setuju, i like your straightforwardness : *"lebay dan kejar rating"*

Prinsip media di indonesia : bad news is a good news. Hasilnya adalah
perception yg tertanam di otak makhluk2 yg menerima berita secara psikologis
tanpa sadar adalah cenderung buruk, apa2 buruk, apa2 salah, kalau ga ada yg
buruk serasa kurang sreg, dan merasa aneh kalau mendapatkan berita yg baik2,
krna otaknya sudah penuh energi negative.

Padahal ada kebaikan ada pula keburukan. i love good news, meskipun ada bad
news jgn terlalu diexpose lebay yg membentuk opini perception buruk.
Namun lagi2, media ber* alasan ada demand ada supply*. Katanya memang
mayoritas masyarakat kita suka dengan pemberitaan sperti sinetron begini.
drama2, intrik, perselingkuhan, perselisihan, dll.
Resep jitunya adalah : ada yg dipersepsikan sebagai anakmudanya, ada
penjahatnya. lalu diposisikan anakmudanya tertindas terkepung tersiksa oleh
penjahatnya. Ditutup dengan anakmudanya strikeback sebagai hero.

Namun saya punya satu teori lagi untuk mematahkan argument demand supply.
Supply itu ada dan menjadi cenderung kesatu selera karena consumer ga diberi
kesempatan bernafas untuk merasakan variasi supply yg lain yg lebih bergizi.
sehingga lama kelamaan persepsi diotaknya menjadi sesuai dengan selera apa
yg mayoritas di supply.

*maaf kalau bahasa2nya berbelit dan kurang dimengerti. kalau ada yg salah2
mohon dikoreksi.
http://goodnewsfromindonesia.com

2009/11/9 iswarti utami <[email protected]>

>
>
> Wa'alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh,
>
> Terimakasih sebelumnya atas sharing pemikiran dan masukan untuk negeri ini
> dan kemaslahatan forum ini. Bahasan yang cerdas dan lugas sampe sampe saya
> gak ngerti karena terlalu banyak istilah ilmiah yang diadopsi, tapi
> alhamdulillah setelahnya ada deskripsi singkat yang bisa membuat sedikit
> bayangan di otak.
>
> Klo perspektif bang Nugon lebih ke solusi taktis dan strategis, maka klo
> dari saya menyikapi kasus ini lebih melihat dari sisi *media yang menjadi
> sumber informasi yang terkesan lebay dan kejar rating*. Seakan-akan
> stasiun itulah yang paling bagus kualitas pemberitaannya sampai-sampai semua
> adegan aib negeri kita ini dibeberkan sebegitunya, sehingga tidak bisa
> dibedakan lagi antara aib, oplah dan rating, mengerikan sekali kebebasan
> pers saat ini....TERLALU KEBABLASAN.
>
> Sedikit dari saya, jika ada yang salah mohon koreksi dan masukannya.
>
> Salam,
>
> -IIS-
> --- On *Mon, 11/9/09, Nugroho Laison <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Nugroho Laison <[email protected]>
> Subject: [muslim_binus] [OPINI] Menilik pembelajaran dari kasus Three
> Parties: KPK - Kepolisian - Kejaksaan
>
> 
>



-- 
irfani

http://irfani.web.id
Y! irfani_s

Kirim email ke