PENGHINAAN TERHADAP NABI SAW. Bagian dari Perang Peradaban Barat Terhadap Islam Lagi-lagi Nabi saw. dilecehkan dan dihina. Koran Jyllands-Posten menerbitkan kartun-kartun yang menghina Rasulullah saw. pada edisi 30 September 2005 lalu. Dalam kartun itu Rasulullah Muhammad saw. digambarkan sebagai seorang Badui yang membawa pedang dan menenteng 'bom', diapit oleh dua orang perempuan bercadar hitam di sebelah kiri dan kanannya. Bahkan, dalam salah satu kartun itu Rasulullah saw. digambarkan sebagai orang yang bersorban, yang di sorbannya terselip bom (terlihat dari bentuk dan sumbunya). Gambar ini memberikan pesan bahwa Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw. adalah penebar bom dan teroris. Apalagi gambar-gambar itu diterbitkan pada bulan September sehingga orang akan mengaitkannya dengan Peristiwa WTC 11 September. Sejak itu, para ulama mengecamnya. Diplomat Mesir, Palestina, Turki, Pakistan, Iran, Bosnia-Herzegovina, dan Indonesia memprotesnya. Namun, Pemerintah Denmark lewat PM Denmark Anders Fogh Rasmussen berulang-ulang membela koran tersebut dengan alasan hak kebebasan berbicara. Sekalipun menuai protes, gambar-gambar ini pada Januari 2006 dimuat di Norwegia. Bahkan, karikatur-karikatur tersebut kini malah muncul di berbagai koran di Eropa seperti Harian France Soir di Prancis; terus meluas ke Spanyol, Italia, dan Swiss. Awal Februari 2006 dua surat kabar Selandia baru, Wellington's Dominion Post dan Christchurch's The Press mencetak ulang kartun-kartun yang menghina Rasulullah saw. tersebut. Mereka mengatakan, "Ini bagian dari upaya ambil bagian dalam pertempuran antara agama (baca: Islam) dan kebebasan berekspresi." Seolah tak ingin ketinggalan, di Australia, The Courier Mail, koran terbesar di Negara Bagian Queensland, juga memuat ulang kartun-kartun tersebut di edisi akhir pekannya. Berdasarkan hal ini tampaklah bahwa pemuatan kartun-kartun yang penuh dengan penghinaan tersebut ditujukan untuk 'memerangi agama'. Inilah yang mendasari kemarahan umat Islam dunia. Kaum Muslim pun memprotesnya dengan melakukan berbagai macam demonstrasi dan delegasi. Protes bukan hanya dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam, melainkan juga oleh negeri-negeri Islam. Lybia menutup kedutaan besarnya di Denmark sebagai protes atas pemuatan kartun-kartun itu. Arab Saudi memanggil pulang duta besarnya dari Denmark dan para pemimpin agama negara itu mendesak pemboikotan produk-produk Denmark. Suriah juga menarik kembali duta besarnya di Denmark. Tunisia menyita semua koran terbitan Prancis, France Soir, edisi 1 Pebruari 2006. Iran memutuskan hubungan dagang dengan Denmark. Indonesia pun mengecam tindakan penghinaan tersebut. Rangkaian Pelecehan Karikatur yang menghina Nabi saw. dan Islam bukanlah yang pertama kali. Penghinaan dan pelecehan terhadap Islam, al-Quran, dan Nabi Muhammad saw. seakan tak pernah surut alias berulang-ulang. Di antara peristiwa tersebut adalah: 1. Tahun 1989. Terbit buku The Satanic Verses tulisan Salman Rushdie yang menggambarkan al-Quran sebagai ayat-ayat setan. Imam Khomeini memfatwakan mati terhadapnya. Hingga kini ia tetap dilindungi Inggris. 2. Tahun 1994, bulan September. Dirilis film True Lies garapan sutradara Yahudi Steven Spielberg, yang menggambarkan Islam pimpinan Abdul Aziz sebagai teroris yang memimpin organisasi teror 'Crimson Jihad'. 3. Tahun 1997, bulan Juli. Seorang wanita Yahudi Israel, Tatyana Suskin (26), membuat dan menyebarkan 20 poster yang menghina Islam dan Nabi Muhammad saw. Di antaranya ada poster seekor babi yang mengenakan kafiyeh ala Palestina. Di kafiyeh itu tertulis dalam bahasa Inggris dan Arab kata: Muhammad. Dengan pensil di kukunya, babi itu tampak tengah menulis di atas sebuah buku berjudul: al-Quran. 4. Tahun 2002. Dimuat tulisan jurnalis Nigeria, Isioma Daniel tentang Rasul dan Miss World. 5. Tahun 2004. Dirilis film 'dokumenter' garapan produser film asal Belanda, Theo van Gogh, yang menghina Islam dan Muhammad. Muslim di Eropa marah. 6. Tahun 2005. Museum Tate di London urung memamerkan patung karya John Latham yang dikhawatirkan melukai perasaan kaum Muslim pasca ledakan bom yang mengguncang London, Juli 2005. Al-Quran pun dimasukkan ke WC di penjara rahasia Amerika Guantanamo oleh serdadu AS. Perang Peradaban Melihat realitas yang ada, pemuatan kartun-kartun ini adalah sebuah kesengajaan. Hal ini tampak dalam sikap mereka, antara lain: (1) Ketika dikatakan bahwa dalam Islam tidak boleh menggambar Nabi Muhammad saw. apalagi dilecehkannya lewat karikatur, pihak Koran Jyllands-Posten menilai, tidak pada tempatnya jika orang non-Muslim harus mengikuti aturan Islam tersebut. Ini berarti ada kesengajaan untuk membuat kartun tersebut. Mereka ingin memancing kemarahan kaum Muslim untuk mengetahui sejauh mana komitmen mereka terhadap Nabi saw. dan Islam mereka. (2) Kasus penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad saw. terjadi berulang-ulang. Reaksi umat Islam pun sudah jelas: menentang! Akan tetapi, mereka terus melakukannya dan melakukannya lagi. (3) Pemerintahan mereka membiarkannya dan membelanya dengan dalih kebebasan. (4) Bahkan, ini menunjukkan sikap masyarakat sana pada umumnya. Satu jajak pendapat menunjukkan 79 persen warga Denmark berpendapat Fogh Rasmussen tidak perlu menyatakan permintaan maaf dan 62 persen mengatakan suratkabar itu hendaknya tidak meminta maaf. Pada sisi lain, kasus penghinaan ini menunjukkan wajah asli kebebasan dalam hak asasi manusia (HAM) menurut mereka. Kebebasan menurut mereka adalah kebebasan untuk melakukan apapun termasuk mendeskreditkan, menghina, dan melecehkan Islam melalui pelecehan Nabi saw. sebagai pembawa risalahnya. Sungguh, ini adalah kebebasan yang penuh dengan kepura-puraan. Tengok saja, ketika di Prancis Muslimah dilarang mengenakan jilbab, 'kebebasan' yang mereka dengungkan tidak terdengar. Saat kaum Muslim lantang menyuarakan Islam yang diterapkan dalam sistem Khilafah sebagai pengganti Kapitalisme yang memang bobrok, mereka menudingnya garis keras. Pada waktu kaum Muslim menunjukkan kezaliman dan ketidakadilan negara-negara besar, mereka menuduhnya sebagai mengagungkan kekerasan. Dalam kasus-kasus terakhir itu tidak dikatakan oleh mereka bahwa 'itu adalah kebebasan'. Karena itu, janganlah kaum Muslim tertipu dengan HAM yang mereka gembar-gemborkan. Nyatalah, kebebasan yang didengung-dengungkan sebagai HAM adalah kebebasan yang mengizinkan penodaan terhadap Islam. Hal ini berbeda dengan kebebasan yang diberikan Islam. Khilafah Islamiyah sebagai inti kekuatan politik Islam wajib menghormati agama apapun serta dilarang melakukan pelecehan dan penodaan terhadap simbol, tatacara peribadatan, nabi, dan apapun yang terkait dengannya. Sejarah pun mencatat dengan baik sikap Khilafah Islam ini terhadap non-Muslim. Karikatur penghinaan tersebut mendudukkan Nabi Muhammad saw. sebagai penebar bom alias teroris. Jika dihubungkan dengan konteks kekinian, maka pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad lewat kartun ini tidak dapat dilepaskan dari perang melawan terorisme (war on terrorism) yang didengungkan Barat pimpinan AS. Bahkan, bagian dari perang kebudayaan (ghazwuts tsaqafi) dan perang peradaban (ghazwu hadhari) yang mereka lancarkan. Namun demikian, semua ini justru menunjukkan kekalahan Barat secara intelektual. Ketika dakwah Islam menggema dimana-mana, termasuk di Eropa, sejatinya dakwah dilawan dengan argumentasi dalam debat intelektual yang sehat. Namun, ketika hal itu dilawan dengan propaganda dan pelecehan, berarti kekalahan mereka secara intelektual telah benar-benar terjadi. Hukuman Mati Bagi Penghina Rasulullah Penghinaan terhadap Islam, al-Quran, dan Nabi Muhammad saw. sebagai pembawanya sering menguap begitu saja. Setelah penghinaan terjadi, mereka meminta maaf. Kemudian, diulangilah penghinaan itu. Karenanya, permintaan maaf tidak cukup bagi kasus penghinaan terhadap Rasulullah saw. Ketika di Makkah, Rasulullah saw. memang tidak mempedulikan siapapun yang menghinanya. Beliau selalu memaafkannya. Namun, sejak di Madinah, beliau menghukum orang-orang yang melakukan pelecehan dan penghinaan dalam segala bentuknya. Imam asy-Syaukani menukil pendapat para fukaha, antara lain pendapat Imam Malik, yang mengatakan bahwa orang kafir dzimmi seperti Yahudi, Nasrani, dan sebagainya yang menghujat Rasulullah saw. harus dijatuhi hukuman mati, kecuali apabila mereka bertobat dan masuk Islam. Adapun jika pelakunya seorang Muslim, ia harus dieksekusi tanpa diterima tobatnya. Imam asy-Syaukani mengatakan bahwa pendapat tersebut sama dengan pendapat Imam asy-Syafii dan Imam Hanbali. Imam asy-Syaukani (Nayl al-Awthâr, VII/213-215) mengemukakan dua hadis tentang hukuman bagi penghina Rasulullah saw. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra. Menuturkan hadis berikut: «Ãóäøó íóåõæÏöíøóÉð ßóÇäóÊú ÊóÔúÊõãõ ÇáäøóÈöíøó Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó æóÊóÞóÚõ Ýöíåö ÝóÎóäóÞóåóÇ ÑóÌõáñ ÍóÊøóì ãóÇÊóÊú ÝóÃóÈúØóáó ÑóÓõæáõ Çááåö Õóáøóì ÇÇááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó ÏóãóåóÇ» Sesungguhnya pernah ada seorang wanita Yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Oleh karena perbuatannya itu), perempuan itu lalu dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya. (HR Abu Dawud). Ibnu Abbas juga telah meriwayatkan sebuah hadis sebagai berikut: Pernah ada seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha melarang dan memperingatkan agar istrinya itu tidak melakukannya. Sampai pada suatu malam (seperti biasanya) istrinya itu mulai lagi mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Merasa tidak tahan lagi), lelaki itu lalu mengambil kapak kemudian menebaskannya ke perut istrinya, ia menghunjamkannya dalam-dalam sampai istrinya itu mati. Keesokan harinya, turun pemberitahuan dari Allah Swt. kepada Rasulullah saw. yang menjelaskan kejadian tersebut. Hari itu juga beliau kemudian mengumpulkan kaum Muslim dan bersabda, "Dengan menyebut nama Allah, aku meminta kepada orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu adalah hakku, untuk berdiri." Kemudian (kulihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai ia turun di hadapan Rasulullah saw. kemudian ia duduk seraya berkata, "Akulah suami yang melakukan hal tersebut, ya Rasulullah. Kulakukan hal tersebut karena ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak (yang cantik) seperti mutiara. Istriku itu sayang kepadaku. Akan tetapi, kemarin ketika ia (kembali) mencela dan menjelek-jelekkan dirimu, aku lalu mengambil kapak, kemudian menebaskannya ke perut istriku, menghujamkan kuat-kuat ke perut istriku, dan menghujamkan kuat-kuat sampai ia mati." Rasululah saw. kemudian bersabda, "Saksikanlah bahwa darah wanita itu halal. (HR Abu Dawud dan an-Nasa'i). Jelaslah, hukuman bagi penghina Nabi saw. adalah hukuman mati. Persoalannya adalah hingga saat ini tidak ada negara yang menjatuhkan hukuman demikian terhadap pelakunya. Para pelaku penghinaan, baik pembuat karikatur ataupun pimpinan media yang menerbitkannya, bebas berbuat, apalagi negara mereka justru melindunginya. Pimpinan negeri-negeri kaum Muslim semestinya tidak berhenti pada kecaman dan pemboikotan produk, melainkan juga pada tuntutan hukuman mati bagi pelakunya. Berbeda dengan waktu adanya Khilafah Islamiyah, kini kemuliaan Islam dan umatnya tidak ada yang melindungi. Lagi-lagi, makin jelas, tegaknya Khilafah Islamiyah bukan hanya wajib, melainkan merupakan kebutuhan kaum Muslim dunia. Khilafahlah yang akan mengembalikan kemuliaan dan kejayaan Islam dan umatnya. Dengan Khilafah, tidak akan pernah ada pihak yang berani melecehkan dan menghinanya. Karena itu, peristiwa penghinaan atas Islam ini, yang terus-menerus terjadi secara berulang, seharusnya semakin menyadarkan kaum Muslim, bahwa semakin mendesak saat ini untuk segera menegakkan kembali Khilafah Islamiyah. Sebab, hanya terhadap Khilafahlah bangsa-bangsa kafir pada masa lalu takut dan tidak berani berbuat macam-macam terhadap Islam dan kaum Muslim. Sebaliknya, tanpa Khilafah Islam sebagaimana saat ini, penghinaan terhadap Islam sangat boleh jadi akan terulang kembali pada masa-masa yang akan datang. Tentu kita tidak menginginkan hal yang sama terus terulang. Karena itu pula, marilah kita bersatu bangkit bersama Khilafah; mari kita perjuangkan kembali tegaknya Khilafah, yang akan membela kemuliaan Islam dan kaum Muslim dengan jihad fi sabilillah. Allahu akbar! []
__________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini? *** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) *** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
