Assalamualaikum,
Jadi kebayang klo mo shalat dimasjid deket kantor yang ngga ada imam tetapnya. 
Terkadang Jama'ah sudah merapikan shaff tapi belon ada imamnya...
Lebih dahsyatnya lagi pernah kejadian Khutbah Jum'at, Khatibnya berhalangan 
hadir di detik2 terakhir...
 
Alhamdulillah disaat2 seperti itu tidak ada satupun jama'ah yang berniat 
shalat sendiri karena ga ada yg berani jadi imam
or tidak ada satupun jama'ah yang pindah ke masjid lain karena ga ada khatibnya
 
Syarat untuk menjadi imam memang cukup berat, tapi apakah karena kita melihat 
tidak ada yg kompeten jadi imam lalu kita memutuskan shalat sendiri2? Andaikan 
ada yg terpilih jadi imam dan melakukan kesalahan, kita wajib mengingatkan 
karena kita telah memilihnya dan kita telah menjadi jamaahnya. 
 
lain halnya klo kita keluar dr jamaah dan shalat sendiri. maka ketika kita 
melihat ada kesalahan pada imam kita biarkan mekanisme jamaah tersebut yang 
mengingatkan. karena kalau kita yang mengingatkan secara langsung akan 
mengganggu shalat jama'ah tersebut. 
 
Syarat untuk menjadi khotib harus faham rukun khutbah.apakah jika khatib ga ada 
tinggal membubarkan jamaa'ah untuk pindah ke masjid lain? klo pernah main2 ke 
mimbar masjid, biasanya ada buku petunjuk khutbah jum'at + lengkap isinya yang 
bsa dibaca. 
 
Hanya saran : Pilih salah satu yang terbaik meski yang kita pilih bukan 
malaikat. Atau opsi selanjutnya kita sendiri yang harus bertanggung jawab atas 
statement kita yg pesimis terhadap org lain. Dengan cara kita sendiri yang 
menjadi imam or khotibnya.
 
Kita adalah makhluk sempurna, dan umat terbaik.
Mohon maaf 
Wassalamualaikum


      

Kirim email ke