Assalamualaikum wr.wb :
Sewaktu saya baru tinggal di Denpasar Bali th 1969 acapkali makan sate penyu
yang dijajakan orang sepanjang jalan , rasanya nikmat juga .
Namun sejak beberapa tahun belakangan ini , yakni semenjak pelestarian
beberapa binatang langka dan dilindungi mulai digalakkan , maka pembantaian
penyu sangat dibatasi sekali .
Dulu ditahun 1980 an perdagangan daging penyu maupun penyu yang diawetkan bebas
sekali tanpa ada pembatasan , sekarang ini setiap turis yang ketahuan membawa
penyu akan disita oleh aparat bea dan cukai serta karantina hewan dipelabuhan
maupun di bandara. dan merupakan suatu pelanggaran .
Ada satu hal yang mengganjal dihati saya sampai kini , boleh nggak ya daging
penyu ini di komsumsi oleh orang Islam , termasuk kodok ( swieke ) serta
daging kelinci , serta biawak , ular , kalong . Sate dan soto kelinci bisa
dinikmati di ruas jalan antara Bandung ? Lembang . Di Bali bisa dijumpai di
pasar Bedugul .
Mohon bagi sanak yang lebih ahli tentang hadis atau fiqh bisa memberi masukan
demi kemaslahatan kita bersama .
Wassalam : zul amry piliang di bali
Wassalam : zul amry piliang di bali
---------------------------------
Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________