Angku Ronald dan sanak yth.,

Saya terkejut ketika disebutkan di India premium dijual Rp 7,000. Seingat
saya harga dasar produksi minyak - premium, solar atau minyak tanah sama
saja, kalau tak salah sekitar Rp 2,200 dengan harga bahan minyak mentah saat
ini, tolong koreksi apabila salah. Dulu rasanya di US rasanya sekitar $1 per
galon atau sekitar Rp 2.400 perliter - ada yang tahu berapa sekarang?, di NZ
setahun yang lalu rasanya 70c NZ, atau Rp 4.200 perliter.

Memang kesalahan kita dulu tidak menggenjot kegiatan explorasi minyak
sehingga sekarang jadi net-importer - tapi kok nggak keluar dari Opec ya?
Dulu Indonesia berproduksi 1.5 jt barrel sehari sekarang tinggal 1 jt saja.
Sedangkan untuk menghasilkan minyak jalannya panjang sekali, mulai
mendapatkan konsesi, melakukan seismic dan drilling eksplorasi, evaluasi
kandungan minyak dan mencari dana, engineering fasilitas lapangan,
konstruksi dan drilling lobang produksi, baru startup dan minyak mengalir.
Untuk itu bisa 7-10 thn. Mengejar ketinggalan saya baru baca dimedia,
Indonesia akan memperbaiki insentif bagi operators agar mau lebih giat
melakukan explorasi di Indonesia. Sekitar 9-10 thn yang lalu Indonesia
dinilai tidak menarik buat mencari minyak di Indonesia.

Kembali keharga BBM, harga yang ada saat ini adalah hasil subsidi dan hasil
kinerja Pertamina yang masih monopoli dalam pengilangan dan distribusi.
Rencananya mulai 2005 monopoli ini akan segera dihapuskan, agar Pertamina
mempunyai kompetitor sehingga kinerjanya dapat diharapkan akan menjadi lebih
baik. Tapi melihat kondisi saat ini, rencana ini tidak akan dapat terlaksana
tepat waktu dengan baik, karena harga jual minyak masih jomplang dengan
harga diluar negeri.

Saya lebih setuju subsidi dikurangi dan disesuikan dengan program pemerintah
lainnya. Dialihkan ke pendidikan dan kesehatan untuk melayani rakyat miskin
atau rakyat kecil adalah cara yang baik. Bisa juga dikaitkan dengan program
pemerintah untuk mempercepat pembangunan di luar Jawa, yang sekaligus bisa
meringankan beban explotasi dan kerusakan tanah di P Jawa. Jadi harga minyak
bisa saja berbeda satu pulau dengan pulau lainnya, Jawa yang sudah relatif
lebih mampu daya belinya dikenakan harga yang lebih tinggi. Sedangkan
Sumatra, Kalimantan yang ingin dipacu pembangunannya dikenakan harga yang
lebih rendah.

Mekanisme seperti ini sebenarnya sudah lama terjadi untuk energi lain,
setahu saya harga listrik di Batam lebih tinggi dari harga ditempat lainnya.
Rencananya, keberhasilan kebijakan harga di Batam ini akan diterapkan
juga di Bali yang dianggap sudah mampu membayar dengan harga lebih listrik
tinggi. Untuk minyak, tampaknya tidak dapat dilaksanakan segera, perlu
kajian
lebih teliti agar tidak terjadi kebocoran keluar negeri. Kalau kebocoran
antar pulau didalam negeri, rasanya tidak akan berpengaruh terlalu jelek.

Wassalam,
R Sampono Sutan (55+)



----- Original Message -----
From: "Ronald P Putra" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, December 17, 2004 10:50 AM
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] RE: [surau] Kenaikan BBM


>
> Uda Mukhlis,
> tidak mungkin kita mengatakan bahwa jika subsidi BBM hanya akan
menguntungkan
> orang berduit adalah salah besar. Coba hitung berapa konsumsi nasional
> atas BBM yang disubsidi per harinya, dan lihat berapa sebenarnya porsi
> utk si rakyat kecil. Sebagian besar BBM yang disubsidi itu dikonsumsi oleh
> orang yg punya kendaraan pribadi, pengusaha angkutan umum, industri. Ini
> yang saya maksud dengan subsidi hanya akan menguntungkan orang berduit.
>
> Seandainya mereka beli di India, mereka harus bayar 7000 rupiah per liter
premium,
> sementara di sini mereka hanya bayar 1810 rupiah perliter dan bisa dipakai
> utk berusaha angkutan kota.Saya tidak mengelompokkan pengusaha angkot
> sbg rakyat kecil, tapi coba hitung berapa ratus liter BBM yang disubsidi
itu
> mereka konsumsi perharinya. Ini maksud saya.
> Belum lagi selisih harga dalam dan luar negeri ini telah mengundang para
penyelundup
> dan kejahatan BBM yang telah merugikan negara puluhan miliar rupiah
pertahunnya.
>





____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke