Pagi tadi dalam perjalanan ke kantor,  saya  mengikuti  acara analisis
mancanegara di Radio Delta FM yang dipandu Ria Basuki. Saya mendengar
Bang Nuim Haiyat, penyiar senior Radio Australia Melbourne, mengatakan
bahwa tadi malam di Melbourne ada penandatanganan semacam Nota
Kesepahaman antara komunitas Islam dan Yahudi di sana.

Walaupun Bang Nuim tidak menguraikan lebih lanjut tentang  isi Nota
Kesepahaman itu, hal tersebut pantas disambut dengan gembira, karena
merupakan salah satu langkah penting untuk melawan rasisme: tidak
menghujat atau menuding seorang bersalah hanya karena siapa dia
(Islam, Yahudi, Kristen, Amerika, Australia, Arab, Cina dan
seterusnya), tetapi terhadap apa yang mereka lakukan

Jadi kalau orang Islam bersimpati kepada hak-hak orang Palestina atas
tanahnya hendaknya bukan semata-mata didasarkan karena mereka bangsa
(Arab) atau menganut agama (Islam) yang menghadapi orang Yahudi,
tetapi atas ketidakadilan yang mereka terima. Pada sisi lain kita juga
tidak boleh lupa bahwa tidak sedikit pula warga Israel yang menentang
kebijakan Pem. Israel (walaupun saat ini masih kalah banyak dari yang
mendukung), termasuk pembangkangan yang dilakukan anggota pasukan elit
Angkatan Darat dan para piltot Angkatan Udara Israel terhadap perintah
penyerangan terhadap sasaran-sasaran sipil Palestina di Jalur Gaza
beberapa waktu yang lalu.

Demikian pula juga tidak sedikit pula warga negara Amerika Serikat
yang bersimpati terhadap  perjuangan adil rakyat Palestina, termasuk
Camile, seorang gadis belia yang terlindas tank Tentara Israel di
jalur Gaza karena mencoba menahan gerakan tank-tank Israel dengan
tubuhnya.

Wassalam, Darwin


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke