Assalamu'alaikum wr.wb., Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billaah. Bagaimana mengasah iman kepada malaikat-malaikat Allah? Makhluk Allah yang mulia yang ada di antaranya yang ditugasi Allah untuk mengurus manusia? Ada yang bertugas mengantarkan rezeki untuk manusia. Ada yang mengawasi dan mencatat setiap tindak tanduk manusia yang paling sederhana sekalipun. Yang ikut berzikir di majelis orang-orang yang beriman. Ada yang diutus Allah untuk membawa wahyu kepada para nabi Allah. Ada yang diutus Allah untuk menghukum umat yang sudah keterlaluan durhakanya kepada Allah semisal umat nabi Luth a.s. Ada yang ditugaskan Allah untuk menolong peperangan orang-orang yang beriman dalam menghadapi kekuatan orang-orang kafir. Jumlah para malaikat itu hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala saja yang tahu.
Bagaimana mengimani para malaikat itu yang tidak terlihat wujudnya kepada manusia biasa? Bagi orang yang beriman kepada Allah, dan mereka beriman kepada rasul-rasul yang membawa wahyu Allah (kitabullah), untuk mengimani malaikat tidaklah sulit. Waktu mereka diperintahkan untuk mengimani para malaikat itu, merekapun beriman kepadanya, biarpun mereka tidak melihatnya. Mata hati mereka dapat merasakan kehadiran para malaikat itu. Mereka percaya bahwa perbuatan-perbuatan mereka semuanya diawasi malaikat Raqib dan 'Atid yang setiap saat mengawal mereka dan menuliskan segala amalan mereka. Mereka malu untuk berbuat kemungkaran, karena malaikat-malaikat itu pasti menyaksikan dan mencatatnya. Kebalikannya, bagi orang-orang yang nilai keimanannya rendah atau bahkan tidak beriman samasekali, mereka tidak merasakan kehadiran malaikat disisi mereka. Mereka merasa asing dengan keberadaannya. Atau bahkan mereka tidak mempercayai adanya malaikat-malaikat itu. Oleh karena itu, tidak ada sesuatu apapun yang menghalangi mereka untuk berbuat dosa dan kejahatan. Untuk merusak dimuka bumi Allah. Untuk berlaku zhalim, untuk berbohong, untuk memfitnah, untuk menyakiti makhluk-makhluk Allah dengan semena-mena. Sebagian dari manusia malahan lebih percaya kepada makhluk ghaib lain yaitu jin. Ada yang menjalin hubungan dengan jin-jin itu. Ada yang terlanjur memujanya, mengabdi kepadanya untuk memuaskan hawa nafsu keduniaan mereka. Dan orang-orang yang seperti itu adalah mereka yang syirik, yang memperserikatkan Allah. Allah berfirman dalam surah Jin, surah 72 ayat 4 -10; a.. Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami mengatakan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah. b.. Dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengucapkan perkataan yang bohong terhadap Allah. c.. Dan sesungguhnya beberapa orang pria di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa orang pria dari jin, maka mereka menjadikan jin bertambah sombong d.. Dan sesungguhnya mereka menyangka sebagaimana kamu menyangka bahwa Allah tidak akan mengutus seorang juapun. e.. Dan sesungguhnya kami telah mencoba mencari rahasia ruang angkasa, maka kami dapati disana penuh dengan penjaga-penjaga yang kuat dan panah-panah api f.. Dan sesungguhnya kami dapat menduduki beberapa tempat di ruang angkasa itu untuk mendengar (tentang al Quran, tetapi tidak berhasil). Maka siapa yang hendak mendengar sekarang, tentu ia akan menjumpai panah api yang mengintai g.. Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui, apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang-orang yang ada di muka bumi, ataukah Rabb mereka menghendaki kebaikan. Jin adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak dapat dilihat oleh umumnya manusia. Sebagaimana manusia, jin diciptakan Allah untuk mengabdi kepadaNya. "Dan tidaklah Aku jadikan jin dan manusia itu kecuali untuk mengabdi kepadaKu," firman Allah. Karena wujudnya yang tidak terlihat dengan nyata kepada manusia, namun keberadaannya bisa terindikasi oleh bukti-bukti kehadirannya, banyaklah manusia yang terkecoh. Ada manusia yang minta pertolongan kepadanya, minta perlindungan kepadanya, selanjutnya bahkan menjadi pemuja serta penyembahnya lalu diperalat oleh jin untuk disesatkan. Dengan keimananlah orang-orang yang beriman mampu membedakan antara makhluk-makhluk Allah yang ghaib itu, para malaikat dan para jin. Mereka meyakini keberadaan makhluk-makhluk Allah tersebut. Mereka mampu menempatkan keimanan mereka terhadap makhluk Allah itu pada posisinya masing-masing dalam kerangka iman mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Keimanan mereka kepada keberadaan makhluk Allah yang ghaib itu tidak menjadikan mereka mempersekutukannya dengan Allah Yang Maha Tunggal. Wassalamu'alaikum wr.wb., Lembang Alam ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

