Terima kasih banyak Mas Muhammad Fazlur, opininya bagus sekali, dan ane sependapat dgn Mas Muhammad Fazlur.
Hanya saja, mohon maaf, bila kita kembali ke email ane yg pertama...mungkin kurang jelas, yg ane tanyakan bukan opini terkait fatwa MUI, tetapi menanyakan apakah penafsiran yg dibuat teman ane di salah satu milis, yg emailnya ane forward tsb...tafsirannya benar atau tidak? Makna yg ditangkap benar atau tidak? Bukan menanyakan apa alasan, metode mereka berfatwa, dalil atau kaidah apa yg digunakan MUI sampai keluar fatwa tsb. Sekali lagi hanya menanyakan kalau kita membaca fatwa MUI itu, apa makna yg kita tangkap, bukan implikasi atau dampaknya. Wassalam, Nugon --- In [email protected], Muhammad Fazlur <muhammad_h_f...@...> wrote: > > Assalamualaikum, > Jadi kebayang klo mo shalat dimasjid deket kantor yang ngga ada imam tetapnya. Terkadang Jama'ah sudah merapikan shaff tapi belon ada imamnya... > Lebih dahsyatnya lagi pernah kejadian Khutbah Jum'at, Khatibnya berhalangan hadir di detik2 terakhir... > > Alhamdulillah disaat2 seperti itu tidak ada satupun jama'ah yang berniat shalat sendiri karena ga ada yg berani jadi imam > or tidak ada satupun jama'ah yang pindah ke masjid lain karena ga ada khatibnya > > Syarat untuk menjadi imam memang cukup berat, tapi apakah karena kita melihat tidak ada yg kompeten jadi imam lalu kita memutuskan shalat sendiri2? Andaikan ada yg terpilih jadi imam dan melakukan kesalahan, kita wajib mengingatkan karena kita telah memilihnya dan kita telah menjadi jamaahnya. > > lain halnya klo kita keluar dr jamaah dan shalat sendiri. maka ketika kita melihat ada kesalahan pada imam kita biarkan mekanisme jamaah tersebut yang mengingatkan. karena kalau kita yang mengingatkan secara langsung akan mengganggu shalat jama'ah tersebut. > > Syarat untuk menjadi khotib harus faham rukun khutbah.apakah jika khatib ga ada tinggal membubarkan jamaa'ah untuk pindah ke masjid lain? klo pernah main2 ke mimbar masjid, biasanya ada buku petunjuk khutbah jum'at + lengkap isinya yang bsa dibaca. > > Hanya saran : Pilih salah satu yang terbaik meski yang kita pilih bukan malaikat. Atau opsi selanjutnya kita sendiri yang harus bertanggung jawab atas statement kita yg pesimis terhadap org lain. Dengan cara kita sendiri yang menjadi imam or khotibnya. > > Kita adalah makhluk sempurna, dan umat terbaik. > Mohon maaf > Wassalamualaikum >
