Sjamsir Sjarif wrote:

Tarimo kasih Angku Ahmad Ridha, Rangkayo Rahima, sarato Angku St. Sinaro.


Samo-samo, Mak. Semoga bermanfaat bagi kita semua.


1. Untuak labiah jaleh, kok malangkah ambo saketek lai mancaliak pangartian
Syaikh Mahmud Ahmad Khafaji nan dikatangahkan Angku Ahmad Ridha.
Kalau buliah ambo infer dari katarangan baliau tu, tampaknyo patanyaoan
ambo manganai "Ulama Salaf" atau "Salafy" tu samolah aratinyo jo Ulama Sunni (Sunnah wal Jamaah) karano Sunni ko bapegang kareh ka Al-Quran jo Sunnah.


Kan iyo baitu tu, apokoh kasimpulan ambo maleset?


Benar sekali, Mak. Istilah salafiyyun adalah nama lain dari ahlus sunnah wal jama'ah. Penamaan ini bukanlah penamaan yang baru.. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpesan kepada Fatimah radhiallahu 'anha (yang artinya):

"Aku adalah sebaik-baik salaf bagimu." (HR. Muslim).

Beberapa nama lain adalah tha'ifah al-manshurah dan firqatun najiyyah.

BTW, Mak, yang perlu ditekankan di sini bukan hanya 'berpegang teguh pada al-Qur'an dan as-Sunnah ash-Shahihah' namun juga dalam memahami keduanya sesuai dengan pemahaman salafush shalih terutama para shahabat. Hal ini penting karena hampir-hampir semua orang mengaku berpegang pada al-Qur'an dan as-Sunnah namun tidak sedikit yang menyimpang dalam pemahamannya.

Dasar pemilihan pemahaman salaf ini adalah di antaranya:

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (yang artinya):

"Sebaik baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya." (Muttafaq 'alaihi)

Yang paling baik di sini tentulah termasuk yang paling baik pemahaman agamanya sebagaimana sabda Rasulullah (yang artinya): "Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya maka Allah memberinya pemahaman agama." (HR. al-Bukhari).

Para shahabat juga adalah orang-orang yang di-ridhai Allah subhanahu wa ta'ala dan jalan mereka menjadi patokan jalan kebenaran (lihat QS. 4:115 dan 9:100).

Dengan demikian, salafy adalah suatu metode (manhaj) yang dinisbatkan kepada para salafush shalih; bukan suatu organisasi atau aliran, bukan pula kefanatikan pada individu tertentu selain Rasulullah. Pengakuan seseorang sebagai salafy atau ahlus sunnah tidak ditentukan dari keanggotaan atau mengikuti nizham (aturan) suatu organisasi namun harus diukur berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman salafush shalih.

Lebih luasnya dapat dilihat di:

http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=mengapasalaf

Allahu Ta'ala a'lam.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)



_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke