Wa'alaikum salam wr wb. Kita pelajari pergerakan ekonomi China dan India dengan filsafat "Alam takambang manjadi guru". Apakah yang dilakukan India dengan membangun IT Industry nya membantu India secara keseluruhan? Artinya untuk secara keseluruhan rakyat India. Untuk memperbaiki economy dengan bertambahnya income dari industri baru, jawabanya: Ya. Tapi bagaimana dengan kebutuhan begitu besar rakyat India lainnya yang hampir 1 milyer orang?
Yang diangkat oleh pak Darul bahwa tanpa banyak bantuan pemerintah, 5-6 orang perantau India yang dulunya di Amrik sekarang mulai pulang kandang membuka shop kecil (bengkel IT) memasok kebutuhan IT Amrik lagi - singkatnya jadi sub kontraktor IBM di Amrik, Texas Inst di Amrik. Dulu IBM atau TI bayar tenaga mereka $100 untuk satu jasa tertentu. Sekarang mereka hanya bayar $60, karena $20 untuk tenaga integrasi di Amrik dan $20 untuk cost of risk. Itu ekonominya orang Amrik. Sekarang bagaimana ekonominya India, dulu 6 orang India itu bekerja di Amrik yang setiap tahun kirim wessel untuk keluarga di kampuang. Sekarang mereka kembali dan menghasilkan $60, $50 untuk pendapatan mereka sendiri, $10 untuk orang India disekitarnya, yang UKM India yang membuat roti cane dan kari, yang menyediakan rumah dan melayani kebutuhan lainnya. Tidak besar kan?, additional income dengan datangnya para perantau ini? Jadi industri IT India tidak akan berhenti sampai posisi ini saja, agar industri ini akan bermanfaat bagi orang banyak perlu men-trigger industri lainnya. Akan banyak industri susulan lainnya. Sekarang bagaimana dengan Indonesia? Bagaimana dengan perantau Minang di Jakarta, di Surabaya? di Bali? Akankah mempunyai semangat patriotik seperti orang India yang flocking back home? Akankah kita meniru yang dilakukan oleh India, atau yang dilakukan oleh China yang membuka lahannya dengan potensi penduduk yang ruarr biasa untuk direct foreign investment mendarat di negeri tirai bambu (sekarang sudah tirai silk and silver kali) Wassalam, Ridwan M Risan Sampono Sutan (55+) ----- Original Message ----- From: "Darul" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, October 07, 2004 2:44 PM Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] NKRI kedepan ... IT pulang Kandang > Assalamulaikum WW > > kapan Indonesia dan bagian mana Indonesia yang mungkin menerapkan paling > nggak memulainya. Satu kalimat kunci yang saya tangkap dari postingan pak > Ridwan adalah: "These companies, which emerged with little government > assistance, have helped propel the economy". Jampak jelas sekali seharusnya > pemerintah, apalagi ABRI, seharusnya jangan terlibat langsung dalam > peningkatan ekonomi, tapi sebagai fasilitator. Kecuali mungkin dimasa krisis > ekonomi. > > Pemerintah diharapkan hanya sebagai pimicu awal kompetisi para UKM untuk > berpacu mem-propel the economy. Jadi pihak pemerintah jangan beranggapkan > terus bahwa orang yang datang kekantornya adalah mencari proyek, sehingga > waktu si pendatang tidak dihargai, dan malah enggan sekali untuk diterima. > USA kini sudah seharusnya disingkirkan. Di pihak lain para UKM seharusnya > bersinergi dalam menghadapi economic barrier. Termasuk dalam menghadapi > regulator, yang kadang menganggap dirinya adalah penentu segalanya, sehingga > sering menunggu orang datang untuk memeberikan bagian untuknya. Seharusnya > mereka adalah pelayan masyarakat. Kalau seandainya UKM bisa bersatu apalagi > bersinergi, aturan pemerintah saja dapat dipengaruhi, atau dirobah > sekalipun. > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

