Waalaikumsalam.Wr.Wb.
Terimakasih banyak mak Lembang atas jawabannya.yang
memang cukup bermanfaat buat saya.Hanya pada Allah
saya mintakan balasannya. Jazakallahukhairaljazaa.
Saya sependapat dengan mak Lembang,dalam hal pilih
memilih ini.Dan saya kurang setuju bagi mereka yang
lepas tangan begitu saja.Tanda orang yang sportif
salah satunya adalah menyelesaikan suatu
permasalahan,sampai tuntas,tidak " lari dari
permasalahan itu ".
Bukankah dikatakan dalam Hadist " Almukminum
qawi,khairunminal mukmin dha'if ". ( Mukmin yang kuat
itu,jauh lebih baik dari seorang mukmin yang lemah )
.Jadi kita di tuntut untuk menjadi mukmin yang
benar-benar kuat , menghadapi segala macam
problematika kehidupan dan permasalahan yang mencakupi
segala aspek dari kehidupan itu.
Bila kita dihadapkan pada dua permasalahan,misalkan
saja,dalam memilih jodoh.Satunya pincang,tapi ia
pandai memasak dan berbudi luhur,satunya lagi
buta,tetapi ia pandai mendidik anak-anaknya serta
berbudi luhur.
Mana diantara kedua cacat itu yang kita pilih ?
Pilihan yang serba sulitkan ?tapi apakah kita tidak
memilih salah satu diantara kedua yang cacat
itu,karena ia cacat,lantas kita tidak kawin2 seumur
hidup kita.
Bukankah " Menikah ",adalah salah satu ajaran agama
kita.Bahkan setengah dari agama islam itu sendiri
?Begitupun dengan pemimpin.Apakah kita bisa hidup
tanpa pemimpin ?
Atau kita dihadapkan di tengah hutan dengan dua
pilihan,ya Imma yang ada disana cuman ular
berbisa,atau babi hutan.Kedua-duanya haram kita
makan.lantas yang ada cuman dua itu,kalau kita tidak
makan,kita bisa mati.mempertahankan hidup dianjurkan
dalam agama.Lantas mana yang harus kita pilih,karena
kedua-duanya pilihan yang serba berat dan sulit untuk
kita terima.Apakah kita rela mati kelaparan,karena itu
?
Ini hanya sekedar illustrasi.jadilah manusia yang
melihat hidup itu dengan realita kehidupan ( jadilah
manusia realistis,tetapi pandai memilih yang
terbaik,sesuai dengan ajaran illahi )yang ada.Sekali
lagi,jangan lari dari problema,tapi hadapi ia.Sekali
kita mampu menghadapi ,untuk yang akan datang,kita
mampu menghadapi yang berat sekalipun.
Tetapi sekali kita lari dari permasalahan,maka besar
kemungkinan,untuk seterusnya, kita bisa gampang lari
dari yang mudah sekalipun.Tidak ada manusia ini yang
mau susah,semua mau yang senang,gampang.Tapi apakah
segampang itu hidup di permukaan bumi ini? Bukankah
Allah sudah mengatakan,bahwa kita hidup memang harus
diuji dulu ?Untuk naik kelas saja,harus ujian
dulu,apatah lagi untuk jadi manusia berhasil,bangsa
dan negara yang berhasil,serta agama yang sukses.
Tingkat terarkhir dari pilihan kita itu adalah : "
Tawakkal pada Allah,dan berbaik sangka atas putusan
yang diberikan Allah pada kita semua."
Wallua'lam bisshawab.
Rahima.S.Lc.
--- stlembang_alam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum wr.wb.,
>
> Ambo cubo manjawab nan Rahima tanyoan. Langsuang di
> bawah. Mudah-mudahan
> bamanfaat, tambah fasiah babahaso Minang.
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________