--- In [EMAIL PROTECTED], indra junaidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mamak Darwin Bahar Yth, > > Dalam maambiak suatu kesimpulan tantu awak sabalunnyo mancaliak dari duo mato sisi nan babeda. Ambo dapek pulo dari sisi nan lain. > > Cieklai kabanyakan kajadian nan bantuak iko indak mungkin ado asok kalau indak ado api pamatiaknyo. >
Terima kasih atas kiriman Nakan Indra yang memuat salinan bantahan dari Forum Komunikasi Ummat Islam Karang Tengah terhadap kolom ''Resonansi'' Ade Armando pada Republika edisi Sabtu, 9 Oktober 2004, yang saya gunakan sebagai dasar postingan saya dengan judul di atas. saya percaya bahwa keterangan Forum Komunikasi Ummat Islam itu benar adanya. Karena tulisan itu juga saya postingkan ke beberapa milis lain (FID, Apa Kabar, Nasional, Wanita Muslimah dan Kota Bogor, maka bantahan tersebut akan segera saya kirimkan ke milis-milis tersebut. Sekalipun demikian bantahan tersebut tidak menutup kenyatakan bahwa perusakan terhadap rumah ibadah orang kristen yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Islam atau menggunakan atribut-atribut Islam belakangan ini memang beberapa kali terjadi dan orang kristen memang mengalami hambatan dalam membangun rumah ibadah mereka walaupun mereka benar-benar membutuhkan, sehingga tidak jarang mereka menggunakan rumah tinggal atau ---yang dalam kasus Yayasan Timur, menggunakan sekolah untuk melakukan kebaktian. Saya tahu, bahwa masalah perusakan rumah ibadah kristen kadang-kadang bukan tanpa penyebab. Salah satu di antaranya ialah metode penyebaran agama yang dilakukan sebagian organisasi Kristen seperti yang dtulis oleh Ade Armando dalam tulisannya tersebut. Di samping itu belum tentu pelaku perusakan itu bermotif agama atau dilakukan oleh anggota organisasi Islam atau kamunitas Islam setempat, karena betapa mudahnya mencari orang bayaran untuk berdemo dan melakukan hal-hal lainnya sesuai dengan pesan sponsor. Lalu apakah sebagai muslim kita daiam saja atau malahan senang melihat terjadinya penzaliman yang dilakukan oleh orang-orang Islam terhadap orang-orang penganut agama lain---apapun alsannya---yang ingin melaksanakan ibadah mereka? Lalu bagaimana kalau ini terjadi terhadap saudara-saudara kita sesama muslim yang memang tidak jarang terjadi di tempat-tempat penganut Islam merupakan minoritas. Dan di atas segalanya, di mana kita taruh peringatan Allah SWT agar kebencian kita kepada suatu kaum tidak membuat kita berlaku tidak adil, dan bahwa adil itu dekat dengan taqwa, pangkat tertinggi manusia di mata Allah SWT. Dan di mana pula kita taruh pesan yang terkandung dari sabda Junjungan kita Rasulullah SAW: "Hatta jika Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya" Akhirul kalam, di luar ketidakakuratan data tentang perusakan gereja Yayasan Timur, menurut hemat saya tulisan Ade Armando yang saya saya jadikan pijakan tulisan saya tersebut cukup berimbang dan sudah berusaha melihat masalah tersebut dari dua sisi yang berbeda. Coba dibaca lagi yang teliti. Wassalam, Bandaro Kayo (61+) > > Wassalam > > IJZ > > Koran � Suarapublika > Senin, 11 Oktober 2004 > > RESONANSI > Koreksi dari Forum Komunikasi Ummat Islam > > > > Assalamu'alaikum Wr Wb. > Merujuk kolom ''Resonansi'' Ade Armando pada Republika edisi Sabtu, 9 Oktober 2004, halaman 12, yang berjudul ''Robohnya Gereja Ciledug'', kami dari Forum Komunikasi Ummat Islam Karang Tengah perlu meluruskan sumber-sumber berita yang digunakan oleh penulis sebagai berikut: ----dipotong---- ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

