
> >
> > Dengan memiliki lebih dari 330.000 pegawai di
> lebih
> > dari 170 negara, International Business Machines
> > Corporation (IBM) mengu¬kuhkan diri sebagai salah
> > satu perusahaan teknologi informasi terbesar di
> > dunia. Resmi berdiri pada 15 Juni 1911, IBM
> memiliki
> > pendapatan US$96 miliar (2004). Perusahaan yang
> > berkantor pusat di Armonk, New York, AS, ini
> > memproduksi dan menjual perangkat keras komputer,
> > perangkat lunak, dan jasa.
> >
> > Oleh karena kebesarannya itu pula IBM masuk dalam
> 10
> > besar perusahaan yang paling diidamkan karyawan
> > sebagai tempat bekerja dalam survei Warta Ekonomi
> > terhadap 1.000 responden. Sebanyak 16,39%
> responden
> > yang memilih IBM beralasan memilih IBM karena nama
> > besarnya. Selain itu, 12% responden yang memilih
> > IBM menganggap berkarier di IBM sangat menjanjikan
> > bagi masa depan mereka, terutama kesempatan untuk
> > bekerja di luar negeri. Namun, alasan terbanyak
> > adalah karena penghasilan di IBM lebih besar
> > (27,59%).
> >
> > Akan tetapi, Audrey Wardana, country manager human
> > resources PT IBM Indonesia, menuturkan faktor
> > penghasilan bukanlah hal yang ditonjolkan IBM
> dalam
> > memelihara komitmen karyawan. "Menurut data survei
> > pihak ketiga, gaji yang kami berikan sangat
> > kompetitif dibanding perusahaan sejenis lainnya,"
> > ungkapnya.
> >
> > Dalam memelihara komitmen karyawannya, IBM lebih
> > memilih memfasilitasi mereka agar berkembang. Di
> > antaranya melalui pemberian program Professional
> > Development yang merupakan fasilitas intranet yang
> > dapat dipakai setiap waktu oleh seluruh karyawan,
> > seperti e-Learning Program, Global Campus, Updated
> > Professional/ Technical Training, dan Management
> > Development.
> >
> > IBM juga memberikan program Working at Home yang
> > memfasilitasi setiap karyawan apabila ingin
> bekerja
> > dari rumahnya dengan penyediaan perangkat dan
> > infrastruktur teknologi informasi pendukungnya.
> Ada
> > juga pemberian program Compressed Working Day
> untuk
> > karyawan yang ingin jam kerjanya lebih sedikit,
> > misalnya 20 jam per minggu, karena sedang
> mengikuti
> > pendidikan S2/S3 atau sedang mengalami masalah
> > keluarga. "IBM menyadari bahwa karyawan harus
> > memiliki work life balance," papar Audrey.
> >
> > Bagi IBM, penghargaan (reward) untuk karyawan yang
> > berprestasi juga tidak selalu harus berupa uang.
> > "Terkadang mereka juga butuh pengakuan," ujar
> > Audrey. Di antaranya, IBM selalu mengumumkan
> > karyawan yang berprestasi, seperti berhasil dalam
> > sebuah proyek, melalui pengeras suara yang
> terdengar
> > ke seluruh kantor. IMAN HENDARTO
> >
> > ------------ ---
> > Status : PMA
> > Sektor usaha : Teknologi informasi
> > Jumlah karyawan : 330.000 (dunia)
> > Peringkat 2005 : 15
> > ------------ ---
> >
>
>
>
>


Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com



 Tue Sep 26, 2006 2:45 pm 


 Show Message Info 
----------------------------------------------------------------------
----------

#3364 of 3385
Msg List <Prev | Next> 
View Source
Use Fixed Width Font
Unwrap Lines

----------------------------------------------------------------------
----------

Doni Andri Cahyono <[EMAIL PROTECTED]> 
d0n1ac 
 Offline 
 Send Email 
 Invite to Yahoo! 360° 

 

   Forward  < Prev Message  |  Next Message >    

Expand Messages  Author Sort by Date  
Fwd: FW: 10 Besar Perusahaan Idaman 2006 
FYI, Dapat dari seorang teman... regards, Doni ... Send instant 
messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com...  
Doni Andri Cahyono
d0n1ac 
    Sep 26, 2006 
2:50 pm  
 

< Prev Topic  |  Next Topic > 
 
  Message #   Search:    Advanced Start Topic  

YAHOO! SPONSOR RESULTS
Vonage - Cheap Calls to Indonesia - Start saving today on intl calls 
with plans starting at $14.99/mo.
www.vonage.com 

Phone Card: Call to Indonesia - Save up to 85%. Call anywhere in the 
world for one cent. Very low rates, good-quality phonecard, and 
instant PIN delivery. Buy online now and get PIN right away on your 
screen.
www.gooddealphonecard.com 

100% Online Education Degrees - Get ahead in life with a 100% online 
Education degree. Advance your career at your own pace. Request free 
information. Get started today.
www.degrees-online.us 
 


----------------------------------------------------------------------
----------

Copyright © 2006 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Copyright Policy - Guidelines - 
Help
   






================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY 
<================
Posting   : [email protected]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
                www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke