Ikutan aah...
Sebelum mengekspresikan pemikiran saya, saya ingin berdo'a dulu eh... salah maksudnya ingin "mengelompokkan" para pihak menjadi 4 "kelompok" besar:
1. Para mahasiswa MM UGM
2. Pengelola MM UGM
3. Para Alumnus MM UGM
4. Institusi MM UGM
Let's started...
Setelah membaca dan mencermati beberapa posting komentar, tanggapan, kritik, saran, dan lain-lain dari rekan-rekan anggota milis, saya melihat bahwa terkadang ada beberapa anggota milis yang menerimanya "terlalu personal".
Menurut pengamatan saya, semua posting di milis ini yang berkaitan dengan MM UGM adalah ditujukan untuk Institusi MM UGM yang menjadi "milik" 3 kelompok pertama. Jika kita analogikan Institusi MM UGM seperti sebuah rumah, maka 3 kelompok pertama tersebut adalah pemilik rumah, kelompok pertama dan kedua adalah pemilik rumah yang sedang mendiami/menghuni rumah tersebut. Sedangkan kelompok ketiga adalah pemilik rumah yang sedang merantau.
Semua orang menginginkan rumahnya "homey" dan hampir selalu mengganggap "rumahku adalah istanaku", walaupun dalam kenyataannya sering terjadi ketidak cocokan antar para penghuni dan mungkin juga dengan para pemilik yang tidak lagi ikut menghuni. Perselisihan atau perdebatan perihal penataan interior kerap terjadi antar para penghuni (e.g. meja ini harusnya tidak di sini tetapi di sana, cat interior harusnya warna biru bukan merah, dll), belum lagi perihal perilaku masing-masing (ada yang suka meletakkan barang-barang tidak pada tempatnya, menggunakan kamar mandi terlalu lama, berbicara atau menghidupkan musik keras-keras, rebutan remote TV, dll), sampai pada penataan ekterior (warna cat, penataan taman, dll).
Semua sikap dan tingkah laku yang tergambar di atas didasarkan pada kecintaan terhadap rumah milik bersama tersebut agar terlihat lebih indah, nyaman, homey. Namun, berdasarkan pendapat "rumahku adalah istanaku" maka semua usaha yang dilakukan dalam rangka memperindah dan mempercantik rumah tersebut belumlah optimal apabila masih berdasarkan penilaian pemiliknya sendiri. Alangkah lebih baik apabila keindahan dan kecantikan rumah tersebut dapat diakui dan dipuji oleh orang lain yang bukan pemilik rumah tersebut. Dalam konteks Institusi MM UGM, pendapat dari orang lain tersebut dapat "lebih diresapi dan dirasakan" oleh pemilik ketiga yang dalam kegiatan sehari-harinya berinteraksi langsung dengan para "penikmat" rumah tersebut.
Komentar atau pendapat dalam kehidupan keseharian akan terasa "lebih spontan dan tulus" dibandingkan dengan pendapat yang diungkapkan dalam bentuk pooling atau wawancara formal.
Semua posting yang berkaitan dengan Institusi MM UGM hendaknya didasarkan pada dan dipahami sebagai rasa cinta para pemiliknya terhadap "rumah" mereka. Tidak perlu ditujukan dan ditanggapi secara personal. Jika sebagian pemilik saat ini baru dapat memberikan komentar yang sifatnya kritik (tajam/pedas), ya diterima saja sebagai proses pendewasaan. Maklum, kita semua kan masih dalam tahapan euforia kebebasan berpendapat.
Selamat berkomentar! Have a nice day...
Wassalam,
Suherman
Anggota batch 27
P.S.: Maaf kalau tidak berkenan dan membingungkan ![]()
Sumardy Ma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kalau saya sih lebih kasian sama mahasiswa yang tidak pernah complain :)complain bagian dari hak, yang penting complain tetap jalan tetapi usaha dan belajar juga tetap jalan, itu baru balancekalau cuma datang kuliah modal absen, tidak pernah baca dan cuma duduk2 mejeng kemudian complain, itu namanya kurang a**rtetapi kalau seseorang try harder dan juga complain itu sih fair2 saja hehehehmenurut saya diskusi ini kan ada dua kubu ekstrimkubu pertama menyalahkan diri sendiri yang tidak persiapan dan kadang2 menyalahkan nasib, tetapi ada excuse nya juga :kalau semua diserahkan kepada diri sendiri, terus untuk apa dong kuliah? mendingan sering2 ke gunung kawi dan berdoa hehehehkubu kedua menyalahkan institusi yang sepertinya tidak bisa banyak membantu, kubu kedua memberikan excuse: ya semuanya terserah masing2 orang dan harus berusaha sendirisaya kubu ketiga saja deh, mau usaha seperti apapun dan institusi sebagus apapun, kalau namanya tidak HOKI ya mau bilang apa, makanya beli dong SIMPATI HOKI hahahahahahuntuk saya sering complain, jadi saya tidak perlu mengasihani diri saya sendiri meskipun saya dikategorikan tidak berhasil seperti para senior2 senior saya yang sudah jadi orang besar seperti email2 saya sebelumnya, minimal saya sudah complain lah hehehehehehehayo siapa mau bergabung dengan kubu complain, kubu dua setengah hehehehehsalam complain
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Adik-adik kelas ku alumni MM UGM,
Saya mencoba mengikuti perbincangan mengenai persepsi alumni terhadap MM
UGM, biasalah di dunia ini tidak mungkin semua orang dapat terpuaskan.
Wajar saja ada yang kecewa, asal nggak banyak, mudah-mudahan hanya
segelintir. Kritik yang negatif, berarti memungkinkan Pengelola UGM untuk
introspeksi/mawas diri agar melakukan continouos improvement. Sebaliknya
bagi alumni yang tidak puas, coba lah mawas diri pula untuk melihat
dirinya sendiri apakah sudah memiliki karakter yang positif. Sikap mental
yang positif itulah yang memungkinkan orang itu berhasil.
Saya adalah alumni MM UGM angkatan II, pelajaran yang dapat ditarik selama
kuliah adalah memberikan kemampuan bagi saya untuk mengelola kedisiplinan
diri, berfikir secara cepat mana yang harus didahulukan/ membuat skala
prioritas, time management, mengelola kesehatan diri, adversity quotient
meningkat. Dan saya tidak pernah memikirkan hal-hal yang kurang yang
pernah dialami. Ambil saja yang positifnya.
Marilah kita saling menguatkan, saling tolong menolong, memberikan
semangat dan tidak mudah menyerah.
Sekedar informasi setelah dari MM UGM, saya telah berkesempatan mendapat
doktor dalam manajemen pendidikan di Universitas Negeri Jakarta dan saya
adalah rektor dari STIE IBII serta anggota komnas HAM RI 2002-2007.
Pengungkapan di atas bukan untuk menonjolkan diri, tetapi semata ingin
menunjukkan bahwa banyak alumni MM UGM yang tak pernah komplain ke UGM
telah berhasil di dalam menjalani hari-harinya dengan baik.
Demikian, bila tulisan di atas tidak berkenan bagi teman-teman anggap aja
tidak ada, kalau ada manfaatnya ya syukur. thanks.
salam,
Chandra Setiawan/Alumni angkatan II, lulus tahun 1990
> Dear rekan-rekan,
>
> Bicara mengenai rasa puas atau tidak puas terhadap MM UGM, jujur saja aku
> bilang kalo aku tidak puas dengan kinerja MM UGM dalam menolong alumninya
> mendapatkan pekerjaan selama ini (bila dibandingkan dengan Universitas
> lain yang kita anggap setara). Namun, hey....emang ada institusi yang
> sempurna? At least kita lihat bahwa MM UGM berusaha keras ke arah itu. Dan
> itu udah baik.
> Daripada ngomongin kekurangan, kenapa kita nggak bahas apa-apa aja yang
> mesti dilakukan untuk mempercepat perubahan ke arah yang lebih baik?
>
> Khusus untuk mbak Asih,
> karena mbak Asih dianggap representasi MM UGM di forum ini, mungkin lebih
> baik kalau mbak tidak mengeluarkan statement yang sifatnya "negative".
> Saya tahu itu sulit, terutama bila kita dalam posisi
> dipojokkan.........tapi mbak harus belajar cara ngatasinya.Ini kritik
> positif lho mbak, jangan salah ngerti.
>
> Okey, aku pikir itu aja comment dari aku, cheers...............
>
> Sahat G.Christian Sitompul, angkatan 20 Inter
>
>
> Gustiawan fahmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Dear rekan-rekan,
>
> Mungkin saya cuma mengulang kata-kata dari rekan-rekan
> sebelumnya. Pada dasarnya baik atau buruk tergantung
> dari pribadi masing-masing....
>
> Kalau kita merasa Sekolah di MMUGM useless kenapa kita
> mau sekolah disana? Harusnya kita berkaca juga kepada
> diri kita sendiri before go to the end result.
> Something wrong with me or no? Kenapa orang lain
> diterima kok kita tidak? apa bedanya saya dengan dia?
> Mindset itu penting.....kadang orang yang mindsetnya
> terpola berpikir negatif maka energi yang keluar juga
> negatif (you know lah didalam teori SDM). Kadang kita
> juga berpikir bahwa orang seperti kita. Cara berpikir
> itu yang harus dibalik. Kenapa? karena posisi kita
> adalah pencari/peminta bukan pemberi. Jika pemberi
> (misalnya pemberi kerja, pemberi sedekah, pemberi maaf
> dll) maka kita berpikir bahwa orang itu seperti kita,
> karena kita memiliki energi positif.
>
> Sebaliknya jika kita adalah pencari/peminta, maka kita
> harus berpikir bahwa kita harus seperti orang lain
> yang sukses didalam mencari / meminta pekerjaan.
> Benchmark itu penting.
>
> Saya bicara begini karena saya udah mengalami beberapa
> pengalaman. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk
> rekan-rekan sekalian.
>
> Salam sukses
>
> Fahmi G-angkatan 24
> PT Sanggar Sarana Baja
> Transport & Equipment Division
> e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> --- tasya tan wrote:
>
>>
>>
>> Note: forwarded message attached.
>>
>>
>> ---------------------------------
>> Do you Yahoo!?
>> The all-new My Yahoo! � What will yours do?
>
>> ATTACHMENT part 2 message/rfc822
>> Date: Thu, 16 Dec 2004 21:47:52 -0800 (PST)
>> From: tasya tan
>> Subject: Re: kasian mba asih......
>> To: [EMAIL PROTECTED]
>> CC: Krishna Chedric ,
>> mutia dewi , putu adhi
>> rozano
>>
>> I'm totally agree with Krisha opinion.....
>>
>> banyak sekali yang complain sama MM - UGM kita yang
>> tercinta....
>> sudah bagus MM UGM menyelenggarakan career days... j
>> ika perusahaan tidak menerima kita berarti kita
>> sendiri yang belum baik di mata mereka. J
>> ika kita sudah lulus dan mencari pekerjaan -- dapat
>> pekerjaan apa tidaknya itu benar2 sudah diluar
>> kemampuan MM UGM -- namun kita harus berusaha
>> sendiri.
>>
>> jadi jika ada career day.. benar2 harus
>> mempersiapkan segala sesuatunya, d
>> imulai dari dokumen2 yang dibutuhkan, seperti
>> ijazah, transkrip, pas foto dll,
>> mempersiapkan cv sebaik mungkin dan surat lamaran
>> yang baik yang bisa mempromosikan diri sendiri.
>> lebih dari itu, persiapan menghadapi test2 yang
>> diselenggarakan oleh perusahaan -- dimulai dari
>> interview, bagaimana sikap yang baik dalam proses
>> interview, gaya bahasa, pakaian yang digunakan dll
>> .....
>> test2 psikologi -- bisa dilihat referensi2 buku2
>> test psikologi untuk dipelajari...
>>
>> so jangan complain terus sama MM donk... ok?
>> GOD bless you all
>>
>>
>> Tasya Tandean (eks. 32-inter)
>> The Jakarta Consulting Group
>> e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> telp: (021)-572-7515
>> fax : (021)-572-7517
>>
>>
>> Krishna Chedric wrote:
>> Actualy... I dont want to give an opinion why these
>> kind of problems always coming up in MM.. but
>> INDEED.... some of our alumni are dissappointed
>> me... they keep complaining... why is this... why is
>> that...
>>
>> aku cuma berpikir....
>> MMGMU... Untill now, I still believe that MMGMU is
>> one of the best MM in indonesia...
>>
>> So if this problem happened to me
>> the problem is... absolutelly from me!!!
>> why companies rejecting me??? its funny u know... if
>> I being rejected by companies and then I complaining
>> to MM... is that MM that have tested by those
>> companies???No, I'm the one who being tested!!! so,
>> I will not blame to anyone about MY stupidity....!!!
>>
>> Keep Cool U Guyz v(^o^)/
>>
>>
>> mba asih wrote:
>> > Dear all,
>> >
>> > Kenapa saya "harus" bertanya ttg prestasi akademis
>> &
>> > status bekerja skrg?
>> > KARENA:
>> > Selama ini saya cukup banyak menerima komplain,
>> > kritik, etc dari mhs/alumni.
>> > Terutama keluhan ttg kenapa MMUGM "cuma" begini
>> dan
>> > kenapa tidak begitu,
>> > then mereka membanding-2kan program MMUGM dgn
>> > program S2 lain.
>> >
>> > Dari pengamatan saya, mereka yg suka ngritik ini
>> ya
>> > memang cuma "ngomong"
>> > doang, tapi jarang yg bener-2 mau "action" (sori
>> lho
>> > ya kalo ada yg
>> > tersinggung).
>> > Misalnya, you ngritik ini-itu, but selama kuliah
>> di
>> > MM you gak mo
>> > ngapa2-in utk bantu kondisi jadi lebih baik.
>> Ibarat
>> > orang yg suka demo, ya
>> > cuma bisa teriak-2 di jalan, but gak mau kasih
>> > kontribusi nyata buat bikin
>> > negara jadi lebih baik.
>> >
>> > You buktiin diri sendiri dulu dong, misalnya you
>> > bisa punya prestasi
>> > akademis yg bagus atau aktif di kampus utk hal-2
>> yg
>> > positif, etc.
>> > Sehingga orang juga jadi respect sm you. Kalo you
>> > punya "value" yg tinggi,
>> > akan lebih "pantas" bagi you buat ngritik sepedas
>> > apapun. Bukan berarti
>> > mhs yg gak punya IPK bagus gak boleh ngritik lho.
>> > Tapi banyak mhs yg asal
>> > kritik, but mereka gak mo ngapa2-in, ke kampus ya
>> > cuma buat kuliah,
>> > happy-2 sama temen-2, gak pernah kasih kontribusi
>> > buat kampus (dan mostly
>> > bilang bhw ke MM memang bayar mahal-2 kan buat
>> > kuliah, jadi ngapain
>> > pusing-2 beraktivitas yg lain, ikut-2an klub,
>> etc).
>> > Mereka gak sadar bhw
>> > maju-mundurnya kampus tidak semata-2 mjd tanggung
>> > jwb manajemen tapi juga
>> > tergantung pada mhs-nya.
>> >
>> > Kenapa saya tanya status pekerjaan?
>> > Sori ya, mungkin memang sensitif.
>> > But mostly alumni kita yg suka "komentar aneh-2"
>> > adalah mereka yg belum
>> > bekerja ataupun jika sdh dpt kerja pun mungkin
>> bukan
>> > pekerjaan yg layak
>> > menurut mereka, sehingga mereka pun menyalahkan
>> > MMUGM, etc atas kegagalan
>> > mereka.
>> > Jadi kalo ada alumni komentar macem-2, saya memang
>> > suka nanya "Lu kerja
>> > apa seh sekarang?". Dari pekerjaannya kita kan
>> > paling tidak akan lebih tau
>> > kualitas lawan bicara kita. Ada alumni yg slalu
>> > gagal tes kerja dan dia
>> > slalu menyalahkan MMUGM yg dianggap tidak becus
>> > "mengasah" mhs/alumni dan
>> > slalu kasih komentar-2 gak positif ttg MMUGM, ya
>> > saya bilang, "Tunggu dulu
>> > dong, buktinya tidak semua alumni MMUGM
>> gagal/jelek.
>> > Coba perbaiki dan
>> > evaluasi diri sendiri dulu dan belajar dari
>> teman-2
>> > yg sudah sukses, pasti
>> > ada hasil yg positif." Banyak alumni komplain ke
>> > saya, ketika saya bilang
>> > wewenang dan "power" saya di MMUGM terbatas karena
>> > saya cuma staf, then
>> > mereka saya persilakan bicara langsung dgn
>> > pengelola, saya kasih email
>> > para pengelola. But saya tdk dpt konfirmasi jika
>> > mereka benar-2 mengkontak
>> > beliau-2 atau tidak.
>> >
>> > Honesty,
>> > alumni-2 kita yg sudah sukses, termasuk senior-2
>> > kalian yg jadi founding
>> > father pembentukan KAGAMA-MM kemarin (Pak Tri, Mas
>> > Adhi, Mbak Niken, Mas
>> > Lucky, etc), bagi saya adalah orang-2 yg sgt
>> > kooperatif. Beliau2 sgt
>> > menyadari bhw kesuksesan mereka adalah hasil kerja
>> > keras mereka, bukan
>> > semata-2 karena mereka alumni MMUGM. So, selama
>> saya
>> > gabung di milis saya
>> > belum pernah mendapati para founding father ini
>> > memberi komentar-2 di
>> > milis yg bisa menimbulkan opini-2 negatif dari
>> orang
>> > lain dan bisa
>> > menyinggung pihak MMUGM.
>> > So, saya harap teman2 batch 33 yg notabene masih
>> > "junior" di antara alumni
>> > dapat belajar utk lebih dewasa mengamati masalah
>> yg
>> > ada dan tidak mudah
>> > terpengaruh oleh hal-2 yg akhirnya bikin bingung
>> > kalian sendiri.
>> >
>> > Ada 1 hal yg menarik, ada beberapa alumni kita yg
>> > berkunjung ke MM,
>> > kebetulan mereka skrg sdh sukses, ketemu saya dan
>> > biasanya ngasih kritik
>> > dan masukan macam-2.
>> > Saya bilang, "Please jgn cuma ngritik donk, bantu
>> > saya utk bikin MM jadi
>> > lebih baik." Yg terakhir kemarin adalah Andy Laver
>> > yg sdh lulus dual
>> > degree MM-MBA di IUJ Jepang dan sekarang bekerja
>> di
>> > Citibank Tokyo. Saya
>> > minta ke dia utk sharing pengalaman dan
>> "menularkan"
>> > ilmu dan wawasannya
>> > kepada adik-2 angkatan di MM (dan dia mau
>> > melakukannya dgn cuma-2 tanpa
>> > minta dibayar). Bagi teman-2 yg kemarin hadir,
>> > mungkin bisa merasakan
>> > manfaatnya. Apalagi Andy mengaku bahwa ternyata di
>> > Jepang pun lulusan MBA
>> > tidak akan dihargai karena titel MBA-nya, tapi
>> > karena kualitas dirinya.
>> > So, saya pikir berarti tidak beda jauh dgn di
>>
> === message truncated ===
>
>
>
>
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Send a seasonal email greeting and help others. Do good.
> http://celebrity.mail.yahoo.com
>
>
>
>
>
>
> Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan
> penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
> *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail - now with 250MB free storage. Learn more.
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
"Control Your Destiny or Some One Else Will"
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more.
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
Suherman
Sow a thought and you will reap an act
Sow an act and you will reap a habit
Sow a habit and you will reap a character
Sow an act and you will reap a habit
Sow a habit and you will reap a character
Sow a character and you will reap a destiny
Do you Yahoo!?
Meet the all-new My Yahoo! � Try it today!
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
