Assalamu'alaikum wr.wb.,
 
 Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billaah.
  
 Kenapa pula manusia ingkar kepada kitabullah (al Quran)? Kenapa pula manusia ingkar 
kepada hari pembalasan? 

Bagi orang-orang yang beriman, begitu membuka lembaran pertama al Quran, membaca 
ayat-ayat awal surah al Baqarah, mudah bagi mereka untuk langsung percaya, langsung 
yakin, bahwa ini adalah wahyu Allah. 'Kitab ini, tidak ada keragu-raguan padanya, 
menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.' Isi al Quran itu adalah himbauan 
untuk mengabdi kepada Allah Yang Maha Satu, untuk mematuhi perintah-perintahNya, 
menjauhi larangan-laranganNya. Isi al Quran berisi bimbingan, petunjuk, peringatan 
dalam mengharungi kehidupan di bumi Allah ini, serta mempersiapkan diri untuk 
menghadapi hari pertanggungajawaban di pengadilan Allah kelak. Di dalamnya juga ada 
peringatan dan resiko, serta ancaman bagi mereka-mereka yang durhaka kepada Allah. 
Kesemuanya,  baik petunjuk maupun ancaman  itu bersifat tegas dan nyata. Karena dianya 
adalah 'hudan linnaasi wabayyinaati minal hudaa wal furqaan'. (Menjadi petunjuk bagi 
manusia, dengan penjelasan petunjuk-petunjuk itu dan menjadi pemisah (antara yang hak 
dan yang bathil)). Dan al Quran mengajarkan apa-apa yang boleh dan yang tidak boleh 
dilakukan manusia untuk mendekatkan diri mereka mentauhidkan Allah Subhanahu Wa 
Ta'ala. Dan mengajarkan apa yang menjadi kewajiban kepada mereka, apa-apa yang menjadi 
larangan kepada mereka.

Bagi orang-orang yang tidak beriman, atau bagi orang-orang yang mendurhakai ketetapan 
dan peraturan Allah, justru hal-hal itu yang menjadikan mereka semakin ingkar. Mereka 
mendurhakai baik sebagian maupun secara keseluruhan peraturan-peraturan atau 
ketetapan-ketetapan Allah tersebut. Waktu dibacakan kepada mereka isi dan kandungan al 
Quran, mereka menolaknya atau bahkan memperolok-olokkannya. Mereka mengatakan bahwa 
ayat-ayat itu hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala. Atau mereka mengatakan bahwa 
kondisi penerapan ketentuan seperti yang ada di dalam al Quran itu sudah kuno dan 
tidak perlu lagi diterapkan. Sudah tidak sesuai lagi dengan jaman sekarang. Melanggar 
HAM dan sebagainya. 

Sikap seperti itu sudah disinyalir Allah. Memang begitu orang-orang yang tidak 
beriman. Memang begitu orang-orang yang mendustakan (agama) Allah. Dari dahulu kala 
sampai sekarang bahkan sampai hari kiamat nanti. Itu yang dikatakan umat nabi Nuh. Itu 
yang dikatakan Firaun. Itu yang dikatakan orang-orang kafir Quraisy. Itu juga yang 
dikatakan orang-orang kafir sekarang. Simaklah firman Allah dalam surah al Baqarah 
ayat 26; "Allah tidak malu memberikan perumpamaan seperti nyamuk dan yang lebih kecil 
dari itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui  bahwa kebenaran (seperti) itu 
dari Rabb mereka. Adapun orang-orang kafir berkata, "Apa pulakah maksud Allah dengan 
perumpamaan seperti itu?" Banyak  orang-orang yang dibiarkan sesat oleh Allah dengan 
perumpamaan seperti itu, dan banyak pula yang ditunjukiNya. Dan yang sesat karenanya 
adalah orang-orang yang fasik."

Banyak orang yang seperti itu. Yang jika kita bicarakan peraturan-peraturan Allah, 
keterangan-keterangan agama Allah, mereka cenderung menolak, mengingkarinya atau 
bahkan mengolok-oloknya. Ini kuno. Ini sudah tidak jamannya lagi. Ini terlalu kejam 
tidak mengenal HAM. "Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, "Itu 
adalah dongeng orang-orang dahulu." (Al Quran 83: 13).

Dan mereka tidak percaya dengan hari kiamat. Tidak percaya bahwa mereka akan 
dihidupkan lagi dan dikumpulkan di pengadilan Allah. Mereka kesulitan membayangkan 
bahwa setelah mereka mati, dikuburkan, tubuh mereka hancur dimakan ulat lalu mereka 
akan dihidupkan lagi. Menurut mereka ini tidak ilmiah. Tidak bisa dibuktikan secara 
ilmiah. Mana ada orang yang sudah mati lalu hidup lagi, kata mereka. Begitu kata 
mereka dahulu di jaman nabi Nuh, begitu juga di jaman nabi-nabi sesudahnya yang selalu 
mereka olok-olokkan. Begitu juga kata mereka sekarang. Padahal mereka juga tidak mampu 
membuktikan keilmiahan mereka. Cobalah buktikan dengan ilmiah saja tanpa campur tangan 
Allah bagaimana caranya mereka dulu hidup di dalam rahim ibu mereka sampai mereka 
terlahir ke dunia. Bagaimana caranya mereka berubah dari terkapar tak berdaya ketika 
baru lahir, lalu pandai merangkak, lalu pandai berdiri dan bertumbuh besar, lalu 
menjadi tua, lalu kemudian mati. Siapa yang merubah keadaan mereka itu? Siapa yang 
menjadikan apa-apa yang mereka makan?

Kalau saja mereka mau berfikir jernih, pastilah sangat mudah bagi mereka memahami 
betapa mudahnya bagi Allah untuk membangkitkan mereka kembali nanti di hari akhirat, 
seperti mudahnya bagi Allah menciptakan mereka kali yang pertama. Kalau saja mereka 
mau berfikir, betapa kehadiran mereka di dunia ini bukanlah hanya untuk sekedar 
melampiaskan nafsu mereka saja, bahwa mereka akan mempertanggungjawabkan setiap apa 
yang mereka perbuat itu nanti di hadapan Allah, barangkali mereka masih punya harapan 
untuk menjadi hamba Allah yang beriman.

Betapa nikmatnya iman, yang mengajarkan kepada kita kemampuan membedakan yang hak dan 
yang bathil. Yang mengajarkan kepada kita tentang kehidupan sesudah kematian serta 
pengadilan Allah yang pasti akan kita jalani nanti di hari kiamat.

Mudah-mudahan Allah senantiasa memelihara kita dalam keadaan beriman kepadaNya. Amiin.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,

Lembang Alam

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke