Assalamu'alikum ww

  Ambo yo satuju juo jo pandapek Mak Ridwan tu dimana sudah sa'atnya para
perantau minang untuak pulang kampuang guno ikuik mambangun Ranah Minang
jaan sampai ketinggalan dari daerah lain apo lagi kini lah ado Otonomi
daerah dan salah satunyo mungkin membangun dibidang IT, karena IT adalah
salah bidang yang sangat berguna untuk memperluas wawasan generasi2 muda nan
sadang duduak di bangku sekolah dalam mengikuti perkembangan teknologi dan
juo sebagi salah satu media promosi potensi2 apo sajo nan ado di Ranah
Minang guna menarik minat investor untuk melakukan investasi di daerah awak.

  Sekian dulu dari Ambo mohon ma'af kalau ado nan salah.


  Wassalamu'alikum ww

  Hanif

  Rang Pikumbuah ( 31+ )

  =======================

  ----- Original Message ----- 
  From: "Ridwan M. Risan" <[EMAIL PROTECTED]>
  To: <[EMAIL PROTECTED]>
  Sent: Friday, October 08, 2004 9:31 AM
  Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] NKRI kedepan ... IT pulang Kandang


  > Wa'alaikum salam wr wb.
  >
  > Kita pelajari pergerakan ekonomi China dan India dengan filsafat "Alam
  > takambang manjadi guru". Apakah yang dilakukan India dengan membangun IT
  > Industry nya membantu India secara keseluruhan? Artinya untuk secara
  > keseluruhan rakyat India. Untuk memperbaiki economy dengan bertambahnya
  > income dari industri baru, jawabanya: Ya. Tapi bagaimana dengan
kebutuhan
  > begitu besar rakyat India lainnya yang hampir 1 milyer orang?
  >
  > Yang diangkat oleh pak Darul bahwa tanpa banyak bantuan pemerintah, 5-6
  > orang perantau India yang dulunya di Amrik sekarang mulai pulang kandang
  > membuka shop kecil (bengkel IT) memasok kebutuhan IT Amrik lagi -
singkatnya
  > jadi sub kontraktor IBM di Amrik, Texas Inst di Amrik. Dulu IBM atau TI
  > bayar tenaga mereka $100 untuk satu jasa tertentu. Sekarang mereka hanya
  > bayar $60, karena $20 untuk tenaga integrasi di Amrik dan $20 untuk cost
of
  > risk. Itu ekonominya orang Amrik.
  >
  > Sekarang bagaimana ekonominya India, dulu 6 orang India itu bekerja di
Amrik
  > yang setiap tahun kirim wessel untuk keluarga di kampuang. Sekarang
mereka
  > kembali dan menghasilkan $60, $50 untuk pendapatan mereka sendiri, $10
untuk
  > orang India disekitarnya, yang UKM India yang membuat roti cane dan
kari,
  > yang menyediakan rumah dan melayani kebutuhan lainnya. Tidak besar kan?,
  > additional income dengan datangnya para perantau ini? Jadi industri IT
India
  > tidak akan berhenti sampai posisi ini saja, agar industri ini akan
  > bermanfaat bagi orang banyak perlu men-trigger industri lainnya. Akan
banyak
  > industri susulan lainnya.
  >
  > Sekarang bagaimana dengan Indonesia? Bagaimana dengan perantau Minang di
  > Jakarta, di Surabaya? di Bali? Akankah mempunyai semangat patriotik
seperti
  > orang India yang flocking back home? Akankah kita meniru yang dilakukan
oleh
  > India, atau yang dilakukan oleh China yang membuka lahannya dengan
potensi
  > penduduk yang ruarr biasa untuk direct foreign investment mendarat di
negeri
  > tirai bambu (sekarang sudah tirai silk and silver kali)
  >
  > Wassalam,
  > Ridwan M Risan
  > Sampono Sutan (55+)






____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke