Assalamulaikum WW

Rahima saya ingin meresponse seperti tersisip dibawah.

>-----Original Message-----
>From: [EMAIL PROTECTED]
>[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Rahima
>Sent: Saturday, January 01, 2005 3:43 PM
>
>Mak Syamsir Alam, selamat basua kembali didunia
>maya.Semoga yang sakit cepat sembuh(kalau dalam bahasa
>Minangnya mamak syamsir saya panggil mamak urang rumah
>mak syamsir lantas saya panggil apa yang lebih baik
>dan sopannya yah,.maklum mak,.saya ngak ngerti panggil
>memanggil ini,"etek" kali yah).

Kita sama berdoa untuk kesehatan etek kita, rang rumah mamak kita Mak Sati.
(ntuk Rahima, istri mamak biasa dipanggil Etek, mak, biai, adang,
kelihatannya sama dengan panggilan untuk saudara ibu yang perempuan, iko di
Canduang, rasono samo jo ditompaik lain)
>
>Kalau urang rumah mak Darul saya panggil etek,terlalu
>tua rasanya,sedangkan urang rumah mak Darul masih
>sangat muda saya lihat,mak Darul saya panggil
>mamak,sedangkan istri mak Darul panggil uni, boleh
>ngak dalam adat Minang hal semacam ini?

Ini dia, etek Rahiamko ka baulang tahun nan 45 dalam bulan Januariko, apo
dianggap masih mudo? Sadang mbo duo bulan lalu baulang tahun nan ka 51.
Itulah Jan salalu picayo jo pandangan mato dan perasaan hati, sering
kenyataannya jauh berbeda. O ya soal panggilan menurut kebiasaan di Minang
(Canduang), biar dia lebih muda dari kita, kalau itu istri mamak atau istri
ayah, harus dipanggil dengan panggilan seperti saudara perempuan dari ibu
(etek, mak, mandeh, biai dst) dan tidak lazim dipanggil seperti saudara.

...........................................................
>
>Apakah suara ini karena pengaruh lingkungan di
>Minang.Saya orang Minang,tapi suara saya justru lebih
>kental ke suara orang Medan,bahkan ada yang bilang
>saya dari Sulawesi,atau Jakarta,kalau kebetulan gaya
>Jakarta yang saya pakai,ngak bisa saya meniru gaya dan
>Lughat orang Minang ini.Padahal gaya Minang inilah
>yang saya suka,karena kevokalannya.

Kelihatan disini Rahiam berbicara bukan suara tapi Logat atau dialek. Sudah
barang tentu logat seseorang akan terpengaruh dimana orang tersebut dari
kecil sampai dewasa (5 - 18 th). Saya rasa logat ini tidak dipengaruhi oleh
darah atau turunan. Kalau menyeberang atau merantau setelah tammat SMA maka
dialek dimana dia berkembang akan susah dirubah hampir buat selama hidupnya.

...........................................................
>
>Hmm..hmm.....dunia maya yang jauh bisa terasa dekat
>dengan adanya kemajuan zaman.Subhanallah !!.

Yang membuat manusia dekat adalah kelancaran komunikasinya. Biar dengan
tetangga disebelah rumahpun, seandainya terjadi hambatan komunikasi akan
membuat kita jadi jauh.

>
>Wassalam.Rahima
>
>
Wassl. WW
Darul


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke