Agree 100% with Bubats. 

Begitulah si Deddy D. S. contoh manusia piciks dan
cupets, satu kelompok dengan
siradjabejatsrhomairama...kasihan...pantes orang kayak
si Deddy D. S. ini gak maju maju...oportunist piciks
dan munafiks...

--- bubats <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Indonesia bukan dan tidak akan pernah menjadi negara
> Islam. Apa jaminannya
> kalau berubah jadi negara islam terus Indonesia jadi
> maju, wong
> negara-negara maju itu adalah sebagian besar
> sekuler? Apakah kalau agamanya
> Islam = orang baik?
>  
> Agama TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan ahlak/perilaku.
> Mau bukti? Cari di google
> :D
>  
> Lagipula agama dan seks adalah hak asasi, bukan
> urusan negara. Mau jadi guru
> ngaji kek kalo emang otaknya bejat, ya diembat juga
> tuh santrinya (ini
> beneran terjadi... beberapa kali). Mau jadi pastur
> kek, kalo otaknya kotor,
> ya diembat juga susternya. Mau jadi raja dangdut
> kek, kalo birahi tinggi, ya
> diembat juga tuh blasteran. Mau nyalahin siapa?
> Playboy? Apa mereka baca
> playboy? Kok naif sekali ya.
>  
> Mau tanya, apakah di milis sini ada yang pernah
> MEMPERKOSA atau melakukan
> kekerasan seks secara paksa kepada wanita?
>  
>  
> Regards,
> Bubats
> 
>   _____  
> 
> From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of Deddy D. S.
> Sent: Tuesday, April 11, 2006 3:24 PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [nonamanis] Fwd: PARAMETER "MORAL" TIAP
> AGAMA BERBEDA-2
> 
> 
> 
> Abang-2 sekalian, di Indonesia kan mayoritas
> beragama Islam, kalau yang
> dikatakan oleh siapa namanya ? si Tirtayasa kalau
> gak salah, itu benar
> apabila dia tinggal dan hidup di negara yang
> mayoritas non Muslim. Kalau gak
> mau diatur dengan undang-2 yang sedikit-2 berbau
> ajaran islam ya monggo
> hijrah ke negara panutan agama anda. Sampean di sini
> itu termasuk yang mana
> ? Sampean sendiri yang menentukan, mau bebas tanpa
> ada peraturan ini itu ya
> silahkan pindah ke negara yang tidak mengatur segala
> tetek bengek, kalau
> masih mau tinggal di Indonesia ya silahkan sampean
> terima dan telan itu
> semua peraturan dari pemerintah Indonesia.
> Sebetulnya gak usah nyinggung-2
> segala macam ajaran agama, kita sudah tahu sama tahu
> bahwa di Indonesia itu
> mayoritas Muslim, jadi mau gak mau ya ikutin aja
> pertauran yang ada. Dari
> dulu sampe sekarang aja mana ada Presiden & wakilnya
> beragama non Muslim ?
> Itu aja sudah menjadi gambaran kita tentang
> Indonesia. Jadi saran saya TIDAK
> USAH LAGI BAWA-2 AJARAN AGAMA APAPUN DISINI. Kalau
> Pemerintah mengeluarkan
> peraturan yang sekiranya untuk beberapa kalangan
> memberatkan, mengganggu
> kesenangan, ya itu wajarlah......ini Indonesia
> BUNG........bukan Australia
> juga bukan Israel.......... ok!?
>  
> 
> Hillman Sasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> naaah..kl gini kan enak..milis rasanya jd adem
> ayem..
> sambil nikmatin foto..sambil minum kopi...tidur
> enak..
> bangun trus kerja jd semangat...setujulah...
> 
> Bobby Rumeniege <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Sdr. Burhan.....
>  
> thanks kirimannya...... cuma...hmmm.... ada baiknya
> kita ngga usah ikutan
> komentar deh masalah itu, apalagi yang nulis hanya
> tahu sekilas dan sedikit
> sekali dari apa yang dia tulis..... bawa-bawa moral
> agama dan etika di milis
> ini saya kira kurang cocok.....
>  
> bobby
> 
> Burhan Syamsuddin <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> 
> 
> Dari milis sebelah, apabila kita mau membacanya
> dengan kerendahan hati dan
> hati yang lapang, semoga bisa berguna untuk menambah
> luas wawasan kita,
> sehingga kita tidak berpikiran sempit. 
>  
> Monggoooo......
> 
> 
> R Tirtayasa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> To: [EMAIL PROTECTED]
> From: R Tirtayasa <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Sun, 2 Apr 2006 21:12:16 -0700 (PDT)
> Subject: [fhmindonesia2005] PARAMETER "MORAL" TIAP
> AGAMA BERBEDA-2
> 
> PARAMETER "MORAL" TIAP AGAMA BERBEDA-2      
>  
> Kami sangat heran jika ada pihak-pihak atau
> kelompok-kelompok yang
> terus-menerus berteriak tentang Moral Masyarakat
> Indonesia, tetapi diukur
> berdasarkan hanya dari agamanya sendiri.   
>  
> Kami bahkan tidak mengerti bagaimana mereka
> "mengukur" Moral dan Berdosa
> dengan parameter mereka. Karena setahu kami
> Parameter untuk menilai Moral
> pada tiap agama berbeda-beda.   
>  
> Sebagai contoh istilah : Ahlak, Aurat, Maksiat,
> Mungkar, dll sebagainya,
> istilah tersebut tidak dikenal dalam istilah agama
> kami. Jadi janganlah
> masyarakat kita yang majemuk dan beraneka-ragam
> agama dan budaya ini,
> "diatur" dengan istilah-istilah dari satu agama
> tertentu. Hal itu tentu saja
> tidak adil, dan tidak benar.   
>  
> Contoh konkritnya :   
>  
> - Istilah menutup "Aurat", dalam hal ini Aurat
> diterjemahkan sebagai seluruh
> anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kami
> sangat menghormati
> ajaran tersebut. Tetapi ajaran tersebut tidak ada /
> tidak diberlakukan dalam
> ajaran agama kami.    
>  
> - Begitu pula dengan cara berpakaian dan cara
> begerak yang diatur dalam RUU
> APP yang kontroversial ini, juga Tidak
> dilarang-larang/diatur dalam agama
> kami. Dalam agama kami, sebagai manusia seharusnya
> bisa mengatur dirinya
> sendiri dalam hal berpakaian sesuai etika dalam
> dirinya dan disesuaikan
> dengan tempatnya, situasi dan kondisinya.  
>  
> - Dalam agama-agama lain, berciuman (selain
> suami-istri) juga bukanlah
> sesuatu hal yang Tabu, bahkan dalam Agama Hindu
> Bali, terdapat budaya
> tersebut yang dilakukan oleh muda-mudi (saling
> berciuman lalu sambil disiram
> air).   
>  
> - Kelihatan pusar dilarang dalam RUU APP, mengapa
> ?!. Kami menghormati jika
> hal itu ditabukan/dilarang dalam agama tertentu,
> tetapi jika dalam
> agama-agama lain tidak dilarang, apakah kami-kami
> yang berbeda agama juga
> harus mengikuti aturan agama tersebut?!. Banyak
> warga Indonesia keturunan
> India yang masih gemar memakai busana sari, yang
> terlihat pusarnya. Jika RUU
> tersebut mengecualikan bahwa untuk baju tradisional
> diperkenankan/dikecualikan, lalu ketika warga
> Indonesia keturunan India
> tersebut memakai busana kaos biasa yang
> memperlihatkan pusarnya, atau warga
> lainnya (yang tidak dilarang dalam agamanya) memakai
> kaos yg kelihatan
> pusarnya, maka berdasarkan RUU hal itu menjadi
> terlarang dan tidak
> bermoral?!
>  
> - Dalam agama tertentu Poligami dengan batas dan
> syarat tertentu
> diperbolehkan, tetapi dalam agama lainnya hal itu
> Dilarang/Ditabukan, apakah
> kemudian Poligami harus dilarang bagi seluruh
> masyarakat 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




Indonesian girls sites by NonaManis:
- MoreNonaManis.com est. 2005 - More Revealing Indonesian Beauties
- IndoAmateurs.com est. 2004 - Indonesian Girls Next Door
- ExoticAzza.com est. 2001 - Indonesia Erotica

Reopening Soon:
- NonaManis.com est. 1997 - Sexy Indonesian Girls 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/nonamanis2/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke