Tidak ada salahnya bila kita membaca sejenak opini dari Pak Dawam
Rahardjo. 

Sepakat dengan beliau - tindakan emosional yang dilakukan oleh
saudara-saudara kita sebagaimana diberitakan oleh berbagai media massa
baik cetak maupun elektronik justru dikuatirkan akan menempatkan Islam
pada posisi yang kurang menguntungkan.


Regards
Arsono


-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of radityo djadjoeri
Sent: Saturday, February 11, 2006 9:25 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Subject: [Amien-Siswono] Komentar Ulil tentang opini Dawam: Kartun Nabi
Muhammad

Komentar Ulil tentang opini Dawam: Kartun Nabi Muhammad
      
Salam,
  
Pagi ini, saya menikmati tulisan yang lugas, cerdas,
mencerahkan, yakni tulisan Mas Dawam Rahardjo tentang
kartun Nabi Muhammad. Saya memberikan apresiasi yang
setinggi-tingginya pada Mas Dawam yang mampu
menyuarakan akal sehat di tengah-tengah luapan emosi
umat saat ini.
   
  Poin yang dikatakan oleh Mas Dawam pada ujung kolom
itu sangat penting: tugas pemimpin umat adalah
memimpin, bukan sekedar mengikuti apa yang dimaui oleh
mereka. Jika umat menghendaki suatu hal, tetapi dalam
jangka panjang hal itu bisa membawa mudarat besar,
seorang pemimpin harus berani mengatakan, "tidak!". 
   
  Ulil
   
  Ulil Abshar-Abdalla
Department of Religion
Boston University
   
  ____________________________________________________________________
   
  Kartun Nabi Muhammad
   
  Encyclopedia Americana edisi 1960-an pernah memuat entri tentang Nabi
Muhammad yang disertai gambar, padahal ajaran Islam melarang gambar
Nabi Muhammad.
   
  M. Dawam Rahardjo
  
# Presiden The International Institute of Islamic Thought, Indonesia
   
  Encyclopedia Americana edisi 1960-an pernah memuat entri tentang Nabi
Muhammad yang disertai gambar, padahal ajaran Islam melarang gambar
Nabi Muhammad. Tapi ada sejumlah hadis sahih yang menggambarkan sosok
nabi umat Islam itu, sehingga seorang pelukis bisa memindahkannya ke
dalam sebuah gambar. Dalam ensiklopedia itu, Nabi Muhammad digambarkan
sebagai seorang yang berperawakan gendut, pendek, dan memakai sorban
tinggi. Dia memegang sebuah kitab--maksudnya Al-Quran--sedangkan
tangan kirinya menggenggam sebilah pedang Arab yang melengkung itu.
Gambar itu mirip sebuah foto dan bukan berupa sketsa atau gambar
naturalis ala Basuki Abdullah.
   
  Dalam kitab kumpulan hadis sahih himpunan KH Moenawar Cholil dan M.
Hasby Assidieqy sebagaimana diceritakan oleh sahabat-sahabatnya, Nabi
digambarkan sebagai orang yang berkulit putih dan berwajah rupawan.
Perawakannya tinggi semampai. Jika berdiri di antara sahabat-sahabatnya,
dia selalu tampak lebih tinggi walaupun tidak terlalu jangkung. Ia
memelihara jenggot sedikit, tapi tidak berkumis, apalagi berewok.
Rambutnya panjang sampai ke bahu alias gondrong. Jika berjalan, ia
bagaikan seorang yang lagi menuruni gunung karena cepat.
  
Ia tidak mungkin gendut seperti stereotipe syekh padang pasir. Sebab,
ia punya kebiasaan berpuasa sehari dan tidak berpuasa hari berikutnya.
Ia selalu berhenti makan sebelum merasa kenyang. Ketika berbuka puasa
pun, ia hanya memakan dua butir korma. Dengan diet ketat seperti itu,
tak mungkin ia gendut. Sekali-kali ia bukanlah seorang hedonis.
   
  Nabi selalu menghiasi wajahnya dengan senyum. Jika berpapasan dengan
orang, ia mendahulukan uluk salam. Ia mengasihi anak-anak kecil. Suka
menyanjung orang dan punya kebiasaan mengunjungi orang yang lagi
sakit, ia pun tidak pernah marah, selalu mengendalikan emosi, karena
pedomannya adalah sabar. Pernah para sahabatnya yang marah kepada
orang-orang Yahudi meminta agar Nabi mengutuk mereka. Tapi Nabi
menjawab, "Tidak. Aku diutus tidak untuk mengutuk, tapi membawa
rahmat." Pernah pula malaikat menyarankan kepada Nabi untuk mendoakan
orang-orang Thaif agar dibinasakan Tuhan. Tapi Nabi menolak, padahal
beliau telah dilempari baru dan jatuh ke lubang hingga hampir saja
mati. Malah Nabi memohon agar dosa-dosa mereka diampuni karena "mereka
tidak tahu apa yang mereka lakukan".
   
  Kartun yang dimuat dalam majalah Denmark Jyllands-Posten, yang
menggambarkan Nabi sebagai orang yang berewokan dengan sorban yang
ditempeli bom, tentu "jauh panggang dari api". Gambar Nabi dalam
ensiklopedia yang membawa kitab juga tidak mungkin. Sebab, hingga
wafatnya, wahyu Tuhan belum dikodifikasi dalam sebuah kitab, seperti
Al-Quran yang tampak dalam gambar itu. Gambar dalam ensiklopedia itu
memang tidak dimaksudkan sebagai sebuah potret, tapi hanya sebuah
karikatur. Unsur-unsur gambar itu tidak pula didasarkan pada hadis,
melainkan dari gambaran seorang Arab padang pasir Arab Saudi yang
sebenarnya berlambangkan teks syariat dan pedang. Orang Barat tentu
akan terkesan bahwa bendera itu melambangkan otoritarianisme: syariat
ditegakkan dengan pedang.
   
  Gambar kartun majalah Denmark itu juga didasari kesan sang kartunis
mengenai umat Islam yang sekarang ini diidentikkan dengan terorisme
bom dan sikap-sikap kekerasan. Kartun itu juga merupakan karikatur
tentang umat Islam di dunia seperti yang umum dilihat oleh orang
Barat. Kartun yang karikaturis itu oleh umat Islam dianggap sebagai
sebuah penghinaan. Padahal kartun itu bukanlah sebuah penghinaan,
melainkan sebuah kritik. Dengan menampilkan Nabi Muhammad sebagai
simbol, ternyata perhatian umat Islam di seluruh dunia sungguh-sungguh
tergugah dan bahkan marah. Sebenarnya masyarakat Barat sendiri sudah
terbiasa dengan karikatur yang mencemooh kristianisme, khususnya
katolikisme. Tapi mereka tidak marah besar karena karikatur itu
ditanggapi sebagai kritik, bukan penghinaan.
   
  Namun, barangkali sudah diperhitungkan oleh redaktur majalah tersebut
bahwa kartun itu akan menimbulkan kemarahan yang diwujudkan dengan
tindakan kekerasan. Sikap seperti itulah yang diharapkan akan timbul
sehingga memberikan bukti bahwa gambaran kartun itu tentang umat Islam
memang benar. Kemarahan umat Islam memang wajar-wajar saja, bisa
dipahami. Tapi seharusnya umat Islam juga melakukan introspeksi,
apakah kartun itu memang menggambarkan umat Islam. Di Indonesia,
gambaran tentang Islam yang garang itu memang mencerminkan realitas.
Misalnya, umat Islam mayoritas menyerbu perkampungan Ahmadiyah,
membakar rumah dan masjid, menutup rumah ibadah umat Kristen,
melakukan aksi sweeping terhadap tempat yang dianggap sebagai sarang
maksiat, dan menghukum orang yang punya pandangan yang bertentangan
dengan akidah mayoritas umat Islam.
   
  Di hadapan aksi-aksi kekerasan itu, organisasi besar umat Islam,
seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah atau Nahdhatul Wathon di
Lombok, tidak melakukan usaha apa pun untuk mencegah berkembangnya
aksi kekerasan. Bahkan mereka cenderung menyetujuinya walaupun
mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang sifatnya melindungi diri dari
tuduhan menyetujui radikalisme. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din
Syamsuddin bahkan pernah membuat pernyataan bahwa dia adalah pelindung
gerakan Islam radikal, tapi di tempat lain mengatakan dirinya
sebenarnya berpaham liberal dan pluralis.
   
  Organisasi-organisasi dominan itu sebenarnya telah kehilangan kendali
kepemimpinan. Itulah sebabnya, berbagai kelompok umat Islam mengambil
langkah sendiri-sendiri. Partai Keadilan Sejahtera dan Front Pembela
Islam menghimpun massa dan mengajak umat Islam agar tidak mengkonsumsi
produk-produk Denmark. Sebenarnya sangat disangsikan apakah kampanye
antiproduk Denmark itu akan efektif. Mungkin masyarakat akan cuek
saja. Tapi seandainya itu berhasil, produk-produk Denmark akan tidak
laku. Akibatnya, perusahaan-perusahaan di Indonesia akan ditutup saja
dan dipindahkan ke Vietnam atau Kamboja, yang dianggap lebih aman.
Jika perusahaan-perusahaan itu hengkang dari Indonesia, akan terjadi
pemutusan hubungan kerja. Akhirnya, rakyatlah yang menjadi korban dan
menderita. Sekarang ini orang-orang kedutaan Denmark sudah diperintah
untuk meninggalkan Indonesia. Pemerintah Indonesia diperkirakan tidak
mampu melindungi warga asing. Sasaran demonstrasi sudah pula meluas
kepada Amerika dan Inggris. Mungkin akan ada aksi-aksi bom lagi.
Indonesia akan dipandang tidak aman bagi penanaman modal asing.
Sementara itu, pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla
berusaha membujuk modal asing. Jika perkembangan itu terjadi, yang
terpukul bukan hanya rakyat, tapi juga Pemerintah.
   
  Berhadapan dengan sikap umat Islam yang tidak cerdas dan tidak dewasa
itu, organisasi-organisasi besar Islam, apalagi Majelis Ulama
Indonesia, tidak mampu berbuat apa-apa dan tidak melaksanakan
kepemimpinan. Mereka sudah tersandera oleh umatnya sendiri. Mereka
tidak lagi memimpin, tapi disandera oleh emosi massa yang tidak bisa
dikendalikan. Dilihat dari sudut ini, kartun yang sederhana itu telah
berhasil mencapai tujuannya.
   
  Opini Koran Tempo - Jum'at, 10 Februari 2006
            
http://www.korantempo.com/korantempo/2006/02/10/Opini/krn,20060210,61.id
.html
  ____________________________________________________________________


Ungkapkan opini Anda di: 

http://mediacare.blogspot.com

http://indonesiana.multiply.com
                
---------------------------------
Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!

[Non-text portions of this message have been removed]





=== Amien-Siswono 2004 ===
Tetap Konsisten dalam berjuang menuntaskan agenda reformasi total.
Amien Rais Presiden dihatiku !

http://id.wikipedia.org/wiki/Amien_Rais
Motto kami : Jujur, Cerdas & Berani.

Isi tulisan yang ada tidak selalu mencerminkan pandangan pemilik dan
moderator milis. Pengirim tulisan bertanggungjawab penuh atas isi
tulisannya.

Kirim email kosong untuk:
- jadi member : [EMAIL PROTECTED]
- keluar      : [EMAIL PROTECTED]
- no mail     : [EMAIL PROTECTED]
- daily digest: [EMAIL PROTECTED]
- individual email: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links



 






Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) *** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke