Assalamu'alaikum wr.wb.,

Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billaah.

Dengan keimanan yang lurus masalah hidup ini insya Allah bisa
disederhanakan. Waktu sakit kita beriman, waktu susah kita beriman, waktu
dapat musibah kita beriman, waktu dapat cobaan kita beriman. Begitu juga
waktu kita diberi kemudahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kita tetap
beriman. Nah apa untungnya? Bagaiman urusan bisa jadi sederhana? Kalau hanya
dengan beriman saja?

Orang yang beriman cepat dan mudah membaca fenomena kehidupan. Ketika sakit,
pertama dia berikhtiar mencari kesembuhan, sesudah itu dia bersabar
menanggungkan rasa sakit tadi, kemudian diserahkan urusannya kepada Allah,
dia berdoa kepada Allah, memohon kepada Allah. Tidak ada keluh kesah, tidak
ada syak wasangka, tidak ada mencari-cari kambing hitam untuk diumpat dan
disalah-salahkan. Bukankah dengan demikian urusannya jadi sederhana? Kalau
dia mengumpat, kalau dia menyesal-nyesali, kalau dia berkeluh kesah,
bukankah semua itu tidak akan membantu penyembuhan sakit tadi?

Begitu juga waktu dia ditimpa kesusahan, mendapatkan musibah atau mendapat
cobaan dan ujian dalam bentuk apa saja. Coba kita bandingkan orang yang
beriman, yang bertawakkal kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang bersabar
dengan ujian atau musibah itu di satu sisi terhadap orang yang berkeluh
kesah di sisi lain. Ada seorang anggota keluarga harus pergi dalam
perjalanan penting di tengah hujan lebat. Urusan itu sedemikian penting
sehingga dia tetap berangkat juga. Salah satu anggota keluarganya
melarangnya pergi, tapi karena penting itu tadi dia berangkat juga. Terjadi
musibah, dia mengalami kecelakaan. Pada saat musibah itu terjadi sudah
berlaku takdir Allah kepadanya. Anggota keluarga yang beriman menerima
musibah itu dengan sabar. Anggota keluarga yang kurang imannya atau tidak
beriman, mengeluarkan penyesalannya. "Lah den tagah ang pai, awaang pai juo,
tumah iko nan tajadi, indak tau ang muluik den masin." Lalu apa faedahnya
kepada musibah yang sudah berlaku? Tidak ada.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa akan menguji hamba-hambaNya. Dengan
musibah, dengan kesusahan, dengan kekurangan atau bahkan dengan harta yang
berlebih, dengan kekayaan. Nanti akan terlihat siapa di antara mereka yang
beriman kepada ketetapan Allah, yang bersyukur dengan nikmat Allah atau
bahkan sebaliknya yang ingkar dan kufur terhadap nikmat-nikmat itu. Allah
ingatkan kita dengan akan terjadinya ujian-ujian itu. 'Dan sesungguhnya Kami
akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa dan buah-buahan. Dan beri kabar gembiralah orang-orang yang sabar.
Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata; 'kami datang
dari Allah dan kami kembali kepadaNya.' Mereka (yang seperti ini) yang
memperoleh berkah dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka inilah yang
mendapat petunjuk.' (Al Quran 2:155-157).

Betapa indahnya nikmat iman. Dengan keimanan kita pandai bersyukur, kita
pandai menyikapi apapun yang terjadi ke atas diri kita. Dengan keimanan kita
segera sadar bahwa kita ini makhluk Allah yang lemah, kecil, yang tidak
berdaya apa-apa kalau bukan dengan pertolongan Allah. Kalau kita kaya, kita
tidak berubah jadi takabur dan sombong merasa bahwa kekayaan itu hasil jerih
payah kita semata. Kalau kita pintar kita sadar bahwa kepintaran itu adalah
pemberian Allah jua, sehingga tidak menjadikan kita sombong untuk menantang
ilmu atau kekuasaan Allah.

Nikmat iman seperti itu hanya mungkin dirasakan kalau di dalam hati kita ada
bibit keimanan. Karena banyak saja orang yang sombong, yang takabur, yang
merasa hebat lalu berani menyangkal kekuasaan Allah. Ada orang yang seperti
itu. Kita memohon kepada Allah, mudah-mudahan kita terhindar dari
kesombongan seperti ini.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,

Lembang Alam


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke