Waalaikumsalam. Wr.Wb. makasih da Ad,.ternyata banyak juga orang-orang seperti da Ad yang melihat secara realistis, bukan langsung memvonis mansia dan membawanya ke agama.
Pertama, .secara jujur aja,..ima ngak ada membeli cd2 semacam yang di copy itu di Kairo. Kenapa,,? bukan karena ima sok kaya,.tapi memang suka yang asli, karena memang beda koq, mana yang asli mana yang copyan. kedua : Andaikan pun ima mengcopy yang asli punya ima, dan diberikan untuk orang lain, itu karena ima menyadari sekali, kalau di Indo itu orang susah beli cd pelajaran yang asli itu. Dan ima copypun ima baca dulu di kertasnya, ada ngak pelanggaran untuk copy. kalau ngak ada, ima copykan, kalau ada ngak akan ima copykan. Tapi di Kairo, memang ngak ada tercatat seperti kebiasaan casset2 di Indo itu dengan tulisan : " Dilarang mengcopy ulang,..dst...". Dan saya herannya kenapa koq sanak Yulmizar langsung memvonis,kemudian mengkaitkannya dengan masalah agama yang saya lontarkan itu..? kalau mau tanya,.tanya aja baik2,.jangan pakai embel2 segala !. Ada apa sih..? Kalau begitu salah donk orang yang minta copykan itu juga..? Padahal,.casset2 yang saya miliki yang asli itu, ngak ada tercatat pelarangan didalamnya. Eh...koq langsung nyerocos semacam itu..? Saya ngak senang di tuduh tanpa bukti. Tanya..tanya aja baik2,..! Da Ad,..sama seperti uda,.ima sangat mengerti sekali susahnya duit di Indo itu. Makanya ima sering mengcopy cd2 pelajaran punya ima, buat anak2 miskin. Bukan CD yang ngak beres di copykan, kayak flm macam2 itu..?. CD yang ima miliki ini harganya sangat mahal buat ukuran orang ngak mampu di Indo ( Rp 200.000- 500.000 ). Bayangkan deh oleh da Ad, mana mungkin mereka beli cd semacam itu, untuk makan saja susah..? Mungkin itu sebabnya di Mesir CD pelajaran dan Cd agama semacam itu ngak ada pelarangan untuk di copy ulang. Ternyata orang Mesir jauh lebih memperhatikan masyarakat rendah, ketimbang kayak kita orang Indonesia, yang sok bersih dari dosa. Ngak tahu nih,.jangan2 kalau ima cerita agama, habis itu ada pelanggaran yang ima lakukan, ada saja alasan seseorang untuk menjatuhkan ima, dengan alasan : " Orang agama, yang bicara agama koq semacam itu sih..? " Emangnya ima ini orang bersih dari dosa, karena ima banyak memberikan pencerahan masalah agama..? Kalau begitu mah..kagak ada orang yang mau jadi " Pendakwah,..Muballighah...pada takut semua "( hehehehe ). Apa gunanya puisi2 ima kirimkan yang mengatakan betap abanyak dosa yang ima lakukan ( padahal kadang ngak tahu dosa apa yah..? Cuman merasa aja banyak dosa, biar banyak bertaubat, toh rasulullah SAW setiap hari beristigfar,..dan setiap hari berdakwah pada sahabat2 nya..? ). Atau kali,.karena banyak yang sakit hati , karena merasa tersinggung dengan ima,..jadi dicari2 kesalahan ima, biar ima keluar dari RN ini..? Biar ngak ada lagi yang jadi polisi hidup masalah agama di RN ini..? Kadang-kadang, ima berfikir ada lebih baiknya ima unsubscribe dari RN ini, biar bebas semua orang bicara apa saja, ngak ada yang " mengoreksi " kesalahan itu. tapi rasa sayang terhadap sekian banyak orang-orang Rn di dalamnya itulah yang buat ima bertahan selama ini. Padahal kalau di pikir banyak banget sudah adu pendapat yang pada akhirnya saling menyakit satu sama lain, sepanjang ima di RN ini. Ima ingat sekali dulu ada yang namanya Esteranch, saat ima buat puisi tentang yang sedikit romantis,.apa yang di tuduhkan pada Ima " Ima buat yang tak pantas ( yah semacam zina apa itu yah,.kalau tak salah adultery,.atau apa..ima lupa." ( Apa tidak gila itu..? ) Eh..kagak tahunya berapa bulan setelah diskusi punya diskusi,.malah ia sendiri langsung yang buat puisi dan sangat berani mengatakan " Sayang ", Pada ima.. Bayangkan itu da Ad..? Untuk orang lain ima buat puisi aja sdh di tuduh yang macam2,..eh..kenapa sama dia sendiri..? beraninya bilang Aku sayang kamu. ( saat itu ima ketawa kecicikan,..gimana sih ini orang, ima buat puisi secara umum dan romantis, tanpa jelas untuk siapa, bilang macam2,.eh,..kagak tahunya ia kena batunya tuh..). Yah..itulah yang namanya si Rahima yang uda Ad kenal saat ini,.sudah banyak pengalaman di milist ini uda. Sudah biasa di tuduh yang lebih parah dari itu, tapi tetap aja ia masih hidup sampai saat ini. ( hehehe..). Yah..kapan2 ada waktunya koq ima unsubscribe dari Rantau net ini. Sabar aja deh bagi yang kurang senang dengan saya, dan merasa banyak saya " tembak ". Percaya deh,.ada waktunya bagi semua untuk bebas. Namun selagi saya masih disini, jangan salahkan saya akan tetap bertahan menegakkan kebenaran yang saya tahu itu memang benar dari sudut pandang agama yang saya ketahui, karena saya tak bisa menahan kemungkaran, dan kesalahan di pandang dari susut agama islam itu sendiri, ada di depan mata saya. Ima merasa ngak enak juga, kalau banyak yang tersinggung dan terasa di atur di RN ini oleh saya. Soalnya ima benar2 niat baik dan ngak ada buat yang salah, sering sekali di tuduh yang macam2, dan selalu dikaitkan dengan profesi ima sebagai seorang pendakwah. Okay,.makasih yah da Ad.. Wassalam. Rahima. --- adeer <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wassalamu'alaikum > > Duh sanak Yul... > > Kok kayaknya kenceng terus nih akhir2 ini..:), > kenapa pula sekarang bicara yang islami dan cd > bajakan. > lantas kalau ada yang membeli cd bajakan, nggak > perlu > ngomong yang islami begitu..? > > duh siapa sih yang sempurna didunia ini..? > > Saya bingung sebenarnya kalau udah mendengar > sanggahan2 seperti ini..., tidak membumi sama sekali > dan cuma sebatas teori dan jauh menutup mata dari > kenyataan yang ada. > > Coba deh kita ingat2 diri kita sendiri, pernah nggak > kita membeli CD bajakan di glodok2 sana...?, yang > harganya Rp. 5000 dan bayangkan dengan CD aslinya > yang > bisa sampai Rp 40000 atau mungkin lebih. > > Saya yakin sama sekali kalau orang membeli CD yang > bajakan itu mestilah karena dia orang yang tak mampu > atau memang dia merasa uangnya bisa lebih bermanfaat > bisa pembeli pakaian anaknya sementara itu dia masih > bisa menikmati kesenangannya mendengar lagu2 > kesukaannya. > > Dan saya kok agak yakin yah..., yang membeli CD2 > asli > yang harganya segunung itu tidak semata mata karena > dia sadar akan hak cipta, tapi semata mata karena > yang > membeli ini orang kaya, dan lebih suka berbelanja di > mall2 daripada masuk2 bersempit sempit di pasar > glodok > sana. > > Rasanya memang pangsa pasarnya berbeda.., yang kaya > biar lah kalau dia mau membeli yang mahal, yang > miskin > biarlah dia membeli CD bajakan itu... > > Ini sih pandangan orang awam yang kadang memaklumi > bahwa uang itu emang susah didapat di indonesia saat > ini.. > > wassalam > adeer > > > > --- I Yul <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Assalamu'alaikum Wr. Wb. > > > > > > Numpang tanya, kalau CD-CD seperti itu di Arab, > > > apakah tidak melawan hukum? Tidak adakah > > > perlindungan hak kekayaan intelektual disana? > > > > > > Sebelum terlanjur mengcopy dan ngomong yang > > > islami-islami hendaknya hal-hal kecil seperti > itu > > > diperhatikan. > > > > > > Wassalam > > > YMZ > > > > > > > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > > protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > > ____________________________________________________ > > > > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, > > silahkan ke: > > http://rantaunet.org/palanta-setting > > > ------------------------------------------------------------ > > Tata Tertib Palanta RantauNet: > > http://rantaunet.org/palanta-tatatertib > > > ____________________________________________________ > > > > > ____________________________________________________ > > Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, > silahkan ke: > http://rantaunet.org/palanta-setting > ------------------------------------------------------------ > Tata Tertib Palanta RantauNet: > http://rantaunet.org/palanta-tatatertib > ____________________________________________________ > __________________________________ Do you Yahoo!? Check out the new Yahoo! Front Page. www.yahoo.com ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

