Dear Fahmi, Bang Bet, Mbak Asih,
Mbak, sebenernya ada benang merahnya atas apa yang
telah dijabarkan oleh Bang Bet.
Tapi jgn ditanggapi ttg Film Unyil-nya. Karena makin
dibahas ttg itu, Bang Bet makin terlihat dangdut-nya
:))
Sebagai informasi aja, Bang Bet ini icon dari angkatan
20-an khususnya 24 untuk hal2 cela mencela. ;))
Buat Fahmi, iya sejak kapan mindset2 pak Joni nyangkut
permanen di elu??? :)) apa gara2 masalah renang ama
hinu di hotelnya tpt pak joni kerja?? :))
Oh iya, sekalian, selamat menjadi orang tua ya
--- Albertus Sitanggang <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Dear all,
>
> setelah semakin menyimak comment rekan rekan baik
> yang bersifat membangun maupun sarat dengan jokes,
> saya melihat sebenarnya terdapat dua kelompok besar
> dari sudut batch. yang agak serius dan penuh dengan
> wejangan agaknya dari batch 20 keatas, sementara
> yang 20 ke bawah terutama yang batch 30 an mulai
> agak asal dan cenderung slonong boy.
> kalo boleh analisa dengan sudut pandang yang lebih
> ga nyambung, sebenernya yang komplain dan kritik
> serta bahasa yang agak pedas dari batch 20an dan
> 30an. soalnya alumni angkatan tersebut dari kecil
> emang sudah terbiasa dengan suguhan televisi yang
> mengandung unsur "kekerasan" dalam berbahasa.
> contoh yang paling vulgar adalah tayangan si unyil.
> perhatikan pada saat setiap episode si unyil sebelum
> di mulai; "hom pim pah, Unyil
> kucing......................" nach lho. ini khan
> tanpa disadari kalo kita sedari kecil "diajak" untuk
> nyela orang lain, heehehhe. coba diganti dengan;
> "hom pim pah, Unyil pangeran...................".
> Bukan kah itu lebih memberi semangat dan positif ?
> heheheheh asal khan?
> belum lagi gambaran yang di berikan oleh mbak asih
> kalo mhs mm kebanyakan nyantai dan kurang usaha. Lha
> gimana ga jadi mhs dengan model gitu? ini masih ada
> hubungannya dengan si unyil. masalahnya waktu gw
> masih SD, si unyil juga SD. Lha gw SMP si unyil nya
> tetep SD. So tanpa disadari tayangan tersebut masuk
> di bawah alam sadar kita yang dari masa kanak kanak
> dulu untuk santai dalam masa pendidikan;
> hehehheheehhe, ga nyambung khan?
>
> maka nya mbak asih, ga usah spanning dengan tingkah
> mhs yang sekarang mbak hadapi. at least dengan
> analisa ngaco dari gw mbak boleh senyum lagi :)
> jujur, sebenernya kalo diliat lama lama , mbak asih
> face nya sperti DINA MARIANA lho :)
>
> buat fahmi, mulai kapan u kesambet dan punya pikiran
> yang nyerempet nyerempet mindset? asli gw mules
> bacanya :) tapi sip juga koq kalo u dau sembuh,
> huahahahhhah
>
> Sumardy Ma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> hahahah ndak nyambung habis deh
>
> kalau cuma mengandalkan nasib, ndak usah susah2
> kuliah di mm ugm
>
> mari kita serahkan pada nasib hehehehehehehehe
>
> makin lama makin ndak nyambung. quality is our
> tradition? hehehehehe
>
> "Bekti, Agus" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Wah nggak nyambung mas..
> -----Original Message-----
> From: Earning Power [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, December 21, 2004 5:00 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [mm-ugm] Fwd: Re: kasian mba asih......
>
>
>
> SEMUA KESUKSESAN DAN KEGAGALAN ADALAH # NASIB#
>
> ....tak usah keluh kesah dan pamer diri...jalani
> hidup apa adanya spt air mengalir... life like a
> river running smooth and easy...
>
> pakning
>
> angkt 17
>
>
>
>
> >From: [EMAIL PROTECTED]
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >Subject: Re: [mm-ugm] Fwd: Re: kasian mba
> asih......
> >Date: Sat, 18 Dec 2004 13:36:16 +0700 (WIT)
> >
> >
> >
> >
> >Adik-adik kelas ku alumni MM UGM,
> >
> >Saya mencoba mengikuti perbincangan mengenai
> persepsi alumni terhadap MM
> >UGM, biasalah di dunia ini tidak mungkin semua
> orang dapat terpuaskan.
> >Wajar saja ada yang kecewa, asal nggak banyak,
> mudah-mudahan hanya
> >segelintir. Kritik yang negatif, berarti
> memungkinkan Pengelola UGM untuk
> >introspeksi/mawas diri agar melakukan continouos
> improvement. Sebaliknya
> >bagi alumni yang tidak puas, coba lah mawas diri
> pula untuk melihat
> >dirinya sendiri apakah sudah memiliki karakter yang
> positif. Sikap mental
> >yang positif itulah yang memungkinkan orang itu
> berhasil.
> >
> >Saya adalah alumni MM UGM angkatan II, pelajaran
> yang dapat ditarik selama
> >kuliah adalah memberikan kemampuan bagi saya untuk
> mengelola kedisiplinan
> >diri, berfikir secara cepat mana yang harus
> didahulukan/ membuat skala
> >prioritas, time management, mengelola kesehatan
> diri, adversity quotient
> >meningkat. Dan saya tidak pernah memikirkan hal-hal
> yang kurang yang
> >pernah dialami. Ambil saja yang positifnya.
> >
> >Marilah kita saling menguatkan, saling tolong
> menolong, memberikan
> >semangat dan tidak mudah menyerah.
> >
> >Sekedar informasi setelah dari MM UGM, saya telah
> berkesempatan mendapat
> >doktor dalam manajemen pendidikan di Universitas
> Negeri Jakarta dan saya
> >adalah rektor dari STIE IBII serta anggota komnas
> HAM RI 2002-2007.
> >Pengungkapan di atas bukan untuk menonjolkan diri,
> tetapi semata ingin
> >menunjukkan bahwa banyak alumni MM UGM yang tak
> pernah komplain ke UGM
> >telah berhasil di dalam menjalani hari-harinya
> dengan baik.
> >
> >Demikian, bila tulisan di atas tidak berkenan bagi
> teman-teman anggap aja
> >tidak ada, kalau ada manfaatnya ya syukur. thanks.
> >
> >salam,
> >
> >Chandra Setiawan/Alumni angkatan II, lulus tahun
> 1990
> >
> > > Dear rekan-rekan,
> > >
> > > Bicara mengenai rasa puas atau tidak puas
> terhadap MM UGM, jujur saja aku
> > > bilang kalo aku tidak puas dengan kinerja MM UGM
> dalam menolong alumninya
> > > mendapatkan pekerjaan selama ini (bila
> dibandingkan dengan Universitas
> > > lain yang kita anggap setara). Namun,
> hey....emang ada institusi yang
> > > sempurna? At least kita lihat bahwa MM UGM
> berusaha keras ke arah itu. Dan
> > > itu udah baik.
> > > Daripada ngomongin kekurangan, kenapa kita nggak
> bahas apa-apa aja yang
> > > mesti dilakukan untuk mempercepat perubahan ke
> arah yang lebih baik?
> > >
> > > Khusus untuk mbak Asih,
> > > karena mbak Asih dianggap representasi MM UGM di
> forum ini, mungkin lebih
> > > baik kalau mbak tidak mengeluarkan statement
> yang sifatnya "negative".
> > > Saya tahu itu sulit, terutama bila kita dalam
> posisi
> > > dipojokkan.........tapi mbak harus belajar cara
> ngatasinya.Ini kritik
> > > positif lho mbak, jangan salah ngerti.
> > >
> > > Okey, aku pikir itu aja comment dari aku,
> cheers...............
> > >
> > > Sahat G.Christian Sitompul, angkatan 20 Inter
> > >
> > >
> > > Gustiawan fahmi <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > >
> > >
> > > Dear rekan-rekan,
> > >
> > > Mungkin saya cuma mengulang kata-kata dari
> rekan-rekan
> > > sebelumnya. Pada dasarnya baik atau buruk
> tergantung
> > > dari pribadi masing-masing....
> > >
> > > Kalau kita merasa Sekolah di MMUGM useless
> kenapa kita
> > > mau sekolah disana? Harusnya kita berkaca juga
> kepada
> > > diri kita sendiri before go to the end result.
> > > Something wrong with me or no? Kenapa orang lain
>
> > > diterima kok kita tidak? apa bedanya saya dengan
> dia?
=== message truncated ===
__________________________________
Do you Yahoo!?
Send a seasonal email greeting and help others. Do good.
http://celebrity.mail.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/ExDolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/