Anda benar, memang email itu ditujukan kepada saya secara informal untuk mencarikan mungkin teman atau saudara saya yang berminat. Tapi saya malah fw ke milis ini J

Saya rasa bukan pada tempatnya membahas isu semacam ini disini karena isu seperti ini seharusnya dibahas terhadap satu situasi yang memang riil, disertai dengan fakta yang jelas, dsb. Saya rasa untuk bekerja 8 jam sehari, 9 jam sehari atau 13 jam sehari itu semua pilihan kita. Apakah kita mau melakukannya atau tidak. Karena kalau bukan kita, siapa yang mengendalikan ketukan kerjaan kita. Kita memilih menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien sehingga tidak usah lembur terlalu malam atau kita memang mencari lembur untuk penghasilan tambahan? Kalau ada sebagian teman-teman yang merasa kurang sreg dengan bekerja 8 – 10 jam sehari misalnya, ya tidak usah melamar lah (pada kenyataan sampai saat kurang lebih 10 orang telah melamar posisi tersebut) masih banyak pekerjaan yang tidak perlu bekerja sampai malam, buka usaha sendiri misalnya.

Jadi kalau ditanya sisi HRDnya benar apa tidak? Saya tidak punya datanya tuh, tidak punya kontrak kerjanya, tidak punya ketentuan remunerasinya dsb.

Job spec atau job descnya gimana? Ya kembali lagi, kenyataannya seperti apa pekerjaan yang diberikan.

 

Orang kerja sampai malam itu ada beberapa type lho :

  1. Orang yang tidak produktif : siangnya kerjaannya biasa aja, internetan, santai, bolak balik ke smoking room, malemnya sengaja pulang malem untuk menunggu macet reda (plus dapet lemburan)
  2. Orang yang produktif : yang memang pulang malam karena menjaga produktivitasnya, misal sengaja pulang agak malam untuk melakukan evaluasi kinerja hari ini serta membuat job planning hari berikutnya. Atau memanfaatkan waktu untuk melakukan improvement pekerjaannya yang tidak sempat dilakukan pada jam kerja normal (lembur bukan untuk pekerjaan regular)
  3. Orang yang Workaholic : kalau ini jangan ditanya, saking cinta atau menikmati pekerjaan dia rela pulang malam, walaupun dia dibayar lebih atau tidak ya dia enjoy saja.

 

Itu dari sisi pekerja, dari sisi perusahaan bagaimana? Terus terang perusahaan lebih senang beroperasi sesuai jam kerja berlaku daripada tidak. Bayangkan kalau misalnya setiap hari ada 100 pekerja dalam satu ruangan, biaya operasional untuk listrik dan AC   anggap saja perhatinya 1 juta, akan lebih terkontrol budget perusahaan itu apabila jam kerjanya fixed jadi perusahaan tersebut dapat melakukan forecast tingkat biaya listrik, telepon dll per bulannya. Bayangkan kalau harus ada yang lembur sampai malam, misal sampai 3 atau 4 jam dari waktu normal, dimana pada waktu itu di ruangan yang sama hanya ada 8 – 10 orang, menggunakan AC, lampu, listrik komputer dll, tentunya biayanya akan semakin besar bukan? Tidak terkontrol lagi. Apalagi kualitas pekerjaan dan tingkat produktivitas pekerjaan pada jam- jam demikian sudah tidak bisa diandalkan lagi.  Jadi bagi perusahaan, lebih banyak mudharatnya mempekerjakan karyawan di luar jam kerja daripada mempekerjakannya di jam kerja normal.

 

Hanya itu, moral hazard yang biasa dilakukan sebagian karyawan, mereka lebih menikmati lembur daripada berkumpul di rumah dengan keluarga apapun alasannya. Walaupun perusahaannya telah meng encourage karyawan untuk tidak sering2 bekerja lembur dengan melakukan pembatasan. Dan itu kisah nyata yang terjadi di tempat saya.

 

Jadi kesimpulannya? Ya semua kita kembalikan kepada masing-masing pihak. Tapi akan lebih mudah kita bahas dan diskusikan bila didukung data dan fakta yang komprehensif

 

Thank you

 

Ahmad Eka Prasetia

MM Exe II - Jakarta

 

 

 

 


From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Hesti Widiastuti Widodo
Sent: Saturday, May 14, 2005 11:06 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [mm-ugm] Work and Life Balance (was FW: Lowongan)

 

Rekans,

 

Menurut saya, memang ada bagusnya kejujuran untuk mengungkapkan ekspektasi employer dalam pengumuman lowongan pekerjaan.  Tapi yang saya perhatikan dari pengumuman tersebut adalah ketidakformalannya.  Mungkin ada harapan dari si pemberi pengumuman, bahwa peluang lowongan tersebut diberikan kepada teman-teman di lingkup yang sudah dikenal sehingga ditulislah ekspektasi atas kenyataan yang dibutuhkan supaya bisa memberikan gambaran riil tentang load pekerjaan yang akan dikerjakan.

 

Jika berbicara masalah remunerasi, kerja yang normal adalah 8 jam sehari.  Dengan kompensasi yang hanya sekitar 3 juta saja, tidak sebanding dengan ekspektasi bekerja lebih dari 8 jam sehari.  Semakin banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, semakin lebar rentang cakupan pekerjaan, semakin besar tuntutan komitmen untuk bekerja lebih dari 8 jam sehari...akan berdampak pada remunerasi yang semakin tinggi.

 

Dinilai dari segi kesehatan, jika bekerja 10 jam sehari setiap hari selama 5 hari seminggu, untuk yang masih muda dan fit mungkin masih oke lah..tapi kalau terus-terusan juga biasa orang cepat sekali merasakan tingkat jenuh berlebihan.

 

Untuk pekerja yang tergolong PECANDU PEKERJAAN, mungkin cocok sekali diberikan tugas bekerja lebih dari 8 jam setiap hari karena memang pekerja tipe ini MEMBUTUHKAN load pekerjaan yang banyak.

 

I do believe that everyone know their own best condition and able to measure their own limit. So, choose the best one for you and smile for the success.

 

Regards-

Hesti

 

----- Original Message -----

Sent: Thursday, May 12, 2005 11:02 AM

Subject: [mm-ugm] Work and Life Balance (was FW: Lowongan)

 

Frends,

Saya ada topik baru yang mungkin menarik berkaitan dengan email lowongan di
bawah:
"WORK and LIFE BALANCE"

Di lowongan di bawah disebutkan masuk on time jam 08.00 dan pulang rata2
jam 8 malam bahkan kadang2 jam 9-10 malam.
Lowongan di bawah termasuk jujur mengungkapkan apa yang menjadi ekspektasi
perusahaan.
Namun apakah harapan tersebut dapat dijustifikasi?
Mengesampingkan sisi legal berdasarkan peraturan Depnaker tentang kerja 40
jam seminggu, lembur dsb-nya, bagaimana pendapat rekan2 semua?

Bagaimana dari sisi pekerja ataupun dari sisi manager/pimpinan?
Kemungkinan stress atau bahkan burn-out?

Kalau ditinjau dari sisi HRD bagaimana?
Apakah Job Spec atau Job Desc nya benar?
Struktur organisasi sudah memadai? Work load nya?
Kompensasi?

Bagi yang merasa family man atau family woman, bagaimana pendapat anda?
Kalau both parents bekerja bagaimana?

Semoga bisa menjadi topik diskusi yang menarik.

Regards.
Hary








Ahmad Eka Prasetia <[EMAIL PROTECTED]>@yahoogroups.com on 05/12/2005
09:48:23 AM

Please respond to [email protected]

Sent by:    [email protected]


To:    [email protected], [EMAIL PROTECTED]
cc:     (bcc: Hary Wibowo/IDSUB01/Power/ALSTOM)

Subject:    [mm-ugm] FW: Lowongan

Dear fellows,
Friend of mine who works at permatabank, Jakarta informs me about a
vacant position in his office. Should you or your relatives fit the
required standards, you/they can send your/ their CV(s) to below email.

Apparently, he needs it fulfilled as soon as possible.

The detail criteria of the applicant can be seen as below.


Thank you and good luck.

Rgds

Ahmad Eka Prasetia


-----Original Message-----
From: Bungkus Hatha Yogi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, May 12, 2005 9:18 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; Ahmad Eka Prasetia
Subject: Lowongan

man-teman....

ada lowongan nih di kantorku:

jabatan: Regulatory Compliance Officer
divisi: Corporate Compliance Group
gaji: sekitar +/- 3,5 jt
kualifikasi: siap kerja keras, mau pulang malam, good analysis
rincian kerja:
- menerima, mempelajari & update peraturan Bank Indonesia terbaru
- analisis kajian kredit/review
- analisis prosedur & produk baru
jam kerja masuk on time jam 08.00 pulang rata2 jam 8 malam, kadang s/d
jam
9-10 malam
lokasi kerja: PermataBank tower lt 17 sudirman

barangkali ada temen/adik yg berminat..silakan langsung kirim CV ke
[EMAIL PROTECTED], cepetan yah...loadnya tinggi banget nih....

salam,


yg





Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
Yahoo! Groups Links













Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***





Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke