Terima kasih atas tanggapan thd email saya, Uni Rahima.
Karena Anda berbahasa Indonesia, maka saya juga akan jawab dalam bhs Indonesia.
Jikak kita harus selalu mendatangi rumah seseorang dan bertanya padanya tentang pemikirannya, maka alangkah tidak efektifnya energi dan biaya yang kita habiskan, itupun belum tentu kita dapat bertemu dengan yang bersangkutan.
Apakah Uni hendak menyuruh saya datang pada Yudhoyono pula untuk tau tentang pikiran-pikirannya?
Jangankan Yudhoyono yang akan bertemu dengan saya, bertemu dengan anjingnya pun belum tentu akan dapat.
Kecuali kita ada urusan dalam acara tertentu yang membuat kita berbicara dengannya. Walaupun beberapa kali berkesempatan bertemu dengan Megawati, apakah menurut Uni Rahima etis bagi saya, setelah saya bersalaman dengan Megawati dan kami memegang gelas minuman di tangan masing-masing, dan saya bertanya padanya: "Bu Mega, bagaimana pendapat Anda tentang orang-orang yang hendak menjalankan syari'at Islam di negeri ini?"
Saya menganggap itu tidak sepantasnya, Uni Rahima.
Beberapa tulisan yang saya baca dari Pak Quraish Shihab memang membuat saya menyatakan pendapat saya seperti dalam email terdahulu. Tapi saya mengerti bahwa saya tidak begitu banyak membaca tulisannya, dan barangkali saya salah menyangka.
Uni yang mengaku kenal dan akrab dengannya barangkali lebih bisa menjelaskan tentang pendapatnya tersebut, sebagai pelengkap atau pembanding dari pendapat saya tersebut. Saya kira saya akan mendapatkan jawaban dari Uni, dan bukan suruhan "Tinggal di Jakarta kan? Pergi saja ke rumahnya."
Lagi, kalau saya tidak salah, Pak Quraish Shihab bersaudara dengan Alwi Shihab, yang memiliki putri Najwa Shihab, penyiar Metro TV yang tidak mengenakan jilbab tersebut.
Kelihatannya mereka keturunan Arab, menilik dari wajahnya. Itu saja yang saya ketahui.
Saya sudah jawab yang ini, Uni Rahima. Sekarang silahkan Uni jawab yang lainnya.
Seperti iklan susu saja.
Wassalam, Wady (30th)
At 06:05 PM 10/20/2004, you wrote:
Assalamuaalaikum.Wr.Wb.
Sanak wady, silahkan tanya sendiri pada beliau. : " pak Quraish,.bapak masuk pemikiran sekuler ngak pak..? ". Tinggal di jakarta kan..? datang aja kerumah beliau.
Sekuler itu apa maksud sanak Wady, biar sama persepsi kita dalam menilai.
Ok,..jawab dulu yang ini, baru saya jawab yang itu.
Wassalam.Rahima.
--- Wady Afriadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Jikok pandangaran ambo indak salah, dalam babarapo > tulisan > Pak Quraish Shihab ko ado nada2 sekuler, nan indak > menempatkan agama Islam sbg agama satu2nya yang > benar, > sedangkan yang lain kafir semua. > > Mungkin baliau ko dapek pulo tagolong ka urang nan > bapaham > "inklusif" dan "pluralis" sarupi Cak Nur (Nurcholis > Madjid). > > Salah danga ambo ko? > > Wassalam, > Wady
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

