Assalamu'alaikum wr.wb.,

Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billaah.
 
Kenapa manusia ingkar kepada Allah? Kenapa manusia ingkar kepada nabi Muhammad? 

Yang ingkar kepada Allah, contohnya seperti bani Israel dijaman nabi Musa, dikarenakan 
akal mereka yang pendek. Mereka meminta kepada nabi Musa agar kepada mereka 
diperlihatkan wujud Allah, barulah mereka mau percaya kepadaNya. 

"Ya Musa, kami tidak akan percaya denganmu sebelum kami lihat Allah dengan jelas." (Al 
Quran 2:55)

Ini bukan karena ketakaburan saja, tapi lebih dikarenakan kebodohan yang bersangatan. 
Allah adalah Yang Maha Agung. Yang, 'lam yakullahuu kufuwan ahad'. Tidak barangsuatu 
apapun yang setara denganNya. Kalau masih bisa kalian lihat, masih bisa kalian ukur 
besarnya, kalian bandingkan wujudnya dengan yang kalian bayangkan, niscaya itu 
bukanlah Allah Yang Maha Tunggal, Yang Maha Perkasa. Niscaya tuhan seperti itu adalah 
benda, adalah ciptaan, entah ciptaan kalian sendiri, entah ciptaan angan-angan kalian. 
Allah Yang Maha Agung tidak dapat kalian rekayasa bentukNya, tidak dapat kalian 
rekayasa kekuatanNya, tidak dapat kalian rekayasa kekayaanNya. Karena semua 
sifat-sifat ke Maha Perkasaan, ke Maha Kuasaan, ke Maha Sucian Allah tidak akan 
tercapai oleh akal kalian untuk membayangkannya, oleh panca indera kalian untuk 
mendeteksinya. 

Kalian akan dapat merasakan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari alam raya yang 
diciptakanNya ini, kalau kalian mau beriman. Perhatikanlah langit dengan segala 
isinya. Perhatikanlah bumi dengan segala isinya pula. Atau perhatikanlah apa-apa yang 
kalian makan. Falyanzhuril insaanu ilaa tha'aamihi. Annaa shababnal maa a shabbaa.  
Tsumma syaqaqnal ardha syaqqaa. Fa anbatnaa fiihaa habbaa. (Maka hendaklah manusia itu 
memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air hujan. Kemudian Kami 
renggangkan bumi dengan cukup. Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di muka bumi itu.) (al 
Quran 80: 24-27). Cobalah bantah kalau sanggup! Makanan yang kalian makan, rezeki yang 
kalian peroleh, kehidupan yang kalian nikmati, darimana kalian dapat? Dari hasil jerih 
payah kalian saja, tanpa pertolongan Allah? Sehebat itukah kalian? Kalaulah iya 
sehebat itu kalian, sanggupkah kalian hidup tanpa masalah di muka bumi Allah ini? 
Tidak pernahkah kalian merasakan sakit? Merasakan sulit? Atau merasakan perubahan 
menjadi tua, menjadi lemah sampai akhirnya tidak berdaya? Cobalah jawab!

Kenapa pula ada manusia mengingkari kerasulan Muhammad SAW? Kenapa mereka dustakan 
kenabiannya? Kenapa mereka cari-cari kelemahannya sesuai dengan kebutuhan hawa nafsu 
mereka? 

Yang mendustakan nabi Muhammad SAW mula-mula adalah orang-orang Quraisy, kaum famili 
beliau sendiri. Mereka mengingkari ajaran tauhid yang dibawa nabi. Mereka mengingkari 
ajaran yang mengatakan bahwa manusia itu semua sama di hadapan Allah Sang Maha 
Pencipta. Yang membedakan mereka hanyalah nilai taqwa mereka masing-masing kepada 
Allah. Ini adalah sesuatu yang baru bagi tatanan kehidupan kaum Quraisy dan mereka 
tidak siap menerimanya. Mereka percaya dengan Allah, tapi pada saat bersamaan mereka 
juga mempercayai Latta dan Uzza. Dan mereka tidak dapat membayangkan bahwa kedudukan 
mereka sebagai bangsawan Quraisy disetarakan dengan kedudukan budak belian. Buat 
mereka ini jelas-jelas tidak masuk akal dan tidak boleh diterima. Jadi harus 
diperangi. Muhammad dan ajarannya harus dilawan, dan itulah yang mereka lakukan. 
 
Golongan berikutnya yang mendustakan kerasulan Muhammad SAW adalah kaum Yahudi. 
Padahal ketika itu mereka sedang menunggu kedatangan nabi akhir zaman. Mereka 
mengenali ciri-ciri nabi akhir zaman itu dari kitab suci mereka. Dan mereka berharap 
bahwa nabi itu akan hadir dari kalangan mereka, kalangan bani Israel. Mereka kecewa 
ketika mengetahui bahwa nabi itu terlahir dari kalangan Arab. Timbul rasa iri, timbul 
dengki, timbul nafsu benci. Lalu mereka menolaknya, tidak mengakuinya, mendustakannya 
dan ikut memeranginya. Karena hawa nafsu mereka.

Lalu golongan Nashrani. Yang ketika itu berkuasa di Imperium Romawi. Sebuah kerajaan 
besar yang membentang sangat luas dari Eropah sampai ke Asia Barat. Raja-raja mereka 
adalah penganut agama Nashrani (Kristen). Berbeda dengan Najasi, raja yang juga 
beragama Nashrani dari kerajaan Habasyah yang menerima kerasulan Muhammad SAW, 
Heraqlius yang sebenarnya sempat menunjukkan minat dan ketertarikan hatinya terhadap 
pesan Islam, akhirnya mengalah kepada bujukan pembesar-pembesar dan pemuka-pemuka 
agama Nashrani untuk tidak menerima tawaran dari nabi orang Arab, golongan yang selama 
ini dipandang dengan sebelah mata itu. Akhirnya kesombongan juga yang membatasi mereka 
dari menerima kebenaran agama Islam. Meski akhirnya sejarah menunjukkan bahwa rakyat 
di daerah kekuasaan Romawi Timur itu sedikit demi sedikit beralih memeluk agama Islam, 
pemuka-pemuka agama Kristen tetap menganggap ajakan dan dakwah nabi Muhammad SAW tidak 
pantas diikuti dan mereka berusaha menebar fitnah untuk memusuhi agama Islam yang 
dibawa oleh nabi Muhammad SAW.  

Meskipun kaum musyrikin Quraisy, kaum Yahudi di tanah Arab,  dan kerajaan Romawi Timur 
yang beragama Nashrani dalam waktu singkat dapat dikalahkan oleh kekuatan Islam, namun 
faham syirik, agama Yahudi yang membenci kerasulan Muhammad SAW serta agama Nashrani 
yang menebar fitnah tentang Islam tetap berkelanjutan sampai sekarang ini.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Lembang Alam
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke