|
Ahhhh... capek baca kayak gini... kenapa sih kita
ga bisa melawan dengan kearifan saja... daripada ikut-ikutan marah...
Terlepas dari segala hal yang bisa dikategorikan
menyudutkan Islam kenapa kita tidak tunjukkan saja jika Islam itu penuh
kedamaian dan menyejukkan...
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, February 14, 2006 5:59
PM
Subject: Re: [mm-ugm] OOT : Komentar Ulil
tentang opini Dawam: Kartun Nabi Muhammad
PENGHINAAN TERHADAP NABI SAW. Bagian dari Perang
Peradaban Barat Terhadap Islam Lagi-lagi Nabi saw. dilecehkan dan dihina.
Koran Jyllands-Posten menerbitkan kartun-kartun yang menghina Rasulullah
saw. pada edisi 30 September 2005 lalu. Dalam kartun itu Rasulullah
Muhammad saw. digambarkan sebagai seorang Badui yang membawa pedang dan
menenteng 'bom', diapit oleh dua orang perempuan bercadar hitam di sebelah
kiri dan kanannya. Bahkan, dalam salah satu kartun itu Rasulullah
saw. digambarkan sebagai orang yang bersorban, yang di sorbannya
terselip bom (terlihat dari bentuk dan sumbunya). Gambar ini memberikan
pesan bahwa Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw.
adalah penebar bom dan teroris. Apalagi gambar-gambar itu diterbitkan
pada bulan September sehingga orang akan mengaitkannya dengan Peristiwa WTC
11 September. Sejak itu, para ulama mengecamnya. Diplomat
Mesir, Palestina, Turki, Pakistan, Iran, Bosnia-Herzegovina, dan
Indonesia memprotesnya. Namun, Pemerintah Denmark lewat PM Denmark Anders
Fogh Rasmussen berulang-ulang membela koran tersebut dengan alasan hak
kebebasan berbicara. Sekalipun menuai protes, gambar-gambar ini
pada Januari 2006 dimuat di Norwegia. Bahkan, karikatur-karikatur
tersebut kini malah muncul di berbagai koran di Eropa seperti Harian France
Soir di Prancis; terus meluas ke Spanyol, Italia, dan Swiss. Awal
Februari 2006 dua surat kabar Selandia baru, Wellington's Dominion Post dan
Christchurch's The Press mencetak ulang kartun-kartun yang
menghina Rasulullah saw. tersebut. Mereka mengatakan, "Ini bagian dari
upaya ambil bagian dalam pertempuran antara agama (baca: Islam) dan
kebebasan berekspresi." Seolah tak ingin ketinggalan, di Australia,
The Courier Mail, koran terbesar di Negara Bagian Queensland, juga
memuat ulang kartun-kartun tersebut di edisi akhir pekannya. Berdasarkan
hal ini tampaklah bahwa pemuatan kartun-kartun yang penuh dengan penghinaan
tersebut ditujukan untuk 'memerangi agama'. Inilah yang mendasari
kemarahan umat Islam dunia. Kaum Muslim pun memprotesnya dengan melakukan
berbagai macam demonstrasi dan delegasi. Protes bukan hanya dilakukan
oleh kelompok-kelompok Islam, melainkan juga oleh negeri-negeri Islam.
Lybia menutup kedutaan besarnya di Denmark sebagai protes atas pemuatan
kartun-kartun itu. Arab Saudi memanggil pulang duta besarnya dari Denmark
dan para pemimpin agama negara itu mendesak pemboikotan
produk-produk Denmark. Suriah juga menarik kembali duta besarnya
di Denmark. Tunisia menyita semua koran terbitan Prancis, France Soir,
edisi 1 Pebruari 2006. Iran memutuskan hubungan dagang dengan Denmark.
Indonesia pun mengecam tindakan penghinaan tersebut. Rangkaian
Pelecehan Karikatur yang menghina Nabi saw. dan Islam bukanlah yang
pertama kali. Penghinaan dan pelecehan terhadap Islam, al-Quran, dan Nabi
Muhammad saw. seakan tak pernah surut alias berulang-ulang. Di antara
peristiwa tersebut adalah: 1. Tahun 1989.
Terbit buku The Satanic Verses tulisan Salman Rushdie yang menggambarkan
al-Quran sebagai ayat-ayat setan. Imam Khomeini memfatwakan
mati terhadapnya. Hingga kini ia tetap dilindungi
Inggris. 2. Tahun 1994, bulan September.
Dirilis film True Lies garapan sutradara Yahudi Steven Spielberg,
yang menggambarkan Islam pimpinan Abdul Aziz sebagai teroris yang
memimpin organisasi teror
'Crimson Jihad'. 3. Tahun 1997, bulan
Juli. Seorang wanita Yahudi Israel, Tatyana Suskin (26), membuat dan
menyebarkan 20 poster yang menghina Islam dan Nabi Muhammad saw. Di
antaranya ada poster seekor babi yang mengenakan kafiyeh ala Palestina. Di
kafiyeh itu tertulis dalam bahasa Inggris dan Arab kata: Muhammad. Dengan
pensil di kukunya, babi itu tampak tengah menulis di atas sebuah buku
berjudul: al-Quran. 4. Tahun 2002. Dimuat
tulisan jurnalis Nigeria, Isioma Daniel tentang Rasul dan Miss
World. 5. Tahun 2004. Dirilis film
'dokumenter' garapan produser film asal Belanda, Theo van Gogh,
yang menghina Islam dan Muhammad. Muslim di Eropa marah.
6. Tahun 2005. Museum Tate di London urung
memamerkan patung karya John Latham yang dikhawatirkan melukai perasaan
kaum Muslim pasca ledakan bom yang mengguncang London, Juli 2005. Al-Quran
pun dimasukkan ke WC di penjara rahasia Amerika Guantanamo oleh serdadu
AS. Perang Peradaban Melihat realitas yang ada, pemuatan kartun-kartun
ini adalah sebuah kesengajaan. Hal ini tampak dalam sikap mereka, antara
lain: (1) Ketika dikatakan bahwa dalam Islam tidak boleh menggambar Nabi
Muhammad saw. apalagi dilecehkannya lewat karikatur, pihak
Koran Jyllands-Posten menilai, tidak pada tempatnya jika orang
non-Muslim harus mengikuti aturan Islam tersebut. Ini berarti ada
kesengajaan untuk membuat kartun tersebut. Mereka ingin memancing kemarahan
kaum Muslim untuk mengetahui sejauh mana komitmen mereka terhadap Nabi
saw. dan Islam mereka. (2) Kasus penghinaan terhadap Islam dan Nabi
Muhammad saw. terjadi berulang-ulang. Reaksi umat Islam pun sudah jelas:
menentang! Akan tetapi, mereka terus melakukannya dan melakukannya lagi.
(3) Pemerintahan mereka membiarkannya dan membelanya dengan
dalih kebebasan. (4) Bahkan, ini menunjukkan sikap masyarakat sana pada
umumnya. Satu jajak pendapat menunjukkan 79 persen warga Denmark
berpendapat Fogh Rasmussen tidak perlu menyatakan permintaan maaf dan 62
persen mengatakan suratkabar itu hendaknya tidak meminta maaf. Pada sisi
lain, kasus penghinaan ini menunjukkan wajah asli kebebasan dalam hak asasi
manusia (HAM) menurut mereka. Kebebasan menurut mereka adalah
kebebasan untuk melakukan apapun termasuk mendeskreditkan, menghina, dan
melecehkan Islam melalui pelecehan Nabi saw. sebagai pembawa risalahnya.
Sungguh, ini adalah kebebasan yang penuh dengan kepura-puraan.
Tengok saja, ketika di Prancis Muslimah dilarang mengenakan jilbab,
'kebebasan' yang mereka dengungkan tidak terdengar. Saat kaum Muslim
lantang menyuarakan Islam yang diterapkan dalam sistem Khilafah
sebagai pengganti Kapitalisme yang memang bobrok, mereka menudingnya
garis keras. Pada waktu kaum Muslim menunjukkan kezaliman dan ketidakadilan
negara-negara besar, mereka menuduhnya sebagai mengagungkan kekerasan.
Dalam kasus-kasus terakhir itu tidak dikatakan oleh mereka bahwa 'itu
adalah kebebasan'. Karena itu, janganlah kaum Muslim tertipu dengan
HAM yang mereka gembar-gemborkan. Nyatalah, kebebasan yang
didengung-dengungkan sebagai HAM adalah kebebasan yang mengizinkan
penodaan terhadap Islam. Hal ini berbeda dengan kebebasan yang diberikan
Islam. Khilafah Islamiyah sebagai inti kekuatan politik Islam wajib
menghormati agama apapun serta dilarang melakukan pelecehan dan
penodaan terhadap simbol, tatacara peribadatan, nabi, dan apapun yang
terkait dengannya. Sejarah pun mencatat dengan baik sikap Khilafah Islam
ini terhadap non-Muslim. Karikatur penghinaan tersebut mendudukkan
Nabi Muhammad saw. sebagai penebar bom alias teroris. Jika dihubungkan
dengan konteks kekinian, maka pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad
lewat kartun ini tidak dapat dilepaskan dari perang melawan
terorisme (war on terrorism) yang didengungkan Barat pimpinan AS.
Bahkan, bagian dari perang kebudayaan (ghazwuts tsaqafi) dan perang
peradaban (ghazwu hadhari) yang mereka lancarkan. Namun demikian, semua
ini justru menunjukkan kekalahan Barat secara intelektual. Ketika dakwah
Islam menggema dimana-mana, termasuk di Eropa, sejatinya dakwah dilawan
dengan argumentasi dalam debat intelektual yang sehat. Namun, ketika hal
itu dilawan dengan propaganda dan pelecehan, berarti kekalahan
mereka secara intelektual telah benar-benar terjadi. Hukuman Mati Bagi
Penghina Rasulullah Penghinaan terhadap Islam, al-Quran, dan Nabi
Muhammad saw. sebagai pembawanya sering menguap begitu saja. Setelah
penghinaan terjadi, mereka meminta maaf. Kemudian, diulangilah penghinaan
itu. Karenanya, permintaan maaf tidak cukup bagi kasus
penghinaan terhadap Rasulullah saw. Ketika di Makkah, Rasulullah saw.
memang tidak mempedulikan siapapun yang menghinanya. Beliau selalu
memaafkannya. Namun, sejak di Madinah, beliau menghukum orang-orang
yang melakukan pelecehan dan penghinaan dalam segala bentuknya. Imam
asy-Syaukani menukil pendapat para fukaha, antara lain pendapat Imam Malik,
yang mengatakan bahwa orang kafir dzimmi seperti Yahudi, Nasrani, dan
sebagainya yang menghujat Rasulullah saw. harus dijatuhi hukuman mati,
kecuali apabila mereka bertobat dan masuk Islam. Adapun jika pelakunya
seorang Muslim, ia harus dieksekusi tanpa diterima tobatnya. Imam
asy-Syaukani mengatakan bahwa pendapat tersebut sama dengan pendapat
Imam asy-Syafii dan Imam Hanbali. Imam asy-Syaukani (Nayl al-Awthâr,
VII/213-215) mengemukakan dua hadis tentang hukuman bagi
penghina Rasulullah saw. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
ra. Menuturkan hadis berikut: «Ãóäøó íóåõæÏöíøóÉð ßóÇäóÊú ÊóÔúÊõãõ
ÇáäøóÈöíøó Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó æóÊóÞóÚõ Ýöíåö
ÝóÎóäóÞóåóÇ ÑóÌõáñ ÍóÊøóì ãóÇÊóÊú ÝóÃóÈúØóáó ÑóÓõæáõ Çááåö Õóáøóì ÇÇááåõ
Úóáóíúåö æóÓóáøóãó ÏóãóåóÇ» Sesungguhnya pernah ada seorang wanita Yahudi
yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Oleh karena
perbuatannya itu), perempuan itu lalu dicekik sampai mati oleh seorang
laki-laki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya. (HR Abu
Dawud). Ibnu Abbas juga telah meriwayatkan sebuah hadis sebagai
berikut: Pernah ada seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa
mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha melarang dan
memperingatkan agar istrinya itu tidak melakukannya. Sampai pada
suatu malam (seperti biasanya) istrinya itu mulai lagi mencela dan
menjelek-jelekkan Nabi saw. (Merasa tidak tahan lagi), lelaki itu lalu
mengambil kapak kemudian menebaskannya ke perut istrinya, ia
menghunjamkannya dalam-dalam sampai istrinya itu mati. Keesokan
harinya, turun pemberitahuan dari Allah Swt. kepada Rasulullah saw. yang
menjelaskan kejadian tersebut. Hari itu juga beliau kemudian
mengumpulkan kaum Muslim dan bersabda, "Dengan menyebut nama Allah, aku
meminta kepada orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu
adalah hakku, untuk berdiri." Kemudian (kulihat) lelaki buta itu
berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai ia turun di
hadapan Rasulullah saw. kemudian ia duduk seraya berkata, "Akulah suami
yang melakukan hal tersebut, ya Rasulullah. Kulakukan hal tersebut karena
ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha
melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari
wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak (yang cantik)
seperti mutiara. Istriku itu sayang kepadaku. Akan tetapi, kemarin
ketika ia (kembali) mencela dan menjelek-jelekkan dirimu, aku lalu
mengambil kapak, kemudian menebaskannya ke perut istriku,
menghujamkan kuat-kuat ke perut istriku, dan menghujamkan
kuat-kuat sampai ia mati." Rasululah saw. kemudian bersabda,
"Saksikanlah bahwa darah wanita itu halal. (HR Abu Dawud dan an-Nasa'i).
Jelaslah, hukuman bagi penghina Nabi saw. adalah hukuman mati.
Persoalannya adalah hingga saat ini tidak ada negara yang menjatuhkan
hukuman demikian terhadap pelakunya. Para pelaku penghinaan,
baik pembuat karikatur ataupun pimpinan media yang menerbitkannya, bebas
berbuat, apalagi negara mereka justru melindunginya. Pimpinan negeri-negeri
kaum Muslim semestinya tidak berhenti pada kecaman dan pemboikotan
produk, melainkan juga pada tuntutan hukuman mati bagi pelakunya.
Berbeda dengan waktu adanya Khilafah Islamiyah, kini kemuliaan Islam
dan umatnya tidak ada yang melindungi. Lagi-lagi, makin jelas, tegaknya
Khilafah Islamiyah bukan hanya wajib, melainkan merupakan kebutuhan
kaum Muslim dunia. Khilafahlah yang akan mengembalikan kemuliaan dan
kejayaan Islam dan umatnya. Dengan Khilafah, tidak akan pernah ada pihak
yang berani melecehkan dan menghinanya. Karena itu, peristiwa
penghinaan atas Islam ini, yang terus-menerus terjadi secara berulang,
seharusnya semakin menyadarkan kaum Muslim, bahwa semakin mendesak saat
ini untuk segera menegakkan kembali Khilafah Islamiyah. Sebab, hanya
terhadap Khilafahlah bangsa-bangsa kafir pada masa lalu takut dan
tidak berani berbuat macam-macam terhadap Islam dan kaum Muslim.
Sebaliknya, tanpa Khilafah Islam sebagaimana saat ini, penghinaan terhadap
Islam sangat boleh jadi akan terulang kembali pada masa-masa yang akan
datang. Tentu kita tidak menginginkan hal yang sama terus terulang.
Karena itu pula, marilah kita bersatu bangkit bersama Khilafah; mari
kita perjuangkan kembali tegaknya Khilafah, yang akan membela kemuliaan
Islam dan kaum Muslim dengan jihad fi sabilillah. Allahu akbar!
[]
__________________________________________________ Do You
Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection
around http://mail.yahoo.com
Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***
YAHOO! GROUPS LINKS
|