Hallo saudara Irfani, pakabar Bali? Baek2 aja bukan? Menarik sekali mengikuti perkembangan di forum ini, semakin hidup dan semakin update informasinya dan beragam pula tanggapannya, benar-benar bisa menambah pandangan dan wawasan.
Bukan hanya media di Indonesia saja yang menggunakan postulat "bad news is a good news", di media-media luar pun demikian. Sebagai penontonnya kita pun harus cerdas dalam memilih dan memilah tontonan, tidak terlalu reaktif dalam menyikapi setiap pemberitaan yang ada tapi sebaiknya lebih selektif dalam memposisikan tiap tontonan yang kita lihat. Menurut pendapat saya, media sekarang sudah banyak ditunggangi banyak kepentingan sehingga orientasi dan prioritasnya bukan lagi untuk pendidikan dan informasi bagi masyarakat tapi lebih kepada praktek-praktek imperialis modern yang mungkin mereka sendiri tidak menyadari bahwa mereka sedang diadu domba. Semoga forum ini bisa menjadi media bagi kita semua untuk saling mengingatkan satu sama lain. Seperti biasa, mohon koreksi bila ada salah supaya bisa direvisi dan diklarifikasi secepatnya...:). Selamat hari pahlawan negeriku, semoga perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kita yang telah lalu bisa kita internalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Rawe-rawe rantas malang putung ( ini artinya apaan ya?, setau saya ini kalimat perjuangan yang sering dikumandangkan para pahlawan kita). Salam, -IIS- --- On Tue, 11/10/09, Muhammad Irfani Sahnur <[email protected]> wrote: From: Muhammad Irfani Sahnur <[email protected]> Subject: Re: [muslim_binus] [OPINI] Menilik pembelajaran dari kasus Three Parties: KPK - Kepolisian - Kejaksaan To: [email protected] Date: Tuesday, November 10, 2009, 1:34 PM setuju, i like your straightforwardness : "lebay dan kejar rating" Prinsip media di indonesia : bad news is a good news. Hasilnya adalah perception yg tertanam di otak makhluk2 yg menerima berita secara psikologis tanpa sadar adalah cenderung buruk, apa2 buruk, apa2 salah, kalau ga ada yg buruk serasa kurang sreg, dan merasa aneh kalau mendapatkan berita yg baik2, krna otaknya sudah penuh energi negative. Padahal ada kebaikan ada pula keburukan. i love good news, meskipun ada bad news jgn terlalu diexpose lebay yg membentuk opini perception buruk. Namun lagi2, media ber alasan ada demand ada supply. Katanya memang mayoritas masyarakat kita suka dengan pemberitaan sperti sinetron begini. drama2, intrik, perselingkuhan, perselisihan, dll. Resep jitunya adalah : ada yg dipersepsikan sebagai anakmudanya, ada penjahatnya. lalu diposisikan anakmudanya tertindas terkepung tersiksa oleh penjahatnya. Ditutup dengan anakmudanya strikeback sebagai hero. Namun saya punya satu teori lagi untuk mematahkan argument demand supply. Supply itu ada dan menjadi cenderung kesatu selera karena consumer ga diberi kesempatan bernafas untuk merasakan variasi supply yg lain yg lebih bergizi. sehingga lama kelamaan persepsi diotaknya menjadi sesuai dengan selera apa yg mayoritas di supply. *maaf kalau bahasa2nya berbelit dan kurang dimengerti. kalau ada yg salah2 mohon dikoreksi.http://goodnewsfrom indonesia. com 2009/11/9 iswarti utami <arafa...@yahoo. com> Wa'alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh, Terimakasih sebelumnya atas sharing pemikiran dan masukan untuk negeri ini dan kemaslahatan forum ini. Bahasan yang cerdas dan lugas sampe sampe saya gak ngerti karena terlalu banyak istilah ilmiah yang diadopsi, tapi alhamdulillah setelahnya ada deskripsi singkat yang bisa membuat sedikit bayangan di otak. Klo perspektif bang Nugon lebih ke solusi taktis dan strategis, maka klo dari saya menyikapi kasus ini lebih melihat dari sisi media yang menjadi sumber informasi yang terkesan lebay dan kejar rating. Seakan-akan stasiun itulah yang paling bagus kualitas pemberitaannya sampai-sampai semua adegan aib negeri kita ini dibeberkan sebegitunya, sehingga tidak bisa dibedakan lagi antara aib, oplah dan rating, mengerikan sekali kebebasan pers saat ini....TERLALU KEBABLASAN. Sedikit dari saya, jika ada yang salah mohon koreksi dan masukannya. Salam, -IIS- --- On Mon, 11/9/09, Nugroho Laison <nugo...@yahoo. com> wrote: From: Nugroho Laison <nugo...@yahoo. com> Subject: [muslim_binus] [OPINI] Menilik pembelajaran dari kasus Three Parties: KPK - Kepolisian - Kejaksaan -- irfani http://irfani. web.id Y! irfani_s
